Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Perancangan Interior Sinergi Fitness Center dengan Konsep The Synergy of Body and Mind

    Get PDF
    Sinergi Fitness Center merupakan pusat kebugaran yang dirancang dengan pendekatan biofilia dan multisensori untuk menciptakan pengalaman holistik dan mendukung keseimbangan sinergi antara fisik dan mental dalam hal ini berkaitan dengan tubuh dan pikiran bagi penggunanya. Perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan suasana ruang yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental pengguna melalui keterlibatan pancaindra dalam pengalaman berolahraga. Desain interior Sinergi Fitness Center mengutamakan penciptaan atmosfer yang mengundang rasa nyaman, semangat, dan motivasi melalui integrasi elemen alami, pencahayaan alami, dan detail sensorik yang memperkuat keterhubungan antara manusia dan lingkungan. Konsep multisensori yang diterapkan mengacu pada teori integrasi sensorik yang menekankan penggabungan pengalaman visual, pendengaran, penciuman, sentuhan, dan dalam konteks tertentu pengecapan, untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna. Rancangan ini diharapkan dapat mendukung kualitas hidup pengguna ruang melalui desain yang tidak hanya fungsional tetapi juga memberikan pengalaman yang mendalam dan berkesan. Metode perancangan menggunakan pendekatan analisa dan sintesis, melalui tahap pengumpulan data, pengolahan, hingga pengembangan desain menjadi alternatif desain yang optimal

    Visualisasi Pengalaman Mendaki Gunung Lawu Dalam Karya Seni Grafis

    Get PDF
    Tugas akhir ini mengangkat pengalaman subjektif penulis dalam mendaki Gunung Lawu dan mengolahnya menjadi karya seni grafis dua dimensi melalui pendekatan estetis dan spiritual. Pendakian yang dilakukan sebanyak dua kali menghadirkan pengalaman kontras: pendakian pertama dipenuhi rasa kagum dan kekaguman estetis terhadap alam, sementara pendakian kedua diwarnai tantangan fisik dan tekanan emosional akibat cuaca ekstrem. Pengalaman ini kemudian direfleksikan melalui medium seni grafis cetak saring (silkscreen), dengan karakter visual yang terinspirasi dari simbol-simbol spiritual dan bentuk ekspresif. Karya yang dihasilkan menjadi bentuk narasi visual tentang pencarian makna, kedekatan manusia dengan alam, serta perenungan atas dinamika batin selama proses pendakian. Selain sebagai dokumentasi pengalaman pribadi, karya ini juga berfungsi sebagai medium penyadaran ekologis dan ekspresi artistik dalam konteks seni rupa kontemporer

    Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Berbantuan Origami Terhadap Minat Belajar Sejarah Tari Di Kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi

    Get PDF
    Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa siswa kurang terlibat aktif, banyak siswa pasif dengan semangat yang rendah saat mengikuti pelajaran, kurangnya kemampuan berkomunikasi, kolaborasi antar siswa, dan minimnya empati siswa dalam pembelajaran materi sejarah tari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Talking Stick berbantuan origami terhadap minat belajar sejarah tari di kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi. Origami dalam model Talking Stick merupakan permainan yang dialihfungsikan sebagai media/alat bantu dalam pelaksanaan model pembelajaran. Penerapan model pembelajaran ini dilakukan untuk mengatasi masalah minat belajar peserta didik di kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi yang dapat berpengaruh terhadap pemahaman materi sejarah tari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan menggunakan desain quasi eksperimen dengan tipe nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Angket berisi 36 pernyataan untuk mengukur minat belajar siswa pada kelas kontrol dan eksperimen. Lembar observasi digunakan untuk mendeskripsikan perlakuan yang dilakukan ketika pembelajaran berlangsung. Instrumen angket melewati uji coba dengan menguji validitas dan reliabilitas. Hasil teknik pengambilan sampel secara purposive sampling diperoleh responden yang berjumlah 60 pada dua kelas, 30 siswa di kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang mengikuti model pembelajaran Talking Stick berbantuan origami dan 30 siswa di kelas VII A sebagai kelas kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Analisis uji hipotesis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji independent sample t. Hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05. Kelompok eksperimen mengalami kenaikan rata-rata skor dari 98,70 menjadi 115,70. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa perlakuan memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat belajar, siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran, bersikap tertib, dan mampu memahami materi teori sejarah tari. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Hipotesis alternatif (Ha) diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran Talking Stick berbantuan origami terhadap minat belajar siswa pada materi sejarah tari di kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Sempu Banyuwangi

    Implementasi Gaya Modern Tropis pada Redesain Interior Dreamville Beach Club PIK 2, Jakarta Utara

    Get PDF
    Pesisir merupakan potensi wisata yang sangat strategis karena memberikan pengalaman menikmati keindahan pantai sehingga menarik bagi berbagai kalangan pengunjung. Dreamville Beach Club, yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), hadir sebagai destinasi wisata dan redesain ini menawarkan konsep Celestial Ocean: A Harmonious Fusion of Sky and Sea. Konsep ini mengadopsi gaya modern tropis yang menggabungkan unsur langit dan laut melalui penggunaan material alami seperti batu, kayu, dan rotan. Redesain ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemanfaatan ruang melalui zoning dan sirkulasi yang terorganisir, tetapi juga membangun citra ruang yang kuat dan khas dengan sentuhan dreamlike yang menggabungkan visual simbolis astronomi dan elemen tropis yang hangat. Fokus pada kebutuhan pengunjung dan staf serta aspek estetika dan fungsionalitas ruang menjadikan Dreamville Beach Club pusat rekreasi pantai yang berbeda, beridentitas kuat, dan kompetitif. Hasil rancangan ini juga diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa desain interior dalam memahami pendekatan desain yang menyatukan estetika, fungsi, dan identitas ruang guna menciptakan pengalaman yang menarik dan berkesan

    Redesain Interior Bioskop Platinum Cineplex Artos Mall Magelang Dengan Konsep Back In Time

    Get PDF
    Evolusi dunia hiburan digital telah mengubah cara masyarakat dalam menikmati film, sehingga eksistensi bioskop sebagai ruang hiburan fisik dituntut untuk mampu menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menonton. Penelitian ini bertujuan untuk meredesain interior bioskop Platinum Cineplex Artos Mall Magelang dengan menghadirkan pengalaman dan nuansa spasial baru yang sesuai dengan identitas visual brand. Proses perancangan menggunakan pendekatan Experiential Design dengan mempertimbangkan keterlibatan multisensori, mencakup aspek penglihatan (visual), pendengaran (auditory), penciuman (olfaktori), dan peraba (tactile). Konsep desain yang diangkat adalah "Back In Time: Bridging the Vintage Cinema with Modern Elegance" sebagai upaya membawa kembali atmosfer sinematik tempo dulu dengan sentuhan modern. Hasil perancangan menghadirkan suasana bioskop yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberi pengalaman sinematik yang mendalam sejak pengunjung memasuki ruang lobi hingga berada di dalam studio. Elemen material kayu, pencahayaan hangat, serta tekstur kain bergaya vintage digunakan untuk membangun atmosfer yang khas namun tetap kontekstual. Desain ini juga memperkuat identitas brand dengan menciptakan ruang yang unik, estetis, dan relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini. Diharapkan, hasil desain ini dapat menjadi inspirasi pengembangan ruang bioskop yang lebih berkarakter dan kompetitif, serta menjadi referensi bagi penerapan desain berbasis pengalaman dalam ruang publik hiburan lainnya

    Implementasi Metode Diskusi Pada Pembelajaran Lagu Wajib Nasional Indonesia Pusaka di Kelas IX SMP Negeri 5 Batam

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui cara guru seni budaya kelas IX SMP Negeri 5 Batam dalam mengimplementasikan metode diskusi pada pembelajaran lagu wajib nasional dan untuk mengetahui peran metode diskusi terhadap pembelajaran lagu wajib nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi pasif, wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), kesimpulan (Conclusions). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode diskusi pada pembelajaran lagu wajib nasional dinilai sangat efektif dalam mendukung proses belajar mengajar. Guru dapat memfasilitasi dan membimbing peserta didik untuk berfikir secara kritis dalam memahami makna yang terkandung pada lagu Indonesia Pusaka sehingga mendapatkan respons yang baik dan antusiasme yang tinggi dari peserta didik, sehingga menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Pembelajaran lagu wajib nasional menjadi media yang efektif untuk menanamkan pendidikan karakter dan nilai nilai Pancasila pada peserta didik. Pembelajaran lagu wajib nasional dapat mengembangkan karakter dan wawasan kebangsaan pada peserta didik. Syair lagunya yang bermakna dapat membentuk pendidikan karakter dan kecintaan peserta didik terhadap identitas nasional dan tanah air. Melalui lagu wajib nasional peserta didik juga mendapatkan pelajaran tentang patriotisme, persatuan dan nilai nilai kebangsaan

    YAKSA

    Get PDF
    Karya Yaksa tercipta atas dasar pengalaman empiris penata mengenai perjalanan kehidupan yang dialami. Memiliki latar belakang ketidaksempurnaan bentuk tubuh yang penata implementasikan kepada tokoh raseksi pada wayang. Penata ingin mencapai titik kesempurnaan yang di realisasikan dengan bedayan, dimana bedayan dianggap memiliki keharmonisasian, keanggunan, dan kecantikan yang merupakan perumpamaan kesempurnaan yang didambakan oleh seorang raseksi. Dalam karya ini penata mengunakan metode bawa rasa yang diciptakan oleh Bagong Kussudiarja yang tertulis pada bukunya yang berjudul Joged mBagong. Metode ini mengungkap bagaimana penari membawa penjiwaan dalam setiap suasana yang diberikan. Dengan menggunakan metode ini, penata menerapkan kepada para penari pada setiap proses latihan. Selain metode bawa rasa penata juga menggunakan metode Jacqueliene Smith mengenai proses penciptaan pada metode konstruksi satu, Eksplorasi, Improvisasi, Komposisi, dan Evaluasi yang diterapkan pada setiap proses latihan. Tahapan yang dilalui penata dalam proses menciptakan tari dimulai dari membedah naskah atau latar belakang cerita, dan lalu menyusun perbagian, hingga memulai proses kerja studio penata sebelum memberi materi kepada para penari. Selain proses kepada penari, panata juga berproses pada beberapa aspek pendukung karya yaitu, musik, rias busana, dan artistik. Setelah melalui beberapa tahapan proses yang dilakukan penata kepada seluruh pendukung penata melahirkan hasil karya yang berjudul Yaksa dengan hasil 100% pada tahapan seleksi tiga yang dilakukan pada tanggal 22 April 2025, dimana berdurasi 19.45 menit dan menggunakan musik live MIDI. Selain dari segi musik, hasil busana dan artistik sudah nampak pada seleksi tiga. Penggunaan secara maksimal keseluruhan artistik pada tahapan seleksi tiga dari koreografi hingga artistik. Karya Yaksa diciptakan untuk memberi pesan kepada para penikmat karya bahwa perwujudan ketidaksempurnaan pada diri seseorang tidak dapat menjadi sesuatu yang dilarutkan dalam diri, melainkan dapat membangkitkan sesuatu hal yang itu dirasa sempurna dan menjadikannya dorongan bagi diri itu sendiri. Dengan karya ini penata membuktikan bahwa keresahan dalam diri dapat dihasilkan dengan sesuatu yang bahkan menentang diri kita selama ini. Dapat memanfaatkan situasi dan kesempatan dalam hal baik akan menghasilkan hal baik juga nantinya. Perumpamaan bedayan dan raseksi secara bersamaan berhasil membuat penata penciptakan karya koreografi kelompok yang dramatis dan penuh makna

    Manajemen Produksi "Bingkas Timur" Teater Eska Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta Bekerja Sama Dengan Persatuan Melayu Raya, Malaysia Pada Tahun 2022

    Get PDF
    Penelitian ini membahas strategi manajemen produksi dalam pementasan Bingkas Timur, sebuah pertunjukan kolaboratif antara Teater ESKA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Indonesia) dan Persatuan Teater Anak Melayu (TAMU) dari Malaysia. Karya ini merupakan bentuk teater lintas budaya yang mengangkat nilai-nilai lokalitas Melayu dalam bingkai modernitas dan spiritualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi manajemen produksi yang diterapkan serta menganalisis pengaruh kerja sama internasional terhadap proses produksi pertunjukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen produksi dari Jazuli yang mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, serta teori manajemen produksi dari George R. Terry yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), pengawasan atau evaluasi (controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen produksi Bingkas Timur berhasil menciptakan struktur kerja yang efisien melalui pembagian tugas lintas negara, penyesuaian jadwal produksi daring dan luring, serta pengelolaan komunikasi budaya yang adaptif. Kerja sama antara Teater ESKA dan TAMU memberikan dampak positif terhadap kualitas artistik dan profesionalisme produksi, sekaligus memperkuat diplomasi budaya melalui pertunjukan teater. Kata Kunci: Manajemen Produksi, Teater, Bingkas Timur, Teater ESKA, Kolaborasi Internasiona

    Pakeliran Wayang Kulit Purwa Lakon Mendhung

    Get PDF
    Karya ini merupakan bentuk penciptaan seni pedalangan dengan menampilkan lakon carangan berjudul Mendhung, yang mengangkat tokoh Raden Indrajit sebagai pusat narasi. Karya ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan kreatif dalam menampilkan tokoh pewayangan yang selama ini hanya muncul secara singkat dalam pertunjukan tradisional. Mendhung dirancang sebagai bentuk eksplorasi sanggit baru yang memadukan tradisi pakeliran gaya Yogyakarta dengan pendekatan dramatik kontemporer. Cerita ini menyoroti dilema batin Indrajit sebagai anak angkat Prabu Dasamuka yang harus menjalankan dharma kepada orang tua angkatnya meskipun sadar bahwa ia sebenarnya adalah anak kandung Gunawan Wibisana, yang berpihak pada kebenaran. Dengan pendekatan pakeliran padat, karya ini mengeksplorasi tema dharma, karma, konflik batin, dan pencarian jati diri. Unsur pendukung seperti naskah, sabet, catur, karawitan, hingga artistik, dirancang untuk memperkuat atmosfer dramatik dan simbolik yang menyertai perjalanan Indrajit menuju kesadaran dan penebusan. Melalui karya ini, pencipta menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya kesetiaan, pengabdian, dan kebijaksanaan dalam menghadapi takdir

    Penciptaan Motif Batik Edelweiss (Anaphalis Javanica) pada Busana Wanita Bergaya Heritage Chic

    Get PDF
    Busana wanita dengan sentuhan motif batik Bunga Edelweiss yang telah di stilisasi menjadi pilihan dalam penciptaan karya busana bergaya Heritage Chic yang menggabungkan keindahan bunga edelweiss dengan batik yaitu memadukan elemen-elemen klasik dan tradisional dengan sentuhan modern yang elegan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah metode pendekatan estetika dan pendekatan ergonomi . Pendekatan estetika sebagai acuan untuk menghasilkan motif batik dalam karya busana wanita dan memberikan keindahan dalam pembuatan karya. Pendekatan ergonomi memastikan memberi kenyamanan dan layak pakai. Sedangkan metode penciptaan menggunakan teori Sp. Gustami yang meliputi tiga tahapan utama, yakni tahap eksplorasi dengan mengumpulkan data dan pencarian ide konsep, perancangan atau membuat desain, yang terakhir perwujudan pembuatan karya. Proses perwujudan menggunakan teknik batik tulis dengan pewarna sintetis yaitu Remasol dan tambahan payet yang menambah kesan indah dan elegan pada busana. Karya yang dihasilkan dari penciptaan Tugas Akhir ini adalah enam busana wanita bergaya Heritage Chic yang memiliki motif batik dari stilisasi bunga edelweis Jawa (Anaphalis Javanica) yang menciptakan kesimbangan antara klasik dan modern. Penciptaan busana ini bertujuan untuk menghasilkan karya yang berkelanjutan dan relevan sekaligus dengan mengenalkan motifnya pada produk batik, sehingga bunga edelweiss dapat dinikmati keindahannya tanpa merusak alam. Kata Kunci: Edelweiss, Batik, Heritage Chic, Busana Wanit

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇