1,721,013 research outputs found
Kemampuan Guru Menggunakan Pendekatan Emosional dalam Pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara
ABSTRAK
Aldi Febrizal, (2020) : Kemampuan Guru Menggunakan Pendekatan Emosional dalam Pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru menggunakan pendekatan emosional dalam pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara. Subjek penelitian ini adalah guru bidang studi Fikih sebagai responden dan siswa sebagai informan, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kemampuan guru menggunakan pendekatan emosional dalam pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara. Populasi penelitian ini adalah guru Fikih yang berjumlah 2 orang dan siswa Madrasah Tsanawiyah Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara yang berjumlah 204 orang. Penelitian ini tidak mengambil sampel responden guru, sedangkan responden siswa diambil sampel sebesar 10% atau 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel acak (random sampling). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Deskriptif Kualitatif dengan persentase. Berdasarkan analisis data yang diperoleh kemampuan guru menggunakan pendekatan emosional dalam pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara dikategorikan Sangat Baik dibuktikan dengan hasil observasi 85,21% dan dan hasil angket 84,08%. Hasil persentase ini terletak pada rentang 81-100%.
Kata Kunci : Kemampuan Guru, Pendekatan Emosional, Pembelajaran Fikih
PEMANFAATAN TANAH ULAYAT UNTUK USAHA PROPERTI DENGAN SISTEM BANGUN BAGI MELALUI NOTARIS DI KOTA PADANG
PEMANFAATAN TANAH ULAYAT UNTUK USAHA
PROPERTI DENGAN SISTEM BANGUN BAGI MELALUI
NOTARIS DI KOTA PADANG
(Dodi Febrizal, 1520123053, Program Magister Kenotariatan,
Fakultas Hukum, Univetrsitas Andalas, 2019, 162 Halaman)
ABSTRAK
Kota Padang adalah suatu daerah di Indonesia yang keberadaan tanah ulayat
masih sangat hidup ditengah-tengah masyarakatnya. Namun perkembangan
ekonomi dunia terakhir ini, terutama dibidang bisnis properti menunjukkan
peningkatan yang sangat signifikan, sehingga menuntut ketersediaan lahan. Ada 2
(dua) potensi situasi dari hal itu, pertama semakin habis dan memudarnya eksistensi
ulayat adat, atau yang kedua akan terjadi perlambatan jalannya bisnis karena adanya
hambatan disebabkan keberadaan ulayat adat tersebut dengan segala
permasalahannya. Apa pun yang terjadi antara 2 (dua) kondisi ini, tentu bukan suatu
yang ideal. Maka, penggunaan sistem kerja sama bagi hasil antara Developer
dengan pemilik ulayat adat adalah salah satu solusi. Permasalahan yang dibahas
dalam penelitian ini adalah Bagaimana pemanfaatan tanah ulayat untuk usaha
pembangunan Rumah Tinggal dengan sistem bangun bagi yang dilakukan melalui
Notaris di Kota Padang?, Kemudian bagaimana pula bila objeknya adalah Rumah
Toko (Ruko)?, lalu Bagaimana pula proses pendaftaran tanah hasil bangun bagi
tersebut?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, tetapi
dalam prakteknya menggunakan tambahan penelitian lapangan untuk menemukan
kenyataan yang terjadi. Hasil pembahasan dari permasalahan yang timbul dari
penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan perjanjian bangun bagi perumahan
menunjukkan bahwa setelah bangun bagi, maka akan terjadi peristiwa ganggam
bauntuak yang membuat ulayat menjadi semakin menghilang esensi sekaligus
eksistensinya. Pelaksanaan perjanjian bangun bagi ruko menunjukkan bahwa
setelah bangun bagi, maka lebih cenderung untuk dapat dipertahankan dan
dilestarikan. Kemudian untuk memberikan jaminan kepastian dalam hal kerja sama
antara kedua pihak, maka menggunakan perjanjian di hadapan Notaris sebagai
pihak yang berperan dalam pembuatan akta autentik amatlah penting, karena
sekaligus dapat memberikan masukan dan nasehat hukum bagi para pihak yang
terlibat demi terjaganya kedua kepentingan yang saling berimpitan di atas tadi. Di
Kota Padang proses teknis pelaksanaan pendaftaran tanah dilaksanakan dengan
memenuhi syarat dan ketentuan yang telah di atur dalam Surat Edaran Kakanwil
BPN Provinsi SUMBAR No. 500/ 88/ BPN-2007 Tanggal 8 Februari 2007. Namun
baik, Pelaksanaan Pendaftaran hak atas tanah, baik yang baru didaftar pertama kali
atau konversi, maupun pemeliharaan data yang dilakukan berupa peralihan,
penggabungan maupun pemecahan, secara konsep tidak terdapat perbedaan
mencolok ketika dikaitkan dengan sistem kerja sama bagi hasil, semuanya diproses
sesuai dengan ketentuan standar.
Kata Kunci: Pemanfaatan, Tanah Ulayat, Properti, Bangun bagi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PERAN SATGAS DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA MASYARAKAT DARI COVID-19 BERDASARKAN PERDA NO 5 TAHUN 2021 DI KELURAHAN SIMPANG BARU KOTA PEKANBARU MENURUT FIQH SIYASAH
ABSTRAK
ANDRE FEBRIZAL (2022) : PERAN SATGAS DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA MASYARAKAT DARI COVID19 BERDASARKAN PERDA NO 5 TAHUN 2021 DI KELURAHAN SIMPANG BARU KOTA PEKANBARU MENURUT FIQH SIYASAH
Skripsi ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Satgas Covid-19 kelurahan Simpang Baru kota Pekanbaru sebagai sarana perpanjangan tangan dari pemerintah guna mengurangi angka Covid 19 yang kini menjadi wabah pandemi di kota Pekanbaru terutama kelurahan Simpang Baru. Keberadaan organisasi ini didasari oleh Keputusan Presiden no 7 tahun 2020 mengenai pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid 19. Di kota Pekanbaru sendiri dibentuk berdasarkan keputusan walikota Pekanbaru yang tertuang pada Peraturan Daerah Walikota Pekanbaru no 5 Tahun 2021 tentang perlindungan masyarakat dari penyebaran dan dampak Covid 19. Namun kenyataannya di lapangan kinerja Satgas Covid 19 masih belum berjalan sebagaimana mestinya sehingga masih banyak masyarakat yang mengabaikan Covid 19. Sehubung dengan hal itu, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian di kelurahan Simpang Baru dengan tujuan mengetahui peran satgas dalam mengurangi keberadaan wabah pandemi ini terutama dalam memberikan perlindungan kepada asyarakat kelurahan Simpang Baru.
Penelitian yang dilakukan pada skripsi ini adalah penelitian lapangan (Research Field) yang dilakukan di kelurahan Simpang Baru, sementara subjek dari penelitian ini adalah Satgas kelurahan Simpang Baru, Bhabinkamtibmas, dan Ketua RW, sedangkan objek dari penelitian ini adalah peran Satgas berdasarkan peraturan daerah walikota Pekanbaru no 5 tahun 2021 tentang perlindungan masyarakat dari penyebaran dan dampak Covid 19 dalam perspektif fiqh siyasah. Populasi dari penelitian ini ialah bagian dari Satgas kelurahan Simpang Baru. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari Lurah, Bhabinkamtibmas, LPM dan FPKM kelurahan Simpang Baru serta 10 ketua RW yang keseluruhannya berjumlah 15 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah “total sampling” dan menggunakan metode wawancara, obsservasi, dan dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Satgas Covid 19 kelurahan Simpang Baru belum menjalankan perannya sebagaimana mestinya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di kelurahan tersebut. Adapun faktor yang mempengaruhi dalam menjalankan tugasnya ialah dari segi ketenagakerjaan dan dana yang dilontarkan terbilang sangat minim sehingga kinerja dari Satgas tidak maksimal. Tinjauan Fiqh Siyasah yang berkaitan dengan permasalahan ini yaitu Siyasah Dusturiyah, dimana seorang pemimpin harus bertanggung jawab dan menjamin kebaikan atas orang-orang yang dipimpinnya untuk kebaikan rakyat, dalam hal ini menurut penulis pihak Satgas Covid 19 kelurahan Simpang Baru belum berjalan sebagaimana semestinya
Kata Kunci: Peran, Covid 19, Fiqh Siyasa
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
