1,721,020 research outputs found

    PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP ENERGI PANAS DALAM MATA PELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI BONAGUNG I TANON SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

    Get PDF
    Istichomah. Peningkatan Pemahaman Konsep Energi Panas Dalam Mata Pelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran Kuantum Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri Bonagung I Tanon Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi, Surakarta: Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep 1DEnergi Panas 1D dalam pembelajaran IPA melalui model pembelajaran kuantum pada siswa kelas IV SD Negeri Bonagung 1, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009/ 2010. (2) Untuk mendeskripsiksn hambatan-hambatan pembelajaran kuantum dalam meningkatkan kemampuan tentang konsep 1DEnergi panas 1D dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SD Negeri Bonagung 1, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010. (2) Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian tindakan kelas dengan siklus sebanyak tiga siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Bonagung 1, Tanon, Sragen dengan jumlah siswa 18 anak.terdiri 6 laki-laki 12 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi (pengamatan), wawancara, kajian dokumen, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif. Menurut Milles dan Hubberman, (1992:20) 1DAnalisis mempunyai tiga kegiatan yaitu 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi data Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan:(1).Dengan penggunaan model kuantum dapat meningkatan pemahaman konsep energi panas. Hal ini dapat dilihat dari capaian nilai rata-rata kelas terjadi peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman dalam mendefinisikan, mengidentifikasi, mengelompokkan, maupun menerapkan pemahaman konsep energi panas dalam kehidupan sehari-hari.Peningkatan ini dapat dilihat dari rata-rata kenaikan hasil belajar pada setiap siklus.Pada kondisi awal 51, pada siklus I 54,44, pada siklus II 68,05 dan pada siklus III 78,88. Dengan prosentase kenaikan siklus I ke siklus II yaitu 13,61 % dan pada siklus II ke siklus III mencapai 10,05%, untuk ketuntasan minimal yaitu 62. (2) Hambatan- hambatan yang ditemui dalam meningkatan pemahaman konsep energi panas melalui model pembelajaran kuantum dalam mata pelajaran IPA siswa kelas IV SDN Bonagung I. a) Kurangnya pemahaman guru tentang model pembelajaran kuantum.b). Kurangnya media pendukung dalam pembelajaran kuantum. c) Kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran.d). lingkungan pembelajaran yang tidak mendukung. e) Kurangnya kesesuaian kualifikasi guru dengan bidang yang ditanganinya

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PADA CV. HOME INDUSTRI MILKFISH NEW ISTICHOMAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE WATERFALL

    Get PDF
    CV. Home Industri Milkfish New Istichomah adalah suatu home industry yang memproduksi 8 jenis olahan makanan dengan pusat lokasi di Kota Semarang. Terdapat 2 jenis sistem pembayaran yaitu sistem beli putus dan konsinyasi. Sistem beli putus dibedakan menjadi sistem beli putus langsung dan tidak langsung. Saat ini CV. Home Industri Milkfish New Istichomah memiliki permasalahan berkaitan dengan kerugian keuangan pada pemesanan barang sistem beli putus. Kerugian tersebut dikarenakan kesalahan pengiriman akibat kesulitan dalam mencari data dalam kertas catatan yang membutuhkan waktu 30 hingga 40 menit. Akibatnya pesanan dikemas berdasarkan ingatan dari pemilik. Untuk itu agar pencarian data dapat direduksi menjadi kurang dari 1 menit, maka dirancang sistem informasi secara digital. Agar pemilik tidak perlu menginput data seperti nama, alamat, dan nomor telepon pelanggan, maka sistem informasi dirancang dengan basis website. Perancangan sistem informasi berbasis website dilakukan dengan menggunakan waterfall method. Persyaratan dari sistem akan ditentukan dengan melakukan analisis kelemahan terhadap proses bisnis lama dan memberikan usulan dari kelemahan yang ditemukan. Kemudian dengan mempertimbangkan usulan kelemahan dan persyaratan bisnis dari pengguna sistem, dilakukan pembuatan proses bisnis usulan, proses bisnis usulan aktivitas baru, dan diagram alir usulan aktivitas baru. Tahap selanjutnya adalah melakukan perancangan sistem dan perangkat lunak menggunakan data flow diagram (DFD), entity relationship diagram (ERD), dan perancangan basis data. Hasil rancangan tersebut kemudian diwujudkan dengan basis data menggunakan MySQL di aplikasi Adminer dan localhost menggunakan software Laragon. Sistem informasi berbasis website dirancang menggunakan kombinasi antara HTML (hypertext markup language) dan bahasa pemrograman PHP (hypertext preprocessor), SQL (structured query language), Javascript, Bootstrap, dan software Visual Studio Code. Setelah hasil rancangan diwujudkan, maka hasil rancangan ditunjukan kepada pemilik dan meminta saran dari pemilik. Lalu saran dari pemilik akan diterapkan dan dilakukan pengujian menggunakan blackbox testing dan whitebox testing. Pada blackbox testing, maka sistem diuji berdasarkan indikator dan standar pengujian yang telah ditetapkan dalam lembar pengujian. Setelah itu dilakukan migrasi dari localhost ke hosting. Kemudian hasil rancangan akan diserahkan ke CV. Home Industri Milkfish New Istichomah sekaligus diberikan sosialiasi mengenai cara kerja dan fitur dalam sistem informasi yang dirancang serta browser yang cocok untuk digunakan yaitu Google Chrome. Lalu dilakukan simulasi dan pengukuran waktu pencarian data menggunakan sistem informasi berbasis website sebagai pembanding pencarian data sebelum dan sesudah sistem informasi berbasis website digunakan. Waktu rata-rata pencarian data pada pemesanan barang sistem beli putus menggunakan sistem informasi berbasis website adalah 0,25 menit. Dengan hal tersebut, maka penggunaan sistem informasi berbasis website dapat mereduksi waktu pencarian data pemesanan barang sistem beli putus dari yang sebelumnya adalah 30 hingga 40 menit menjadi 0,25 menit

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore