Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Batipa dalam Ritual Babukung pada Suku Dayak Tomun di Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji Batipa, sebuah ansambel musik tradisional yang menjadi elemen vital dalam ritual kematian (babukung) pada masyarakat Dayak Tomun. Batipa merupakan musik adat yang eksklusif dimainkan saat ritual kematian, menggunakan kombinasi instrumen kenong, gong, dan gondang. Keunikan Batipa terletak pada pola permainannya yang tidak terstruktur dan sangat bergantung pada keterampilan pemain, sehingga menciptakan variasi motif yang berbeda di setiap desa. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnomusikologis, penelitian ini berfokus pada pola permainan Batipa di Desa Perigi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Batipa tidak hanya berperan sebagai pelengkap ritual, tetapi juga memiliki beberapa fungsi sosial penting: sebagai sarana hiburan bagi masyarakat dan keluarga yang berduka, media untuk mengekspresikan emosi, serta sarana komunikasi dalam komunitas Dayak Tomun

    Pembuatan Layout Untuk Mengefektifkan Proses Produksi Pada Film Animasi 2D "Katineung"

    Get PDF
    Film animasi 2d Katineung adalah film animasi yang menceritakan seorang anak perempuan yang ingin mengetahui tentang isi surat misterius Aksara Sunda yang ia temukan di kamar neneknya, namun ia tidak bisa membacanya akhirnya ia bertemu dengan seorang anak gadis cilik yang mau mengajarkannya. Film ini menjadi media pembelajaran Aksara Sunda. Penelitian ini membahas penelitian layout yang dapat menjadi efektifitas dalam produksi animasi dengan mengembangkan dan mengimplementasikan pipeline layout dilakukan sebelum tahapan storyboard dengan melalui media Film Animasi 2D Katineung. Karya ini juga bertujuan untuk menunjukan bahwa tahap layout sangat penting untuk dilakukan karena dapat mempermudah proses produksi, meningkatkan kreatifitas, serta meningkatkan kualitas visual

    Luka Batin Dalam Seni Fotografi Ekspresi

    Get PDF
    Luka batin yang dialami sejak masa kanak-kanak dapat memberikan dampak mendalam terhadap kehidupan individu, membentuk kepribadian, dan cara pandang terhadap dunia. Penciptaan karya seni fotografi ekspresi sebagai bentuk refleksi dan katarsis untuk menyembuhkan luka batin akibat konflik keluarga. Proses kreatif melibatkan eksplorasi emosi, rekonstruksi kenangan, dan ekspresi diri untuk menghasilkan karya yang merefleksikan pengalaman pribadi serta memberikan ruang untuk penyembuhan. Metode yang digunakan adalah Practice-Based Research. Fotografi dipilih sebagai medium utama karena kemampuannya dalam merekam realitas sekaligus menyampaikan emosi dan gagasan secara mendalam. Dengan memanfaatkan elemen visual dan simbol-simbol metafora, karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga sebuah medium komunikasi artistik yang mengundang penonton untuk merasakan, memahami, dan merenungkan makna di balik setiap gambar. Rumusan penciptaan berfokus pada pentingnya tema luka batin dalam seni fotografi serta cara menciptakan elemen visual yang mampu merepresentasikan trauma secara simbolis. Hasil karya ini memberikan perspektif baru tentang peran seni fotografi sebagai sarana eksplorasi dan penyembuhan emosi. Dengan memadukan pengalaman pribadi dan pendekatan artistik, penciptaan ini diharapkan mampu menginspirasi individu lain untuk menghadapi luka batin dan menemukan kedamaian melalui seni

    Eksplorasi kreatif teknik screenlife : Strategi pemangkasan durasi dan penanganan monotoni dalam film fiksi blurred

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada eksplorasi teknik screenlife dalam film Blurred sebagai bentuk penyampaian naratif yang mengatasi keterbatasan monotoni visual yang sering dijumpai pada teknik ini. Teknik screenlife, yang menampilkan layar digital sebagai medium utama narasi, menawarkan pengalaman imersif. Meskipun demikian, teknik ini memiliki tantangan dalam menciptakan dinamika visual dan alur cerita yang tetap menarik bagi penonton. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pemangkasan durasi adegan sebagai solusi untuk mempertahankan keberlanjutan narasi sebagai upaya menghindari kelelahan visual. Dalam proses post-produksi Blurred, dua tahap utama editing diterapkan: pertama, penyusunan alur cerita dengan mempertahankan detil aktivitas rutin tokoh utama. Kedua, evaluasi melalui Focus Group Discussion (FGD) yang menghasilkan saran untuk pemangkasan durasi dan variasi visual. Hasil FGD menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengurangi repetitivitas visual serta mempercepat tempo dengan teknik editing seperti timelapse, jump cuts, dan cut-tocut. Pemangkasan durasi berhasil mengoptimalkan alur cerita sehingga menciptakan narasi yang lebih padat dan intens, tanpa mengurangi esensi atau dampak emosional cerita. Penerapan teknik-teknik editing tersebut, terutama pada adegan-adegan yang terlalu lambat atau repetitif seperti rutinitas sehari-hari karakter, menjadikan pengalaman menonton lebih dinamis dan tetap mengalir. Menggunakan teknik timelapse untuk adegan peralihan waktu, cut-to-cut untuk memotong repetisi tanpa kehilangan elemen penting, serta jump cuts untuk menjaga kecepatan narasi, berhasil meningkatkan keterlibatan penonton sekaligus menghindari kelelahan akibat durasi panjang. Film ini juga menunjukkan bagaimana teknik screenlife, dengan bantuan pendekatan kreatif dalam postproduksi, mampu menyampaikan pesan yang lebih tajam dan memperkuat tema film. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan teknik screenlife yang lebih efektif. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya penyesuaian teknis dalam meningkatkan dinamika narasi film agar dapat menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik

    Penerapan Teori Warna Pada Film Animasi 3D Nayla Untuk Meningkatkan Emosional Penonton

    Get PDF
    Color scripting melibatkan pembuatan representasi visual dari perkembangan warna, suasana, dan atmosfer dalam film animasi. Film "Nayla" mengangkat isu gangguan mental skizofrenia. Tujuan utama dari color script tidak hanya sebagai panduan untuk tim 3D dan penghematan waktu serta sumber daya produksi, tetapi juga sebagai elemen kunci dalam membangkitkan aspek emosional secara visual dengan menggambarkan perasaan dan pengalaman karakter utama yang mengalami skizofrenia. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori harmoni warna dari buku yang berjudul basic color theory (Patti Mollica, 2018). Dan metode perancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analysis, design, develop, implement, evaluate (ADDIE). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan konsistensi wara dan meningkatkan emosional penonton dengan menerapkan elemen warna dan cahaya dalam film "Nayla" yang mengangkat isu gangguan mental skizofrenia. Hasil penelitian ini berupa penerapan color mood pada sebuah scene contohnya, penggunaan warna gelap dan kontras dapat mencerminkan ketidakstabilan emosional, sementara perubahan warna yang dramatis dapat menunjukkan pergeseran persepsi karakter. Sebaliknya, penggunaan warna cerah secara tiba-tiba dalam momen penting dapat menciptakan kontras dramatis, menandakan perubahan pikiran atau perasaan karakter

    Pendekatan Genre Historical Fantasy pada Film Animasi “Lampau” Sebagai Media Edukasi Wisata Alam Goa Jatijajar

    Get PDF
    Goa Jatijajar merupakan sebuah wisata Gua Alam yang memiliki keindahan alam dan kisah legenda maupun sejarah di dalamnya. Namun adanya pandemic covid-19 pada tahun 2020 lalu, wisata ini ditutup sehingga mengalami penurunan pengunjung. Sebab itu perlu tindakan untuk memperkenalkan kembali wisata alam tersebut kepada orang-orang. Berdasarkan kriteria tersebut, film animasi “Lampau” dipilih sebagai media untuk memperkenalkan kembali Goa Jatijajar. Film ini dirancang bergenre Historical Fantasy yang menggabungkan Sejarah dengan unsur fantasi. Untuk mendapatkan konsep Historical Fantasy perlu adanya sebuah unsur elemen visual yang mendukung fantasi di dalam filmnya dengan perancangan properti. Landasan teori yang digunakan adalah teori Historical Fantasy oleh Edward James & Farah Mendlesohn dan penulisan cerita Historical Fantasy oleh Amanda Glaze. Perancangan menggunakan metode Computational Thinking yang menjadi tahapan untuk mendasari proses perancangan. Tujuan penelitian ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana penerapan genre Histortical Fantasy digunakan untuk mendukung sebuah cerita sejarah Goa Jatijajar yang dipadukan dengan unsur fantasi untuk menghasilkan karya film Animasi yang dapat menjadi media pengenalan Wisata Alam Goa Jatijajar

    Pilihian

    Get PDF
    Karya Tari “Pilihian” adalah karya yang berpijak dari ritual adat Seblang Olehsari dari Kabupaten Banyuwangi dengan durasi pementasan 24.18 menit. “Pilihian” mengangkat ritual adat Seblang Olehsari dan karakter tokoh Seblang Olehsari dengan mengembangkan motif gerak yang ada diritual adat tersebut, yaitu, Sapon, Ukelbuwang, Cèlèng Magak dan Candra Dèwi dari ritual adat Seblang Olehsari. Pada karya sebelumnya dengan judul Byeng yang merupakan tugas akademis dari mata kuliah Teori & Koreografi II mengangkat tentang perjalanan hidup penari Seblang Olehsari. Namun pada karya tari “Pilihian”ini akan menghadirkan cerita dan karakter dari Seblang Olehsari “Pilihian” dikomposisikan dalam bentuk koreografi kelompok dengan penari perempuan dan laki-laki berjumlah sepuluh penari. Menggunakan rangsang visual dan rangsang kinestetik, tema tari merujuk pada karakter penari Seblang Olehsari dan pengembangan empat gerak pokok yaitu Sapon, Ukelbuwang, Cèlèng Magak dan Candra Dèwi dari ritual adat Seblang Olehsari Banyuwangi. Judul yang dipilih dalam karya ini adalah “Pilihian” yang dapat diartikan sebagai seseorang yang terpilih atau istimewa. Pemilihan kata sebagai judul koreografi kelompok yang digunakan merujuk konsep dramatik dari sebuah cerita ritual adat Seblang Olehsari yang dimana penari Seblang adalah sosok istimewa yang terpilih langsung secara supranatural oleh roh leluhur. Karya ini menggunakan tipe tari maknawi. Karya ini menggunakan bentuk atau cara ungkap berupa adegan yang dibagi menjadi introduksi, tiga adegan, dan ending atau bagian akhir. Karya tari “Pilihian” menggunakan proses penciptaan karya tari melalui tahapan metode dari Alma Hawkins dalam buku berjudul “Mencipta Lewat Tari” yang diterjemahkan oleh Y. Sumandiyo Hadi yaitu Eksplorasi, Komposisi, Improvisasi dan Evaluasi

    Makna Beksan Ajisaka di Kraton Yogyakarta kajian semiotika

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam Beksan Ajisaka Kraton Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan semiotika. Beksan Ajisaka merupakan karya tari tradisional yang sarat nilai filosofis dan sejarah yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Tasdeusz Kowzan, yaitu menganalisis makna, konotasi, dan 13 sistem tanda teater yang terkandung dalam tari. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan informan, dan penelitian literatur tentang sejarah dan filosofi Beksan Ajisaka. Analisis menunjukkan bahwa Beksan Ajisaka merepresentasikan kisah Ajisaka sebagai tokoh legendaris yang membawa tulisan Jawa ke Nusantara yang mengandung simbol nilai-nilai kehidupan, keharmonisan, dan kearifan. Iringan tari dan busana menekankan kepribadian heroik dan kekuatan spiritual Ajisaka sebagai karakter sentral. Secara konotatif, tarian ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia material dan dunia spiritual. Namun, secara mitologis, Beksan Ajisaka mencerminkan pandangan dunia Jawa tentang tatanan kosmis dan keagungan budaya. Dengan memperjelas makna-makna tersebut, penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman lebih dalam terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam Beksan Ajisaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Beksan Ajisaka bukan sekadar hiburan, melainkan media komunikasi simbolik yang menyampaikan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Kajian ini juga membuka jalan bagi kajian lebih lanjut terhadap seni pertunjukan tradisional nusantara lainnya dengan menggunakan pendekatan semiotika. Kata Kunci: Beksan Ajisaka, Semiotika, Denotatif, Konotatif, Sistem Tanda, dan Struktur Pertunjukan

    Strategi Produksi Cover Musik Berbahasa Sunda oleh Ary Agus Mulyana melalui TikTok dan Instagram

    Get PDF
    Penelitian ini membahas strategi produksi cover musik berbahasa Sunda yang diunggah oleh Ary Agus Mulyana melalui TikTok @tukangbaceo dan Instagram @ary_agus_m. Fokus penelitian untuk mengetahui strategi produksi melalui pemanfaatan modal yang dihasilkan olah habitus Ary Agus Mulyana. Dengan menggunakan metode netnografi dan teori Pierre Bourdieu (habitus, kapital, kuasa simbolik), penelitian ini mengkaji proses kreatif Ary Agus Mulyana, termasuk pengelolaan modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik dalam strategi produksi konten. Perpaduan cover musik dengan bahasa Sunda berperan penting dalam meningkatkan popularitas Ary Agus Mulyana, sekaligus mempromosikan budaya Sunda. Strategi kolaborasi, personal branding, dan pemanfaatan jaringan antarranah sosial menjadi bagian integral dari upaya mencapai tujuan popularitas melalui industri platform digital. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi kajian produksi musik digital, sosiologi musik, dan pengembangan seni budaya melalui platform digital seperti TikTok dan Instagram

    Bunga Edelweiss Jawa sebagai Motif Batik pada Setelan Jas Upcycle

    Get PDF
    Tugas Akhir penciptaan ini memadukan keelokan alam dengan seni melalui pendekatan sustainable yakni dengan teknik upcycle pada setelan jas secondhand. Karya ini terinspirasi dari bunga edelweiss Jawa (Anaphalis Javanica) sebagai simbol keindahan dan keabadian yang kemudian divisualisasikan menjadi motif batik kontemporer yang dituangkan dalam setelan jas. Upcycle adalah teknik untuk mengolah bahan daur ulang dalam hal ini setelan jas, menjadi busana baru yang bernilai tinggi dengan maksud mengurangi limbah tekstil dan mendukung pelestarian lingkungan. Proses penciptaan dengan menggunakan metode estetika dan teori ergonomis bertujuan untuk memastikan karya tidak hanya memiliki nilai keindahan secara visual namun juga fungsional. Pada tahapan penciptaan menyertakan eksplorasi terhadap bunga edelweiss Jawa dan teknik upcycle, perancangan desain motif, hingga diwujudkan dengan proses pembatikan dan penyesuaian pola jas. Tugas akhir penciptaan ini menghasilkan kesimpulan bahwa memadukan motif edelweiss Jawa dengan teknik upcycle menjadi solusi kreatif tidak hanya dalam permasalahan limbah tekstil namun juga dapat menciptakan busana yang memiliki nilai keindahan budaya yang berkelanjutan. Harapannya, kelima karya ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat agar dapat lebih peduli pada lingkungan dengan memanfaatkan teknik upcycle dalam produk-produk fashion lainnya untuk menekan banyaknya limbah tekstil. Kata Kunci : bunga edelweiss Jawa, setelan jas, teknik upcycl

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇