Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta
Indonesian Institute of the Art YogyakartaNot a member yet
16125 research outputs found
Sort by
Perancangan Interior Kantor Pt. Rengganis Rayhan Wijaya Dengan Pendekatan Corporate Visual Identity
PT. Rengganis Rayhan WIjaya merupakan perusahaan developer properti yang terletak di kawasan perumahan Mahkota Raya Rengganis, Antirogo, Jember Jawa Timur. Sebagai perusahaan developer, kantor merupakan asset penting bagi perusahaan, dimana selain sebagai pusat operasional perusahaan, kantor juga sebagai marketing office yang didatangi pihak eksternal seperti klien, stakeholder, vendor, dan lain-lain. Maka dari itu, penting bagi suatu perusahaan memiliki citra dan identitas yang ditunjukan kepada umum. Dengan menerapkan pendekatan ‘Corporate Visual Identity’ dan penerapan konsep ‘Spirit of Rengganis’, perancangan ini bertujuan menciptakan interior kantor yang dapat mendukung produktivitas karyawan sekaligus memperkuat identitas perusahaan yang profesional dan inovatif sebagai perusahaan developer properti yang fleksibel, ergonomis, representatif, memperlihatkan sisi lain dari perusahan ini yang belum tereksplor sebelumnya
Redesign Interior Hotel Resort Batu dengan Pendekatan Regenerative Design
Kota Batu, yang dijuluki 'De Klein Switzerland' sejak era kolonial Belanda, merupakan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang memadukan kekayaan alam dengan warisan arsitektur Indisch Kolonial. Namun, perkembangan pariwisata yang pesat telah mengubah lanskap kota, mengikis identitas agropolitan, serta menyebabkan degradasi lingkungan dan dilusi budaya. Perancangan ini mengambil lokus Golden Tulip Holland Resort sebagai studi kasus - sebuah hotel berbintang lima bertarafkan internasional yang berpotensi dapat mengintegrasikan warisan kolonial dengan prinsip desain regeneratif.
Melalui pendekatan metode Kilmer (2014), proses perancangan dilakukan dalam dua fase utama: (1) fase analisis melalui pengumpulan data lapangan dan wawancara pengunjung, (2) fase sintesis yang meliputi pengembangan konsep dengan teknik mind mapping dan design thinking. Hasil analisis dari perancangan menghasilkan solusi desain interior yang menyeimbangkan tiga aspek utama: pelestarian identitas sejarah, optimalisasi fungsi ruang, dan regenerasi ekologis-sosial budaya Kota Batu. Konsep ini divisualisasikan melalui perspektif 3D yang menawarkan pendekatan holistik dalam perancangan hotel berkelanjutan.
Solusi perancangan interior ini menunjukkan bahwa integrasi antara warisan kolonial dan prinsip regeneratif dapat menciptakan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata untuk Hotel Holland Resort Batu, sekaligus memulihka
Inspirasi Tarot Dalam Aktivitas Masa Pandemi Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
Tarot seringkali digunakan sebagai media ramal yang digunakan untuk melihat potensi-potensi yang akan terjadi pada masa depan, di sisi lain tarot merupakan sebuah karya seni visual yang bisa bertahan hingga sekarang ini yang dialih fungsikan sebagai media ramal. Tugas akhir ini berfokus pada penciptaan karya grafis yang bertemakan inspirasi tarot dalam aktivitas masa pandemi. Merupakan momen-momen selama pandemi yang direkam untuk dijadikan sebuah karya seni yang dapat dinikmati dikemudian hari yang dikemas sedemikian rupa seperti tarot. Proses penciptaan menggunakan teknik grafis linocut dengan media cetak akhir berupa kanvas, yang dipilih untuk media alternatif seni cetak yang bisa dipakai selain media kertas, dan dapat dijadikan sebuah pilihan lain ketika proses akhir mencetak. Karya ini dibuat untuk merepresentasikan kegiatan manusia selama adanya pandemi covid sampai masa-masa setelahnya, yang dimaksudkan melalui karya ini penulis ingin merekam momen-momen yang dijumpai ketika pandemi berlangsung dan bisa sebagai rekaman kegiatan manusia pada masa itu dan setelahnya
Perancangan Interior Area Keberangkatan Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta Timur Dengan Pendekatan Transit-Oriented Development (TOD)
Pertumbuhan penduduk Jakarta akibat urbanisasi membentuk masyarakat multikultural dan menuntut sistem transportasi publik yang efisien. Pasca pemindahan Ibu Kota ke Nusantara (IKN), Jakarta ditetapkan sebagai pusat ekonomi nasional dan kota global. Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), sebagai terminal bus terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar dalam mendukung mobilitas antarkota, namun menghadapi tantangan berupa fasilitas yang belum optimal, stigma negatif, dan ketimpangan ruang. Perancangan interior terminal ini menggunakan pendekatan Transit-Oriented Development (TOD) yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Tema Smart-Hub Building diterapkan untuk mengintegrasikan teknologi dan fungsi ruang. Penerapan konsep utama Inter-Nature, yang terinspirasi dari jaringan jamur Arbuskular Mikoriza Fungi (AMF), digunakan sebagai simbol keterhubungan antarkota layaknya hubungan mutualistik jamur dan tumbuhan. Penerapan konsep ini menghasilkan desain interior yang efisien, aksesibel, dan mendukung aktivitas sosial, ekonomi, serta lingkungan. TTPG diharapkan mampu menghilangkan stigma negatif, meningkatkan kualitas layanan transportasi, dan memperkuat perannya sebagai terminal modern berstandar internasional yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini dan masa depan
Proses Seleksi dan Kualifikasi Assistant Show Manager, Assistant Exhibitor Manager, Assistant VIP Relation, dan Assistant Partnership Relation pada Penyelenggaraan Art Jakarta 2024
Penelitian ini membahas proses seleksi dan Assistant Show Manager, Assistant Exhibitor Manager, Assistant VIP Relation, dan Assistant Partnership Relation dalam penyelenggaraan Art Jakarta 2024, sebuah pameran seni rupa kontemporer berskala nasional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi perekrutan, kriteria seleksi, serta tahapan evaluasi yang diterapkan dalam rekrutmen tenaga kerja temporer pada kegiatan seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan rekrutmen tertutup berbasis jaringan institusi seni dan seleksi berbasis kompetensi menjadi strategi utama yang digunakan untuk menjaring SDM yang memiliki kecocokan antara kemampuan teknis, nilai personal, dan budaya organisasi (person-job fit dan person-organization fit). Evaluasi kinerja dilakukan secara observasional dan berkelanjutan guna membentuk talent pool untuk keberlangsungan kegiatan serupa. Temuan ini memperkuat pentingnya manajemen SDM strategis dalam mendukung efektivitas operasional acara seni berbasis proyek.
Kata Kunci: Art Jakarta, kualifikasi, rekrutmen seni, seleksi pameran seni
Efektivitas Pendekatan Stimulus respons Dalam Meningkatkan kemampuan Membaca Notasi Musik Pada Anggota Genus Da Choir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pendekatan stimulus respons dalam meningkatkan kemampuan membaca notasi musik. Objek penelitian adalah anggota Genus Da Choir (GDC), dengan jumlah sampel sebanyak 8 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan 8 orang ini didasarkan pada hasil pretest awal yang menunjukkan bahwa mereka belum mampu membaca notasi musik dengan baik, bahkan untuk satu birama sederhana pun masih mengalami kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan satu variabel bebas yaitu pendekatan stimulus respons dan satu variabel terikat yaitu kemampuan membaca notasi musik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal yang mencakup empat indikator, yaitu ketepatan nada, interval, ritme, serta kelancaran dan tempo. Instrumen tes telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kelayakan alat ukur. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test, dengan bantuan software SPSS versi 27, karena data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,011 (p < 0,05), yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, pendekatan stimulus respons terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca notasi musik pada anggota GDC
Pencemaran Sampah Pantai Parangtritis Sebagai Ide Motif Batik Kontemporer Dalam Busana Modest Wear
Pencemaran pantai adalah situasi di mana bahan-bahan berbahaya seperti
sampah, zat kimia, dan limbah masuk ke ekosistem pantai, yang menyebabkan
kerusakan lingkungan serta berdampak negatif pada kesehatan makhluk hidup.
Fenomena ini sering terjadi akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab,seperti membuang sampah sembarangan, sehingga sampah tersebut terbawa arus ke laut dan mencemari perairan, mengancam kehidupan laut. Salah satu contoh pantai yang tercemar adalah pantai parangtritis, yang terpengaruh oleh masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang terhubung langsung ke laut. Sampah yang dibuang terbawa arus sehingga menumpuk di tepi pantai.
Dalam proses penciptaan karya ini, digunakan beberapa pendekatan, termasuk pendekatan estetika dan ergonomi, serta metode penciptaan yang terdiri dari tiga tahap enam langkah menurut SP. Gustami, yang mencakup eksplorasi,
perancangan, pewujudan. Teori yang menjadi landasan dalam proses penciptaan busana ini adalah teori estetika dan ergonomi. Teknik Yang digunakan dalam pembuatan busana ini adalh batik tulis dan pewarnaan remasol dengan teknik colet. Motif batik yang dihasilkan mencakup biota laut seperti terumbu karang, hiu, penyu, kuda laut, kerang, ikan pari, serta sampah organik dan anorganik, dan juga kalimat “The Ocean Is Not A Trash Can”. Desain motif batik ini diaplikasikan pada busana modest wear. Proses pembuatan karya meliputi mendesain busana dan batik, pembuatan pola busana, menjiplak pola dan motif batik pada kain, mencanting, pewarnaan, mengunci warna, nglorod, menggunting kain, menjahit, dan finishing.
Karya akhir ini menghasilkan ena busana dengan celana yang serupa namun
atasan yang berbeda, berwarna transformative teal yang merupakan kombinasi
hijau dan biru, merah, serta putih, dengan judul “The Ocean”
Kata Kunci: pencemaran pantai, batik, modest wea
Falsafah Jawa Sedulur Papat Kalima Pancer Sebagai Sumber Penciptaan Naskah Drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit
Naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit merupakan karya naskah drama bersumber dari falsafah Jawa Sedulur Papat Kalima Pancer sebagaimana tertuang dalam Kidung Marmarti karya Sunan Kalijaga. Falsafah ini mengandung nilai-nilai spiritual dan eksistensial mengenai jati diri manusia yang disertai oleh empat saudara spiritual sejak dalam kandungan. Penciptaan naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit menggunakan teori adaptasi Linda Hutcheon untuk mengubah teks lisan (fiksi) menjadi fiksi dramatik, serta teori penulisan drama Lajos Egri untuk menciptakan naskah drama dengan mengembangkan premis, karakter, dan konflik. Metode penciptaan yang digunakan adalah proses berpikir kreatif menurut Graham Wallas yang mencakup tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.
Hasilnya adalah naskah drama Cahyaning Pancer Sang Parikesit, yang mengisahkan perjalanan roh Parikesit di alam kandungan bersama empat saudara spiritual: Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, Getih, dan Puser. Naskah ini memuat pesan moral tentang pentingnya kesadaran diri, keharmonisan jiwa-raga, serta penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Simpulan dari penciptaan ini menunjukkan bahwa falsafah Jawa Sedulur Papat Kalima Pancer dapat diadaptasi menjadi naskah drama yang komunikatif, reflektif, dan relevan dalam konteks seni pertunjukan kontemporer
Struktur Dramatik Lakon Budhug Basu Sajian Ki Anom Rusmanto H. Toma Putra Dalam Acara Nadran Di Desa Mundu Kabupaten Cirebon
Penelitian ini mengkaji struktur dramatik lakon Budhug Basu sajian Ki Anom Rusmanto H. Toma Putra dalam acara nadran di pesisir Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan tekstual, dan metode deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk mengungkap struktur dramatik Lakon Budhug Basu sajian Ki Anom Rusmanto H. Toma Putra yang disajikan selama dua jam. Data didapatkan melalui tayangan YouTube. Penelitian ini menggunakan teori Sambung-Rapet menurut Aris Wahyudi. Sambung-Rapet adalah kaidah yang berkenaan dengan upaya membangun jalinan antar peristiwa dalam lakon berdasarkan unsur-unsur tema, alur, penokohan, dan setting yang terintegrasi membentuk kesatuan cerita. Pola-pola hubungan antar elemen ini menjadikan lakon Budhug Basu tidak hanya utuh secara struktural, tetapi juga tetap relevan dalam konteks pertunjukan tradisional. Penggunaan teori Sambung-Rapet berhasil mengungkap pola kesinambungan antar bagian cerita dan memperlihatkan bagaimana dalang membangun yang kesatuan dramatik kohesif dalam waktu pementasan yang terbatas (dua jam)
Eksplorasi Singa Barong Reog Ponoro Dalam Motif Batik Pada Busana Stelan Kebaya Modern
Tugas akhir ini terinspirasi dari tokoh Singa Barong dalam kesenian Reog Ponorogo. Tokoh Singa Barong merupakan tokoh sentral dalam pertunjukan Reog yang digambarkan sebagai makhluk berkepala singa dengan hiasan merak di atasnya, melambangkan kekuatan, keberanian, dan kemegahan. Tokoh ini dipilih karena memiliki keunikan visual serta nilai estetika yang tinggi, terutama pada perpaduan elemen dalam topeng Singa Barong. Keunikan tersebut menjadi sumber ide utama dalam pengembangan konsep busana yang merepresentasikan karakter dan kekuatan simbolik dari tokoh tersebut. Dalam penciptaannya, motif yang terinspirasi dari Singa Barong ini disederhanakan dan distilisasi agar selaras dengan karakter kebaya modern yang anggun dan feminin.
Dalam pembuatan karya ini menggunakan metode penciptaan melalui tiga tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Eksplorasi dilakukan dengan mengumpulkan referensi dari literatur dan observasi langsung. Pada tahap perancangan, dilakukan pembuatan sketsa dan desain awal baik untuk bentuk busana maupun motif batik yang akan digunakan. Tahap akhir adalah pewujudan, di mana desain yang telah dipilih diwujudkan menjadi karya busana nyata.
Karya busana yang dihasilkan diberi judul “Lodra”, terdiri dari enam busana setelan kebaya modern dengan desain yang berbeda-beda. Setiap busana dirancang untuk wanita dewasa dan diperuntukkan bagi acara formal. Motif batik dibuat dengan teknik batik tulis menggunakan pewarna sintetis Remazol dengan teknik colet. Bahan utama yang digunakan adalah kain katun, yang kemudian dipadukan dengan brokat dan tulle bordir untuk memperkuat kesan anggun dan elegan dalam setiap busana.
Kata Kunci : Batik, Singa Barong, Busana, Kebaya Modern