Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta
Indonesian Institute of the Art YogyakartaNot a member yet
16125 research outputs found
Sort by
Proses Kreatif Pengolahan Lagu O Magnum Mysterium Karya Javier Busto Oleh Vocalista Harmonic Choir Pada Kompetisi International Bandung Choral Festival 2023
Paduan suara semakin diminati oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa sehingga kompetisi paduan suara nasional dan internasional juga berkembang dengan berbagai kategori perlombaan. Secara umum penilaian dalam sebuah kompetisi meliputi intonasi, sound quality, fidelity to the score, dan overall artistic impression. Hal ini membuat kelompok paduan suara yang akan mengikuti kompetisi harus menentukan strategi latihan yang akan berdampak terhadap penilaian. Seiring berjalannya waktu proses latihan paduan suara juga berkembang sehingga diperlukan peran pelatih untuk dapat memilih teknis latihan dan memilih karya lagu yang akan dibawakan. Proses kreatif yang dilakukan dalam sebuah latihan paduan suara memiliki peranan penting terhadap persiapan tim kompetisi baik secara musikalitas dan non-musikalitas. Pada penelitian ini Vocalista Harmonic Choir sebagai objek penelitian memiliki cara latihan khusus seperti penggarapan intonasi yang menggunakan teori just intonation, penggarapan interpretasi, untuk mempersiapkan penampilan pada kompetisi International Bandung Choral Festival 2023 dengan membawakan lagu O Magnum Mysterium karya Javier Busto pada kategori mixed choir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses kreatif yang dilakukan dalam pengolahan lagu O Magnum Mysterium karya Javier Busto oleh Vocalista Harmonic Choir, serta mengetahui hasil pengolahan lagu O Magnum Mysterium karya Javier Busto yang berdampak pada hasil penilaian kompetisi International Bandung Choral Festival 2023. Terdapat beberapa teori dalam penelitian ini seperti paduan suara, unsur-unsur musik, unsur-unsur proses kreatif dalam latihan paduan suara, penilaian kompetisi paduan suara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbentuk deskriptif. Hasil penelitian ini ditemukan beberapa proses kreatif dalam pengolahan lagu O Magnum Mysterium yang menggunakan teori just intonation dalam penggarapan intonasi, tahapan latihan yang dilakukan dari awal pembentukan tim kompetisi yang berdampak pada hasil penilaian kompetisi International Bandung Choral Festival 2023 yang diberikan oleh dewan juri
Manajemen Produksi Sequencer dalam Penyajian Musik Ibadah Influence Generation GBI Miracle Service Gejayan
Digitalisasi membawa dampak bagi cara menyajikan musik era ini, walaupun keterbatasan gereja dalam melakukan transisi ke pendekatan digital masih menjadi hal nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen produksi sequencer dan dampaknya dalam penyajian musik ibadah Influence Generation GBI Miracle Service Gejayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer dari observasi dan wawancara, serta data sekunder dari buku, jurnal, dan dokumen relevan seperti materi audio-visual dan digital. Pengolahan data meliputi organisasi data, membaca dan mencatat, mendeskripsikan dan mengklasifikasikan data ke dalam kode dan tema, menginterpretasi, serta memvisualisasikan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori manajemen produksi, MIDI sequencing, adaptasi, evaluasi, dan musik ibadah untuk menganalisis manajemen sequencer dalam penyajian musik ibadah. Hasil penelitian ini menunjukan manajemen produksi pada alat yaitu laptop sebagai pusat kontrol sequencer, audio interface dengan dua output untuk menghubungkan sinyal ke mixer digital, serta mixer itu sendiri yang berfungsi mengolah dan mendistribusikan sinyal audio ke sistem output yaitu speaker FOH (Front of House) dan in ear sebagai fungsi monitoring pemain, pada pengguna yaitu mempersiapkan worship leader & singers, pemain musik dan sound engineer. Sebagai dampak dari manajemen produksi sequencer pada alat, panning routing menjadi teknik yang di implementasi. Dari sisi pengguna, adaptasi juga ditemukan. Selain itu, adanya evaluasi dan audisi dengan menggunakan sequencer menjadi dampak manajemen produksi sequencer dalam ibadah. Manajemen produksi sequencer telah berjalan efektif, namun potensinya dapat dimaksimalkan melalui peningkatan kualitas perangkat, evaluasi rutin terhadap pengguna, serta penambahan peran playback engineer untuk hasil yang lebih profesional
Perancangan Ambient Media Sebagai Upaya Pencegahan Aksi Klitih Antar Pelajar di Yogyakarta
Penelitian ini berangkat dari pengalaman empiris keluarga, topik klitih dipilih dalam penelitian ini, karena penting dan sangat emosional bagi penulis. Klitih merupakan salah satu permasalahan kota yang harus mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini memberikan pencegahan aksi klitih dengan merancang suatu ambient media yang menarik, mengedukasi, serta membangun kesadaran publik terkhusus pelajar SMA. Adapun teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu, ambient media, komunikasi visual, teori komunikasi, teori desain, retorika visual, persepsi visual (prinsip Gestalt), dan teori kognitif sosial.
Penelitian ini menggunakan metode design thinking dari Tim Brown dengan tahapan emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Diawali dengan memahami permasalahan yang ada dan diakhiri dengan tes media kepada target audiens. Terdapat metode pendukung dalam menganalisis data dengan mengusung 5W + 1H. Menghasilkan sebuah media komunikasi visual dengan media utama berupa ambient media dan media pendukung berupa sticker, x-banner, dan video pendek. Perancang telah melakukan tahapan tes dengan melakukan uji media terhadap 25 sampel target audiens melalui tes langsung dengan karya ambient media dilengkapi dengan kuesioner yang telah disebarkan. Adanya karya ambient media sebagai pencegahan aksi klitih antar pelajar SMA di Yogyakarta. Sebuah upaya untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada tindakan negatif yang berdampak buruk bagi diri sendiri dan masyarakat.
Kata Kunci : Klitih, Ambient media, Pelaja
Perancangan Multifunctional Diaper Bag sebagai Sarana Privacy Mengganti Popok Bayi di Ruang Publik (Studi Kasus Kawasan Malioboro)
Gaya hidup modern yang berkembang pesat memunculkan pola kebiasaan baru bagi para orang tua, yaitu bepergian bersama sang buah hati seperti berwisata. Namun, situasi ini memunculkan berbagai tantangan, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan bayi. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, orang tua seringkali menggunakan baby bag konvensional yang dianggap kurang efektif dikarenakan kompartemennya belum terorganisir dengan baik, sehingga dapat menyulitkan orang tua saat mengambil barang, terutama ketika harus segera mengganti popok. Tingginya frekuensi buang air pada bayi membuat pergantian popok secara rutin menjadi sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam. Di tempat umum seperti kawasan wisata Malioboro yang minim fasilitas ruang ibu dan bayi, orang tua menghadapi kesulitan menemukan tempat dengan privasi yang memadai untuk mengganti popok. Keadaan ini memaksa untuk mencari ruang khusus (nursery room) yang mungkin berada jauh dari lokasi mereka. Perancangan ini menggunakan metode design thinking untuk memahami kebutuhan pengguna. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperlukan rancangan diaper bag yang memiliki susunan kompartemen yang terorganisir serta sarana untuk mengganti popok bayi berupa alas yang dilengkapi fitur penutup privasi. Hasil rancangan diaper bag ini dapat memudahkan orang tua dalam mengakses perlengkapan dan mengganti popok bayi dengan nyaman saat berada di ruang publik
Perancangan Interior Fashion Lifestyle Retail & Office Holywings Store di Atlas Beach Club Bali
Perancangan interior fashion lifestyle retail dan kantor Holywings Store, yang terletak di Atlas Beach Club, Bali, dirancang untuk menciptakan ruang yang memadukan fungsi, estetika, dan pengalaman emosional, sesuai dengan kebutuhan pengguna modern, khususnya generasi Z. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana menciptakan desain interior yang tidak hanya mendukung operasional bisnis secara fungsional tetapi juga memberikan pengalaman belanja yang imersif, menarik, dan berkesan. Dengan pendekatan konsep "Fluid Dreamscape," desain ini mengintegrasikan elemen-elemen visual yang dinamis, bentuk melengkung, dan fleksibilitas tata ruang untuk mencerminkan fluiditas, kreativitas, serta identitas brand. Area retail dirancang untuk menarik perhatian pelanggan melalui penggunaan elemen surrealistik, pencahayaan dramatik, dan display interaktif yang menonjolkan daya tarik visual dan keterlibatan emosional. Sementara itu, area kantor difokuskan pada tata ruang fleksibel dan estetika yang menginspirasi, mendukung produktivitas dan kreativitas karyawan. Proses perancangan melibatkan analisis mendalam terhadap kebutuhan pengguna, identitas brand, dan penerapan teknologi modern untuk menciptakan konektivitas yang mulus antara pengalaman pengguna dan operasional bisnis. Hasil akhir dari perancangan ini berhasil menciptakan ruang yang menggabungkan keindahan estetika dengan fungsi praktis, memperkuat identitas brand Holywings, meningkatkan keterlibatan pelanggan, dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan inspiratif, sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pertumbuhan bisnis
Elegi Dampak Kerusakan Alam Kalimantan Dalam Seni Lukis
Seni dapat dipakai untuk mengekspresikan peristiwa yang membekas dalam kehidupan senimannya. Kerusakan lingkungan di Kalimantan serta dampak-dampak yang terjadi menjadi ide dalam tugas akhir ini.
Melalui seni lukis penciptaan ini akan merepresentasikan kerusakan alam di Kalimantan melalui idiom-idiom hewan liar yang mewakili persoalan yang diangkat dalam setiap karya.
Gaya pengungkapan surealistik pada karya seni lukis memungkinkan bagi tersampaikannya ide secara imajinatif, dan elemen-elemen, komposisi dan teknik dimanfaatkan untuk tersampaikannya persoalan yang menjadi tema dalam tugas akhir ini
“Ratok Si Anak Pisang” Komposisi Musik Dengan Ansambel Campuran Berdasarkan Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka
“Ratok Si Anak Pisang” merupakan komposisi musik program naratif dengan format ansambel campuran yang diciptakan berdasarkan novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka. Novel ini memiliki unsur tradisional yang kuat yang ditandai dengan latar belakang tokoh dengan menceritakan tentang kisah cinta tokoh Zainuddin yang dipengaruhi oleh aturan adat Minangkabau.
Komposisi musik “Ratok Si Anak Pisang” mengutamakan instrumen musik tiup tradisional Minangkabau, yaitu bansi, saluang, dan sampelong yang cenderung menggunakan teknik salisiah angok atau circular breathing dalam penciptaan suasana yang sesuai dengan alur cerita dalam novel tersebut. Proses penciptaan komposisi musik ini melalui beberapa tahapan yaitu observasi terhadap novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka, observasi terhadap adat Minangkabau, observasi terhadap instrumen musik tiup Minangkabau, perumusan ide penciptaan, penentuan judul, pemilihan, dan eksplorasi instrumen musik yang digunakan, serta penulisan notasi musik.
Komposisi musik ini terdiri dari empat bagian, yaitu bagian pertama “Salingka Nagari” menceritakan tentang kedatangan tokoh Zainuddin di Batipuh, Sumatra Barat, bagian kedua “Rantau Batuah” menceritakan tentang tokoh Zainuddin yang merantau menuju Batavia, bagian ketiga “Alek Nan Gadang” menceritakan tentang tokoh Zainuddin yang mengadakan pesta di Surabaya, dan bagian keempat “Lauik Sati” menceritakan tentang keadaan darurat di kapal Van Der Wijck. Untuk memperkuat nuansa Minangkabau dalam komposisi ini, penulis menggunakan unsur-unsur idiom musik Minangkabau yang diutamakan pada instrumen musik tiupnya yang mengandung unsur melodi, ritme dan pola, serta ornamentasi yang khas
Visualisasi Gonggong Sebagai Ikon Lokal Kepulauan Riau Melalui Eksplorasi Material Pipa Paralon
Penciptaan karya ini bertujuan untuk memvisualisasikan ikon lokal Kepulauan Riau, yaitu siput laut Gonggong, melalui patung berbahan PVC (paralon) dengan teknik bakar. Permasalahan utama yang diangkat adalah kurangnya apresiasi generasi muda terhadap identitas budaya lokal dan kesalahpahaman identitas antara Provinsi Kepulauan Riau dengan Provinsi Riau. Modernisasi yang menggerus simbol-simbol lokal turut memperburuk keadaan ini. Gonggong dipilih sebagai simbol karena perannya dalam ekosistem laut dan ikon budaya lokal serta diharapkan dapat menjadi media edukasi tentang keunikan identitas Kepulauan Riau dan pentingnya kepedulian lingkungan. Penciptaan patung ini melibatkan eksplorasi material PVC, yang dipilih karena sifatnya yang mudah dibentuk dan relevan dalam pengolahan limbah plastik. Teknik bakar menghasilkan tekstur unik menyerupai kulit reptil, yang mencerminkan transformasi budaya dan dampak lingkungan. Pengamatan tentang bentuk, proses pemanasan, dan manipulasi material dilakukan untuk menciptakan karya yang estetis dan bermakna. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya sebuah karya seni yang tidak hanya menjadi media edukasi budaya, tetapi juga refleksi kritis tentang dampak modernisasi dan pencemaran plastik terhadap ekosistem laut. Dengan adanya karya ini diharapkan generasi muda dapat lebih menghargai jati diri budaya daerah dan berperan dalam pelestarian lingkungan
Perancangan Komik Tari Topeng Cirebon Sebagai Upaya Peningkatan Nilai-Nilai Budaya Kepada Remaja
Tari Topeng Cirebon merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga. Karena dalam Tari Topeng Cirebon, memiliki banyak makna baik tentang kehidupan yang bisa diimplementasikan oleh remaja kedalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, untuk menarik minat remaja terhadap Tari Topeng Cirebon, dillakukan pendekatan dengan menyajikan budaya tari ini dalam bentuk komik.
Komik merupakan salah satu media yang dapat digunakan sebagai pembelajaran kepada remaja, karena menggabungkan elemen visual dan narasi yang menarik. Konsep komik ini dikemas dengan cerita, tokoh, dan gaya ilustrasi yang disesuaikan untuk remaja tanpa mengurangi mankna dan informasi pada Tari Topeng Cirebon, sehingga lebih mudah untuk dipahami
Perancangan Media Edukasi Mengenai Pengaruh Kondisi Learned Helplessness Terhadap Kehidupan Akademik Mahasiswa Desain
Mahasiswa desain memiliki tantangan unik dalam bidang akademiknya yang terletak pada tuntutan pemecahan masalah secara kreatif. Di samping itu, fase kehidupan pada tingkat pendidikan tinggi menawarkan berbagai tantangan dan tanggung jawab baru, sehingga menjadi faktor pemicu stres yang besar bagi dewasa muda yang meniti pendidikan desain. Dalam proses belajar, kegagalan menjadi hal wajar yang sering dihadapi, terutama ketika berhadapan dengan tantangan dan stres. Mekanisme koping berperan penting bagi setiap individu untuk menavigasi masalah tersebut. Namun bila mahasiswa desain gagal menerapkan koping yang efektif, kegagalan yang berulang dapat menyebabkan kondisi learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari. Ketidakberdayaan yang dipelajari adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah, yang menyebabkan mereka menjadi pasif, tidak mau berusaha, dan menghindar dari permasalahan. Pada mahasiswa desain, learned helplessness menentang objektif pembelajarannya, di mana desainer harus mampu memecahkan permasalahan secara kreatif, serta dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Lewat pengumpulan data, diperoleh hasil bahwa kesadaran mahasiswa desain terhadap kondisi ini masih rendah, meskipun 96.2% pernah merasakan perasaan ketidakberdayaan. Berangkat dari permasalahan itu, perancangan media edukasi mengenai pengaruh kondisi ketidakberdayaan terhadap kehidupan akademik mahasiswa desain diwujudkan dengan memproduksi buku berjudul ‘Hhh… I’m a Designer?’ yang disajikan dengan pendekatan visual yang relevan dengan mahasiswa desain, menggunakan warna-warna cerah, ilustrasi digital simbolis, dan elemen organik untuk mendukung pemahaman substansi secara menarik. Perancangan ini berperan sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kondisi ketidakberdayaan yang dipelajari di kalangan mahasiswa desain, menekankan perlunya upaya lebih lanjut untuk menyediakan pendekatan yang lebih terarah dan berorientasi pada solusi di masa mendatang