Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Manajemen Pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi

    Get PDF
    Eksistensi Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi yang sudah ada sejak tahun 1960-an hingga saat ini menjadi bukti pengelolaan yang dilakukan berjalan dengan baik, sehingga mampu menjaga kualitas pembelajaran tari. Selain itu, banyaknya prestasi yang diraih serta pengalaman yang diperoleh peserta didik, menunjukkan keberhasilan Sanggar dalam proses pembelajarannya. Tercapainya hal tersebut tidak terlepas dari manajemen pembelajaran tari yang dilaksanakan oleh sanggar, khususnya pada kelas Tari Kang Aji, karena tarian tersebut sebagai langkah awal dalam mempelajari gerak dasar gaya tari Betawi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Objek penelitian ini adalah manajemen pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra. Subjek penelitian ini adalah ketua Sanggar, pengajar, pelatih pendamping, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis interaktif dari Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Tari Kang Aji di Sanggar Margasari Kacrit Putra telah terlaksana dengan baik secara terstruktur dan konsisten. Keberhasilan tersebut dicapai melalui penggunanaan fungsi manajemen yang tepat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Manajemen pembelajaran yang dilakukan berdampak baik dalam mengelola jumlah peserta didik yang cukup banyak, mampu melahirkan murid-murid yang berkualitas sehingga berhasil membawa nama sanggar menjadi dikenal oleh masyarakat. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran, Tari Kang Aji, Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi

    Perancangan Center Console Cap Package Untuk Mobilitas Pengendara Mobil Tipe Low-Segment: Toyota Rush Produksi 2018 – 2024

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang center console cap package yang mampu meningkatkan mobilitas dan kenyamanan pengendara mobil tipe low-segment, khususnya Toyota Rush produksi 2018 – 2024. Metode perancangan yang digunakan adalah Double Diamond yang terdiri dari empat tahap: Discover, Define, Develop, dan Deliver dan kemudian hasil dicetak dengan 3D printer. Tujuan dari pendekatan ini untuk menghasilkan center console cap package yang modular, compact, dan praktis sebagai produk yang menyatu dengan interior Toyota Rush produksi 2018 – 2024. Setelah proses pemilihan sketsa desain, dilakukan 3D modelling untuk setiap variasi desain yang kemudian dicetak dengan teknologi 3D printing dengan material filamen PLA+. Hasil pencetakan berupa prototype komponen utama yang dirakit dan diinstalasi pada kendaraan. Implementasi instalasi produk pada kendaraan menggunakan Rush Practical Console Cap MK 2. Prototype yang dihasilkan menunjukkan bahwa desain modular ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk produksi massal sebagai bagian dari pengembangan desain produk otomotif yang fungsional dan ekonomis. Kata Kunci: Center console cap, mobil tipe low-segment, Toyota Rush, Double Diamond, desain modular, 3D printing, desain produk otomoti

    Memperkuat Perubahan Karakter Protagonis Perfeksionis menggunakan Konflik No-Win Scenario dengan Struktur Freytag's Pyramid dalam Skenario Film "Janji di Teluk ke Mana Penyu Berpulang"

    Get PDF
    Film sebagai media komunikasi memiliki potensi besar untuk meningkatkat kesadaran masyarakat terkait isu kesehatan mental, termasuk gangguan perfeksionisme. Isu ini masih jarang dibahas dalam konteks masyarakat menengah ke bawah. Maka dibuatlah karya skenario film berjudul “Janji di Teluk ke Mana Penyu Berpulang” yang mengangkat isu perfeksionisme di lingkungan masyarakat nelayan yang dekat dengan permasalahan kemiskinan. Skenario ini menggunakan struktur Freytag’s Pyramid yang membagi cerita dalam lima babak yang terdiri dari introduction, rise, climax, return or fall, dan catastrophe. Tokoh protagonis akan bergerak karena memiliki karakter perfeksionis. Konflik akan dieksplorasi dengan menerapkan no-win scenario yang memberikan tokoh pilihan yang sama-sama tidak menguntungkan. Penggunaan struktur Freytag’s Pyramid memberikan ruang eksplorasi pada karakter awal di pra-climax dan karakter baru di pasca-climax. Perubahan karakter diidentifikasi melalui perbandingan sikap protagonis dalam menghadapi permasalahan pada dua situasi yang berbeda. Konflik No-Win Scenario meningkatkan tensi dramatik dengan menghadirkan tarik-ulur antara tujuan yang ingin digapai dan tuntutan yang harus dipenuhi pada protagonis perfeksionis. Penggunaan teknik ini efektif untuk mengeksplorasi karakter secara mendalam dan memperkuat perubahan karakter yang terjadi pada protagonis

    Representasi Memori Maa Lalu Karakter Utama Dengan Asynchronous Sound Dalam Tata Suara Film Pendek Fiksi Tardiness

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari permasalahan bagaimana memori masa lalu karakter dapat direpresentasikan secara efektif dalam film pendek melalui pendekatan suara yang tidak konvensional. Melalui eksplorasi penggunaan asynchronous sound dalam film pendek Tardiness sebagai strategi estetika dan naratif untuk merepresentasikan memori yang bersifat tidak linier, terfragmentasi, dan emosional. Asynchronous sound yaitu ketidaksesuaian antara sumber suara dan tampilan visualnya digunakan secara sengaja untuk menciptakan jarak temporal dan emosional, memperkuat kondisi psikologis karakter, serta mendorong penonton untuk mengalami peristiwa dalam film secara reflektif dan kontemplatif. Hasil penerapan asynchronous sound dalam film Tardiness tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, melainkan menjadi perangkat ekspresif yang efektif dalam merepresentasikan pengalaman subjektif karakter serta memperluas kemungkinan representasi sinematik terhadap ingatan dan waktu

    Mberot Negosiasi Musikal Kesenian Bantengan di Kota Batu

    Get PDF
    Fenomena Mberot yang marak di media sosial saat ini mencerminkan inovasi yang signifikan dalam Kesenian Bantengan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kota Batu. Kesenian Bantengan yang awalnya bersifat sakral dan berakar pada nilai-nilai tradisi kini mengalami reinterpretasi melalui inovasi musikal dan pengemasan pertunjukan yang lebih modern. Mberot, yang secara harfiah berarti memberontak dan susah diatur, menjadi simbol kreatif generasi muda dalam bentuk inovasi kesenian Bantengan dengan iringan musik yang telah berkembang sesuai dengan minat generasi saat ini. Studi ini meninjau fenomena tersebut dari perspektif etnomusikologi dan antropologi visual, dengan fokus pada hibriditas musikal yang menggabungkan instrumen tradisional seperti kendang, jidor, dan angklung dengan beat elektronik modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dalam Mberot bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan strategi adaptif untuk menjaga keberlanjutan tradisi di tengah arus modernitas. Melalui film dokumenter ekspositori berjudul “Mberot”, penelitian ini menggambarkan proses negosiasi kultural antara Kesenian Bantengan dan Mberot, serta menyampaikan bahwa musik juga berfungsi sebagai agen perubahan sosial. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak selalu identik dengan penyajian kesenian tradisi yang telah ada, tetapi juga dapat diwujudkan melalui interpretasi kreatif yang relevan dengan konteks zama

    Peran Memori Otot Terhadap Penguasaan Teknik Double Stops Mahasiswa Instrumen Biola Institut Seni Indonesia Yogyakarta

    Get PDF
    Kurangnya penguasaan teknik double stops akan berpengaruh terhadap kualitas permainan biola. Penelitian ini bertujuan untuk mencari peran memori otot terhadap penguasaan teknik double stops pada mahasiswa instrumen biola ISI Yogyakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diambil dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang sudah dilakukan, hasil yang didapat yaitu memori otot berperan penting untuk mengingat pergerakan yang dibutuhkan dalam penerapan teknik double stops, sehingga pergerakan dapat dilakukan tanpa perlu kesadaran dan usaha penuh. Memori otot memudahkan mahasiswa untuk dapat menerapkan pola jari ketika membentuk interval dari 2 nada, titik nada pada fretboard, serta teknik bowing ketika menggesek 2 senar secara bersamaan, tanpa kesadaran pikiran secara penuh. Dapat disimpulkan bahwa memori otot memiliki peran yang penting dalam upaya penguasaan teknik double stops

    Katalog Anotasi Stensil di Tembok Karya Anagard, Seniman Street Art Tahun 2015-2023

    Get PDF
    Karya seni stensil Anagard yang dibuat di ruang publik bersifat temporer dan rentan hilang akibat penghapusan, kerusakan, atau tertimpa karya lain, sehingga diperlukan upaya dokumentasi dan pengarsipan sistematis. Urgensi dari penciptaan katalog anotasi ini adalah untuk menjaga eksistensi karya street art dalam konteks sejarah seni rupa kontemporer serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip visual dan tekstual dalam seni jalanan. Metode yang digunakan meliputi wawancara langsung dengan seniman, pengumpulan dan klasifikasi arsip visual serta berita online, perancangan desain katalog dengan pendekatan estetika Gestalt untuk menciptakan struktur informasi yang harmonis, fungsional, dan komunikatif. Hasil akhir berupa katalog anotasi berisi 201 karya (158 lokal dan 43 internasional) yang dikemas dalam format fisik berukuran 20x20 cm dengan kemasan box MDF berlogo ANAGARD serta versi digital, yang secara keseluruhan dirancang untuk menjadi arsip artistik, referensi akademik, dan medium penyebaran seni yang relevan dan berkelanjutan

    Perjuangan Abim Menjadi Pembalap Cilik Internasional Dalam Film Dokumenter “Roda Balap Abim” Dengan Gaya Expository

    Get PDF
    Penciptaan karya film dokumenter berjudul “Roda Balap Abim” yang mengangkat kisah nyata perjuangan Abimanyu Bintang Fermadi, seorang pembalap cilik Indonesia, dalam merintis karier menuju level internasional. Dokumenter ini menggunakan gaya expository sebagai pendekatan utama, di mana narasi disampaikan melalui wawancara dan voice over dari orang-orang terdekat Abim. Fokus utama film adalah bagaimana Abim, dengan dukungan kuat dari keluarganya terutama ayahnya yang juga mantan pembalap, menyeimbangkan antara dunia balap, pendidikan, dan kehidupan sebagai anak-anak. Metode penciptaan dilakukan melalui riset mendalam, pendekatan humanistik, dan eksplorasi visual yang mengikuti kehidupan subjek. Gaya expository dipilih karena mampu menyampaikan informasi faktual secara langsung, menjelaskan dinamika emosi dan konflik internal secara sistematis, serta memberikan ruang naratif yang terstruktur. Film ini tidak hanya menghadirkan sisi inspiratif dari perjuangan Abim, tetapi juga menyuguhkan potret keluarga, disiplin, dan pengorbanan dalam mendukung mimpi anak sejak usia dini. Karya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru tentang dunia balap motor anak dan menjadi referensi dalam penggunaan gaya expository pada dokumenter potret

    Merahnya Merah Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    Get PDF
    Merah merupakan warna dasar pada Nirmana, merah bagi penulis sebagai media untuk merepresentasikan ekspresi emosi yang dirasakan atau dialami. Warna secara objektif adalah gelombang cahaya yang dipancarkan, warna merah memiliki gelombang 620 hingga 750 nanometer, secara subjektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indra penglihatan. Warna merah pada tugas akhir merupakan pigmen yang murni, dan mewakili makna ekspresi emosi yang dihadirkan seperti sedih, cinta, bahagia, tragis dan dramatis. Menggunakan teknik leleh, tekstur, gores, dan ciprat, dengan gaya Abstrak Ekspresionistik agar bisa menghasilkan karya dengan emosi yang dirasakan. Tugas akhir menghasilkan lima belas lukisan dengan konsep merahnya merah

    Perancangan Interior Toko Grou Home Living Bandung Dengan Pendekatan Adaptive Reuse Pada Bangunan Cagar Budaya

    Get PDF
    Perancangan interior Toko Grou Home Living di kota Bandung dilakukan dengan mengadopsi gaya modern – jengki sebagai pendekatan estetika ruang yang menggabungkan elemen retro khan 1950 – an dengan sentuhan kontenporer sebagai respons terhadap bangunan kolonial agar relevan dengan kebutuhan ruang komersial modern. Dengan luas area perancangan 651.844 m2 , toko ini dirancang sebagai ruang inspiratif bagi siapaun yang mencari solusi interior rumah dengan mengedepankan pengalaman berbelanja yang baru dan berbeda dengan toko home living konvensional yang sudah ada. Konsep utama yang diusung yaitu homey, dimana pengunjung diajak untuk menyusuri ruang – ruang tematik yang didesain menyerupai hunian nyata untuk menawarkan inspirasi gaya hidup yang relevan dengan keseharian pengunjun yang dapat membangkitkan hubungan emosinal antara ruang – personal. Perancangan ini dihharapkan dapat menghadirkan ruang ritel yang tidak hanya menjadi tempat belanja, tapi juga ruang yang menyatu dengan suasana khas Bandung dengan memperkenalkan kembali gaya lokal dengan cara yang lebih segar dan modern. Kata Kunci : Jengki, Bandung, Pengalaman Berbelanja, Konsep Hunia

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇