1,736,217 research outputs found
HUBUNGAN PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP PERLAKUAN JUMLAH BIBIT PERLUBANG DAN UMUR TANAM PADI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan perlakuan jumlah bibit perlubang dan umur tanam terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi padi. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPT. Balai Benih Induk (BBI) Desa Perdamean, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Pada ketinggian tempat ± 20 meter di atas permukaan laut dan dengan topografi datar, dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti yaitu Faktor Jumlah Bibit perlubang tanam (B) sebagai petak utama tediri dari 3 taraf, yaitu B1 ( 1 bibit perlubang tanam), B2 ( 3 bibit perlubang tanam), B3 ( 5 bibit perlubang tanam ) dan Faktor Umur Bibit (U) sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf, yaitu U1 ( 7 hari semai ), U2 ( 14 hari semai ), U3 ( 21 hari semai). Hasil penelitian menunjukkan jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan per rumpun (B1) 42,089 anakan, (B2) 41,000 anakan dan (B3) 37,222 anakan. Umur bibit berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan per rumpun (U3) 34,67 anakan, (U2) 40,36 anakan (U1) 36,29 anakan. Interaksi jumlah bibit dan umur bibit berpengaruh tidak nyata, terhadap jumlah anakan produktif, produksi per tanaman, produksi per plot, jumlah gabah berisi per malai, dan jumlah gabah hampa per malai, tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan per rumpun
KONSTRUKSI PASANGAN CALON DALAM PILGUB JATENG 2008 OLEH MEDIA MASSA (KASUS PEMBERITAAN JAWA POS RADAR SEMARANG DAN SUARA MERDEKA)
Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang
terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai
gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai
Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai
Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq
Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan
calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon
dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal
ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi
pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan
politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi
masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang
pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor
internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif.
Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan
realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi.
Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa
Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing
pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik
redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita
tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara
Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang
berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable
kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan
HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi
unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip-
Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan
tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka
cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit
Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang
favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip-
Sudharto dalam bingkai unfavorable.
Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang
terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai
gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai
Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai
Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq
Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan
calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon
dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal
ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi
pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan
politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi
masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang
pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor
internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif.
Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan
realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi.
Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa
Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing
pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik
redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita
tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara
Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang
berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable
kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan
HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi
unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip-
Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan
tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka
cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit
Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang
favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip-
Sudharto dalam bingkai unfavorable
Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Bibit Ikan Air Tawar Berdasarkan Lokasi Yang Direkomendasikan Menggunakan Metode AHP Berbasis WEB
Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Bibit Ikan Air Tawar Untuk Di Budidayakan Menggunakan Metode AHP Berbasis Web. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu para petani budidaya ikan air tawar dalam memilih jenis bibit ikan yang akan di budidayakan yang sesuai dengan kondisi geografis dan kualitas air di daerah tersebut.Metode yang di gunakan adalah metode AHP, dimana metode AHP adalah sebuah hierarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Dengan hierarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hierarki. Desain penelitian yang digunakan adalah UML(Unified Modeling Language), yang didesain secara terstruktur yang terdiri dari rancangan model usecase diagram, activity diagram, sequence diagram dan class diagram. Bahasa yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah bahasa pemrograman PHP dengan editor sublime text serta menggunakan database xamppHasil dari penelitian ini adalah sebuah Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Bibit Ikan Air Tawar yang diharapkan dapat memudahkan petani untuk mengambil keputusan dalam pemilihan bibit ikan.xiii, 115 hlm.; 29 cm
Petunjuk teknis pengawasan mutu bibit niaga dara dan umur sehari
Dalam peternakan itik, bibit merupakan salah satu aspek penting yang sangat berpengaruh dalam proses produksi dan produktivitas. Agar bibit itik niaga (final stokc) umur sehari maupun dara yang diproduksi dan diedarkan dapat dijamin mutunya secara berkesinambngan, maka perlu dilakukan pengawasan yang sebaik-baiknya mulai dari tingkat produsesn sampai ke peternak. Pengawasan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerugian peternak akibat bibit yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau persyaratan teknis minimal (PTM).vi, 48 hal. : 21 c
Analisis Putusan Peninjauan Kembali No. 97 PK/Pid.Sus/ 2012 Yang Diajukan Oleh Pemohon PK Yang Tidak Termasuk Dalam Pasal 263 Ayat (1) KUHAP /oleh Bibit Purwanto
abstrak (A)Nama : Bibit Purwanto; NIM: 205089105 (B) Judul Skripsi: Analisis Putusan Peninjauan Kembali No. 97 PK/Pid.Sus/2012 Yang Diajukan Oleh Pemohon PK Yang Tidak Termasuk Dalam Pasal 263 Ayat (1) KUHAP (C)Halaman : vii + 83 + 4 daftar pustaka + lampiran; 2014 (D) Kata Kunci : Peninjauan Kembali, Pemohon, tidak termasuk dalam Pasal 263 Ayat (1) KUHAP. (E) Isi: Diterimanya permohonan PK Sudjiono Timan yang diajukan oleh Istri dalam perkara Putusan Nomor 97 PK/PID.SUS/2012 telah menimbulkan polemik dalam penegakan hukum di Indonesia karena terpidana masih dalam keadaan buron. Putusan tersebut dinilai cacat hukum karena melanggar prosedur peninjauan kembali khususnya dalam ketentuan Pasal 263 Ayat (1) KUHAP sehingga timbul permasalahan bagaimana Putusan PK yang diajukan oleh pemohon yang tidak termasuk dalam Pasal 263 Ayat (1) KUHAP? Upaya hukum apa yang dapat dilakukan untuk mensikapi keberadaan Putusan PK yang pemohonnya tidak termasuk dalam Pasal 263 Ayat (1) KUHAP? Metode yang digunakan yaitu normatif dengan didukung wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan PK yang diajukan oleh pemohon yang tidak termasuk dalam Pasal 263 Ayat (1) KUHAP merupakan putusan yang cacat hukum atau keliru karena tidak memenuhi syarat formil pengajuan PK. Oleh karena itu putusan PK yang diajukan oleh ahli waris dalam kasus Sudjiono Timan sudah seharusnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam mensikapi PK Sudjiono Timan dapat dilakukan dengan mekanisme constitutional complaint (pengaduan konstitusional) di Mahkamah Konstitusi dan upaya pengajuan PK di atas PK, dapat dilakukan upaya eksimanasi publik atas kasus PK Sudjiono Timan serta dapat ditambahkan upaya kasasi demi kepentingan hukum oleh jaksa. Agar putusan serupa tidak terulang kembali, Mahkamah Agung harus selektif dalam menerima permohonan PK dan pemeriksaan PK harus dilakukan secara profesional dan serius serta majelis hakim harus berhati-hati dalam menjatuhkan putusan. (F)Daftar acuan : 52 (1982- 2014) (G)Dosen Pembimbing : Dr. Dian Adriawan Dg Tawang, S.H., M.H (H) Penulis : Bibit Purwant
Kiat memilih bibit tanaman buah
Bibit tanaman adalah salah satu unsur produksi yang memegang peranan penting dalam sistem usaha tani tanaman buah. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa mutu produksi buah sangat ditentukan oleh bibit nasional. Mengingat pentingnya mutu bibit maka untuk meningkatkan mutu buah harus dimulai dengan pemilihan mutu bibit yang baik. Buku ini menguraikan tentang lebih dekat dengan bibit, kiat memilih dan membeli bibit, mengenali ciri varietas, pengangkutan dan penanganan bibit serta menghitung kebutuhan bibit. Buku ini juga dilengkapi deskripsi varietas dan alamat beberapa penangkar bibit yang telah terdaftar di BPSBTPH.viii, 143 hlm.; ill.: 21 cm
ANALISIS USAHATANI BIBIT DURIAN
Penelitian telah dilaksanakan di Desa Teja Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka pada usahatani bibit durian mulai bulan Maret – Juni 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Deskripsi usahatani bibit durian, nilai pendapatan usahatani bibit durian, dan efisiensi R/C rasio usahatani bibit durian. Metode penelitian yang digunakan yaitu Metode Deskriptif kualititatif dengan teknik penentuan responden sensus dengan jumlah responden sebanyak 35 dan semuanya dijadikan sebagai sampel. Deskripsi usahatani bibit durian meliputi penyiapan batang bawah, pengisian tanah ke dalam plastik polybag, perbanyakan (okulasi) dan pemeliharaan perlindungan bibit, serta pemasaran. Dalam kegiatan usahatani bibit durian petani mengeluarkan biaya total sebesar Rp 31.745.000,- yang merupakan penjumlahan dari keseruluhan biaya tetap dan biaya variable. Penerimaan yang diterima petani adalah sebesar Rp. 51.100.000,- ini merupakan hasil perkalian antara harga bibit dan jumlah bibit, maka pendapatan bersih yang diperoleh petani adalah sebesar Rp. 19.355.000,- per tahunnya. Dan R/C Rasio usahatani bibit durian menujukan bahwa usahatani tersebut layak di jalankan karena nilainya lebih dari 1.kata kunci : Usahatani Durian, Deskripsi, Pendapatan, Efisiensi R/C rasio
- …
