Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta
Indonesian Institute of the Art YogyakartaNot a member yet
16125 research outputs found
Sort by
Ayam Kate dalam Penciptaan Batik Lukis Kontemporer Aliran Kubisme
Penciptaan karya tugas akhir berjudul “Ayam Kate dalam Penciptaan Batik Lukis Kontemporer Aliran Kubisme” merupakan refleksi visual atas siklus kehidupan manusia, yang divisualisasikan melalui metafora ayam kate. Hewan mungil ini dipilih bukan semata karena bentuk fisiknya yang unik, melainkan karena ia merepresentasikan sisi kerentanan, keteguhan, dan pencarian makna dalam kehidupan. Karya ini bertujuan menghubungkan nilai-nilai simbolik tradisional dengan pendekatan visual kontemporer melalui gaya kubistik, yang merepresentasikan pengalaman hidup sebagai rangkaian potongan pengalaman yang saling melengkapi.
Proses penciptaan karya ini menggunakan metode pendekatan estetika sebagai bentuk ekspresi imajinatif dan bebas serta metode penciptaan yang melalui tiga tahap utama yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Eksplorasi dilakukan melalui studi lapangan terhadap ayam kate, pengumpulan referensi visual, hingga analisis makna simboliknya. Rancangan dituangkan ke dalam sketsa digital dengan mempertimbangkan prinsip keseimbangan, warna, dan komposisi. Proses realisasi dilakukan pada berbagai jenis kain seperti Satin, Dobbycs, Sutera soft silk, dan Baby Kanvas, menggunakan teknik batik lukis, pewarnaan menggunakan teknik colet dengan pewarna remasol dan indigosol, teknik celup dengan pewarna napthol dan indigosol, serta pelorodan sebagai tahap akhir.
Hasil akhir penciptaan karya berupa enam karya batik lukis kontemporer dua dimensi yang diantaranya berjudul Menetasnya Harapan, Bersama dalam Kasih, Memilih Jalan di Persimpangan, Terjerumus dalam Gelap, Pertarungan Tanpa Arti, dan Merenung dalam Sunyi. Masing-masing karya menyampaikan representasi visual tentang fase hidup manusia dengan tokoh ayam kate sebagai cermin jiwa. Penciptaan karya ini diharapkan menjadi kontribusi dalam memperkaya inovasi seni kriya kontemporer, mendorong perenungan mendalam terhadap perjalanan hidup, serta menghubungkan nilai-nilai budaya dengan ungkapan diri secara visual.
Kata kunci: Ayam Kate, Batik Lukis Kontemporer, Kubisme
Aktivitas Ibu Rumah Tangga Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
Laporan Tugas Akhir berjudul Aktivitas Ibu Rumah Tangga dalam Penciptaan Karya Seni Lukis adalah bentuk apresiasi terhadap peran dan pengorbanan seorang ibu dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan ini berangkat dari pengalaman personal penulis yang memiliki kedekatan emosional kuat dengan sosok ibu sebagai sumber inspirasi utama dalam proses penciptaan karya seni. Aktivitas domestik seperti memasak, membersihkan rumah, merawat anak, hingga interaksi sosial dengan tetangga, diolah secara visual melalui pendekatan gaya realistik ilustratif dalam karya seni lukis.
Konsep penciptaan menitikberatkan pada peran ibu sebagai pusat kehidupan keluarga dan penjaga nilai-nilai tradisional, dengan mengintegrasikan simbol budaya lokal, seperti penggunaan pakaian batik, atribut rumah tangga, serta suasana pedesaan. Proses kreatif dilakukan melalui eksplorasi bentuk, warna, ruang, dan komposisi yang menggambarkan kehangatan, ketekunan, dan cinta seorang ibu. Karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi visual atas peran domestik perempuan, tetapi juga sarana reflektif untuk membangun empati sosial dan penghargaan terhadap ibu dalam konteks budaya dan spiritual
Implementasi Teknik Particle System dalam Digital Compositing pada Animasi 2D Augmented Reality Relief Candi Borobudur Visvantara Jataka
Laporan tugas akhir ini membahas penerapan efek visual dengan teknik particle system dalam digital compositing pada animasi 2D Augmented Reality “Visvantara Jataka”. Penerapan teknik particle system ini bertujuan untuk memberikan stopping power pada adegan sehingga mampu meningkatkan visual emphasis dan hirarki visual pada animasi 2D Augmented Reality “Visvantara Jataka”. Metode penelitian yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik sistem partikel digunakan untuk menambah efek visual dinamis pada animasi AR panel relief Visvantara Jataka di Candi Borobudur. Teknik ini mendukung prinsip desain visual (penekanan dan hierarki visual) serta meningkatkan stopping power, sementara digital compositing menyatukan keseluruhan elemen agar hasil akhir komunikatif dan estetis
Perancangan Interior Gedung Polresta Kendari Sulawesi Tenggara dengan Konsep Functional Identity
Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Resor Kota Kendari (Polresta Kendari) merupakan instansi pelaksana tugas Kepolisian Republik Indonesia di wilayah Kota Kendari. Saat ini, masih banyak kantor kepolisian di Indonesia yang belum memperhatikan perancangan interior, terutama dari segi estetika dan kenyamanan ruang kerja. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produktivitas staff dan pimpinan serta kurang optimalnya koordinasi antar divisi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan perancangan interior kantor Polresta Kendari dengan menggunakan metode Rosemary Kilmer, serta menekankan pada analisis kebutuhan pengguna, fungsi ruang, dan estetika. Konsep “Functional Identity” diterapkan dalam perancangan sebagai pendekatan yang menyatukan aspek fungsional dan identitas visual. Hasil perancangan menghasilkan pembagian zona ruang yang efisien, peningkatan kualitas ergonomi, visual branding institusi. Perancangan ini memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, representatif, dan mendukung produktivitas personel Polresta Kendari
Perancangan Interior Resto Dan Bar "Do Not Disturb" Gunawarman Jakarta Selatan dengan Implementasi Gaya Hidup Slow Living
Perkembangan pesat Jakarta menyebabkan gaya hidup urban yang serba cepat dan berdampak pada meningkatnya tekanan mental masyarakatnya. Diperlukan ruang alternatif yang mendukung mereka untuk lebih mindful, dan menikmati momen tanpa tekanan waktu. Perancangan restoran dan bar Do Not Disturb (DND) di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, mengusung konsep "Sanctuary Amidst the Urban Hustle" untuk menghadirkan suasana santai yang mendalam melalui penerapan prinsip slow interior. Metode perancangan menggunakan pendekatan analisis dan sintesis berdasarkan buku Designing Interiors oleh Rosemary Kilmer, dengan tahapan mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, ideasi, pemilihan konsep, hingga evaluasi desain. Solusi desain difokuskan pada penggunaan material alami, pencahayaan redup, bentuk melengkung, sirkulasi tidak langsung, serta atmosfer akustik yang menenangkan. Hasil perancangan menghasilkan ruang makan dan bersantai yang menawarkan pengalaman multisensori, memperlambat ritme hidup pengunjung, dan memungkinkan terciptanya momen relaksasi yang mindful di tengah kehidupan urban yang serba cepat
Rekacipta Kisah-Kisah Kehilangan Dalam Foto Ekspresi
Skripsi penciptaan karya seni fotografi ini bertujuan untuk menceritakan kisah-kisah pribadi tentang kehilangan keluarga selama kurang lebih tiga belas tahun, sehingga suasana menjadi melankolia. Kisah ini dimulai dari meninggalnya sang bapak, yang kemudian mengakibatkan keadaan keluarga menjadi tidak baik-baik saja. Sehingga keluarga memilih merantau demi menjalani kehidupan yang baru. Metode penciptaan karya yang diterapkan ialah penggunaan teknik fotografi ekspresi sebagai bentuk pengungkapan perasaan emosial yang terpendam, yang kemudian dikemas menggunakan teknik fotografi hitam putih agar terkesan dramatis terlihat nyata. Serta menggunakan denotasi dan konotasi, bertujuan untuk mengungkap perasaan dengan menggunakan simbol sebagai bentuk karya yang tidak dapat divisualkan secara langsung, dan menggunakan teknik slow speed dan long exposure, sebagai eksperimen dalam penciptaan karya ini. Objek formal menggunakan teknik fotografi hitam putih dan fotografi ekspresi, kemudian objek material yakni menceritakan tentang kisah pribadi yang telah kehilangan. Konsep penciptaan karya ini membuktikan bahwa fotografi ekspresi dapat mengungkapkan perasaan, dan ungkapan jiwa dalam bentuk visual, yang dikemas menggunakan fotografi hitam putih untuk mendukung dramatisasi karya agar kesan emosional dan perasaan tersampaikan, serta menggunakan beberapa proses perwujudan, yang digunakan untuk memperoleh data acuan, seperti observasi, studi pustaka, eksplorasi dan perwujudan, agar mendapatkan hasil yang maksimal
Visualisasi Produk Skincare Naavagreen Dalam Fotografi Produk
Tujuan dari penciptaan karya fotografi dalam tugas akhir ini adalah menampilkan produk skincare dalam bentuk karya fotografi produk yang memuat nilai informasi dari produk tersebut. Dalam bidang fotografi, terdapat berbagai genre, salah satunya fotografi produk yang kerap digunakan sebagai media beriklan suatu produk atau jasa. yang terjadi saat ini adalah maraknya produk skincare yang beredar di pasaran, seringkali diiringi dengan visual iklan yang menarik namun minim informasi esensial. Hal ini cukup membingungkan calon pembeli karena seringkali informasi yang ditampilkan pada media sosial tidak memuat nilai informasi yang cukup bagi produk itu sendiri, sehingga menyulitkan mereka dalam membuat keputusan pembelian yang tepat.Melalui tugas akhir penciptaan karya fotografi produk ini, diharapkan dapat dihasilkan foto komersial yang memuat nilai informasi yang cukup terhadap produk tersebut sehingga calon pembeli dapat memilih produk yang akan dibeli dengan lebih mudah dan berdasarkan informasi yang relevan
Simbol-Simbol Sumbu Filosofi Yogyakarta Sebagai Ikonisasi Dalam Karya Keramik Tile
Karya penciptaan Tugas Akhir “Simbol-Simbol Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Ikonisasi dalam Karya Keramik Tile” merupakan hasil perwujudan dari makna konsep tata ruang Kota Yogyakarta dengan memberikan gambaran dan makna awal kehidupan manusia hingga akhir kehidupan manusia yang berhubungan dengan alam semesta. Hal ini membuat penulis tertarik karena bukan sekadar mengangkat nilai-nilai tradisional, melainkan menjadi upaya untuk mengekspresikan ke dalam konteks seni. Keramik menjadi media yang mampu memberi identitas lokal dan ekspresi personal dalam satu bentuk seni yang utuh. Proses penciptaan ini menggunakan metode pendekatan estetika dan semiotika sedangkan metode penciptaannya menggunakan metode practice-led research. Melalui proses pengumpulan informasi dan proses perwujudan dengan teknik slab yang melewati proses pembakaran.
Karya yang diciptakan dapat memberikan gambaran tujuan penulis yang terkandung dalam enam belas karya simbol. Adanya karya tugas akhir ini, diharapkan dapat menyampaikan pesan untuk melestarikan warisan budaya Kota Yogyakarta.
Kata Kunci: Sumbu Filosofi, Kota Yogyakarta, Kerami
Pemeranan Tokoh Dom dalam Naskah Karantina Karya Jean Pierre Martinez dengan Pendekatan Representasional-Presentasional Robert Cohen
Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mewujudkan proses pemeranan tokoh Dom dalam naskah Karantina karya Jean Pierre Martinez melalui pendekatan akting representasional dan presentasional Robert Cohen. Pendekatan ini melibatkan simulasi karakter, perwujudan karakter, keahlian pertunjukan (virtuosity), dan aspek magis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa karakter Dom dapat dihadirkan secara reflektif dan komunikatif dalam konteks teater absurd.
Tokoh Dom dipilih karena kompleksitas karakter yang mencerminkan kegelisahan eksistensial dan kritik sosial dalam situasi absurd, yang selaras dengan konteks sosial pasca pandemi
Visualisasi Peran Dan Manfaat Rêsan Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
Penulisan Laporan Tugas Akhir berjudul Visualisasi Peran dan Manfaat Rêsan sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis dilatar belakangi oleh adanya ketertarikan penulis terhadap rêsan dan cerita tutur. Rêsan berasal dari kata Wreksa yang dalam bahasa Sansekerta memiliki arti pohon. Bagi masyarakat Gunungkidul, rêsan memiliki peran dan manfaat bagi lingkungan hidup, kehidupan sosial, dan ritus kebudayaan. Keberadaan rêsan tersebut diiringi dengan cerita tutur yang berkembang di sekitarnya. Cerita tutur tentang rêsan tersebut tidak memiliki wujud fisik sehingga perlu juga diwujudkan dalam karya seni. Seni grafis cetak tinggi merupakan karya seni rupa yang diciptakan melalui teknik cetak-mencetak menggunakan klise cetakan yang kemudian menjadi metode dalam perwujudan karya Tugas Akhir agar pesan dapat tersampaikan pada penikmat seni dan khalayak umum lewat wawasan baru yang didapat setelah melihat karya. Perwujudan karya memuat penggayaan klasik yang divisualkan atau diilustrasikan dari cerita tutur dan pengalaman yang ada. Tujuan dari penciptaan karya seni grafis cetak tinggi ini adalah untuk memvisualisasikan peran dan manfaat rêsan serta cerita tutur yang ada. Melalui karya seni grafis cetak tinggi, para penikmat seni diharapkan mampu memahami bahwa rêsan ternyata memiliki peran dan manfaat maupun cerita tutur yang penting sehingga perlu dilestarikan.
Kata kunci: Rêsan, Masyarakat Gunungkidul, Cerita Tutur, Seni Grafis Cetak Tingg