Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Lokawisata Ikan Dewa Kota Kuningan Sebagai Motif Batik Yang Dipadukan Pada Inovasi Kebaya Sunda Dengan Teknik Smock

    Get PDF
    Karya ini bertujuan melestarikan budaya lokal, meningkatkan daya tarik wisata Kuningan, serta memperkenalkan inovasi dalam desain busana tradisional. Memadukan nilai-nilai tradisional yang sarat makna budaya dengan perkembangan kreatif dan inovatif. Lokawisata merupakan tempat rekreasi atau wisata yang memiliki daya tarik yang khas dan dikelola bertujuan untuk rekreasi, edukasi, atau bahkan pelestarian budaya dan alam. Lokawisata Ikan Dewa Kota Kuningan merupakan salah satu wujud kebudayaan yang terkenal di Kuningan Jawa Barat. Hal ini juga menjadikan ciri khas yang hanya ada di Kuningan Jawa Barat. Salah satu keunikannya, lokawisata Ikan Dewa memiliki unsur kepercayaan yang tersebar di masyarakat. Sehingga, Ikan Dewa yang ada disana sangat dijaga dan terus dilestarikan. Menerapkan metode pendekatan estetika dan ergonomi sebagai dasar dalam pelaksanaan proses pembelajaran secara menyeluruh, baik dari segi visual maupun kenyamanan pengguna. Proses penciptaan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi untuk menggali ide dan referensi, perancangan sebagai tahap pengembangan konsep menjadi desain visual, serta perwujudan yang merealisasikan desain ke dalam bentuk karya nyata. Secara teoritis, penciptaan ini didasarkan pada teori estetika yang dikemukakan oleh Kartika serta teori ergonomi oleh Tarwaka. Proses membatik menggunakan teknik batik tulis dan pewarnaan remasol, sedangkan kebaya dirancang dengan menambahkan teknik smock untuk menciptakan efek visual dan kenyamanan. Karya yang diciptakan merupakan busana kebaya Sunda hasil inovasi yang menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan sentuhan artistik modern. Kebaya ini dirancang secara khusus dengan mengintegrasikan motif batik Ikan Dewa, yang merupakan simbol kearifan lokal dan memiliki nilai filosofis mendalam. Perpaduan antara unsur-unsur di dalamnya tidak hanya memperkuat identitas budaya kebaya yang ditampilkan, tetapi juga memberikan narasi visual yang kuat tentang keindahan tradisi yang dibalut dalam batik. Dengan pendekatan desain yang mengedepankan inovasi tanpa menghilangkan esensi budaya, karya kebaya Sunda ini menjadi representasi dari pelestarian warisan budaya yang relevan dengan perkembangan zaman dan selera mode modern

    Batamba Pamintan

    Get PDF
    RINGKASAN Karya Batamba Pamintan merupakan karya tari yang berakar dari sebuah tradisi pengobatan tradisional atau Batatamba yang dilakukan oleh masyarakat Suku Banjar dengan menggunakan media kain Sasirangan Pamintan. Batamba berasal dari kata Bahasa Banjar yakni kata Batatamba yang berarti berobat, sedangkan Pamintan merujuk pada salah satu media yang digunakan dalam praktik batatamba yakni kain Sasirangan Pamintan, kain yang dibuat melalui ritual khusus agar dapat menjadi perantara penyembuhan. Penciptaan karya Batamba Pamintan dilakukan melalui metode yang dikemukakan oleh Alma M. Hawkins yang meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, komposisi dan evaluasi. Tipe tari yang diterapkan pada karya ini adalah tipe tari dramatik dengan melibatkan sembilan orang penari, yaitu tiga penari laki-laki dan enam penari perempuan yang dibagi menjadi empat penari utama, satu penari tokoh Pananamba dan satu penari tokoh orang sakit (hanya muncul di bagian introduksi). Karya Batamba Pamintan ini dibagi menjadi lima bagian yakni bagian introduksi yang diolah sebagai pemantik cerita yang akan dibangun, bagian 1 sebagai penggambaran motif kain Sasirangan Pamintan, bagian 2 sebagai representasi orang sakit, bagian 3 sebagai simbol dari ritual maukup kain sekaligus penyembuhan dan bagian 4 atau ending kekuatan kain Sasirangan Pamintan sebagai pegangan atau alat pelindung diri bagi kepercayaan masyarakat Suku Banjar

    Mban-Bruk

    Get PDF
    Karya tari Mban-Bruk merupakan hasil karya tari yang terinspirasi dari wayang Thengul khas Bojonegoro. Dari pengalaman menonton pertunjukan wayang Thengul secara live tercetus gagasan untuk menciptakan sebuah karya tari yang memiliki gerak yang kaku dan lucu dari lakon Mbok Mban dan Mbok Sabruk. Karya tari ini ditarikan oleh enam penari dengan dua kiteria yaitu kurus dan gemuk. Wayang Thengul juga memiliki karakter kaku yang menjadi pijakan pada karya tari ini. Karakter dari kedua lakon tersebut sangat mendukung konsep wayang Thengul pada karya Tugas Akhir ini. Mbok Mban dikenal kurus, centil, tua, dan ceplas-ceplos. Sedangkan Mbok Sabruk dikenal berbadan subur, pesek, Konyol, lucu, polos, suka bergosip, memiliki sanggul keatas dan bibir miring. Penata menggunakan rangsang visual, gagasan, dan kinestetik sebagai pemicu penciptaan, serta mengangkat tema pengabdian melalui aktivitas tokoh abdi dalam keputren. Dalam penggarapan tari, penata menyusun gerak berdasarkan ciri khas wayang, memilih penari dengan karakter tubuh sesuai tokoh, serta menggabungkan unsur musik MIDI bernuansa Jawa, tata rias dan kostum khas, properti tongkat dan kacu, tata cahaya, dan setting panggung untuk memperkuat nuansa pertunjukan. Proses penciptaan karya tari Mban-Bruk yang menggunakan metode eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi berdasarkan pendekatan Alma Hawkins. Tahapan eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan data dari sumber tertulis, wawancara dalang, dan observasi pertunjukan Wayang Thengul untuk memahami karakter Mbok Mban dan Mbok Sabruk. Improvisasi dilakukan bersama penari untuk menggali ekspresi tubuh dan interaksi karakter secara lebih hidup dan jenaka. Komposisi disusun berdasarkan struktur adegan, penggunaan properti, musik, dan pola lantai yang mendukung narasi dramatik. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan dosen pembimbing dan penari guna menyempurnakan koreografi dan keseluruhan elemen pendukung pertunjukan. Proses ini menghasilkan karya tari yang utuh, komunikatif, dan merepresentasikan karakteristik Wayang Thengul secara kreatif. Kata Kunci: Wayang Thengul, koreografi, Mbok Mban, Mbok Sabruk

    Efektivitas Metode Bernyanyi dalam Penguasaan Kosakata pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Kuncup Harapan Yogyakarta

    Get PDF
    Penguasaan kosakata merupakan dasar perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun, namun di TK Kuncup Harapan Yogyakarta beberapa anak kesulitan dan ragu dalam mempelajari kosakata baru. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, sebagian anak belum mampu mengingat dan menggunakan kosakata baru pada tema pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bernyanyi dalam penguasaan kosakata pada anak usia 4–5 tahun di TK Kuncup Harapan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Subjek penelitian terdiri dari anak-anak kelas A yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing berjumlah 24 anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui penilaian tes, yaitu pre-test dan post-test sebelum dan sesudah perlakuan. Instrumen tes telah melalui uji validitas isi dan dianalisis dengan teknik nonparametrik dengan uji Mann–Whitney dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian ini: (1) penerapan metode bernyanyi dalam penguasaan kosakata pada anak usia 4-5 tahun dilakukan dengan memberikan materi lagu anak dengan judul matahari ciptaan peneliti, langkah yang dilakukan ialah dengan cara menirukan per kosakata dalam lagu tersebut. (2) Pada uji analisis Wilcoxon, hasil data pre-test dan post-test kelas eksperimen diperoleh nilai sig. 0,000 < 0,05 dengan nilai Z yang lebih besar dari kelas kontrol, hal ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia 4-5 tahun di TK Kuncup Harapan Yogyakarta

    Perancangan Interior Perpustakaan Daerah Kabupaten Nganjuk Dengan Konsep The Open Folio: Social, Digital, And Infinite Learn

    Get PDF
    Perpustakaan merupakan institusi penting yang menyediakan akses informasi dan pengetahuan bagi masyarakat. Dahulu, perpustakaan berfokus pada penyimpanan dan peminjaman buku, namun kini telah berkembang menjadi saran pembelajaran kolaborasi atau interaksi sosial dan digital. Namun Perpustakaan Daerah Nganjuk belum mengoptimalkan penyediaan variasi sarana pembelajaran. Maka dari itu tujuan dari perancangan interior Perpustakaan Daerah Kabupaten Nganjuk ini yakni untuk menjadikannya sebagai rujukan ruang pembelajaran dinamis melalui interaksi sosial dan teknologi. Konsep yang diusung adalah The Open Folio: Social, Digital, and Infinite Learning, menekankan bahwa pembelajaran tidak terbatas pada buku fisik, tetapi juga melibatkan interaksi sosial dan pemanfaatan teknologi. Desain perpustakaan ini mengadopsi pendekatan adaptif, termasuk furnitur multifungsi dan tata ruang terbuka untuk mendukung berbagai aktivitas pembelajaran, serta penerapan smart library seperti sistem peminjaman digital dan akses e-book juga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna. Gaya interior minimalis modern dengan warna netral dipilih untuk menciptakan suasana dan ruang yang memudahkan pengguna memahami fungsi setiap area. Hasil akhir dari proses desain ini, menangani permasalahan awal, dengan konsep, gaya, dan tema yang diadopsi. Perpustakaan Daerah Kabupaten Nganjuk dapat dicapai sesuai dengan potensinya sebagai pusat melakukan kegiatan pembelajaran

    Transformasi Batik Grobogan ke dalam Tari Batik Grobogan

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang transformasi Batik Grobogan ke dalam bentuk seni pertunjukan tari, yang diwujudkan melalui Tari Batik Grobogan Massal karya Mulyani dan Tari Batik Grobogan karya Warsito. Keduanya merupakan karya seni tari yang terinspirasi oleh Batik Grobogan sebagai warisan budaya daerah. Batik Grobogan yang semula dikenal sebagai karya seni tekstil, diangkat menjadi sumber ide dalam proses penciptaan tari tersebut. Transformasi tersebut menunjukkan adanya proses perubahan dari bentuk visual ke dalam bentuk gerak tari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur batik yang bertransformasi ke dalam elemen-elemen Tari Batik Grobogan. Dari sudut pandang penelitian, proses perubahan ini dianalisis menggunakan teori intertekstualitas dari Julia Kristeva. Dalam menganalisis permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan teori intertekstualitas Julia Kristeva, yang menjelaskan bahwa setiap karya seni tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh karya atau teks lain yang telah ada sebelumnya. Dalam konteks ini, Batik Grobogan berperan sebagai hipogram atau teks sumber yang menjadi inspirasi utama dalam penciptaan karya tari. Teks visual batik tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam berbagai elemen seni pertunjukan, seperti gerak tari, penari, kostum, properti, pola lantai, dan iringan musik. Transformasi ini dianalisis melalui unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik, yang menunjukkan bagaimana elemen motif, warna, tekstur, serta nilai-nilai sosial, ekonomi, dan estetika dari Batik Grobogan diolah menjadi bagian dari bentuk dalam Tari Batik Grobogan Massal dan karya Warsito. Hasil transformasi yang ditemukan dalam penelitian ini yakni intertekstual dengan jenis transformasi bersifat mengubah (adaptasi), mengembangkan / memperbarui (inovasi), dan mempertahankan (afirmasi) yang menjadi hipogramnya. Tari Batik Grobogan Masal merepresentasikan transformasi adaptasi dan afirmasi melalui elemen batik ke dalam bentuk tari massal dengan tetap mempertahankan nilai- nilainya. Sementara karya Warsito, menunjukkan transformasi inovasi pada aspek penari, gerak, kostum, properti, pola lantai, namun tetap mempertahankan iringannya sebagai bentuk afirmasi terhadap karya sebelumnya

    Eksplorasi Potensi Budaya Lokal Untuk Pengembangan Produk Di Kawasan Desa Wisata Tembi

    Get PDF
    Desa Wisata Tembi di Bantul, Yogyakarta, merupakan destinasi yang memiliki kekayaan budaya lokal serta potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Namun, belum ada produk wisata khas sebagai suvenir Desa Wisata Tembi yang diangkat dari budaya lokal setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi budaya lokal sebagai dasar dalam pengembangan desain produk yang mendukung sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, studi literatur, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-naratif serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tembi memiliki kekayaan budaya berupa tradisi agraris, arsitektur rumah limasan, kesenian lokal, dan keterampilan kerajinan berbahan alami. Beberapa produk yang direkomendasikan untuk dikembangkan antara lain adalah produk amenitas homestay berbahan serat alam, miniatur rumah limasan fungsional, suvenir edukatif dari alat musik tradisional, dan produk berbasis narasi budaya. Strategi kolaboratif antara masyarakat, desainer, dan akademisi menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan produk yang merepresentasikan identitas lokal serta memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjuta

    Perancangan Media Display Interaktif Sebagai Sarana Edukasi Produk Kopi Pada Coffee Shop (Studi Kasus: Arka Coffee And Space)

    Get PDF
    Pertumbuhan budaya kopi di Indonesia mendorong peran coffee shop sebagai ruang edukasi konsumen, namun penyampaian informasi tentang specialty coffee masih terbatas dan bergantung pada komunikasi verbal. Penelitian ini merancang media display interaktif berbasis pengalaman multisensori di Arka Coffee and Space dengan metode Double Diamond (Discover, Define, Develop, Deliver). Hasil temuan menunjukkan pentingnya aspek aroma dalam memahami kopi yang belum difasilitasi optimal. Prototipe yang dikembangkan memungkinkan pengunjung mencium aroma kopi dan mengakses informasi visual tentang asal-usul dan karakter rasa, selaras dengan identitas visual Arka Coffee and Space. Perancangan ini bertujuan memperkaya pengalaman edukatif, meningkatkan apresiasi terhadap kopi specialty, dan memperkuat strategi visual merchandising

    Perancangan Interior Wellness Center Raga Wellness Di Jakarta Selatan Dengan Pendekatan Biophilic Design

    Get PDF
    Perancangan Raga Wellness bertujuan menciptakan pusat pemulihan yang mampu memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi pengguna melalui suasana ruang yang tenang dan nyaman. Gaya desain Modern Minimalis digunakan karena mampu menyajikan ruang yang rapi, fungsional, dan tidak berlebihan, sehingga mendukung ketenangan visual. Gaya ini dipadukan dengan pendekatan Biophilic Design secara tidak langsung melalui pencahayaan alami, material bertekstur hangat, pola visual yang terinspirasi alam, serta tata ruang terbuka. Pendekatan ini digunakan untuk membangun koneksi emosional antara pengguna dan lingkungan, tanpa menghadirkan elemen alam langsung secara berlebihan. Proses desain mengacu pada tahapan dari Rosemary Kilmer, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, hingga pengembangan ide dan evaluasi. Hasil desain diharapkan mampu menghadirkan ruang yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga menyegarkan secara psikologis bagi masyarakat urban yang hidup di tengah tekanan kota

    Paus Bungkuk Dalam Karya Keramik Pada Konteks Hubungan Manusia Dan Alam

    Get PDF
    Paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dipilih sebagai objek utama karena ukurannya yang besar dan kemampuannya mendukung siklus nutrisi melalui “whale pump” yang merangsang pertumbuhan fitoplankton penghasil sekitar 50% oksigen dunia. Namun, populasi paus ini terancam akibat perubahan iklim, menurunnya sumber makanan, dan resiko tabrakan kapal. Konsep karya memadukan keindahan visual paus dengan pesan konservasi lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan karya seni keramik tiga dimensi yang estetis dan penuh makna ekologis. Proses penciptaan berlandaskan teori estetika dan ekokritisisme. Tahapannya meliputi konseptualisasi, eksplorasi, eksekusi, dan refleksi. Pada fase awal, penulis menelaah budaya, ekologi, serta ancaman terhadap paus. Eksplorasi melibatkan teknik cetak tekan, pinch, modelling, intaglio, dan slip trailing menggunakan tanah liat stoneware. Karya dibentuk, dikeringkan, dibakar biskuit, diberi glasir, lalu dibakar akhir pada suhu 1212°C. Refleksi dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan penyampaian pesan. Delapan karya berupa bentuk tiga dimensi, panel, dan instalasi berhasil menggambarkan relasi manusia dan paus. Simbolisme bentuk, warna, dan tekstur digunakan untuk membangun narasi ekologis. Keseluruhan karya menekankan pentingnya harmoni antara manusia dan alam laut

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇