2,442 research outputs found

    MORAL & RELIGI MENURUT EMILE DURKHEIM & HENRI BERGSON/SM-10

    No full text
    143hlm;15x21c

    Moral dan Religi

    No full text
    --.149 hal.;ill.;21 c

    PENGARUH ISLAMIC ATTRIBUTE TERHADAP TERHADAP KEPUASAN, KEPERCAYAAN DAN LOYALITAS PENGUNJUNG WISATA RELIGI DI MAKAM MBAH SAYYID SULAIMAN

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh islamic attribute terhadap kepuasan, kepercayaan dan loyalitas pengunjung wisata religi di Makam Mbah Sayyid Sulaiman Jombang. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Islamic Attribute terhadap kepuasan, kepercayaan dan loyalitas khususnya bagi pengunjung wisata religi di Makam Mbah Sayyid Sulaiman. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variabel Islamic Attribute (X) terhadap Kepuasan (Y1), Kepercayaan (Y2) dan Loyalitas (Y3). Di dalam penelitian ini data yang dikumpulkan melalui metode kuesioner dengan penyebaran angket jenis skala likert kepada 90 responden yang merupakan pengunjung wisata religi di Makam Mbah Sayyid Sulaiman. Kemudian dilakukan analisis terhadap data-data yang didapat dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey. Analisis kuantitatif yang digunakan diantaranya yaitu uji validitas dan uji normalitas. Adapun tekhnik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana yang mana berfungsi untuk membuktikan hipotesis penelitian. Dari hasil analisis tersebut didapatkan bahwasannya variabel independen berpengaruh positif terhadap ketiga variabel dependen. &nbsp

    PEMETAAN RUTE WISATA RELIGI KABUPATEN SUMENEP

    No full text
    Religious tourism especially in the mainland Sumenep district consists of Jami‘ Mosque, Asta Tinggi, Asta Jokotole, Asta Katandur, Asta Gumo’, Asta Yusuf, Asta K. Faqih and Asta Buju' Panaongan. Mapping of religious tourism has not been mapped in detail especially the route, distance and travel time from the city centre to the location of religious tourism in the Sumenep district. The purpose of this study is to determine the route, calculate the distance and travel time of religious tourism from the city centre to religious tourism and between religious tourism in the Sumenep district. The nearest religious tourism from the city centre is Jami‘ Mosque by 650 meters and the farthest religious tourism distance from the city centre is Asta Buju’ Panaongan by 31,100 meters, while the fastest travel time from the city centre is Jami‘ Mosque by 3 minutes and the longest travel time from the city centre is Asta Buju’ Panaongan by 44 minutes. The closest path between religious tourism Jami‘ Mosque to Asta high with a distance of 2,700 metres and the furthest religious tourism path between religious tourism Asta Yusuf to Asta Buju’ Panaongan with a distance of 43,825 metres. The fastest travel time from Jami‘ Mosque to Asta tinggi is 8 minutes and the longest travel time from Asta Yusuf to Asta Buju’ Panaongan with a travel time of 77 minutes.Wisata religi khusunya yang ada di wilayah daratan kabupaten Sumenep terdiri dari Masjid Jami’, Asta Tinggi, Asta Jokotole, Asta Katandur, Asta Gumo’, Asta Yusuf, Asta K. Faqih dan Asta Buju’ Panaongan. Pemetaan wisata religi belum di petakan secara detail khusunya rute, jarak dan waktu tempuh dari pusat kota ke lokasi wisata religi yang ada di kabupaten Sumenep. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rute, menghitung  jarak dan waktu tempuh wisata religi dari pusat kota ke wisata religi dan antar wisata religi yang ada di kabupaten Sumenep. Wisata religi terdekat dari pusat kota yaitu Masjid Jami’ sebesar 650 meter dan jarak wisata religi terjauh dari pusat kota yaitu Asta Buju’ Panaongan sebesar 31,100 meter, sedangkan waktu tempuh paling cepat dari pusat kota yaitu Masjid Jami’ sebesar 3 menit dan waktu tempuh terlama dari pusat kota yaitu Asta Buju’ Panaongan sebesar 44 menit. Jalur terdekat antara wisata religi Masjid Jami’ menuju Asta tinggi dengan jarak 2,700 meter dan jalur wisata religi terjauh antara wisata religi Asta Yusuf menuju Asta Buju’ Panaongan dengan jarak 43,825 meter. Waktu tempuh tercepat dari Masjid Jami’ menuju Asta tinggi sebesar 8 menit dan waktu tempuh terlama dari Asta Yusuf menuju Asta Buju’ Panaongan dengan waktu tempuh sebesar 77 menit

    Perkembangan Religi Prasejarah: Tradisi Masyarakat Gayo.

    No full text
    Abstract. Prehistoric Religion Development: Gayo Communities Tradition. Religion lived out by Gayo communities has been practiced since the prehistoric period. The religion of that period isevidenced from remains of activities, among others from burial remains at Loyang Mendale and Loyang Ujung Karang Sites. Burial patterns and funeral gifts are the most apparent evidences of theexistence of religion concept during the prehistoric period. The process shows a development from simple form to more complex ones, but some aspects of ancient religion can still be found in laterperiods. In an attempt to understand it, identification of archaeological remains in forms of burial remains such as human remains, artifacts, and features are used as the focus of study, and ethnoarchaeological approach will be employed in this study on the concept of religion. Thus, in general it can be said that this attempt to understand religion will use inductive flow, which is part of qualitative research method. Interviews will also be carried out to acquire concepts of ancient religions that are still recognized among the Gayo communities. This method will generate a comprehension on religions from the prehistoric period until nowadays, with ancient conceptions that are still known among contemporary communities. Abstrak. Keberadaan religi pada masyarakat Gayo sudah berlangsung sejak masa prasejarah. Pemahaman religi pada masa itu diketahui dari sisa aktivitas yang di antaranya masih dikenali dari sisa penguburan di Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang. Pola penguburan dan bekal kubur di situs dimaksud merupakan hal yang paling jelas menunjukkan adanya konsep religi di masa Prasejarah. Di dalam prosesnya telah menunjukkan adanya perkembangan dari bentuk yang sederhana ke hal yang lebih kompleks, namun beberapa bagian dari religi lama tampaknya masih dianut hinggake masa-masa kemudian. Untuk memahami perkembangan religi tersebut, maka identifikasi tinggalan arkeologis, baik yang berupa sisa penguburan kerangka manusia, artefak ataupun fitur menjadi pusat kajian. Dalam konsep religi akan dilakukan pendekatan etnoarkeologi, sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa pemahaman akan religi menggunakan alur induktif yang merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif. Sejalan dengan itu dilakukan juga wawancara mendalam dalam upaya mendapatkan konsep-konsep religi lama yang masih dikenal oleh masyarakat Gayo. Metode tersebut akan menghasilkan pemahaman religi dari masa prasejarah hingga kini dan beberapa bagian dari konsepsi lama yang masih dikenal masyarakat dalam konteks religi di masa kini.</jats:p

    Perkembangan Religi Prasejarah: Tradisi Masyarakat Gayo.

    No full text
    Abstract. Prehistoric Religion Development: Gayo Communities Tradition. Religion lived out by Gayo communities has been practiced since the prehistoric period. The religion of that period isevidenced from remains of activities, among others from burial remains at Loyang Mendale and Loyang Ujung Karang Sites. Burial patterns and funeral gifts are the most apparent evidences of theexistence of religion concept during the prehistoric period. The process shows a development from simple form to more complex ones, but some aspects of ancient religion can still be found in laterperiods. In an attempt to understand it, identification of archaeological remains in forms of burial remains such as human remains, artifacts, and features are used as the focus of study, and ethnoarchaeological approach will be employed in this study on the concept of religion. Thus, in general it can be said that this attempt to understand religion will use inductive flow, which is part of qualitative research method. Interviews will also be carried out to acquire concepts of ancient religions that are still recognized among the Gayo communities. This method will generate a comprehension on religions from the prehistoric period until nowadays, with ancient conceptions that are still known among contemporary communities. Abstrak. Keberadaan religi pada masyarakat Gayo sudah berlangsung sejak masa prasejarah. Pemahaman religi pada masa itu diketahui dari sisa aktivitas yang di antaranya masih dikenali dari sisa penguburan di Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang. Pola penguburan dan bekal kubur di situs dimaksud merupakan hal yang paling jelas menunjukkan adanya konsep religi di masa Prasejarah. Di dalam prosesnya telah menunjukkan adanya perkembangan dari bentuk yang sederhana ke hal yang lebih kompleks, namun beberapa bagian dari religi lama tampaknya masih dianut hinggake masa-masa kemudian. Untuk memahami perkembangan religi tersebut, maka identifikasi tinggalan arkeologis, baik yang berupa sisa penguburan kerangka manusia, artefak ataupun fitur menjadi pusat kajian. Dalam konsep religi akan dilakukan pendekatan etnoarkeologi, sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa pemahaman akan religi menggunakan alur induktif yang merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif. Sejalan dengan itu dilakukan juga wawancara mendalam dalam upaya mendapatkan konsep-konsep religi lama yang masih dikenal oleh masyarakat Gayo. Metode tersebut akan menghasilkan pemahaman religi dari masa prasejarah hingga kini dan beberapa bagian dari konsepsi lama yang masih dikenal masyarakat dalam konteks religi di masa kini

    Analisis jurnal Religi: jurnal studi agama-agama

    No full text
    A. IDENTITAS JURNAL 1. Nama Jurnal : Religi: jurnal studi agama-agama 2. Volume : 16 3. Nomor : 1 4. Halaman : 1-17 5. Tahun Penerbit : 2020 6. Judul Jurnal : Mitigasi Ekologi di Obyek Wisata Religi Gunung Kemukus 7. Nama Penulis : Fibry Jati Nugroho dan Agung Dian Renggani

    KARYA MUSIK “MAZMUR” DALAM TINJAUAN MUSIK RELIGI

    No full text
    Karya Musik &ldquo;Mazmur&rdquo; merupakan sebuah karya musik yang memiliki nuansa religius. Musik mempunyai pengaruh yang kuat bagi emosi manusia. Musik dapat menjadi alat yang hebat untuk merangsang emosi bagi pendengarnya. Musik dapat memberikan inspirasi yang baik atau bahkan menjatuhkan seseorang. Musik religi merupakan musik yang terkait dengan ajaran-ajaran agama yang di kemas di dalam lirik lagu. Musik religi juga berisi tentang nyanyian yang digunakan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kata Mazmur menunjuk pada suatu lagu yang dinyanyikan dengan diiringi berbagai alat musik yang menggunakan dawai. Lirik lagu yang diciptakan oleh komposer berisi tentang ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karya musik Mazmur dibawakan dengan paduan suara diiringi dengan chamber orkestra. Karya musik ini difokuskan pada konsep musik religi. Bentuk musik pada karya musik Mazmur terdiri dari tiga bagian yaitu bagian A yang berisi tentang intro, verse, reffrain, bagian B yang berisi interloude serta bagian C yang berisi tentang pengulangan bagian reffrain. Komposer terinspirasi terhadap karya-karya musik religi Kristen Protestan yang sering dibawakan dalam suatu acara gereja. Karya musik yang dibuat oleh komposer memiliki karakter musik penyembahan.Kata kunci : Musik Religi, Kriste

    TRAVEL PATTERN WISATA RELIGI DI JAWA TENGAH

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk perencanaan Travel Pattern wisata religi di Jawa Tengah, Indonesia. Wisata religi menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan karena memberikan pengalaman spiritual dan kegiatan yang berbeda. Metode yang digunakan adalah library research (penelitian kepustakaan), dan bersifat kualitatif, deskriptif analisis. Hasil Penelitian travel Pattern wisata religi di Jawa Tengah &nbsp;diperoleh kesimpulan yaitu: perlu&nbsp; perencanaan paket wisata yang menarik, pembuatan pola dan model perjalanan yang murah dan efisien, akomodasi, dan aksesibilitas yang baik. Pembuatan pola perjalanan wisata religi khususnya wisata ziarah harus memperkenalkan paket wisata atau destinasi wisata yang menarik selain yang sering dikunjungi oleh para peziarah. Hal tersebut perlu diperhatikan masalah kemudahan informasi yang harus diupdate menggunakan sistem digitalisasi dan aplikasi yang support saat ini untuk memperoleh informasi terkait wisata religi di Jawa Tengah. Kata Kunci: Travel Pattern; Wisata Religi; Wisata &nbsp; Abstract: This study aims to plan a religious tourism Travel Pattern in Central Java, Indonesia. Religious tourism is the main attraction for tourists because it provides spiritual experiences and different activities. The method used is library research, and is qualitative, descriptive analysis. The results of the research on religious tourism travel patterns in Central Java obtained conclusions, namely: it is necessary to plan attractive tour packages, make cheap and efficient travel patterns and models, accommodation, and good accessibility. Making religious tourism travel patterns, especially pilgrimage tourism, must introduce tour packages or tourist destinations that are interesting other than those frequented by pilgrims. It should be noted the issue of ease of information that must be updated using the current digitization system and application support to obtain information related to religious tourism in Central Java. Keywords: Travel Pattern; Religious Tourism; Touris
    corecore