Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta
Indonesian Institute of the Art YogyakartaNot a member yet
16125 research outputs found
Sort by
Efikasi Diri Sebagai Strategi Mengatasi Music Performance Anxiety Studi Kasus : Musisi Orkestra
Music Performance Anxiety (MPA) menjadi fenomena universal yang di alami oleh
para musisi orkestra. Kondisi tersebut tersebar luas di kalangan musisi dan sering
kali memiliki dampak signifikan terhadap performa serta jenjang karier mereka.
Berdasarkan urgensi tersebut, maka strategi dalam mengatasi MPA menjadi suatu
hal yang penting untuk diketahui khususnya bagi para musisi yang sungguh-
sungguh menjadikan musik sebagai profesi. Strategi mendasar yang dapat
dilakukan adalah meningkatkan efikasi diri yakni kemampuan diri untuk
menanamkan doktrin pada diri sendiri bahwa tidak akan gagal karena usaha yang
sudah dilakukan atau meyakini bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses
pertumbuhan. Teori yang digunakan sebagai landasan sekaligus pisau bedah
penelitian ini adalah teori MPA oleh LeBlanc dan teori efikasi diri oleh Bandura.
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengidentifikasi peran efikasi diri
dalam menciptakan strategi untuk mengatasi MPA pada para musisi orkestra.
Metode yang digunakan ialah kualitatif studi kasus dengan melakukan wawancara
terhadap beberapa musisi orkestra dan menganalisis secara mendalam pengalaman
musisi orkestra terkait MPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MPA hadir
karena beberapa faktor yakni faktor internal seperti emosi atau karakter bawaan,
latar belakang, kesiapan individu terhadap bahan yang akan di tampilkan, hingga
kondisi fisik. Kemudian terdapat faktor eksternal seperti kondisi sosial dan
ekspektasi audiens. Hasil penelitian ini di analisis dan menunjukkan bahwa musisi
dengan tingkat efikasi diri yang tinggi berpotensi dapat mengatasi MPA lebih baik
dibandingkan musisi dengan tingkat efikasi diri yang rendah. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa meningkatkan efikasi diri merupakan strategi penting dalam
mengatasi MPA
Pengaruh Musik Ambient Terhadap Ingatan Jangka Pendek Siswa Kelas 7 SMPN 3 Cileungsi Bogor
Suasana belajar mengajar yang kondusif merupakan salah satu faktor yang mendukung siswa dalam menerima dan memproses informasi dari pengajar dengan baik. Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efek paparan dari musik ambient terhadap kemampuan kognitif khususnya ingatan jangka pendek dari siswa SMPN 3 Cileungsi. Metode yang digunakan pada penelitian quasi eksperimen dengan design penelitian one group pretest posttest. Subjek berjumlah 30 siswa dari kelas 7.3 SMPN 3 Cileungsi yang kemudian akan diperdengarkan musik ambient karya dari Brian Eno pada saat siswa mengerjakan tes digit span. Data yang didapat akan dianalisa melalui uji normalitas Saphiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan rentang skor siswa dengan nilai rata-rata 4,45 pada saat pretest menjadi 5,09 pada saat posttest. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang cukup signifikan pada paparan dari musik ambient terhadap ingatan jangka pendek siswa kelas 7 SMPN 3 Cileungsi Bogor
Evaluasi Pasca Huni Aspek Fungsional Pada Rumah Sakit Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur
Rumah sakit hewan adalah fasilitas medis yang menyediakan perawatan kesehatan bagi hewan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan hewan, harapan terhadap pelayanan rumah sakit hewan juga semakin tinggi. Oleh karena itu, fasilitas yang tersedia seharusnya mencerminkan profesionalisme dan komitmen rumah sakit hewan terhadap kesejahteraan hewan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek fungsional interior pada Rumah Sakit Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melalui metode evaluasi pasca huni level indikatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Fokus utama penelitian adalah menganalisis kinerja fungsional interior dalam mendukung aktivitas pelayanan medis veteriner. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi lapangan, dan studi literatur. Berdasarkan hasil observasi, terdapat beberapa masalah aspek fungsional yang ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan guna mengidentifikasi permasalahan yang ada, menganalisis penyebabnya, serta merumuskan solusi yang tepat untuk mengoptimalkan fungsi bangunan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ruang di dalam rumah sakit hewan telah memenuhi standar fungsional, meskipun terdapat beberapa kriteria yang masih kurang optimal, yaitu faktor manusia, perabot dan penyimpanan, serta fleksibilitas dan perubahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas fasilitas rumah sakit hewan yang telah ada, serta menjadi bahan rujukan dalam pengembangan desain rumah sakit hewan yang optimal di masa mendatang
Upaya Pelestarian Kesenian Srandul Di Dusun Candirejo Bokoharjo Prambanan Sleman
Kesenian Srandul merupakan salah satu wujud kebudayaan kesenian
tradisi di Dusun Candirejo Kalurahan Bokoharjo Kecamatan Prambanan
Kabupaten Sleman. Kesenian Srandul dapat digolongkan dalam jenis teater
rakyat, diperkirakan muncul sekitar abad ke-19 dan asal-usul pastinya sulit
ditelusuri. Pertunjukan ini termasuk dalam jenis dramatari dengan menyajikan
cerita yang dibawakan berupa gerak, dialog, dan tari. Tokoh yang bermain
dalam kesenian ini bernama Dadung Awuk yang menggambarkan seorang pria
yang sedang bertapa di dalam tanah atau tapa pendem, selama 40 hari 40 malam
lamanya agar memperoleh kekuatan dari alam. Kesenian Srandul telah
diwariskan secara turun-temurun, dari generasi pertama hingga generasi ketiga,
yang menunjukkan bahwa kesenian ini tetap hidup dan dilestarikan oleh
masyarakat setempat. Grub kesenian ini, sejak awal berdiri hingga saat ini telah
melalui berbagai pasang surut dalam perjalanannya menghadapi perubahan
zaman.
Upaya pelestarian kesenian Srandul dapat dianalisis melalui pendekatan
sosiologi dalam tinjauan sosio-historis sebagaimana dikemukakan oleh
Raymond Williams. Dalam buku Sumandiyo Hadi menjelaskan tentang
pemahaman terhadap eksistensi tari di kalangan masyarakat dengan konsep
sejarah idealis tentang semangat zaman yang mengulas fenomena dan
perkembangan yang ada pada kesenian drama tari Srandul.
Dalam konteks kesenian ini, yang menjadi fokus adalah upaya
pelestarian kesenian Srandul dari generasi pertama hingga generasi ketiga.
Kesenian Srandul yang ada di Dusun Candirejo, merupakan bagian dari warisan
budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Keberlangsungannya
hingga saat ini menunjukkan bahwa kesenian ini masih mendapat tempat di hati
masyarakat, meskipun telah melewati berbagai perubahan zaman
Pemeranan Tokoh Pandan dalam Naskah Ruang Rias Karya Purwadi Djunaedi dengan Pendekatan Teori Performativitas Gender
Pemeranaan karakter Pandan dalam karya Purwadi Djunaedi "Ruang Rias",
yang berfokus pada masalah identitas, tekanan sosial, dan kekerasan simbolik yang
dialami oleh kelompok marginal, terutama waria. Standar kecantikan hegemonik
dalam industri kecantikan yang berkembang pesat berfungsi sebagai alat keuangan
dan memaksa orang untuk mengikuti standar estetika tertentu. Tokoh Pandan
menjadi representasi konflik antara keinginan untuk menjadi diri sendiri dan
keinginan untuk diterima oleh masyarakat yang telah menetapkan standar
kecantikan yang ketat dan diskriminatif.
Studi ini menggunakan metode keaktoran realis Stanislavski, terutama teknik
ingatan emosi, magic if, dan objectives. Metode ini dipadukan dengan kerangka
teori sosial-kultural seperti performativitas gender (Judith Butler) dan kekerasan
simbolik (Pierre Bourdieu). Metode ini mendorong aktor untuk menggali
pengalaman batin dan tekanan sosial yang dialami karakter Pandan. Ini
memungkinkan mereka untuk memainkan peran secara alami, penuh empati tanpa
karikatural.
Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pemeranan tokoh Pandan membutuhkan
pemahaman mendalam tentang sejarah dan realitas sosial Waria selain keahlian
artistik. Pementasan "Ruang Rias" berfungsi sebagai tempat untuk mendukung dan
mengkritik eksploitasi tubuh dan identitas kelompok marginal dalam masyarakat.
Karena itu, diharapkan bahwa karya ini akan memungkinkan diskusi yang lebih
inklusif dan memperkuat peran teater sebagai media transformasi sosial
Perancangan Typeface Sebagai Identitas Visual Situs Keraton Ratu Boko
Situs Keraton Ratu Boko merupakan salah satu situs budaya dan bersejarah yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun memiliki karakter arsitektur dan nilai sejarah yang kuat, identitas visual dari situs ini belum tergarap secara mandiri karena masih berada di bawah pengelolaan branding Taman Wisata Candi (TWC) bersama Candi Prambanan dan Borobudur. Hal ini menyebabkan identitas visual Situs Keraton Ratu Boko belum tampil menonjol. Diperlukan adanya perancangan identitas visual berbasis typeface yang mencerminkan karateristik Situs Keraton Ratu Boko. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan sebuah typeface khusus bernama Rabokotype yang merepresentasikan identitas visual unik dari Situs Keraton Ratu Boko. Proses perancangan dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa studi literatur, observasi visual situs, serta analisis elemen budaya dan arsitektural. Rabokotype dikembangkan sebagai typeface berjenis serif display yang terinspirasi dari bentuk gapura, ornamen batu, serta pengaruh visual seperti batik parang rusak. Typeface ini dilengkapi dengan fitur multilingual characters, ligature, dan alternate untuk mendukung fleksibilitas penggunaannya dalam berbagai konteks desain. Hasil perancangan diaplikasikan ke media pendukung seperti signage, media sosial, dan giant font, sebagai bagian dari strategi membentuk konsistensi visual
Tari Nenemo Sebagai Identitas Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat
Tari Nenemo, yang lahir pada tahun 2016 di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, bukan sekadar tarian biasa, melainkan sebuah representasi identitas bagi wilayah pemekaran baru ini. Pemerintah daerah menginisiasi penciptaannya sebagai fondasi pembentukan jati diri dan pembangunan masyarakat. Dalam geraknya, tari Nenemo merangkum keberagaman masyarakat, aktivitas sehari-hari, serta filosofi hidup yang mendalam, yaitu “Nemen” artinya kerja keras, "Nedes" artinya pantang menyerah, dan "Nerimo" yang artinya ikhlas menerima hasil, yang bersumber dari kearifan lokal Piil Pesenggiri masyarakat Lampung. Kelahiran tari ini juga menjadi respons terhadap perubahan sosio-politik pasca pemekaran daerah, yang menuntut masyarakat untuk mengkonstruksi ulang identitas mereka sebagai bagian dari Provinsi Lampung. Sebagai sebuah sistem simbol, setiap elemen dalam tari Nenemo mengandung makna yang berpotensi merefleksikan identitas masyarakat Tulang Bawang Barat. Mengingat komposisi penduduk yang didominasi oleh transmigran, upaya pelestarian dan sosialisasi tari Nenemo menjadi krusial dalam menjaga dan mewariskan identitas budaya kepada generasi mendatang.
Untuk memudahkan peneliti dalam menyusun dan memecahkan masalah guna menjawab pertanyaan sentral mengenai kemampuan tari Nenemo dalam merepresentasikan karakteristik masyarakat Tulang Bawang Barat. Peneliti menggunakan pendekatan semiotika. Peneliti menggunakan tesis Ketut Sri Gangga Dewi dan skripsi Arfa Rahelita, memberikan deskripsi tentang proses penciptaan, penyajian, dan musik pengiring tari Nenemo, namun tidak secara spesifik membahas representasi identitas dengan pendekatan semiotika. Buku Rina Martiara tentang identitas kultural Lampung memberikan konteks mengenai tari sebagai representasi budaya. Sementara itu, jurnal-jurnal yang menggunakan teori semiotika Peirce menjadi panduan metodologis meskipun objek kajiannya berbeda.
Kesesuaian makna tari Nenemo dengan budaya identitas masyarakat Tulang Bawang Barat terwujud dalam harmoni antara elemen pertunjukan dan nilai-nilai tradisional. Gerakan, ekspresi, kostum, pola lantai, properti, dan musik pengiring tidak hanya estetis, tetapi juga sarat akan simbol yang merefleksikan falsafah hidup dan dinamika sosial masyarakat. Tari Nenemo, oleh karena itu, tidak sekadar menjadi produk seni, melainkan juga representasi otentik dari perjalanan budaya, sejarah, dan nilai-nilai lokal yang terus hidup dan berkembang dalam masyarakat Tulang Bawang Barat, menjadikannya simbol identitas yang kuat dan relevan di tengah arus modernisasi
Pemeranan Tokoh Rose Thomas Dalam Naskah Perangkap Karya Eugene O'neill Terjemahan Faried W. Abe
Naskah Perangkap karya Eugene O’Neill menceritakan tentang kisah Rose Thomas yang menjadi korban dari kehidupannya yang keras, dia mengambil perannya sebagai seorang ibu bagi anakknya yang rentan. Tindakannya menunjukkan adanya naluri keibuan dan potensi kasih sayang dalam dirinya, meskipun ia hidup di lingkungan yang keras dan penuh keputusasaan. Rose sebagai penderita batuk parah dan juga ibu, menjadi cerminan hidup yang kuat tentang ketahanan semangat manusia dan kekuatan naluri keibuan bahkan dalam situasi yang paling gelap sekalipun. Hal ini tentu akan menjadi kritik pedas terhadap kondisi sosial yang memaksa seseorang seperti Rose terjebak ke dalam situasi yang mengerikan.
Pertunjukan Perangkap adalah bentuk teater realis yang mengeksplorasi kehidupan nyata. Pemeranan tokoh Rose Thomas dalam naskah ini berfokus pada ketahanan semangat manusia dan kekuatan naluri keibuan. Untuk menciptakan karakter ini, teori keaktoran Stanislavski diterapkan secara spesifik melalui teknik Magic If dan Memory Emotional.
Pertunjukan ini akan menghadirkan sesuatu yang baru mengenai ketahanan dan ketulusan seorang ibu kepada penonton. Proses memerankan tokoh Rose Thomas telah menyadarkan pemeran akan pentingnya memahami psikologi tokoh melalui pendekatan psikologis. Pendekatan psikologis ini sangat diperlukan dalam memerankan tokoh dari naskah-naskah realis demi menciptakan tokoh yang konsisten secara tiga dimensi sehingga dapat sepenuhnya dipercaya oleh penonton
Maaf Terucap Dalam Seri Kartu Pos Teknik Drypoint
Permintaan maaf sering kali menjadi tindakan emosional yang kompleks, terutama ketika tidak terucap secara verbal. Tugas Akhir ini berangkat dari pengalaman pribadi dalam menghadapi kesulitan mengungkapkan kata “maaf”, serta keinginan untuk mengarsipkan perasaan penyesalan yang lama terpendam. Melalui pendekatan artistik, diciptakan lima belas karya seni grafis teknik drypoint dalam format kartu pos dua sisi, yang merepresentasikan berbagai bentuk kesalahan dan maaf yang tertunda. Proses penciptaan dilakukan dengan merefleksikan pengalaman pribadi dan menerjemahkannya ke dalam bentuk metafora visual. Karya ini dihadirkan sebagai ruang reflektif yang memungkinkan audiens menyelami ulang makna dan bentuk permintaan maaf dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi dokumentasi emosional yang intim dan universal
Perancangan Work Desk Set Multifungsi Pada Apartemen Tipe Studio Untuk Generasi Milenial
Penghuni tunggal apartemen studio yaitu generasi milenial memiliki keterbatasan dalam menempatkan furnitur dan menyimpan barang karena terbatasnya ruang dan area kerja yang ada. Disisi lain mereka juga membutuhkan fleksibilitas untuk bekerja dalam ruang tersebut sehingga tujuan dari perancangan ini adalah untuk menciptakan desain produk work desk set multifungsi menggunakan metode design thinking sebagai metode perancangan dalam proyek ini. Hasil dari perancangan ini terdiri dari 5 varian desain diantaranya The Minimalist, The Multitasker, The Creator, The Beauty, serta The Extra L. Kelima varian desain tersebut telah memenuhi kriteria desain yang ada yaitu bersifat multifungsi, area extend kedepan (compact), memiliki warna harmonis, mobilitas, effortless, memiliki fitur spesifik, dan harga jual yang sesuai