Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta
Indonesian Institute of the Art YogyakartaNot a member yet
16125 research outputs found
Sort by
Penyampaian Adegan Sensitif Film dengan Pendekatan Artistik dan Kognitif
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya adegan-adegan sensitif dalam film yang sering kali harus dihilangkan lantaran kenyamanan penonton. Dalam beberapa kasus menghilangkan adegan sensitif ini justu menghilangkan keutuhan cerita maupun rasa dalam filmnya. Oleh karena itu penelitian ini coba berfokus untuk mencari cara bagaimana adegan sensitif dalam film dapat disampaikan secara humanis tanpa mengurangi rasa ketergangguan. Berdasarkan penelitian ini kemudian diteruskan dengan pembuatan karya film yang nantinya mencoba menampilkan adegan sensitif seperti kekerasan, aborsi, dan juga pembunuhan. Adapun cara penyampaiannya dengan mempertimbangkan aspek kognitif dan juga artistik. Dalam kognitif berfokus pada aspek visuospasial, FIT (Feature Integration Theory), dan rekoleksi. Sedangakan pada aspek artistik berfokus pada aspek selective focus, Rhythmic montage, dan juga smash cut pada tahapan editing. Penelitian ini pun menghasilkan hasil positif bahwa adgean-adegan sensitif dalam film tetap dapat tersampaikan ketika pembuat film mempertimbangkan aspek-aspek kognitif sehingga ketergangguan tersebut tetap dapat diterima oleh penonton. Selain itu kognitif juga dapat membantu menyampaikan nilai-nilai sosial dalam film
Analisis Struktural Dan Makna Chant Bianco Verde Dan Siamo Noi Bagi Kelompok Suporter SEpakbola Brigata Curva Sud Pendukung PSS Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna mendalam di balik frasa chant “Bianco Verde” dan “Siamo Noi” serta menganalisis manifesto yang dianut oleh kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS). Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman subjektif anggota Brigata Curva Sud dalam memahami dan menghayati identitas mereka sebagai bagian dari komunitas suporter. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa “Bianco Verde” dan “Siamo Noi” memiliki makna yang sangat kaya bagi suporter Brigata Curva Sud. Kedua frasa ini tidak hanya sekedar kata – kata, tetapi juga menjadi simbol identitas sebagai kelompok suporter yang mendukung PSS Sleman. Manifesto – manifesto yang dianut oleh Brigata Curva Sud, seperti “No Leader Just Together”, “Ora Muntir”, “No Ticket No Game”, Mandiri Menghidupi”,“Awaydays”,dan “Still Solo”, turut membentuk identitas dan perilaku kolektif para anggotanya. Musik juga memainkan peran penting dalam merekatkan solidaritas dan memperkuat semangat kolektif di antara para anggota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Brigata Curva Sud adalah lebih dari sekedar kelompok suporter. Mereka adalah sebuah komunitas yang memiliki nilai – nilai, tradisi dan identitas yang kuat. Melalui berbagai manifesto, Brigata Curva Sud telah menciptakan berbagai chant untuk PSS Slema
Company Profile Kedai Kopi HSCO Melalui Fotografi Komersial
Company profile merupakan gambaran umum tentang identitas suatu bidang usaha agar masyarakat tertarik dan dapat menonjolkan keunggulan perusahaan tersebut. Fokus pembuatan fotografi company profile ini pada kedai kopi Had Some Coffee (HSCO) dibaca hasko. Pembuatan karya foto Company profile kedai Kopi HSCO dengan menggunakan media fotografi dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada konsumen ataupun ditunjukkan untuk mitra bisnis lainnya supaya membuat mereka tertarik dengan foto komersial yang ditawarkan. Objek utama penciptaan karya tugas akhir ini mengeksplorasi usaha kedai kopi HSCO yang menyajikan produk berupa beberapa menu kopi dan tempat usaha dengan berfokus pada aspek-aspek hospitality atau pendekatan antara kedai kopi HSCO dengan pelanggannya. Karya fotografi yang dibuat akan mengusung ide keseharian pelanggan saat sedang berkunjung di kedai kopi HSCO. Dengan foto-foto yang berkualitas, kedai kopi HSCO diharapkan dapat menarik perhatian calon klien, mitra bisnis, dan calon karyawan dengan lebih efektif. Melalui visual yang menarik, hasil foto tersebut tidak hanya mencerminkan nilai-nilai perusahaan, tetapi juga dapat memperkuat citra, dan memberikan kesan kepercayaan kepada pelanggan. Dalam pembuatan company profile kedai kopi HSCO, fotografi tidak hanya sekadar untuk merekam gambar produk atau suasana restoran, tetapi juga menjadi sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai tempat usaha, salah satunya pelayanan. Dengan menghadirkan gambar-gambar yang menonjolkan pada aspek hospitality, profesionalisme, serta kualitas sajian membuat kedai kopi HSCO dapat memperkuat identitasnya sebagai tempat usaha yang peduli akan loyalitas seorang pelanggan
Strategi Rumah Orkestra Jogja Untuk Meningkatkan Apresiasi Masyarakat Terhadap Musik Orkestra Melalui Tema Pertunjukan Anime Ghibli
Fokus penelitian ini mengenai minat masyarakat Indonesia terutama di kota Yogyakarta terhadap musik orkestra tergolong rendah jika dibandingkan dengan musik band dan musik-musik pop. Perlu adanya strategi untuk meningkatkan apresiasi musik orkestra seperti mengambil tema pertunjukan yang sedang popular di kalangan masyarakat salah satunya tema Ghibli yang dilakukan oleh Rumah Orkestra Jogja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi Rumah Orkestra Jogja dalam meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik orkestra melalui pertunjukan bertema anime Ghibli. Subjek penelitian meliputi pengelola Rumah Orkestra Jogja dan penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tema anime Ghibli dalam pertunjukan orkestra berhasil menarik perhatian masyarakat. Strategi utama yang diterapkan meliputi pemilihan repertoar musik yang populer dari film-film Ghibli dan kolaborasi dengan para ilustrator muda. Pengalaman visual yang mendukung seperti tayangan cuplikan film saat pertunjukan turut meningkatkan daya tarik dan emosional penonton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertunjukan dengan tema Ghibli berhasil meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik orkestra, tercermin dari antusiasme penonton, penjualan tiket cepat, dan tanggapan positif terhadap kualitas musik dan visual
Analisis Komposisi Musik Panyuwunan Karya Dimawan Krisnowo Adji
Analisis struktur musik merupakan sebuah metode untuk membedah unsur-unsur musik, serta struktur dalam sebuah komposisi. Dalam penelitian ini, analisis struktur musik komposisi Panyuwunan karya Dimawan Krisnowo Adji ditujukan untuk memahami rangkaian kalimat musik beserta penggunaan instrumen dengan beragam dinamikanya sehingga memuat suatu makna. Analisis ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memberikan sebuah gambaran yang menyeluruh dan terperinci mengenai bagaimana unsur-unsur musik berfungsi untuk membangun nuansa religius dan mendukung tema doa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi Panyuwunan ¬diciptakan dalam genre pop-religi dengan menggunakan bentuk musik free form serta memiliki tiga kalimat pokok dan lima kalimat pengulangan yang terdiri dari A – A’ – A – B – B’ – B – B’ – C – B” – B”’ – B dan diakhiri dengan coda. Tangga nada minor yang digunakan memberikan kesan khusyuk dalam berdoa, sesuai dengan inti sari dari makna panyuwunan sebagai judul dari komposisi musik ini
Implementasi Teknik Chop pada Biola dalam Lagu "Just the Two of Us" Karya Bill Withers
Penelitian ini bertujuan untuk mengulas teknik chop pada biola. Teknik chop
merupakan teknik perkusif dalam instrumen string atau gesek, penerapannya dengan
menghantamkan penggesek (bow) ke dawai sehingga menghasilkan suara unik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis, objek
penelitian menggunakan lagu Just the Two of Us aransemen oleh Echae Kang lalu
dipadukan dengan beberapa eksperimen variasi chop. Hasil dari penelitian
menunjukkan bahwa implementasi teknik chop pada biola dapat menambah variasi
ritme dan mengganti peran instrumen perkusi dalam menciptakan ritme. Implementasi
teknik chop pada biola memiliki kesulitan pada penggunaan penggesek (bow) ketika
memainkan melodi dan ritme secara bergantian, hal ini disebabkan ketika memainkan
dua nada harmoni dan chop pada dua senar yang berbeda sehingga dibutuhkan latihan
khusus pada kontrol penggesek (bow). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
teknik chop dapat mengubah groove dan bahkan mengubah karakteristik dari
permainan lagu tersebut
Wedang Rempah
Kedua pada (bait) tembang dengan irama Dandhanggula yakni Tembang Wedang Rempah merupakan ekspresi seni untuk mengangkat kekayaan rempah-rempah Nusantara, sekaligus melestarikannya dalam bentuk olahan kuliner minuman menyehatkan yang diwujudkan dalam tembang tembang
Peran Aktor Dalam Pengelolaan Dan Motivasi Pegiat Seni Solo Art Market (Sam)
Kegiatan pasar seni (art market event) atau di dunia internasional dikenal dengan “art fair and festival” dapat mengubah ruang publik sebagai ruang potensial yaitu tempat bertemunya pegiat seni dan peminat karya seni, yang tidak hanya mengutamakan kegiatan jual beli karya seni saja, namun sebagai ruang kreativitas dan interaksi bagi pegiat seni maupun pengunjung event. Pengelolaan kegiatan pasar seni selain membutuhkan pengelolaan yang baik juga membutuhkan modal sosial yang kuat untuk bertahan dalam jangka panjang. Salah satu kegiatan pasar seni yang mampu bertahan cukup lama di Indonesia adalah Solo Art Market (SAM) yang dikelola langsung oleh pemimpin yang merupakan aktor penggagas SAM. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran-peran aktor dalam pengelolaan SAM dan motivasi para pegiat seni yang tergabung, sehingga dapat membuat SAM konsisten bertahan dalam jangka panjang sebagai sebuah event berbentuk pasar seni.
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan bentuk pembahasan berupa teks-teks naratif dan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggabungkan antara hasil wawancara, survei, dan observasi. Teori yang digunakan antara lain manajemen event, perpaduan teori peran (Role Theory) dan pendekatan berorientasi aktor (Actor-Oriented Theory), serta teori tentang motivasi yang bersumber dari hierarki kebutuhan Maslow.
Hasil dan pembahasan memperlihatkan adanya kombinasi yang baik antara peran aktor dalam pengelolaan dan pengembangan SAM dengan motivasi kuat dari para pegiat seni yang tergabung sebagai modal sosial, sehingga mampu membuat SAM menjadi event pasar seni yang berkelanjutan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada aktor-aktor (aktor utama dan pendukung) yang berperan dalam pengelolaan dan pengembangan Solo Art Market (SAM) hingga dapat bertahan jangka panjang. Peran para aktor juga ikut mendukung motivasi pegiat seni (motivasi intrinsik dan ekstrinsik) dalam berkreativitas dan berinteraksi di SAM
Daya Tarik Desain Produk Jewelry Packaging Terhadap Preferensi Pengguna
Kemasan produk (packaging) tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga memainkan peran kunci dalam membentuk kesan pertama dan pengalaman pengguna, terutama dalam industri perhiasan. Desain kemasan yang mencakup elemen visual seperti bentuk, warna, material, dan fungsionalitas menjadi faktor penting dalam menciptakan nilai estetika dan eksklusivitas produk. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat secara praktis menjadi stategi pengembangan produk yang mampu .memberikan pengalaman pengguna sesuai dengan harapan dan kebutuhan.
Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-method melalui studi literatur, observasi, kuesioner, dan wawancara dengan pengguna. Objek penelitian meliputi berbagai jenis material kemasan seperti kayu, kaca, akrilik, serta kombinasi tematik. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi serta grafik untuk memetakan preferensi konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen desain kemasan, terutama warna, material, dan keunikan bentuk, secara signifikan memengaruhi preferensi pengguna. Selain itu, faktor psikologis seperti kesan eksklusif dan nilai sentimental juga berperan penting dalam keputusan pembelian. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri, khususnya dalam pengembangan desain kemasan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar
Perancangan Interior Bus Double – Decker dengan Pendekatan Human Centered-Design
Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tipe Double-Decker mengalami peningkatan popularitas karena kapasitas angkut yang besar dan citra eksklusif yang melekat padanya. Di Indonesia, bus jenis ini umumnya ditujukan bagi segmen penumpang kelas atas. Meskipun demikian, berbagai permasalahan pada aspek desain interior masih ditemukan dan berdampak terhadap kenyamanan serta kualitas pengalaman selama perjalanan. Hingga saat ini, pendekatan perancangan yang benar-benar berfokus pada kebutuhan dan persepsi pengguna masih belum diterapkan secara optimal. Permasalahan utama tidak hanya berkaitan dengan aspek fungsional, seperti kenyamanan tempat duduk, pencahayaan, dan sirkulasi ruang, tetapi juga menyangkut upaya menciptakan pengalaman baru dalam menggunakan layanan bus AKAP serta membangun citra interior yang merepresentasikan gaya hidup mewah. Perancangan ini menggunakan pendekatan Human-Centered Design (HCD) sebagai strategi pemecahan masalah. Pendekatan tersebut diterapkan melalui berbagai upaya perbaikan, seperti peningkatan ergonomi kursi, pemilihan material yang sesuai, optimalisasi pencahayaan, pengaturan ulang sirkulasi ruang, serta penyesuaian warna dan tata letak interior berdasarkan persepsi emosional pengguna. Perancangan interior yang dihasilkan tidak hanya bertujuan menyelesaikan permasalahan yang ada, tetapi juga menghadirkan suasana futuristik yang menekankan kenyamanan dan memperkuat citra kemewahan, sekaligus meningkatkan keterikatan emosional penumpang terhadap layanan transportasi darat.
Kata Kunci: Perancangan Interior Bus, Gaya Perancangan Mewah, Ergonomi, Pengalaman Perjalana