3 research outputs found

    EFON DAN KAKOFONI DALAM PUISI "HANYA" KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO

    No full text
    This article aims to find out the poetic aspects of efony and kakafoni in the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono. The background of this research is because often readers of literary works, especially poetry, cannot understand poetry as a whole because they are not able to interpret and interpret the contents in the poem. The focus of this research is on the poetic aspects of efony and kakafoni in the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono. The purpose of this research is to find out the poetic aspects of efony and kakafoni in the poem "Hanya" by Sapardi Djoko Darmono, so that readers of literary works, especially the poem "Hanya" by Sapardi Djoko Darmono can understand the atmosphere created and can interpret and interpret the poem. In this study, the author uses qualitative research methods through intuitive and analytical approaches. The research techniques used are: reading-listening, classification, and content analysis. The data in this study is the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono. The results of the analysis of the poem "Only" by Sapardi Djoko Darmono in stanzas one and two contain kakafoni, because in both stanzas it describes a situation that is not harmonious and an atmosphere of unpleasant feelings, while in the third stanza there is a unique atmosphere because it describes a mixture of the two atmospheres. , namely efony and kakafoni or a mixture. This is because the second line in the third stanza describes an atmosphere of neglect and sadness, while the first and third lines describe a pleasant atmosphere because there is a meaning of hope for the writer. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek puitik secara efoni dan kakafoni dalam puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono. Adanya penelitian ini dilatarbelakangi karena seringkali para pembaca karya sastra khususnya puisi, tidak dapat memahami puisi secara utuh karena kurang mampu menafsirkan dan menginterpretasi isi yang ada didalam puisi tersebut. Fokus penelitian ini yaitu pada aspek puitik efoni dan kakafoni dalam puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono. Tujuan daripada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aspek puitik efoni dan kakafoni dalam puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono, agar para pembaca karya sastra, khususnya puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko darmono dapat memahami suasana yang ditimbulkan dan dapat menafsirkan juga menginterpretasi puisi tersebut.Pada penelitian ini penuis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan intuitif dan analitik. Teknik penelitian yang ditempuh berupa: baca-simak, Klasifikasi, dan analisis konten. Data dalam penelitian ini adalah puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono. Hasil analisis dari puisi “Hanya†karya Sapardi Djoko Darmono pada bait satu dan dua terdapat kakafoni, karena pada kedua bait tersebut menggambarkan keadaan yang tidak harmonis dan suasana perasaan yang tidak menyenangkan, sedangkan pada bait ke tiga terdapat suasana yang unik karena menggambarkan campuran kedua suasana, yaitu efoni dan kakafoni atau campuran. Hal itu disebabkan karena baris ke dua pada bait ke tiga menggambarkan suasana tak dianggap dan menyedihkan, sementara itu baris ke satu dam ke tiga menggambarakan suasana yang menyenangkan karena terdapat makna adanya harapan bagi sang penulis

    Criminal Accountability by the Master for the Sinking of KM Sinar Bangun in Lake Toba (Study of Decision No. 229/Pid.Sus/2018/PN.Blg)

    No full text
    78 HalamanTransportation in domestic waters (river, lake and sea crossing) is carried out by using Indonesian flagged vessels. The operation of the transportation of rivers and lakes is arranged in an integrated intra and intermodal way which constitutes a united national transportation order. The transportation of rivers and lakes is carried out using fixed and regular routes which are complemented by irregular and irregular routes. The problem in this study is how the skipper is responsible for the sinking of the KM Sinar Bangun ship in decision No. 229 / Pid.Sus / 2018 / PN.Blg and how the judge's consideration in giving a sentence to the skipper as the perpetrator of the sinking of the KM Sinar Bangun ship in decision No. 229 / Pid.Sus / 2018 / PN.Blg. The research method used is the type of research used is juridical normative, namely the research method used to obtain secunder data. The nature of this research will be descriptive analysis. Data collection techniques used are library research (Library Research). This method by conducting research on various sources of written reading from scholars, namely theoretical books on law, law magazines, law journals as well as lecture materials and regulations on criminal acts. Field research (Field Research), namely by conducting spaciousness, in this case the author directly conducted a study at the Balige District Court by conducting interviews with judges and based on case examples as seen from Decision No. 229 / Pid.Sus / 2018 / PN.Blg regarding the crime of shipping. The captain's responsibility for the sinking of the KM Sinar Bangun ship on decision No. 229 / Pid.Sus / 2018 / PN.Blg, the perpetrator of Poltak Saritua Sagala, has violated Article 302 paragraph (3) of Law No. 17 of 2008 concerning shipping, the offender was punished with a criminal offense of 5 (five) years and a fine of 6 (six) months and a fine of Rp. 500,000,000 (five hundred million rupiah). The judge's consideration in giving a sentence to the skipper as the perpetrator of the criminal act of sinking the KM Sinar Bangun ship in decision No. 229 / Pid.Sus / 2018 / PN.Blg, namely things that are burdensome, namely the perpetrator's act of neglecting his own safety and the safety of other people while on a voyage, mitigating things are that the defendant has never been sentenced, the defendant is the backbone of the family and the defendant be polite in court. Penyelenggaraan pengangkutan di perairan dalam negeri (pengangkutan sungai, danau dan penyeberangan laut) dilakukan dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia. Penyelenggaraan pengangkutan sungai dan danau disusun secara terpadu intra dan antarmoda yang merupakan satu kesatuan tatanan pengangkutan nasional. Pengangkutan sungai dan danau diselenggarakan dengan menggunakan trayek tetap dan teratur yang dilengkapi dengan trayek tidak tetap dan tidak teratur. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertanggungjawaban nakhoda atas tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun pada putusan No. 229/Pid.Sus/2018/PN.Blg dan bagaimana pertimbangan hakim dalam memberikan hukuman pada nakhoda sebagai pelaku tindak pidana tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun pada putusan No. 229/Pid.Sus/2018/PN.Blg. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu metode penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data sekunder, Sifat penelitian ini akan secara deskriptif analisis Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian kepustakaan (Library Research). Metode ini dengan melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan tertulis dari para sarjana yaitu buku-buku teori tentang hukum, majalah hukum, jurnal-jurnal hukum dan juga bahan-bahan kuliah serta peraturan-peraturan tentang tindak pidana. Penelitian lapangan (Field Research) yaitu dengan melakukan kelapangan dalam hal ini penulis langsung melakukan studi pada Pengadilan Negeri Balige dengan melakukan wawancara dengan hakim dan berdasarkan contoh kasus yang dilihat dari Putusan No. 229/Pid.Sus/2018/PN.Blg tentang tindak pidana pelayaran. Pertanggungjawaban nakhoda atas tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun pada putusan No. 229/Pid.Sus/2018/PN.Blg pelaku Poltak Saritua Sagala telah melanggar Pasal 302 ayat (3) Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran pelaku dihukum dengan tindak pidana selama 5 (lima) tahun dan denda 6 (enam) bulan serta denda sejumlah Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah). Pertimbangan hakim dalam memberikan hukuman pada nakhoda sebagai pelaku tindak pidana tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun pada putusan No. 229/Pid.Sus/2018/PN.Blg yaitu hal-hal yang memberatkan yaitu perbuatan pelaku telah mengabaikan keselamatan dirinya dan keselamatan orang lain dalam melakukan pelayaran, hal-hal yang meringankan yaitu terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan terdakwa bersikap sopan dipersidangan

    The English Borrowings and the Indonesian-English Codeswitching in Two Collections of Blog Short-Stories

    Get PDF
    If one has ever read fiction works by prominent Indonesian authors from 1920‟s Abdul Muis, and Marah Rusli, 1930‟s Sutan Takdir Alisjahbana and Armijn Pane, 1945‟s Chairil Anwar and Achdiat K. Mihardja, 1950-1960‟s Pramoedya Ananta Toer, W. S. Rendra, and N. H. Dini, 1960-1970‟s Taufik Ismail, Goenawan Moehammad, and Sapardi Djoko Darmono, and compared their work with those of the 1990‟s Hilman Sriwijaya and Ayu Utami, and the 2000‟s Hirata, one must have found many differences among the works. More obvious distinction will be discovered if all of the works previously mentioned are contrasted with those of 2000‟s teen writers like Arunita, Mentari, Andries, and recently Dika, especially in terms of style and vocabulary. The most recent teen fictions have employed much colloquial Indonesian or Malay-Betawi dialect (Djenar, 2008), and English lexical items. This study shows that in Dika‟s blog short-stories alone, English borrowings and Indonesian-English code-switching were commonly found. English seems to be the third language after the colloquial and standard Indonesian with which the author think
    corecore