Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta
Indonesian Institute of the Art YogyakartaNot a member yet
16125 research outputs found
Sort by
Kreativitas Band Horockoncong dalam Lagu Perempuan Penyulam Kenangan
Horockoncong merupakan salah satu grup musik asal Yogyakarta yang
dikenal karena keberaniannya dalam menggabungkan dua genre yang berbeda,
yaitu rock dan keroncong, sehingga melahirkan warna musik baru yang mereka
sebut sebagai Exotic Rock. Inovasi ini tidak hanya memperkaya khazanah musik
Indonesia, tetapi juga memberikan ruang ekspresi yang lebih luas bagi para
musisinya untuk bereksperimen dengan berbagai unsur musikal dari kedua genre tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, di mana karya-karya Horockoncong dipahami sebagai bagian dari praktik budaya yang erat kaitannya dengan konteks sosial, sejarah, serta lingkungan tempat mereka berkarya. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menelusuri lebih dalam bagaimana proses kreatif berlangsung, mulai dari interaksi antar anggota, pemilihan unsur musikal, hingga proses adaptasi dan inovasi yang terjadi selama penciptaan lagu. Tulisan ini bertujuan untuk memahami secara mendalam proses kreatif Horockoncong dalam menciptakan lagu berjudul Perempuan Penyulam Kenangan. Teori Kreativitas dari Mel Rhodes dan buku Ilmu Bentuk Musik dari Romo Prier sebagai landasan teori untuk membedah permasalahan yang ada. Hasilnya lagu ini menjadi contoh konkret dari upaya mereka dalam menggabungkan karakteristik khas keroncong seperti penggunaan instrumen cak, cuk, dan kendang dengan kekuatan dan dinamika musik rock yang energik. Melalui analisis ini, dapat terungkap bagaimana perpaduan antara dua genre tersebut tidak hanya menghasilkan karya yang unik dan orisinal, tetapi juga mampu membangun identitas musikal baru yang relevan dengan perkembangan zaman serta tetap berakar pada tradisi lokal
Perancangan Playfeel Babysense Sensory Path Brand Fox And Bunny Untuk Mendukung Perkembangan Motorik Dan Sensorik Bayi Usia 0 Sampai 3 Tahun
Perkembangan motorik dan sensorik pada masa awal kehidupan bayi merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal anak, yang membutuhkan stimulasi tepat melalui media yang aman, menyenangkan, dan edukatif. Penelitian ini merancang ulang produk “Babysense Sensory Path” dari brand Fox and Bunny sebagai media stimulasi interaktif untuk bayi usia 0–3 tahun dengan mengintegrasikan elemen-elemen tekstur, warna kontras, bentuk menarik, serta potensi penambahan stimulasi auditori guna merangsang indera penglihatan, peraba, dan pendengaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model ADDIE yang meliputi tahapan analisis kebutuhan pengguna, perancangan konsep dan prototipe, pengembangan melalui uji coba, implementasi pada target pengguna, serta evaluasi efektivitas desain. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan tim R&D dan marketing PT. Kelinci Rubah Indonesia, observasi pengguna bayi di rumah, serta analisis kompetitor. Hasil perancangan menunjukkan bahwa desain baru Baby Sensory Path lebih fleksibel, modular, dan fungsional, serta lebih aman dari risiko tersedak melalui pemilihan material dan desain ergonomis yang ramah bayi. Produk ini juga dilengkapi fitur foldable, washable, dan visual yang disesuaikan dengan IP Fabbuland dari brand Fox and Bunny. Diharapkan, produk hasil perancangan ini dapat meningkatkan kualitas stimulasi sensorik-motorik bayi sekaligus memperkuat nilai komersial dan daya saing brand di pasar edukasi anak.
Kata Kunci: Perkembangan bayi, Sensory path, motorik dan sensorik, fox and bunny, Desain produk edukatif, ADDIE, stimulasi dini
Perancangan Interior Kristal Hotel Kupang di Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur terus mengembangkan sektor industri salah satunya industri pariwisata. Untuk menunjang pekembangannya, diperlukan sarana akomodasi antara lain berupa hotel. Salah satu kota yang menjadi letak transit menuju berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur adalah Kota Kupang. Letak strategis Kota Kupang menjadikannya aspek penting dalam memperkenalkan wisata bahari maupun wisata budaya, ditunjang dengan pembangunan sarana pariwisata seperti hotel, restoran, dan lain-lain yang memanfaatkan potensi wisata alam, maupun budayanya. Proyek perancangan Kristal Hotel Kupang bertujuan memfasilitasi wisatawan domestik maupun internasional baik berlibur ataupun perjalanan bisnis. Pemanfaatan letak Hotel ini yang berada di dekat kota Kupang dan letak geografisnya yang terletak persis di tepi pantai Pasir Panjang, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tema besar dari perancangan ini adalah “Beyond the Coast” (melampaui pesisir), yang tidak hanya menggambarkan pesisir pantai saja, tetapi mengeksplorasi budaya dan lokalitas masyarakat di sekitar pantai Pasir Panjang. Konsep ini menggabungkan antara elemen pesisir pantai dan budaya masyarakat setempat yang dijadikan sebagai bentuk daya tarik yang dihadirkan. Perancangan Hotel ini menerapkan gaya natural, melalui pendekatan lokalitas yang menyatukan material lokal dengan budaya masyarakat setempat. Perancangan ini menerapkan metode desain dari Rosemary Kilmer yang melalui tahap analisis dan sintesis untuk menemukan solusi desain
Tata Kelola Penjualan Karya Digital Kreator Lokal Melalui Jaringan Non-Fungible Token di Lokapasar "Tokomall by Tokocrypto"
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tata kelola penjualan karya digital melalui jaringan Non-Fungible Token (NFT) di lokapasar Tokomall by Tokocrypto. Latar belakang penelitian berangkat dari perubahan pola konsumsi seni yang mendorong seniman untuk beralih ke media digital sebagai sarana berkarya dan bertransaksi. NFT hadir sebagai inovasi yang memungkinkan validasi kepemilikan digital melalui sistem blockchain, namun juga membawa tantangan baru seperti fluktuasi pasar, ketidakteraturan regulasi, hingga tantangan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada dua kreator lokal yaitu Dhany Pramata dan NFTbyME Art Collection. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola penjualan NFT di Tokomall mencakup perencanaan karya dan strategi pasar, pengorganisasian promosi secara mandiri, pelaksanaan berbasis komunitas, serta evaluasi penjualan yang terus disesuaikan dengan dinamika tren NFT. Kedua kreator menunjukkan kemampuan adaptasi dalam memanfaatkan lokapasar lokal serta membangun relasi dengan komunitas kolektor. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kreator terhadap proses dasar manajemen Planning, Organizing, Actuating, & Controling (POAC) dan bauran pemasaran Product, Price, Promotion, Place (4P) agar karya digital dapat bersaing di pasar NFT yang kompetitif
Penerapan Idiom Astrologi pada Teknik Twelve Tone Series Sebagai Tools dalam Komposisi Musik 'BEYOND 12'
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan idiom astrologi ke dalam
komposisi musik dengan menggunakan teknik twelve-tone series. Penelitian ini
didasari atas astrologi yang dianggap memiliki konektivitas dengan twelve-tone
series, dikarenakan terdapat variabel yang sama-sama berjumlah 12. Selain
persamaan jumlah variabel, terdapat juga persamaan dalam hal prinsip yaitu prinsip
kesetaraan. Twelve-tone series, dengan semangat atonalnya memperlakukan 12
nada dengan setara menghilangkan hierarki tonal. Dalam astrologi, lingkaran jalur
ekliptika dibagi menjadi 12 zodiak dengan sudut yang sama besar sehingga tidak
ada zodiak tertentu yang mendominasi tatanan kosmis.
Proses penciptaan karya dilakukan melalui berbagai tahapan. Tahapan
pertama adalah merumuskan ide penciptaan. Setelah merumuskan ide penciptaan,
penulis menentukan judul karya yang dilanjutkan dengan observasi terhadap
sumber-sumber pustaka dan karya. Hasil dari observasi yang telah dilakukan
digunakan untuk menentukan konsep karya yang nantinya akan direalisasikan
dalam bentuk komposisi musik. Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah
correlative exploratory dan metode implementasi yang mana menghubungkan
kedua variabel yang kemudian diintegrasikan sehingga menjadi dasar untuk
diimplementasikan ke dalam bentuk komposisi musik serialisme.
Dalam menerapkan idiom astrologi ke dalam komposisi musik dengan
menggunakan teknik twelve-tone series, penulis melakukan strategi tertentu.
Penulis menggunakan pola siklus pergerakan matahari dan bulan secara geosentris
dalam bidang ekliptika yang dibagi menjadi 4 kuadran sama besar. Empat kuadran
tersebut yang menjadi dasar dari jumlah gerakan dan jenis transformasi deret yang
digunakan dalam setiap gerakan. Melodi yang digunakan sebagai material dalam
setiap gerakan didasari oleh golongan zodiak yang memiliki elemen tertentu yang
terikat dengan sudut tertentu dalam siklus pergerakan matahari dan bulan secara
geosentris pada jalur ekliptika
Adaptasi Lagu "Desember" Karya Efek Rumah Kaca dalam Penulisan Skenario Film "Hujan di Bulan Desember" dengan Plot Non Linier
Penciptaan skenario “Hujan di Bulan Desember” merupakan penciptaan skenario film fiksi yang diadaptasi dari lagu “Desember” Efek Rumah Kaca menggunakan pendekatan pragmatic dan ditulis menggunakan plot non linier. Lirik lagu yang puitis diinterpretasi dengan pendekatan pragmatik, menghasilkan elemen-elemen kunci: (1) kesabaran ala Jawa, (2) metafora Desember, (3) metafora hujan, dan (4) analisis lirik fragmental. Hasilnya adalah kisah konflik ayah-anak di industri tembakau Temanggung (1966-1999) yang mengeksplorasi monopoli pertanian dan trauma masa lalu melalui struktur narasi non-linier berdasarkan prinsip dramatik Aristoteles
Redesain Interior Hotel The Tavia Heritage: Integrasi Elemen Sejarah Batavia pada Fasilitas Mice sebagai Pusat Pertemuan Di Jakarta
Redesain Interior Hotel The Tavia Heritage bertujuan untuk menjadikan Hotel ini
sebagai pusat pertemuan di kota Jakarta, yang dirancang agar dapat memenuhi
masalah dari kegiatan bisnis MICE dengan mengusung konsep desain bernilai
historis. Terinspirasi dari kekayaan akan sejarah dari Kota Batavia diharapkan dapat
memberikan pengalaman fenomena MICE dan suasana yang unik sekaligus
menjadi sarana edukatif bagi para pengunjung mengenai warisan budaya dari
sejarah Jakarta. Proses dalam mendesain hotel ini dilakukan dengan melakukan
analisis, sintesis dan evaluasi, sehingga desain yang dihasilkan menjadi lebih
optimal dan berkelanjutan. Melalui pendekatan Eco – Cultural dengan meminjam
bentuk – bentuk yang telah ada, dikemas kembali agar relevan bagi masa sekarang.
Hotel The Tavia Heritage dirancang agar para pelaku bisnis dapat melakukan
perjalanan bisnis sekaligus memperkaya wawasan budaya pengunjung.
Perancangan ini berisi tawaran desain yang tidak hanya memenuhi fungsional dari
ruang tetapi memperhatikan dari nilai estetika serta membawa hotel agar dapat
berkontribusi dalam pelestarian nilai sejarah dalam pengembangan sektor
pariwisata budaya di Jakarta
Perancangan Interior Jakarta Creative Hub Dengan Pendekatan Experiential Design
Jakarta Creative Hub (JCH) merupakan ruang kreatif yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif. Ruang ini difungsikan untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta komunitas kreatif di Jakarta. Tujuan perancangan Jakarta Creative Hub (JCH) dengan menerapakan konsep ‘Urban Creative’ diharapkan mampu menciptakan ruang yang dinamis, adaptif, dan inovatif yang selaras dengan karakteristik masyarakat urban Jakarta sebagai salah satu faktor utama yang membuat pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif di Jakarta. Perancangan ini diwujudkan dengan mengintegrasikan pendekatan experiential design guna menciptakan pengalaman ruang yang mampu membangun keterikatan emosional dan mendorong interaksi aktif antara pengguna dan lingkungan sekitarnya. Untuk memperkuat branding Jakarta Creative Hub sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta, perancangan ini mengintegrasikan teori corporate visual identity yang mengangkat inspirasi dari identitas visual ikonik Jakarta. Konsep tersebut direalisasikan melalui penerapan elemen-elemen desain interior dengan mengadaptasi gaya modern sebagai representasi Kota Jakarta yang terus berkembang di era masa kini
Perancangan Mainan Edukatif untuk Melatih Motorik Kasar Anak Tunanetra Usia 4-6 Tahun
Anak tunanetra memiliki tingkat kompetensi motorik yang lebih rendah daripada anak normal. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya stimulasi visual sehingga tidak mampu menirukan orang lain dan terbatasnya ruang gerak. Tingkat kompetensi motorik yang rendah akan berpengaruh pada aktivitas fisik dan mental anak tunanetra kedepannya. Metode perancangan pada rancangan ini menggunakan pendekatan design thinking yang mencakup tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil perancangan ini berupa sebuah mainan puzzle lantai modular yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan tekstur taktil dan pemutar suara sebagai pemberi informasi yang dapat diterima oleh anak tunanetra. Perancangan ini ditujukan sebagai media alternatif untuk membantu menunjang pelatihan motorik kasar anak tunanetra sehingga mampu mengasah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, navigasi, dan perkembangan mental anak tunanetra kedepannya
Keong Pomacea Canaliculata Sebagai Motif Batik Pada Busana Smart Kasual
Keong Pomacea canaliculata, yang lebih dikenal dengan nama keong mas, merupakan salah satu spesies yang mudah ditemukan di berbagai ekosistem perairan tawar di Indonesia. Organisme ini sebenarnya memiliki potensi visual yang menarik. Bentuk cangkangnya yang spiral dan geometris, tekstur khas pada permukaannya, serta variasi warna alaminya menghadirkan sumber inspirasi yang kaya untuk dikembangkan menjadi motif batik.
Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah metode pendekatan estetika menurut Dra. Artini Kusmiati, serta metode pencipta tiga tahap enam langkah dari SP. Gustami yang tahapannya meliputi eksplorasi, perancangan, dan pewujudan. Landasan teori yang digunakan penulis adalah teori estetika, teori ergonomi, dan teori tipografi. Proses perwujudan karya ini menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan tekstil celup naptol, indigosol dan remasol. Tahapan yang dilakukan penulis mulai dari tahap pembuatan pola, penjiplakan motif, pembatikan, pewarnaan, finishing batik, pemotongan kain, penjahitan busana.
Karya yang dihasilkan dalam tugas akhir ini berupa enam buah karya busana smart kasual, dengan warna yang kuning, hijau, coklat, biru pink dan abu-abu. Keseluruhan karya memiliki judul dan desain batik yang berbeda-beda