Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Pemeranan Tokoh Sarmin Dalam Naskah Orang-Orang Setia Karya Iswadi Pratama

    Get PDF
    Pemeranan tokoh Sarmin dalam naskah Orang-Orang Setia karya Iswadi Pratama dilakukan dengan menerapkan metode The System yang dikembangkan oleh Konstantin Stanislavski, menggunakan pendekatan Given Circumstances, Objective, dan Magic If. Pemeran mendalami latar belakang, motivasi, dan emosi karakter Sarmin, seorang guru honorer berusia lanjut yang menghadapi pergulatan batin akibat ketidakadilan sosial dan ekonomi. Proses pemeranan ini bertujuan untuk menciptakan karakter Sarmin yang autentik, menyentuh, dan mampu menggambarkan realitas sosial yang dihadapi oleh kelas bawah. Dalam pemeranan ini, metode Given Circumstances digunakan untuk menganalisis latar belakang fisik, sosial, dan budaya Sarmin, sementara Objective membantu mengidentifikasi tujuan dan motivasi yang mendorong tindakan karakter di sepanjang cerita. Metode Magic If diterapkan untuk membantu pemeran memasuki dunia karakter Sarmin dan membayangkan situasi yang dihadapinya. Melalui metode ini, pemeran mampu meresapi konflik batin Sarmin serta menciptakan respons emosional yang tepat untuk menghadirkan karakter yang hidup di atas panggung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode The System dengan Given Circumstances, Objective, dan Magic If berhasil membantu pemeran menghadirkan kekayaan emosi, kedalaman psikologis, dan kompleksitas sosial dari tokoh Sarmin. Penonton dapat merasakan perjuangan, kesetiaan, dan kegetiran hidup yang dialami oleh Sarmin, sehingga menciptakan koneksi emosional yang kuat dan meningkatkan keaslian pertunjukan. Skripsi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan seni pemeranan realis dan memperkuat daya tarik emosional pementasan bagi audiens

    Visualisasi Lirik Lagu Taylor Swift "Long Live" Pada Produk Piring Keramik

    Get PDF
    Tugas akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan lirik lagu “Long Live” karya Taylor Swift ke dalam bentuk karya seni keramik berupa sembilan buah piring hias. Lagu ini dipilih karena memiliki makna mendalam tentang perjuangan, kenangan, dan penghargaan terhadap momen-momen kebersamaan. Visualisasi dilakukan dengan menerjemahkan bait-bait lagu menjadi ilustrasi naratif dan simbolik yang dituangkan ke dalam media piring keramik berbentuk oval. Proses penciptaan karya menggunakan metode practice-based research dengan pendekatan estetika Djelantik dan semiotika Charles Sanders Peirce. Teknik utama yang digunakan adalah slab, nerikomi, dan cetak tekan, dengan bahan utama tanah liat Sukabumi yang dicampur stain keramik untuk memberikan warna. Setiap karya melalui proses pembentukan, pembakaran, dan glasir untuk menghasilkan karya akhir yang estetis dan fungsional. Hasil akhir karya berupa sembilan piring keramik yang tidak hanya berfungsi sebagai piring hias, tetapi juga sebagai media ekspresi artistik dan memorabilia visual dari lagu “Long Live”. Karya ini diharapkan dapat memperluas perspektif dalam menciptakan merchandise non-konvensional yang dapat dinikmati secara personal dan fungsiona

    Paè’e Bhàbbhàr: Penciptaan Karya Performance On Display

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menciptakan karya seni pertunjukan bertajuk Paè’e Bhábbhár dengan pendekatan performance on display, yang mendokumentasikan dan mentransformasi praktik perawatan tradisional perempuan Madura pasca melahirkan. Tradisi paè’e bhábbhár mencerminkan pengetahuan lokal tentang perawatan tubuh, pemulihan rahim, dan kesehatan reproduksi yang dilakukan melalui pemakaian bhângkong (bengkung), konsumsi jamu, serta berbagai ritual lain yang diwariskan secara turun-temurun. Menggunakan metode Art-Based Research dan pendekatan performatif, karya ini mengeksplorasi objek, ruang, tubuh, serta narasi yang hidup dalam masyarakat Madura sebagai bentuk performativitas budaya. Instalasi yang dipertunjukkan menampilkan rekaman wawancara, arsip visual, properti tradisional, dan aksi tubuh yang dikurasi secara artistik di dalam ruang galeri. Galeri sebagai ruang pertunjukan mengaburkan batas antara seni pertunjukan dan seni rupa, menciptakan ruang baru untuk membaca kembali praktik tradisi sebagai pengalaman estetik kontemporer. Karya ini tidak hanya menyajikan fenomena sosial-kultural, tetapi juga menawarkan refleksi kritis tentang bagaimana tradisi perempuan Madura dapat dibaca ulang, diwariskan, dan dipresentasikan kepada publik luas melalui medium seni kontemporer

    Bamboo Coiling Jewellery: Nature’s Elegance In Design

    Get PDF
    Bamboo is one of the abundant natural resources in Indonesia, so bamboo handicraft products can be easily found there. The most widely used technique is the plaiting technique. Many woven bamboo crafts use coiling as a framework for woven products. Although it is often juxtaposed with the popular plaiting technique, the coiling technique is less glamorous and has yet to be developed in Indonesia. This is because coiling has a basic circular shape and is difficult to make in small diameters, ultimately becoming an obstacle to product development using the coiling technique. Bamboo processing also adds to the challenges for craftsmen as bamboo is susceptible to mold and bamboo-destroying organisms. The sustainable market and fashion and jewelry products are popular today, especially among Gen Z. Gen Z, is the key target market for jewelry styling in this design. Gen Z preferences, mainly explored through CJM and questionnaires, will be the main consideration in the design process. Meanwhile, bamboo processing will be explored through field studies of related products and techniques and various experiments needed, such as bamboo type, preservation, coiling form, joining, and coiling finishing. These methods are used to support the design process of bamboo coiling jewelry that suits the preferences of Gen Z

    The Use Of Epoxy Resin As Stained Glass Material With Classic And Modern Touches

    Get PDF
    The Al Wustho Mangkunegaran Mosque's usage of stained glass is the subject of this study's field research findings. Stained glass is still produced today using antiquated techniques that are time-consuming and relatively expensive. This research suggests epoxy resin as a substitute material for stained glass. Epoxy resin was used because of its capacity to imitate stained glass, keeping a traditional appearance while providing the benefits of contemporary materials. Furthermore, the UV-resistant color pigments and epoxy resin utilized in this study have a great durability against exposure to sunshine and different environmental conditions. Compared to conventional stained glass techniques, the manufacturing process is simpler and more effective, which lowers production costs. In addition, the made-to-order manufacturing process enables product customization to satisfy customer expectations or particular decorative requirements. These results show that design solutions that are both culturally relevant and responsive to global demands can be produced by fusing traditional elements with cutting-edge technology. This method should shorten the lead time and lower the cost of producing stained glass while maintaining a comparable level of visual appeal

    Intervensi Musik Berbasis Preferensi Terhadap Pengelolaan Konsentrasi Anak Penyandang Down Syndrome

    Get PDF
    Anak dengan Down Syndrome intelektual kerap menghadapi kesulitan dalam mengelola konsentrasi dan emosi, yang berdampak pada efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini mengkaji dampak intervensi musik terhadap peningkatan konsentrasi dan stabilitas emosi pada siswa Down Syndrome di SLB Pembina Yogyakarta dengan tujuan untuk mengetahui seberapa berhasil intervensi musik dalam meningkatkan tingkat konsentrasi anak Down Syndrome, memetakan preferensi musik yang tepat untuk membantu menurunkan frekuensi ledakan emosi dan meningkatkan stabilitas emosi, serta membandingkan kemampuan fokus anak atas dasar preferensi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang memungkinkan penyesuaian intervensi musik dengan kebutuhan individu dan konteks budaya peserta. Subjek penelitian terdiri dari lima siswa Down Syndrome yang diberikan dua sesi pembelajaran berbeda: kelas dengan intervensi musik (melalui nyanyian di awal, tengah dan akhir pembelajaran) dan kelas tanpa musik. Hasil menunjukkan bahwa nyanyian bertempo sedang yang sudah familier bagi siswa meningkatkan rentang fokus dari rata-rata 3–10 menit menjadi 10–15 menit dan menurunkan perilaku impulsif di kelas. Lagu yang sesuai preferensi pribadi memulihkan perhatian paling cepat, tetapi penggunaannya dibatasi pertimbangan kurikulum; sebaliknya, lagu non-personal yang familier menawarkan solusi praktis bagi guru dengan efek regulatif yang tetap signifikan meski lebih singkat. Intervensi musik juga menurunkan ekspresi emosi negatif, membuat suasana kelas lebih tenang, dan mempermudah transisi tugas. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendekatan pendidikan yang lebih inklusif dan efektif bagi siswa berkebutuhan khusus di Indonesia, terutama Down Syndrome

    Garap Ricikan Rebab Gendhing Sanggalewang Kendhangan Sarayuda Minggah Ladrang Sulung Dhayung Kalajengaken Ketawang Basanta Laras Pelog Pathet Nem

    Get PDF
    Skripsi yang berjudul “Garap Ricikan Rebab Gendhing Sanggalewang Kendhangan Sarayuda Minggah Ladrang Sulung Dhayung Kalajengaken Ketawang Basanta Laras Pelog Pathet Nem” adalah penelitian yang berfokus pada pembahasan garap ricikan rebab. Gendhing Sanggalewang adalah salah satu gendhing yang terdapat dalam karawitan Gaya Yogyakarta dan termasuk dalam klasifikasi gendhing tengahan. Penulis dalam penelitian ini bertujuan untuk menyajikan Gendhing Sanggalewang dalam bentuk lirihan dan berfokus pada pembahasan alternatif garap ricikan rebab. Secara gamblang, telah disebutkan bahwa Gendhing Sanggalewang menggunakan pathet nem sebagai pathet induknya, namun terdapat susunan balungan yang memiliki nada seleh di luar pathet induknya, yaitu nada 7 (barang atau pi). Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis yang mencakup ambah-ambahan, cengkok, wilayah penjarian, kosokan, padhang ulihan, dan pathet. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa garap ricikan rebab dalam Gendhing Sanggalewang Laras Pelog Pathet Nem dilakukan dengan mempertahankan pathet induk yakni pathet nem, tanpa peralihan ke pathet barang seperti dalam versi penyajian Keraton Yogyakarta. Penafsiran yang dilakukan mencakup penggunaan empat jenis cengkok rebab, yaitu cengkok umum, khusus, gantungan, dan tuturan, serta penerapan beberapa jenis kosokan, yakni nibani, mbalung, nduduk, dan wangsul. Hasil analisis pergerakan arah lagu rebab Gendhing Sanggalewang melalui grafik konsep nunggal misah menunjukan bahwa arah lagu rebab tidak selalu searah dengan balungan, ada kalanya berpisah lalu bertemu kembali saat seleh. Strategi garap seperti penggunaan cengkok khusus pada bagian dhawah kenong ketiga dan penerapan konsep adu manis/salah gumun di bagian dhawah kenong keempat gatra pertama menjadikan lagu rebab terasa lebih mungguh

    Penerapan Dynamic Camera Movement Sebagai Visualisasi Physical Emotions Tokoh Utama dalam Sinematografi Film Fiksi "HAJAR!!!"

    Get PDF
    Dalam film, emosi fisik merupakan unsur penting dalam menciptakan atmosfer yang mampu memperkuat dramatika adegan maupun alur cerita. Salah satu cara untuk membangun emosi fisik tersebut adalah melalui unsur sinematografi. Dalam karya film fiksi berjudul “HAJAR!!!”, penggunaan sinematografi dengan pendekatan dynamic camera movement bertujuan untuk merekam dan memvisualisasikan emosi fisik yang dialami oleh tokoh utama agar penonton dapat merasakan emosi yang sedang berlangsung. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan realisasi dengan pendekatan riset berbasis praktik. Tahap eksplorasi dilakukan melalui analisis naskah guna mengidentifikasi emosi fisik tokoh utama, yang dikelompokkan ke dalam tiga kondisi yaitu detak jantung cepat, otot yang mengendur, dan sensasi pusing. Kemudian, dilakukan perancangan untuk menghubungkan kondisi tersebut dengan teknik dynamic camera movement, yang terbagi menjadi tiga pendekatan teknis: handheld support, stabilizer support, dan slow shutter. Tahap terakhir adalah perwujudan karya dalam proses produksi film. Penerapan konsep ini memungkinkan visualisasi emosi fisik tokoh utama secara sinematik melalui gerakan kamera yang dinamis, sehingga suasana batin karakter dapat tersampaikan secara kuat. Hasil dari penciptaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dan pemahaman dalam bidang sinematografi, khususnya dalam menggambarkan emosi fisik tokoh melalui bahasa visual yang efektif. Kata kunci: Physical Emotions; Dynamic Camera Movement; Film “HAJAR!!!”;Metode Eksplorasi, Perancangan, Produks

    Perancangan Interior Restoran Dan Bar Avera Dengan Pendekatan Human Experience Dan Implementasi Budaya Bali

    Get PDF
    Perancangan ini dilatarbelakangi oleh dominasi pendekatan desain interior restoran dan bar yang lebih menekankan aspek visual tanpa menggali kedalaman pengalaman emosional pengguna dan kurangnya representasi budaya Bali dalam ruang komersial modern. Tujuan perancangan ini adalah menghadirkan interior restoran dan bar yang memikat secara visual sekaligus mampu membangun koneksi emosional melalui pendekatan human experience dan menonjolkan unsur budaya Bali secara kontekstual. Proses perancangan menerapkan metode Double Diamond yang mencakup analisis kebutuhan ruang, pemilihan material lokal, integrasi elemen budaya Bali, serta perencanaan tata ruang yang mendukung pengalaman multisensori. Desain bergaya modern classic luxury diterapkan untuk menciptakan suasana elegan, hangat, dan autentik. Hasil akhir berupa desain restoran dan bar yang ikonik, fungsional, dan memiliki karakter kuat yang memadukan modernitas dengan kearifan budaya Bali, sehingga diharapkan mampu memperkuat identitas Avera sebagai destinasi gaya hidup dengan pengalaman ruang yang bermakna dan membekas bagi pengunjung

    Perancangan Interior Dengan Gaya Eklektik Di Restoran The Acre Wijaya, Jakarta Selatan

    Get PDF
    Restoran modern saat ini berkembang menjadi ruang multifungsi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan kuliner, tetapi juga berfungsi sebagai wadah interaksi sosial dan pengalaman ruang yang berkesan secara visual dan emosional. Perancangan interior restoran The Acre Wijaya mengangkat konsep “Tropical Oase”, yang menghadirkan suasana tropis di tengah keramaian kota Jakarta. Konsep ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban, khususnya kalangan profesional dan menengah atas, akan ruang yang nyaman untuk bersantap, bersantai, berkumpul, maupun mengadakan pertemuan. Proses perancangan menggunakan metode Double Diamond yang berfokus pada eksplorasi masalah dan solusi secara sistematis, serta didukung oleh pendekatan user experience design untuk memastikan kenyamanan dan keterlibatan pengguna dalam ruang. Gaya eklektik diterapkan melalui perpaduan unsur tradisional dan elemen modern, guna menciptakan karakter ruang yang unik, menarik, dan tetap relevan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan. Hasil perancangan menghasilkan ruang makan yang fleksibel, fungsional, dan estetis, dengan atmosfer hangat yang mendukung fungsi sosial restoran. Perpaduan gaya dan tema tropis memperkuat identitas restoran sebagai oase di tengah kota, memberikan pengalaman bersantap yang menyenangkan dan bermakna bagi pengunjung. Kata kunci: interior restoran, user experience, gaya eklektik, tropi

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇