Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    “Symbiora" Eksplorasi Limbah Cair Beras Sebagai Karya Sirkular Berbasis Keberlanjutan

    Get PDF
    Symbiora merupakan eksplorasi artistik yang mengembangkan sistem sirkular berkelanjutan melalui pendekatan interdisipliner. Karya ini memanfaatkan air limbah cucian beras sebagai material utama, yang difermentasi oleh mikroorganisme untuk menghasilkan biomaterial, gas CO₂, dan residu organik. Seluruh hasil dari proses ini dimanfaatkan secara ekologis dalam sebuah instalasi seni, antara lain untuk pemurnian air dan mendukung pertumbuhan tanaman. Proses penciptaan berlandaskan pada konsep sympoiesis yang diperkenalkan oleh Donna Haraway, yang menekankan pentingnya penciptaan bersama antara manusia, mikroba, dan teknologi dalam ekosistem yang saling terhubung. Metodologi yang digunakan menggabungkan design thinking dan pendekatan critical making, yang mendorong keterlibatan partisipatif, refleksi sosial, serta pengembangan inovasi berbasis keberlanjutan. Karya ini bertujuan untuk membangun kesadaran ekologis, memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, serta berfungsi sebagai artefak kontemporer yang relevan dengan isu-isu lingkungan saat ini

    Transformasi Upacara Mecaru Asu Bang Bungkem dalam Kritik Modernitas melalui Penciptaan Tari "Pesta dalam Ruang Sandikala"

    Get PDF
    Hubungan manusia dengan alam sangatlah penting dalam perkembangan zaman yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan kehidupan. Pengkarya mentransformasikan prosesi upacara mecaru asu bang bungkem dalam karya tari bertunjuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pentingnya bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri manusia). Selain itu, rancangan ini bertujuan untuk menggali aspek-aspek penting dalam komposisi tari yang merespon permasalahan ekologi, serta bagaimana aspek tersebut diolah secara kreatif melalui eksplorasi artistik. Metode penciptaan karya ini berpijak pada metode koreografi lingkungan, menepatkan ruang, tubuh, emosi dan simbol ritual sebagai elemen dan kontruksi pertunjukan tari. Metode penelitian yang digunakan berupa metode practice led research dengan menggabungkan penelitian lapangan bertujuan untuk dapat menganalisi fenomena dan kearifan lokal, untuk memperkuat pesan tradisional yang disampaikan melalui seni pertunjukan. Metode penelitian digunakan dengan teknik pengumpulan data analisis data. Hasil yang dicapai dapat membangun kesadaran baru tentang penting dalam keharmonisan antara manusia dan alam, serta mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan dampak perubahan pembangunan pariwisata yang begitu cepat. Karya ini dapat berfungsi sebagai pengikat akan pentingnya hubungan manusia dan alam, serta sebagai upaya memperkaya wacana koreografi sebagai media kritik dan empati terhadap dinamika ekologi masa kini

    Kain Tenun Indramayu - Jawa Barat (Kajian Perubahan dan Kontinuitas)

    Get PDF
    Tenun Indramayu termasuk kedalam seni tradisional karena proses penciptaanya didasarkan pada konvensi serta kesepakatan bersama, dimana hal ini mempengaruhi proses perkembanganya secara siginifikan. Seiring waktu, tradisi ini mengalami tranformasi yang cukup mencolok, terutama dalam hal motif, perubahan fungsi dari profan menjadi sakral serta makna yang terkandung pada tiap motifnya. Perubahan ini tidak dapat dihindari dan mencerminkan dinamika sosial-budaya yang lebih luas. Untuk menganalisis perubahan, penelitian ini menggunakan teori estetika Feldman untuk mengeksplorasi perubahan bentuk dan fungsi, sementara teori sirkuit budaya Stuart Hall meneliti proses transformasi dan kontinuitas dalam konteks budaya tenun Indramayu. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan dengan tinjauan pustaka, analisis artefak, observasi, dokumentasi, wawancara, dan triangulasi untuk mendapatkan data yang mendalam dan kontekstual. Temuan menunjukan bahwa tenun Indramayu tidak statis tetapi terus beradaptasi seiring waktu. Beberapa faktor kunci mempengaruhi proses ini, seperti trauma sosial-politik tahun 1965, kesulitan dalam mengakses bahan baku, pergeseran nilai konsumen dari profan menjadi sakral, dan kurangnya transfer pengetahuan antar generasi. Elemen-elemen ini memberikan dampak pada perubahan dan kontinuitas tradisi. Transformasi ini tercermin melalui empat pola tenun yang signifikan: Babaran, Suwuk, Kluwungan, dan Poleng Udan Mas Prambutan yang menggambarkan bagaimana warisan budaya tetap dinamis dan berkembang

    Partisipasi Pembangunan Oleh Desa-Desa Penyelenggara Festival Lima Gunung

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk partisipasi masyarakat serta dampak sosial dan ekonomi dari Festival Lima Gunung sebagai praktik budaya berbasis komunitas di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Festival ini diselenggarakan secara bergiliran oleh tujuh desa di lereng Gunung Merapi, Merbabu, dan Sumbing tanpa dukungan sponsor atau intervensi eksternal, sehingga menjadi model unik dalam pengelolaan kegiatan budaya yang sepenuhnya ditopang oleh inisiatif warga. Penelitian ini mendasarkan analisisnya pada teori Ladder of Citizen Participation yang dikembangkan oleh Sherry Arnstein yang mengelompokkan delapan tingkatan partisipasi warga dalam tiga kategori besar: Non-Participation, Degrees of Tokenism, dan Degrees of Citizen Power. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada 224 responden dari tujuh desa, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis dilakukan untuk menilai seberapa besar kontrol yang dimiliki masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan evaluasi festival, serta bagaimana festival ini berkontribusi terhadap penguatan relasi sosial dan perputaran ekonomi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar desa penyelenggara berada pada tingkat partisipasi tinggi, yaitu dalam kategori Partnership, Delegated Power, dan Citizen Control. Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kendali atas seluruh tahapan kegiatan secara kolektif dan swadaya. Dari sisi dampak sosial, festival terbukti memperkuat kohesi sosial, melestarikan identitas budaya lokal, membuka ruang partisipasi lintas generasi, dan memperluas jejaring sosial antardesa serta dengan komunitas seni dari luar. Dampak ekonomi festival mencakup aktivitas perdagangan informal selama acara berlangsung, serta peluang ekonomi jangka panjang melalui reputasi seniman lokal dan pengembangan usaha kreatif berbasis budaya. Dengan demikian, Festival Lima Gunung dapat dikategorikan sebagai model tata kelola budaya berbasis masyarakat yang tidak hanya menjaga nilai-nilai lokal, tetapi juga efektif dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan

    The Impact Of 3d Printing Technology On Traditional Jun Porcelain Shaping Techniques

    Get PDF
    The purpose of this study is to investigate 3D printing technology and the traditional forming technique of Jun porcelain, with a view to exploring how 3D printers can be integrated into its original mold system through modernization instead of enhancing production efficiency at the manufacturing level while preserving the essence of authenticity in tradition. This study investigates the synergy of digital modeling and manual production with a novel design methodology balancing both tradition and innovation through literature review, case analysis, as well as experimental validation. An historical overview of Jun porcelain and traditional shaping prescribed by distinctive manual throwing and carving technologies The paper additionally highlights the advantages of 3D printing technology in ceramics: The advantages of 3D printing technology in ceramics include high-accuracy digital modeling, the ability to realize complex shapes, and the use of new materials. The findings indicate that 3D printing technology and traditional craftsmanship can enhance production efficiency without compromising artistic value. Additionally, digital design and rapid prototyping technology offer more efficient processes for the production of Jun porcelain, resulting in significant time and cost savings. This article also explores the preservation of Jun porcelain's cultural characteristics and artistic value through the application of modern technology. These results demonstrated the potential application of 3D printing technology in the molding of Jun porcelain, and they provided programmatic guidance for its innovation in unconventional expression forms

    Human-Centered Design In Promoting Langkawi’s Cultural Heritage: Mahsuri Doll House Innovation

    Get PDF
    This paper explores the development of the Mahsuri Doll House, a miniature replica inspired by the legendary Rumah Mahsuri, using a Human-Centered Design (HCD) approach. By integrating myths and legends into product design, the project aims to preserve and promote Langkawi’s cultural legacy through an educational medium. The innovation process involved deep user engagement to ensure the product resonates with diverse audiences, including students, educators, and tourists. Through this approach, the Mahsuri Doll House serves as a creative tool to make Langkawi’s folklore accessible, engaging, and educational , while fostering cultural appreciation. The paper not only highlights the successful application of the HCD approach but also underscores the potential of merging traditional narratives with modern design techniques. This potential offers a hopeful and inspiring outlook for the future of cultural preservation and product design

    Identifikasi Ketionghoaan Pada Interior Restoran Mahkota Dan Kedai Dimsum Bahagia Di D. I. Yogyakarta

    Get PDF
    Di Indonesia, orang Tionghoa telah lama menetap dengan membawa praktik budaya kuliner yang berkembang, beradaptasi, dan berubah sesuai konteks tempat dan zaman. Makanan, cara, dan tempat makan merupakan aspek budaya kuliner yang memproduksi identitas budaya. Dalam konteks studi desain interior, restoran Tionghoa merupakan situs di mana identitas ketionghoaan dibentuk oleh konteks sejarah dan sekaligus membentuk persepsi masyarakat atas budaya Tionghoa. Penelitian ini berfokus pada dua restoran Tionghoa di D. I. Yogyakarta, yakni Restoran Mahkota dan Kedai Dimsum Bahagia. Restoran Mahkota berdiri sejak 1937 dan dimiliki orang Tionghoa secara turun temurun hingga empat generasi. Kedai Dimsum Bahagia berdiri pada awal 2023 dan dimiliki orang berlatar Jawa yang mengikuti tren globalisasi budaya kuliner Tionghoa. Kedua restoran ini memiliki strategi interior yang berbeda dan menampakkan identitas budaya ketionghoaan yang unik sesuai konteks sejarah dan kepemilikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan gaya interior dalam dua restoran Tionghoa ini, mengenali alasan pemiliknya atas pilihan desain interior yang menampakkan ketionghoaan, serta memahami pengaruh identitas budaya dalam preferensi desain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan etnografi dengan observasi partisipatif dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan transkripsi, analisis visual, penyajian data dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori restoran dan teori identitas budaya. Penelitian ini berkesimpulan bahwa sejarah trauma, strategi adaptasi, dan ketertarikan pada mengglobalnya budaya Tionghoa dapat memengaruhi ekspresi identitas ketionghoaan pada interior restoran

    Perancangan Interior TK BIAS Yogyakarta dengan Konsep Linked Design Berbasis Pendidikan Islam

    Get PDF
    Perancangan interior TK BIAS yang terletak di Giwangan, Yogyakarta didorong oleh kebutuhan menciptakan desain interior yang menerapkan konsep linked design berbasis Islam. Untuk memaksimalkan komitmen Yayasan Bina Anak Sholeh untuk membentuk kebiasaan positif anak yang sejalan dengan prinsip agama Islam, konsep linked design ini dipilih berdasarkan perilaku anak prasekolah yang dipengaruhi oleh dorongan dan insting yang berasal dari dalam dirinya. Anak-anak cenderung aktif bereksperimen, mencoba berbagai hal, dan mencari pengalaman baru sebagai cara memenuhi kebutuhan biologis, sosial, dan kultural mereka. Tujuan perancangan ini adalah menerapkan konsep linked design yang dapat merefleksikan pembelajaran sesuai ajaran agama Islam. Metode yang digunakan adalah DT-DI. Dalam penerapan konsep tersebut, interior di desain dengan konsep yang menyambung tanpa adanya hambatan sehingga mendorong interaksi, kebebasan, dan tumbuh kembang anak; mini-corner untuk eksplorasi anak; bilik ruang ganti untuk mengajarkan anak akan privasi dan aurat; koridor untuk mengajarkan anak antre, dan fasilitas lainnya yang disesuaikan dengan ergonomi anak usia 3-6 tahun untuk mendorong kemandirian anak

    Reinterpretasi Bunga Mawar Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis

    Get PDF
    Seni dan alam memiliki keterkaitan yang erat sebagai sumber referensi awal menciptakan sebuah karya seni lukis, selain menjadi referensi seni juga menjadi reinterpretasi untuk menyampaikan makna, emosi, atau ide melalui simbol-simbol di dalamnya. Hubungan seni dan alam menjadikan acuan penulis membuat karya seni berdasarkan yang ada di lingkungan penulis, dan memilih elemen alam yaitu bunga mawar. Bunga mawar dengan segala keindahan dan kompleksitasnya bisa menjadi sebuah simbol perjalanan hidup manusia. Mawar menggambarkan suatu siklus kehidupan meliputi tunas, mekar dan layu, seperti halnya manusia mengalami kelahiran, pertumbuhan juga akhir kematian. Dalam simbol bunga mawar terdapat perjalanan hidup yang harmoni meliputi kelembutan, keindahan saat tumbuh yang disimbolkan dengan kelembutan kelopak mawar, dan kerasnya hidup dengan simbol duri yang terus tumbuh pada tangkainya. Proses munculnya ide penciptaan seni lukis ini berawal dari lingkungan yang mempengaruhi pemikiran baik secara langsung maupun tidak, pengaruh tersebut berupa hubungan sosial, budaya, serta keyakinan yang penulis kembangkan sejalan dengan filosofi bunga mawar

    Perancangan Sepatu untuk Perempuan "Berkaki Lebar"

    Get PDF
    Perempuan dengan lebar telapak kaki > 10 cm sering menghadapi permasalahan dalam menemukan sepatu yang sesuai, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman ketika mengenakan sepatu dengan ukuran terlalu besar atau terlalu kecil. Perancangan ini bertujuan mendapatkan sepatu sneakers khusus untuk perempuan "berkaki lebar", dengan fokus pada kenyamanan, keamanan, fleksibilitas, dan daya tarik desain agar dapat diterima oleh berbagai kalangan. Metode double diamond digunakan sebagai acuan untuk memastikan proses eksperimen berlangsung secara terstruktur dan terperinci. Berdasarkan data antropometri kaki responden, ukuran 38 dan 41 merupakan ukuran yang dominan dipilih oleh perempuan "berkaki lebar", sehingga perancangan difokuskan pada kedua ukuran tersebut. Analisis lebih lanjut berdasarkan preferensi pengguna menghasilkan lima variasi ukuran sepatu, yaitu 38-42. Hasil produk dapat diterima oleh perempuan Indonesia dalam rentang usia 20-60 tahun, serta memberikan kontribusi pada pengembangan produk sepatu yang lebih inklusif bagi produsen di industri alas kaki. Kata kunci: Sepatu sneakers, kaki lebar, kenyamanan, dan keamanan

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇