Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Proses Penciptaan Digital Musik Tari Sraddha dalam ujian koreografi anak kelompok di Universitas Negeri Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji proses penciptaan iringan tari berbasis MIDI dalam karya Sraddha sebagai bagian dari pertunjukan koreografi anak kelompok di Universitas Negeri Yogyakarta. Fokus utama penelitian adalah bagaimana unsur musik tradisional, khususnya gamelan Jawa, dipadukan dengan teknologi digital seperti MIDI, VST, dan DAW untuk menciptakan bentuk musikal baru yang bersifat hibrid. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam dengan komposer dan koreografer, serta dokumentasi audio-visual. Teori Hibriditas Budaya dari Homi K. Bhabha digunakan untuk menganalisis pertemuan antara unsur-unsur tradisional dan kontemporer, sedangkan Teori Emotivisme dari Susanne Langer dimanfaatkan untuk memahami musik dan gerak sebagai ekspresi emosional yang bersifat simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya Sraddha tidak hanya menyajikan perpaduan bunyi tradisi dan digital, tetapi juga menciptakan pengalaman emosional yang kuat melalui integrasi musik dan gerak. Komposer Ryza Wibawa menggunakan MIDI bukan sekadar sebagai alat teknis, tetapi sebagai medium kreatif untuk menyusun struktur musikal yang ekspresif dan spiritual. Bersama koreografer Berlin Siharani Puspita, karya ini menampilkan keterpaduan antara musik, gerak, dan visual sebagai bentuk ekspresi budaya hibrid yang relevan dalam konteks akademik dan pertunjukan kontemporer. Kata Kunci : MIDI, iringan tari, hibriditas budaya, Sraddha, emosi musika

    Integrasi Ricikan Gamelan Dalam Iringan Pertunjukan Srandul Ngesti Roso di Desa Sawit, Gantiwarno, Klaten

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk garap sajian musik iringan dalam pertunjukan Srandul oleh kelompok Ngesti Roso yang berada di Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Fokus utama terletak pada perubahan struktur iringan yang terjadi akibat integrasi ricikan gamelan ke dalam sajian iringan, yang sebelumnya hanya terdiri dari ricikan tradisional Srandul seperti angklung, kendang, dan jedor. Perubahan ini bukan hanya berdampak pada keragaman warna bunyi dalam pertunjukan, tetapi juga memengaruhi cara kelompok menyusun dan menafsirkan garap dalam konteks adegan, tokoh, serta suasana dramatik yang dibangun dalam pementasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi langsung, serta studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan teori garap yang dikembangkan oleh Rahayu Supanggah, yang meliputi enam unsur utama: materi garap, penggarap, sarana garap, prabot garap, penentu garap, dan pertimbangan garap. Keenam unsur ini dianalisis secara komprehensif untuk menjawab bagaimana proses garap dibentuk berdasarkan pengalaman, kebiasaan, dan interaksi antar anggota dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi gamelan mengubah bentuk dan fungsi iringan dalam pertunjukan Srandul Ngesti Roso dari yang awalnya sederhana menjadi lebih pembentuk suasana, mendukung dramatik pertunjukan dan penguat narasi. Integrasi gamelan ini menata ulang struktur iringan dengan lebih kompleks, meski tetap mempertahankan ciri khas ricikan lama seperti angklung, kendang, dan jedor. Garap iringan yang dihasilkan bersifat fleksibel, namun tetap mempertahankan ciri khas kelompok. Parikan, kendhangan pinatut, serta pola iringan yang repetitif dan komunikatif menjadi kekhasan iringan yang tidak hanya berfungsi mendukung cerita, tetapi juga menjalin kedekatan antara pelaku dan penonton. Garap tidak diposisikan sebagai aturan baku, melainkan sebagai jalan kreatif yang tumbuh dari kebiasaan

    Iringan Wayang Jimat di Dusun Kedakan Kabupaten Magelang: Kajian Garap Penyajian Gending

    Get PDF
    Wayang Jimat merupakan wayang kulit peninggalan Hajar Daka yang berada di Dusun Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Wayang Jimat dipentaskan setiap bulan Syawal dan bulan Sapar atau ketika seseorang mempunyai nadzar. Wayang Jimat memiliki keunikan pada penyajian iringan yang berbeda dengan penyajian wayang kulit pada umumnya dan belum ada penelitian terkait dengan iringannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui, menganalisis, mendeskripsikan, serta memaparkan unsur musikal, struktur dan bentuk gending pada iringan Wayang Jimat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek iringan Wayang Jimat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur musikal dalam iringan Wayang Jimat terdiri dari gaya, irama, lagu, dan ricikan gamelan. Gaya Wayang Jimat merupakan sub gaya Kedu Merbabu apabila ditinjau dari letak geografis, asal usul dalang, kayon atau gunungann wayang, dan iringan yang digunakan. Pada iringannya, wayang jimat memiliki gending khusus yang terdiri dari gending talu, gending ketliweng, gending ganjur, gending gara-gara, gending budhaling Semar, gending sedih, dan gending perang. Gending tersebut memiliki struktur kolotomik yang berbeda dengan gending pada umumnya. Irama yang digunakan pada iringan Wayang Jimat hanya terdiri dari irama I, tetapi pada masing-masing adegan berbeda laya. Lagu pada setiap gending dihasilkan dari tabuhan ngracik yang dimainkan oleh ricikan saron. Ricikan gamelan yang digunakan pada penyajian Wayang Jimat terdiri dari ricikan kendang ciblon, saron, satu buah kenong, satu buah kempul, kethuk, dan kecer. Struktur penyajian gending terdiri dari empat bagian, yaitu buka, gending bagian pertama satu ulihan, gending bagian ke dua diulang-ulang, dan suwuk dengan balungan khusus

    Implementasi Teknik Vokal Runs Dengan Tangga Nada Blues Pada Lagu "Sweet Love" Anita Baker

    Get PDF
    Teknik vokal runs merupakan ornamen vokal berupa rangkaian panjang nada yang dinyanyikan secara cepat. Teknik ini semakin populer seiring berkembangnya tren di media sosial baik dalam karya orisinil maupun cover musik sehigga menciptakan improvisasi vokal yang unik dan personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi teknik vokal runs dengan menggunakan tangga nada blues pada lagu “Sweet Love” yang dipopulerkan oleh Anita Baker. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus serta melibatkan analisis data, transkripsi, serta eksplorasi improvisasi menggunakan tangga nada blues, menunjukkan bahwa penggunaan tangga nada blues dalam teknik runs mampu memberikan kebaruan, meningkatkan ekspresi dalam lagu, serta memperkuat interpretasi lagu. Pola improvisasi yang dihasilkan menjadi lebih variatif, ekspresif, dan dapat menjadi ciri khas bagi vokalis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan tangga nada blues secara kreatif dalam teknik runs dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkaya interpretasi vokal dan memberikan kebaruan pada lagu-lagu yang diaransemen ulang

    Proses Pembuatan Dan Teknik Pelarasan Ricikan Kemanak Versi CV Wibowo: Kajian Organologi

    Get PDF
    Kemanak merupakan ricikan gamelan yang berbentuk seperti pisang dan memiliki tangkai dibagian ujungnya serta kini sudah jarang terlihat dimainkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan serta teknik pelarasan ricikan kemanak versi CV Wibowo. Permasalahan berawal dari fenomena yang dilihat penulis bahwa ricikan kemanak sudah jarang terlihat dimainkan. Hal tersebut dapat dilihat dari sangat sedikit adanya perangkat gamelan Jawa yang dilengkapi dengan kemanak dan juga masih jarang ditemukannya pengrajin gamelan yang dapat membuat kemanak dengan bahan perunggu, khususnya di wilayah Bantul. Maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembuatan dan teknik pelarasan ricikan kemanak yang dilakukan oleh CV Wibowo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi ke besalen Wibowo sebagai objek pokok penelitian serta beberapa pengrajin gamelan yang berada di wilayah Bantul dan melakukan wawancara ke beberapa narasumber yang dirasa paham serta memiliki keterkaitan dengan objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan kemanak versi CV Wibowo terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan yang digunakan dalam proses pembuatan kemanak meliputi: Pembuatan bakalan, penimbangan bakalan, peleburan, pengecoran, penempaan, ngesik, dan pelarasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan kemanak ini walaupun ricikannya kecil bukan berarti pembuatannya lebih mudah melainkan lebih rumit dan perlu kejelian

    Implementasi Teknik Call And Response Dalam Interaksi Musikal Pada Lagu Revelation 19:1 Karya Jeffrey LaValley

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mampu memainkan penerapan teknik call and response dalam interaksi musikal antara penyanyi dan pianis pada lagu "Revelation 19:1" karya Jeffrey LaValley. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik call and response dapat memengaruhi dinamika serta keterlibatan emosional dalam pertunjukan musik gospel. Teknik ini penting untuk diteliti karena merupakan salah satu elemen fundamental dalam musik gospel yang dapat memperkuat interaksi antara penyanyi dan instrumen, serta meningkatkan pengalaman pendengar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup konsep call and response, harmoni jazz, dan interaksi musikal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologis. Data dikumpulkan melalui pengamatan penampilan langsung, analisis rekaman, serta wawancara dengan dosen yang berpengalaman dalam harmoni jazz. Kesimpulannya, teknik call and response memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan emosional dan interaksi musikal dalam pertunjukan musik gospel. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi dan pendidik musik dalam mengembangkan teknik interaktif dalam musik gospel

    Karya Rujit Adaptasi Lakon Rama Bargawa Mengenai Gangguan Kesehatan Mental

    Get PDF
    Karya ini merupakan bentuk reinterpretasi terhadap Lakon Rama Bargawa yang diadaptasi ke dalam medium film eksperimental berjudul Rujit. Gagasan utama yang diangkat adalah isu gangguan kesehatan mental yang ditafsirkan melalui tokoh utama, yaitu Rama Bargawa. Interpretasi ini berangkat dari pertunjukan wayang oleh Ki Bimo Sinung Widagdo yang menampilkan visualisasi Bargawa sebagai sosok pendiam, menyimpan amarah, trauma, dan pada akhirnya bertindak brutal setelah kematian ibunya. Melalui pendekatan sinematografi, Rujit berupaya menggali dimensi psikologis tokoh secara lebih dalam dan ekspresif, serta membangun narasi non-linear yang menyerupai cara kerja memori traumatis. Karya ini disusun dengan metode penggabungan antara perancangan wayang dan proses produksi film, meliputi tahapan observasi, pra-produksi, produksi, pascaproduksi, hingga demonstrasi. Visualisasi menggunakan tone hitam putih dan latar pedesaan untuk memperkuat kesan keterasingan, konflik batin, serta keterbatasan. Dengan menitikberatkan pada pengalaman emosional dan simbolik tokoh utama, Rujit tidak hanya menjadi medium ekspresi artistik, tetapi juga sebagai kritik sosial dan ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu kesehatan mental dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui karya ini, dunia pedalangan ditawarkan sebuah pendekatan baru yang menggabungkan nilai-nilai tradisi dengan konteks sosial kontemporer

    Garap Gender Barung Gendhing Kaduk Manis Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Sarayuda

    Get PDF
    Skrisi yang berjudul “Garap Gender Barung Gendhing Kaduk Manis Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Sarayuda” adalah penelitian yang berfokus pada pembahasan garap ricikan gender barung. Gendhing Kaduk Manis adalah gendhing yang terdapat dalam karawitan gaya Yogyakarta dan termasuk klasifikasi gendhing tengahan. Gendhing tersebut bermula dari garap soran, namun pada penelitian ini disajikan dengan garap lirihan. Perubahan garap soran ke garap lirihan inilah akan memunculkan permasalahan garap terutama ricikan ngajeng, salah satunya adalah ricikan gender barung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menafsirkan serta mendeskripsikan garap gender barung pada Gendhing Kaduk Manis Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Sarayuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis garap gender barung pada gendhing tersebut. Proses penelitian mencakup beberapa tahapan, yaitu proses penggarapan dan teknik pengumpulan data. Proses penggarapan meliputi beberapa aspek, yaitu memastikan notasi balungan gendhing, tafsir padhang-ulihan, pola tabuhan balungan, dan pathet, tafsir garap, aplikasi garap, menghafal, serta latihan dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi beberapa tahapan yaitu studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penafsiran dan analisis mencakup beberapa aspek, yaitu tafsir pola tabuhan gendhing, penafsiran terhadap struktur padhang-ulihan, penafsiran pathet, serta penafsiran cengkok pada ricikan gender barung. Interpretasi terhadap padhang-ulihan menunjukkan bahwa konstruksi kalimat lagu dalam gendhing Kaduk Manis tidak selalu terletak pada dua gatra, dalam praktiknya penerapan struktur padhang-ulihan dapat berbeda-beda penerapannya. Analisis terhadap pathet mengungkapkan bahwa gatra pada gendhing Kaduk Manis memuat penggarapan pathet yang bervariasi, mencakup pathet nem, pathet sanga, pathet manyura. Penafsiran terhadap cengkok gender barung pada gendhing Kaduk Manis menunjukkan bahwa karya ini dapat digarap dengan berbagai cengkok genderan seperti cengkok umum, cengkok gantungan, cengkok khusus, dan cengkok rekan

    Membangun Imajinasi Tokoh Utama Dengan Penerapan Ritme Editing Dalam film "Komik Jagoan"

    Get PDF
    Film Komik Jagoan menceritakan tentang Wira, seorang anak lelaki yang sangat mengidolakan superhero pada komik favoritnya. Ia menemukan karakter supehero tersebut pada sosok ayahnya. Wira ingin seperti ayahnya dan membuktikan kepada ayahnya bahwa ia kuat, pemberani dan tidak cengeng. Namun, semua usaha yang dilakukan Wira terpatahkan ketika ia melihat ayahnya menangis. Konsep editing film Komik Jagoan menekankan bagaimana aksi-aksi pada tokoh utama merupakan gambaran imajinasi yang dibangun dengan menggunakan konsep ritme editing. Physical rhythm digunakan karena berfokus pada gerakan fisik yang terdapat dalam film. Pendekatan rechoreographing dan physical storytelling digunakan untuk dapat menyusun aksi-aksi Wira yang kemudian dapat menggambarkan imajinasi karakter utama dalam film Komik Jagoan. Konsep ritme editing dalam membangun imajinasi tokoh utama pada film Komik Jagoan berhasil diterapkan, meskipun belum optimal karena hanya mencakup beberapa scene. Hambatan seperti keterbatasan materi, performa aktor yang kurang maksimal, serta kebutuhan akan penanda visual. karena imajinasi ditampilkan melalui aksi, bukan sebagai dunia yang terpisah dari realitas

    Gending Liturgi Dalam Perayaan Misa Vigili Paskah Di Gereja St.Petrus Kanisius Wonosari

    Get PDF
    Penelitian ini membahas bentuk dan penyajian gending dalam Misa Vigili Paskah di Gereja St. Petrus Kanisius Wonosari sebagai wujud inkulturasi musik liturgi dalam tradisi katolik. Gereja St. Petrus Kanisius Wonosari dikenal sebagai salah satu gereja yang mendukung inkulturasi, khususnya melalui penggunaan unsur-unsur musik tradisional Jawa (karawitan) dalam perayaan liturgi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk gending yang digunakan serta bagaimana penyajiannya dalam Misa Vigili Paskah di Gereja St. Petrus Kanisius Wonosari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyajian data secara diskripsi analisis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pelaku liturgi dan pengrawit, serta dokumentasi audio-visual selama perayaan Misa Vigili Paskah di Gereja St. Petrus Kanisius Wonosari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gending yang digunakan meliputi beberapa bentuk gending Jawa seperti ladrang, ketawang, dan lancaran, yang disesuaikan dengan bagian-bagian liturgi seperti pembukaan, bacaan, pemercikan air suci, dan komuni. Penyajian gending dilakukan menggunakan iringan gamelan lengkap dan vokal paduan suara suara umat yang disusun secara kontekstual serta memperhatikan nuansa sakral liturgi, tanpa menghilangkan esensi budaya lokal. Hal tersebut menciptakan sebuah perpaduan harmonis antara nilai-nilai iman katolik dan ekspresi budaya Jawa, serta memperkuat rasa keterlibatan umat dalam perayaan iman mereka

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇