Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Perancangan Concept Art "The Pitung : Betawi Hero"

    Get PDF
    Concept art seringkali dianggap hanya berfungsi media hiburan atau media informasi saja. Tetapi Concept art kini juga bisa sebagai medium reflektif yang dapat menyampaikan nilai-nilai filosofis dan emosional. Perancangan Concept art ini diawali oleh ketertarikan dan ketakjuban penulis terhadap berbagai macam Concept art video game yang penulis sukai. Hal ini memunculkan urgensi penulis untuk merancang Concept art yang bertemakan "Cerita Rakyat Si Pitung". Concept art ini bertujuan disamping mengedukasi nilai sejarah Cerita Heroic Si Pitung,. Konsep perancangan dimulai dari penelitian dan pengumpulan data, merancang naskah dilanjut sketsa awal, diakhiri dengan rendering dan juga finishing. Tokoh utama dalam cerita ini bernama Pitung, Pitung tinggal dan terlahir di Rawa Belong, Betawi, dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia dikenal cerdas, pemberani, dan taat beragama. Ia berguru silat dan ilmu agama kepada Haji Naipin, seorang guru yang sangat dihormati di daerahnya. Dari gurunya, Pitung belajar silat, ilmu kebatinan, dan rasa keadilan sosial. Ketika dewasa, Pitung melihat banyak rakyat Betawi hidup miskin dan tertindas oleh tuan tanah serta Belanda. Ia tak tega, lalu mulai melawan orang-orang kaya dan pejabat Belanda yang zalim. Namun, Pitung tidak merampok untuk dirinya sendiri. Semua hasil rampasan ia bagikan kepada rakyat miskin. Karena itu, rakyat sangat mencintainya, sementara Belanda menganggapnya penjahat berbahaya. Hasil perancangan berupa Concept Art dengan narasi dan visual yang menggabungkan elemen nilai historis dan nostalgia. Diharapkan hasil akhir rancangan Concept art ini dapat menjadi wadah baru dari penggabungan nilai historis dan emosi personal yang lebih universal dan sentimental terhadap pembaca

    Interpretasi Penari Terhadap Gagasan Karya Contraction

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang adanya proses transformasi dan adaptasi dalam sebuah karya tari berjudul Contraction yang diciptakan oleh Maharani Arnisanuari. Contraction merupakan karya bersumber dari pengalaman empiris kontraksi persalinan yang membahas tentang tiga titik tegang pada tubuh yaitu pinggang, perut, dan kaki. Karya tari ini melibatkan penari perempuan yang belum memiliki pengalaman tubuh kontraksi tetapi diharapkan mampu menyampaikan cerita melalui gerak tubuh dan ekspresi sesuai dengan gagasan koreografer. Penari terlibat penuh dalam eksplorasi rasa dan gerak sehingga penari dapat memiliki pandangan masing-masing terhadap rasa sakit yang ingin dimunculkan dalam cerita Contraction. Transformasi ide gagasan yang ada menuju sebuah hasil akhir produk karya seni menggunakan konsep adaptasi dibahas dalam penelitian ini menggunakan teori adaptasi oleh Linda Hutcheon. Adaptasi produk karya tari Contraction dengan peralihan media pementasan dalam bentuk pertunjukan online dibahas menggunakan tahapan yang ada. Pembahasan proses penciptaan dengan adanya mode keterlibatan yang menekankan pada proses memungkinkan untuk memperluas fokus studi adaptasi untuk mempertimbangkan juga hubungan di antara mode keterlibatan. Proses adaptasi antara koreografer dan penari dalam merealisasikan gagasan dalam penelitian ini mencakup tahapan ekstrapolasi, analogi, dan kritik atau respect. Melewati tiga tahapan tersebut menjadi produk karya tari yang diadaptasi menjadi bentuk produk baru yaitu video tari. Penelitian ini memunculkan hasil pemaknaan baru dari interpretasi penari yang mempengaruhi hasil penciptaan karya Contraction

    Hue dan Value Warna pada Film Mean Girls dalam Perspektif Feminisme

    Get PDF
    Kehadiran warna bukanlah hal yang baru dalam dunia film. Warna dapat digunakan sebagai alat atau simbol yang dapat menyampaikan pesan. Film Mean Girls menjadi salah satu film yang menggunakan warna sebagai simbol. Dalam film Mean Girls, warna pink digunakan secara berulang. Hal tersebut perlu untuk dikaji lebih dalam terlebih karena karakter dan ceritanya berpusat pada identitas, dalam hal ini perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana hue dan value warna diterapkan sebagai simbol dalam film Mean Girls. Data yang ada kemudian akan dianalisis menggunakan teori analisis isi. Guna mempertajam hasil analisis, data juga akan ditafsirkan melalui teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir untuk melihat, menandai, dan menafsirkan tanda, dalam hal ini atribut warna serta karakter perempuan di dalamnya. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat dibuktikan bahwa film Mean Girls menggunakan warna untuk menciptakan kontras, harmoni, dan keseimbangan. Warna juga digunakan sebagai associative color dan menjadi simbol dari sosok Mean Girls. Penelitian juga menunjukkan bahwa sesuai dengan teori feminisme eksistensialis, penyebab subordinasi perempuan (perempuan sebagai gender kelas dua) masih terlihat. Hal tersebut ditunjukkan dari fakta, mitos, dan kehidupan perempuan. Adapun hubungan antara warna, film Mean Girls, dan feminisme eksistensialis mencakup mengenai warna pink yang digunakan sebagai simbol feminitas dari The Plastic atau sosok Mean Girls. Warna pink menjadi parodi feminitas yang sesuai seperti yang Beauvoir kemukakan mengenai bagaimana masyarakat mengondisikan perempuan untuk menjadi feminin. Hal tersebut sesuai dengan landasan teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir yakni “one is not born, but rather, becomes a woman” atau perempuan tidak dilahirkan sebagai perempuan tapi menjadi perempuan

    Penerapan Shape Language Pada Desain Karakter Film Animasi "Katineung"

    Get PDF
    Karakter adalah salah satu elemen utama yang ada di dalam film animasi yang memberikan cerita dan juga pesan yang akan disampaikan kepada penonton. Mendukung pembuatan karakter metode Shape Language digunakan untuk memperjelas watak, siluet serta sifat dari karakter yang akan dikembangkan menjadi film animasi “Katineung” bertujuan untuk menarik perhatian penonton remaja agar merasa lebih tertarik untuk mempelajari budaya aksara sunda. Pembuatan karakter desain ini memuat metode penciptaan yang diciptakan oleh Bryan Tillman untuk membuat karakter lebih berkesan. Melalui metode pembuatan karakter dengan metode Shape language karakter bisa memiliki bentuk yang unik dan berbeda serta memakai atribut dan aksesoris yang sederhana namun menonjolkan karakter yang mudah dikenali

    Perancangan Gim Visual Novel Dating Simulator Horor "After life/Love" Menggunakan Construct 3

    Get PDF
    “After Life/Love” adalah gim visual novel dating simulator yang ditujukan untuk platform PC. Game ini dibuat menggunakan Construct 3, yang di mana tidak perlu paham akan bahasa pemrograman untuk menggunakannya. Di gim ini akan disuguhkan cutscene comic agar pemain merasa dimanjakan akan adanya panel dan gambar yang bergerak. Serta, terdapat minigames agar permainan tidak terasa monoton karena pemain terus-terusan membaca tanpa adanya selingan yang lain. Salah satu tujuan gim ini dibuat adalah untuk mengenalkan nuansa horor yang ada di Indonesia, tanpa harus membuat pemain merasa ketakutan, karena tidak sedikit orang yang tertarik akan horor namun tidak berani menghadapinya

    Analisis Struktural Dan Makna Chant Bianco Verde Dan Siamo Noi Bagi Kelompok Suporter Sepakbola Brigata Curva Sud Pendukung PSS Sleman

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna mendalam di balik frasa chant “Bianco Verde” dan “Siamo Noi” serta menganalisis manifesto yang dianut oleh kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS). Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman subjektif anggota Brigata Curva Sud dalam memahami dan menghayati identitas mereka sebagai bagian dari komunitas suporter. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa “Bianco Verde” dan “Siamo Noi” memiliki makna yang sangat kaya bagi suporter Brigata Curva Sud. Kedua frasa ini tidak hanya sekedar kata – kata, tetapi juga menjadi simbol identitas sebagai kelompok suporter yang mendukung PSS Sleman. Manifesto – manifesto yang dianut oleh Brigata Curva Sud, seperti “No Leader Just Together”, “Ora Muntir”, “No Ticket No Game”, Mandiri Menghidupi”,“Awaydays”,dan “Still Solo”, turut membentuk identitas dan perilaku kolektif para anggotanya. Musik juga memainkan peran penting dalam merekatkan solidaritas dan memperkuat semangat kolektif di antara para anggota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Brigata Curva Sud adalah lebih dari sekedar kelompok suporter. Mereka adalah sebuah komunitas yang memiliki nilai – nilai, tradisi dan identitas yang kuat. Melalui berbagai manifesto, Brigata Curva Sud telah menciptakan berbagai chant untuk PSS Sleman

    Interpretasi Struktur Gendhing Bedhayan Gaya Yogyakarta Sebagai Ide Penciptaan Komposisi Karawitan

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan interpretasi struktur gendhing bedhayan gaya Yogyakarta ke dalam penciptaan karya komposisi karawitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari interpretasi struktur gendhing bedhayan tradisi Yogyakarta yang kemudian diwujudkan dalam sebuah karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Practice as Research through Performance (Praktik sebagai Penelitian melalui Pertunjukan) yang terdiri dari pra garap (observasi, diskografi, studi pustaka, wawancara), garap (eksplorasi, transkripsi/ penotasian, instrumentasi/pemilihan medium, praktik/latihan, revisi/penyempurnaan), dan pasca garap. Melalui penelitian ini didapatkan struktur gendhing bedhayan hasil interpretasi penulis yang berpijak pada struktur gendhing bedhayan tradisi Yogyakarta. Struktur hasil interpretasi penulis dimulai dari lagon, celuk, gendhing bagian dados, gendhing bagian dhawah, suwuk, bawa swara, gendhing ladrang, rambangan, gendhing ketawang, dan lagon. Struktur yang telah didapat dari hasil interpretasi disajikan dalam sebuah komposisi gendhing dengan beberapa variasi garap yang berbeda dari pakem penyajian gendhing bedhayan dengan tetap mengadopsi pola tabuhan karawitan tradisi. Komposisi ini menggunakan gamelan gaya Yogyakarta berlaras pelog

    Bahasa Cinta Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    Get PDF
    Kelima bahasa cinta yang pertama kali dikemukakan oleh Gary Chapman menjadi inspirasi dalam penciptaan karya seni lukis. Bahasa Cinta diterapkan oleh Chapman akibat kurangnya pemahaman masyarakat dalam berkasih sayang. Penciptaan atas bahasa cinta ini dipilih karena adanya keterhubungan kelima bahasa cinta dengan kehidupan penulis. Dalam penciptaan seni lukis ini didasari pada objek, warna, simbol, maupun konsep secara keseluruhan mengacu pada momen berbahasa cinta itu sendiri. Penciptaan ini dilakukan tetap dengan pedoman unsur-unsur seni rupa. Dengan komposisi visual juxtaposition, teknik impasto, dan aliran ekspresionisme; terciptalah lima belas karya lukis dari bahasa cinta. Harapannya dapat memberi upaya pada apresiator untuk memahami bahasa cinta dari sudut pandang seniman

    Penggunaan Pop Up Text Sebagai Pendukung Estetika Visual dalam Penyutradaraan Program Televisi Magazine “Petualangan Minggu Ceria” Episode Tempat Wisata Edukasi Anak di Yogyakarta

    Get PDF
    Penyutradaraan program televisi magazine "Petualangan Minggu Ceria" bertujuan untuk menciptakan sebuah tayangan yang dapat memberikan referensi wisata edukasi anak di Yogyakarta. Program televisi magazine ini akan memiliki 3 rubrik, yaitu Rubrik Petualangan Sains, Rubrik Petualangan Fauna, dan Rubrik Petualangan Perut, di mana di dalamnya akan menyajikan informasi dan juga pengetahuan umum, seperti informasi dan pertanyaan tentang hal-hal sains dan juga fauna hingga lokasi secara detail. Program ini juga akan menggunakan konsep pop up text, di mana acara akan berisikan pertanyaan dan quiz yang sesuai dengan scene yang sedang berlangsung. Penyutradaraan program ini juga akan didukung visual-visual yang menarik dan juga maskot yang akan menemani sepanjang acara, dan juga penambahan efek visual, musik latar. Selayaknya sebuah majalah, program ini akan menghadirkan visual yang menarik untuk anak-anak dengan penggunaan grafis yang menarik seperti pop up text dan juga maskot. Informasi yang diberikan tidak hanya akan disampaikan oleh pembawa acara, namun juga akan ditegaskan dengan elemen motion graphic. Tata artistik dalam program ini juga akan menggunakan konsep yang ceria dan penuh petualangan, seperti menggunakan warna-warna yang cerah pada properti, tata busana bajak laut. Melalui program ini, penonton tidak hanya akan mendapatkan hiburan, namun juga referensi, dan juga edukasi

    Analisis Visualisasi Aroma Teh pada Kemasan Parfum Lokal di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visualisasi aroma teh pada kemasan parfum merek lokal di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori encoding- decoding dari Stuart Hall. Objek penelitian mencakup empat varian parfum dari merek Mykonos, yaitu Matcha Latte, Tea Poetry, Hawaiian Crush, dan Down To Earth yang memiliki visual kemasan yang berbeda-beda meskipun sama-sama mengandung notasi aroma teh. Penelitian ini berfokus pada bagaimana elemen visual seperti warna, ilustrasi, dan bentuk digunakan oleh produsen untuk menyampaikan pesan tertentu dan bagaimana elemen-elemen tersebut dipahami atau dimaknai oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif- deskriptif yang melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan desainer sebagai encoder dan konsumen sebagai decoder. Proses encoding mencakup penggunaan elemen warna yang diasosiasikan dengan karakter aroma, sedangkan decoding mengeksplorasi bagaimana latar belakang individu, preferensi, dan ekspektasi memengaruhi interpretasi konsumen terhadap kemasan. Survei pra-penelitian juga dilakukan untuk membuktikan adanya tren aroma teh pada industri parfum lokal dan menunjukkan popularitas aroma ini di kalangan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pendekatan yang berbeda-beda dalam memvisualisasikan suatu aroma pada kemasan parfum. Kemudian, dari sisi decoder, warna, ilustrasi, dan desain kemasan yang digunakan untuk merepresentasikan aroma teh dimaknai secara beragam oleh konsumen, dipengaruhi oleh persepsi personal dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual pada kemasan tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik estetis, tetapi juga menjadi media komunikasi yang dapat mencerminkan identitas aroma parfum yang abstrak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan keilmuan desain komunikasi visual, khususnya dalam memahami hubungan antara elemen visual pada kemasan parfum dan interpretasi konsumen terhadap visual dan aroma, serta memberikan panduan bagi industri kreatif dalam menciptakan kemasan yang lebih komunikatif dan efektif

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇