1,722,528 research outputs found

    Sultan Qaytbay Sabil-Kuttab and Wakala Complex at Al-Azhar

    No full text
    The earliest stand-alone Sabil-Kuttab in Cairo, it establishes the type as a pietistic endowment in the urban milieu without it being attached to a larger religious complex.exterior, wakala portal, "Vue de la Porte de l'Okel Kaid-Bey," color plate XLII of Pascal Coste's "Architecture arabe; ou, Monuments du Kaire, mesurés et dessinés, de 1818 à 1826", 1818-182

    ANALISIS KEBIJAKAN BAZNAS TENTANG IBNU SABIL SEBAGAI MUSTAHIK ZAKAT

    Full text link
    The scholars differed in defining and establishing ibn sabil as mustahik zakat. There are certain qualifying requirements for mustahik ibnu sabil. Likewise, the National Zakat Agency has qualified the mustahik ibnu sabil group in several qualifications. This study uses qualitative methods, namely methods that will produce descriptive data, in the form of written or spoken words. While the data collection techniques used are interview techniques (interviews), and documentation. From the results of this study it can be found that basically the BAZNAS policy regarding Ibn Sabil as Mustahik Zakat is in accordance with the concept of Ibn Sabil as Mustahik Zakat according to the Al-Quran (QS. At-Taubah: 60)

    Analisis Genre dalam Hikayat Perang Sabil: Pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik

    No full text
    The purpose of the study in this research are first, to describe experiential fuction, the schematic structure of narration genre, and realization of experintial function in schematic structure of narration genre in Hikayat Perang Sabil. This study uses qualitative descriptive method based on the usage of real and natural data so the research result of analysis genre Hikayat Perang Sabil can be achieved. The theory used in this research is Martin's theory to analyze schematic structure of narration genre and Halliday's model is used to analyze the experiential fuction. The findings of this research are that the dominant process in narration genre of Hikayat Perang Sabil is material process. This is because there are many action verbs used in the writing of this genre. And then it is found that the schematic structure of narration genre in Hikayat Perang Sabil is abstract, orientation, complication, resolution, evaluation, and koda.Tujuan dan penelitian dalam tesis ini adalah pertama, mendesktipsikan fungsi eksperensial dalam Hikayat Perang Sabil , kedua, mendeskripsikan struktur skematika genre narasi dalam Hikayat Perang Sabil, dan ketiga adalah untuk mendesktipsikan realisasi fungsi eksperensial dalam struktur skematika genre Hikayat Perang Sabil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berdasarkan pada penggunaan data yang mumi dan alamiah sehingga diperoleh basil penelitian yang menjelaskan genre Hikayat Perang Sabil. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori LFS untuk menganalisis struktur skematika genre narasi dan menggunakan model Halliday untuk menganalisis fungsi eksperensial. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa proses yang mendominasi dalam genre narasi Hikayat Perang Sabil adalah proses material. Hal ini disebabkan banyaknya verba aksi dan tindakan yang digunakan dalam penulisan genre ini. Selanjutnya, ditemukan bahwa struktur skematika genre narasi Hikayat Perang Sabil terdiri atas abstrak, orientasi, komplikasi, resolusi, evaluasi, dan koda.Tesis Magiste

    Arum Sabil : Sebuah Biografi Dan Organisasi Kepemimpinan 1998-2005

    No full text
    Skripsi ini membahas mengenai biografi Arum Sabil dan organisasi kepemimpinan dari tahun 1998-2005. Arum Sabil merupakan seorang tokoh yang berasal dari keluarga sederhana dimana sejak kecil berjuang untuk meneruskan pendidikannya sampai jenjang SMA. Arum Sabil menekuni dunia pertebuan dari tahun 1992. Untuk mengetahui biografi Arum Sabil harus dilakukan suatu analisis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana latar belakang Arum Sabil sebagai seorang petani tebu, (2) Bagaimana peran Arum Sabil di APTR, (3) Bagaimana peran Arum Sabil di APTRI. Landasan teori yang digunakan adalah teori kepemimpinan. Secara metodologis, penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga metode yang digunakan adalah metode sejarah (heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, riwayat hidup Arum Sabil sebagai seorang tokoh gerakan organisasi APTR dan APTRI di pergulaan Indonesia. Arum Sabil sebagai seorang tokoh yang memulai usahanya dari petani sederhana mulai memasuki ke dalam ranah politik sejak terjadi Reformasi tahun 1998. Dari berbagai macam gerakan yang ditempuh mampu menstabilkan harga gula nasional

    Analisis Program Pemberdayaan Ibnu Sabil di Badan Amil Zakat Nasional

    Full text link
    ABSTRAK Fokus penelitian ini membahas tentang program pemberdayaan yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional kepada salah satu mustahik zakat yakni Ibnu Sabil. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu metode yang akan menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik interview (wawancara), dan dokumentasi.  Dari hasil penelitian Badan Amil Zakat Nasional mempunyai program khusus yang terkait dengan ibnu sabil yaitu Program Konter Layanan Mustahik (KLM). Hanya saja, dalam program KLM bantuan yang disalurkan kepada ibnu sabil berbentuk hibah (program karitas). Sehingga yang tersentuh oleh program ini terbatas kepada kategori ibnu sabil yang mengadakan perjalanan bukan di negerinya, dan belum menyentuh musafir yang mengadakan perjalanan di negerinya sendiri seperti anak jalanan, tunawisma, dan anak-anak miskin yang terkena narkoba.   Kata Kunci: Baznas, Ibnu Sabil, Pemberdayaan  Fokus penelitian ini membahas tentang program pemberdayaan yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional kepada salah satu mustahik zakat yakni Ibnu Sabil. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu metode yang akan menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik interview (wawancara), dan dokumentasi.  Dari hasil penelitian Badan Amil Zakat Nasional mempunyai program khusus yang terkait dengan ibnu sabil yaitu Program Konter Layanan Mustahik (KLM). Hanya saja, dalam program KLM bantuan yang disalurkan kepada ibnu sabil berbentuk hibah (program karitas). Sehingga yang tersentuh oleh program ini terbatas kepada kategori ibnu sabil yang mengadakan perjalanan bukan di negerinya, dan belum menyentuh musafir yang mengadakan perjalanan di negerinya sendiri seperti anak jalanan, tunawisma, dan anak-anak miskin yang terkena narkoba.

    Taksiran zakat pertanian dalam kitab Sabil al-Muhtadin

    No full text
    Kertas ini bertujuan untuk mengenal pasti pengaruh faktor semasa ketika membuat taksiran zakat hasil pertanian yang dibahaskan oleh Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam kitab Sabil al-Muhtadin. Kitab Sabil al-Muhtadin adalah tulisan Syeikh Muhammad Arsyad alBanjari yang termasyhur. Persoalannya, apakah beliau telah mengambil kira keadaan semasa dan keperluan setempat pada masa itu semasa kitab Sabil al-Muhtadin ditulis? Bagaimanakah pula kaedah yang dipakai dalam tulisan beliau itu boleh diambil manfaat pada masa kini? Kertas ini dibahagikan kepada tiga bahagian. Pertama akan menyorot secara ringkas biodata Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari sebagai latar belakang. Kedua akan membahaskan taksiran zakat hasil pertanian dalam kitab Sabil alMuhtadin. Ketiga akan menganalisis kaedah taksiran zakat hasil pertanian dalam Sabil al-Muhtadin khususnya dalam menentukan kadar zakat pertanian. Akan dihujahkan bahawa walaupun perbahasan Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari terhadap taksiran zakat hasil pertanian dalam kitab Sabil al-Muhtadin telah mengambil kira keadaan semasa pada masa itu, namun akibat keperluan semasa pada masa ini, maka timbul penambahbaikan dalam taksiran zakat hasil pertanian adalh diperlukan khususnya di Malaysia

    Taksiran Zakat Pertanian Dalam Kitab Sabil Al-Muhtadin

    No full text
    Kertas ini bertujuan untuk mengenal pasti pengaruh faktor semasa ketika membuat taksiran zakat hasil pertanian yang dibahaskan oleh Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam kitab Sabil al-Muhtadin. Kitab Sabil al-Muhtadin adalah tulisan Syeikh Muhammad Arsyad alBanjari yang termasyhur. Persoalannya, apakah beliau telah mengambil kira keadaan semasa dan keperluan setempat pada masa itu semasa kitab Sabil al-Muhtadin ditulis? Bagaimanakah pula kaedah yang dipakai dalam tulisan beliau itu boleh diambil manfaat pada masa kini? Kertas ini dibahagikan kepada tiga bahagian. Pertama akan menyorot secara ringkas biodata Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari sebagai latar belakang. Kedua akan membahaskan taksiran zakat hasil pertanian dalam kitab Sabil alMuhtadin. Ketiga akan menganalisis kaedah taksiran zakat hasil pertanian dalam Sabil al-Muhtadin khususnya dalam menentukan kadar zakat pertanian. Akan dihujahkan bahawa walaupun perbahasan Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari terhadap taksiran zakat hasil pertanian dalam kitab Sabil al-Muhtadin telah mengambil kira keadaan semasa pada masa itu, namun akibat keperluan semasa pada masa ini, maka timbul penambahbaikan dalam taksiran zakat hasil pertanian adalh diperlukan khususnya di Malaysia

    Manajemen penyaluran dana zakat kepada ibnu sabil di lembaga amil zakat ummul quro jombang

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif.Penelitian ini dilakukan di lapangan secara langsung untuk menggali informasi yang berkaitan mengenai Manajemen Penyaluran Dana Zakat dan Kontribusi Penyaluran Dana Zakat Bagi Ibnu Sabil. Hasil penelitian yang diperoleh adalah penyaluran dana zakat kepada ibnu sabil, yang mana anak jalanan atau pengemis mendapatkan bantuan penyaluran dana zakat sebagai ibnu sabil. Pendapat Hasbie Ash Shiddieqy dan Imam Hambali mengatakan bahwasanya anak jalanan atau pengemis termasuk sabagai ibnu sabil karna sifat mereka yang tinggal dijalanan, dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lembaga Amil Zakat Ummul Quro mengatakan bahwasanya anak jalanan atau pengemis bisa mendapatkan bantuan dana zakat sebagai ibnu sabil dengan ketentuan: a) mereka yang ditinggal oleh keluarganya. b) mereka yang tidak lagi memiliki tempat tinggal dikarenakan suatu bencana di tempat asalnya. Meski demikian mereka tetap memiliki tujuan dan tidak lagi menetap di Kota orang lain. Sedangkan untuk kontribusi lembaga terhadap ibnu sabil bisa dikatakan cukup baik.Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya ibnu sabil yang terbantu untuk kembali ke tempat tujuan mereka. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa Lembaga Amil Zakat Ummul Quro dalam melakukan penyaluran dana zakat kepada ibnu sabil telah banyak memberikan manfaat bagi ibnu sabil. Salah satunya yakni ibnu sabil bisa kembali ke tempat tujuan mereka dan tidak lagi menjadi anak jalanan atau pengemis di kota orang

    Sabil de Youssouf Bey. - Caire. Façade principale

    No full text
    Sabil de Youssouf Bey. - Caire. Façade principale. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 34, exercice 1925-1926, 1933. p. 1

    Tafsir Ayat Shirath, Sabil, Thariq, Dan Salkan Dalam Alquran (Studi Analisis Tafsir Al-Qurthuby)

    Full text link
    Skripsi penulis berjudul “Tafsir Ayat Shirath, Sabil, Thariq, Dan Salkan Dalam Alquran (Studi Analisis Tafsir Al-Qurthuby)”. Penelitian ini adalah penelitian normatif, dan jenis penelitian library research/ studi pustaka. Sumber primer dalam penelitian ini adalah karya Abu `Abdullah Muhammad ibn Ahmad ibn Abi Bakar al-Qurthuby, yakni Tafsir al-Jami` li Ahkam al-Quran; wa al-Mubayyan lima Tadhammanah min as-Sunnah wa Ay al-Furqan. Ayat yang dijadikan objek penelitian: 1). Shirath: a. QS. Al-Fatihah/1:6-7 dan, b. QS. An-Nahl/16:121. 2). Sabil: a. QS. An-Nahl/16;125, b. QS. Nuh/ 71:20, c. QS. An-Nisa’/4:115, d. QS. Al-Maidah/5:12,16, QS. Al-An`am/6:55. 3). Thariq: QS. An-Nisa’/4:168-169. 4). Salkan: a. QS. Thaha/20:53, b. QS. Al-Muddatstsir/74:42, c. QS. Asy-Syu`aro/26:200, d. QS. Az-Zumar/39:21, e. QS. Al-Hijr/15:12. 5). Ayat yang termaktub kata sabil dan shirath: QS. Al-Maidah/5:16. 6). Ayat Tambahan Untuk Mencari Makna Kata Shirath, Sabil, Thariq dan Salkan: shirath: QS. al-Fatihah/1:6, untuk kata sabil: QS. Ali `Imran/3:169, untuk kata thariq: QS. Thaha/20:63, dan untuk kata salkan: QS. al-Hijr/15:12. Penelitian ini terdiri dari dua rumusan masalah, yakni: 1). Apakah tafsir ayat shirath, sabil, thariq dan salkan dalam Alquran?, 2). Bagaimana penafsiran al-Qurthuby mengenai kata shirath, sabil, thariq, dan salkan dan deriviasinya terdapat dalam Alquran? Adapun hasil penelitian skripsi ini sebagai berikut: 1. Secara umum, penggunaan kata shirath, sabil, thariq, dan salkan dimaknai dengan jalan; 2. Kata shirath hampir secara keseluruhan bermakna jalan kebaikan, meskipun tanpa adanya gandengan kata setelahnya yang bertujuan untuk kebaikan. Kecuali hanya terdapat 1 di artikan dengan makna sindiran QS. Asy-Syu`ara/42:53. Kata sabil, thariq dan salkan, tidak bisa dimaknai secara jalan kebaikan atau keburukan, tergantung gandengan kata yang terdapat setelahnya; 3. Berkaitan dengan gandengan dengan lafaz Allah, maka kata shirath hanya satu kali, kata sabil sebanyak 51 kali. Sedangkan kata thariq dan salkan tidak satu ayatpun digandengkan dengan lafaz Allah. 4. Secara kebahasaan penggunaan wazan fi`il amar/ kata kerja perintah hanya terdapat dalam kata salkan, yakni terdapat dalam QS. Al-Qashsh/28:32, QS. Al-Mukminun/23:27, QS. An-Nahl/16:69, QS. Al-Haqqah/69:32. Sedangkan kata shirath, sabil dan thariq tidak terdapat; 5. Dapat dipahami, kata shirath apabila dibandingkan dengan ketiga kata yang lainnya, yakni kata sabil, thariq dan salkan, maka diibaratkan jalan lebar/ jalan utama, sedangkan kata sabil, thariq dan salkan, adalah jalan-jalan kecil, untuk menuju jalan utama itu
    corecore