Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Evaluasi Efisiensi Perancangan Karakter Dengan Bantuan Ai Pada Produksi Serial Animasi “Smash!” Episode Pilot

    Get PDF
    Penelitian ini mengevaluasi efisiensi perancangan karakter 3d dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dibandingkan metode manual dalam produksi serial animasi "SMASH!" Episode Pilot. Penelitian ini berfokus pada aspek teknis, khususnya tahapan pembuatan model karakter 3d yang menjadi elemen inti dalam proses animasi. Penggunaan AI dalam pemodelan karakter 3d memungkinkan untuk mempercepat proses yang biasanya memakan waktu lama pada metode manual, sehingga seniman dapat langsung menyempurnakan detail seperti proporsi tubuh, ekspresi wajah, dan gerakan. Hasilnya, AI secara signifikan mempercepat seluruh proses perancangan, meskipun hasil yang didapat masih belum bisa dikatakan sempurna. AI juga terbukti meningkatkan efisiensi produksi animasi dan potensi AI yang selalu mengalami peningkatan tiap tahun. AI dapat digunakan untuk kolaborasi antara teknologi dan kreativitas manusia dan memberikan peluang bagi industri animasi yang lebih inovatif

    Perancangan Ulang Alat Bantu Dengar BTE (Behind The Ear) Guna Memberikan Fleksibilitas Ukuran Pada Masa Pertumbuhan Telinga Anak Dengan Gangguan Pendengaran (Usia 2-7 Tahun)

    Get PDF
    Alat bantu dengar berperan penting dalam mendukung kemampuan komunikasi anak dengan gangguan pendengaran. Jenis Behind the Ear (BTE) merupakan tipe yang umum digunakan untuk anak-anak. Namun, akses terhadap alat bantu dengar di Indonesia masih sangat terbatas, dengan hanya 4,1% dari 3.196 penyandang gangguan pendengaran yang memilikinya, hal ini disebabkan oleh harga yang tinggi serta kurangnya dukungan subsidi pemerintah. Selain itu, perubahan ukuran telinga anak yang dapat bertambah hingga 81% selama masa pertumbuhan menyebabkan perlunya penggantian komponen seperti earhook dan selang, sehingga menambah beban biaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang casing alat bantu dengar tipe BTE bagi anak usia 2–7 tahun agar dapat beradaptasi terhadap pertumbuhan telinga. Proses perancangan menggunakan pendekatan Double Diamond, dengan tahapan Discover dan Define mencakup observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap konsultan alat bantu dengar dan orang tua. Masalah utama yang ditemukan adalah ketidaknyamanan akibat ukuran yang tidak sesuai dan kelembapan akibat keringat. Pada tahap Develop, dikembangkan sebelas alternatif ide melalui sketsa, eksplorasi sistem mekanik dengan clay, serta pembuatan model 3D dan prototipe high-fidelity. Hasilnya adalah desain alat bantu dengar dengan sistem flexible earhook dan casing slide yang dapat menyesuaikan ukuran panjang dan lebar telinga dari 17×12 mm hingga 22,5×24 mm. Dengan struktur flexible earhook yang dapat ditekuk dan casing slide yang dapat disesuaikan secara vertikal, desain ini mampu mengakomodasi perubahan anatomi telinga anak secara bertahap, sekaligus menjaga kenyamanan dan perlindungan terhadap kelembapan. Fleksibilitas ini mendukung efisiensi biaya dan keberlanjutan penggunaan selama masa pertumbuhan

    Reinterpretasi Teknik Slide Derek Trucks Dalam Lagu “Sahib Teri Bandi” Menggunakan Tools Aluminium Slide Melalui Gitar Resonator

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul Reinterpretasi Teknik Slide Derek Trucks dalam Lagu “Sahib Teri Bandi” Menggunakan Tools Aluminium Slide melalui Gitar Resonator. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik teknik slide dengan menggunakan tools aluminium slide melalui gitar resonator sebagai bentuk reinterpretasi artistik terhadap permainan Derek Trucks dalam lagu “Sahib Teri Bandi”. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain Practice as Research (PaR), di mana praktik musikal, refleksi diri, dokumentasi, refleksi pengalaman resital, dan analisis sonic menjadi bagian integral dari proses penelitian. Proses reinterpretasi dilakukan melalui eksperimen penggunaan berbagai jenis tools slide (glass, brass, aluminium), serta perbandingan karakteristik spektrum frekuensi antara permainan Derek Trucks dan hasil eksplorasi penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tools aluminium slide melalui gitar resonator menghasilkan karakter sonic yang lebih terang (bright), kasar (harsh), dan dinamis, berbeda dengan tone hangat (warm) yang dihasilkan glass slide pada gitar elektrik. Pemilihan gitar resonator tri-cone yang dimodifikasi dengan pickup humbucker juga membuka kemungkinan ekspresi baru, baik dalam hal sustain, artikulasi, maupun resonansi. Selain itu, idiom musik Bali seperti pelog dan slendro turut diintegrasikan dalam improvisasi sebagai bentuk penegasan identitas musikal penulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reinterpretasi bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga refleksi estetis dan kultural. Melalui pendekatan Practice as Research, praktik musikal menjadi sarana penciptaan pengetahuan baru yang kontekstual, personal, dan ekspresif. Kata kunci: Reinterpretasi, teknik slide, Derek Trucks, gitar resonator, aluminium slide, Practice as Research, pelog dan slendro

    Trauma Generasi Pada Plot Nonlinier Sebagai Pembangun Unsur Dramatik Dalam Penciptaan Skenario Film Fiksi Kepingan Yang Hilang

    Get PDF
    Skripsi penciptaan karya ini membahas bagaimana teknik penyusunan alur atau plot nonlinier dalam skenario film fiksi dapat meningkatkan unsur dramatik dengan mengangkat tema trauma generasi dengan judul skripsi karya seni Trauma Generasi Pada Plot Nonlinier Sebagai Pembangun Unsur Dramatik Dalam Penciptaan Skenario Film Fiksi Kepingan yang Hilang. Penciptaan karya skenario film panjang berjudul Kepingan yang Hilang menjadi sarana utama dalam menggali dan menyampaikan dampak trauma yang diwariskan secara antargenerasi melalui hubungan antara tokoh ibu dan anak perempuan. Trauma generasi yang pada dasarnya memiliki struktur waktu kronologis justru disusun secara nonlinier untuk mengembangkan konflik, menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity), ketegangan (suspense), hingga elemen kejutan (surprise) dalam cerita. Teknik nonlinier seperti kilas balik (flashback) dan kilas maju (flashforward) dipilih untuk membatasi kausalitas, sehingga penonton diajak untuk menyusun sendiri kepingan informasi yang disampikan secara berlapis-lapis sepanjang cerita. Penyusunan cerita yang tidak runtut secara waktu ini justru menghadirkan dinamika emosional yang lebih kuat serta memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pengalaman batin tiap karakter. Struktur ini juga memperkuat penyampaian tema trauma generasi sebagai warisan psikologis yang kompleks dan tidak selalu disadari secara langsung. Hasil dari penciptaan karya menunjukkan bahwa penyusunan peristiwa secara nonlinier mampu menaikkan intensitas dramatik secara signifikan dibandingkan penyusunan peristiwa secara linear. Penulisan skenario ini sekaligus menambah khazanah naratif dalam penciptaan karya skenario di masa mendatang, khususnya dalam mengangkat isu psikologis yang nyata namun sering kali luput disadari. Karya ini diharapkan dapat menjadi medium reflektif bagi penonton serta acuan teknis dalam penulisan skenario fiksi bertema trauma generasi dengan pendekatan alur nonlinier

    Perancangan Interior Rooftop Restoran Padma Hotel Semarang Dengan Pendekatan Eco-Cultural

    Get PDF
    Rooftop Restoran Hotel Padma Semarang merupakan salah satu fasilitas utama yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantap, tetapi juga seharusnya dapat difungsikan sebagai ruang pengalaman yang mampu menyampaikan narasi visual kepada pengunjung. Dalam konteks restoran pada hotel bintang lima, aspek estetika dan kenyamanan visual menjadi elemen penting, terlebih ketika menyatu dengan nilai-nilai keberlanjutan dan identitas lokal. Oleh karena itu, perancangan restoran ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang mewah namun tetap mengakar pada lokalitas Kota Semarang melalui pendekatan eco-cultural, yaitu memadukan prinsip desain berkelanjutan dengan kekayaan budaya lokal. Konsep lokalitas yang dimasukkan ke dalam elemen desain adalah Warak Ngendog sebagai ikon akulturasi budaya di Semarang dan membawa konsep Kota Perairan Semarang sebagai representasi karakter geografis dan historis kota tersebut. Konsep ini diolah dengan metode perancangan menurut Rosemary Kilmer, yang menekankan pentingnya analisis kebutuhan pengguna dan karakter ruang. Hasil perancangan berupa desain interior restoran rooftop yang tidak hanya fungsional dan estetik, tetapi juga mencerminkan nilai historis dan budaya Semarang, tanpa menghilangkan citra elegan dari Padma Hotel itu sendiri. Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan desain interior yang berkelanjutan, kontekstual, dan berdampak positif terhadap pengalaman pengguna

    Peran Masyarakat Dalam Akulturasi Budaya Melalui Gaya Ekpositori Pada Penyutradaraan Program Feature “Jelajah Nusantara” Episode “Perayaan Imlek Di Yogyakarta”

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara multikultural yang kaya akan keberagaman budaya. Keberagaman ini mendorong terjadinya proses akulturasi budaya yang unik. Skripsi penciptaan ini diwujudkan dalam bentuk program televisi feature berjudul “Jelajah Nusantara”, yang pada episode perdananya menyoroti peran masyarakat dalam akulturasi budaya melalui perayaan Imlek di Yogyakarta. Episode ini menampilkan bagaimana masyarakat Tionghoa dan non-Tionghoa lintas agama terlibat aktif dalam menjaga tradisi secara kolaboratif dan harmonis. Program ini terdiri dari tiga segmen utama yang mengeksplorasi keterlibatan masyarakat dalam ritual ciswak, pengajian Tionghoa Muslim, dan Festival Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY). Penyutradaraan menggunakan gaya ekspositori yang menyampaikan informasi secara objektif melalui narasi voice-over, wawancara dengan tokoh masyarakat, dan interaksi host di lapangan. Metode penciptaan meliputi tahapan pra-produksi (riset dan penulisan naskah), produksi (pengambilan gambar di lokasi budaya seperti klenteng dan pesantren), serta pasca-produksi (editing, mixing audio dan mastering). Hasil akhir menunjukkan bahwa gaya ekspositori efektif dalam merepresentasikan peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan budaya secara kolaboratif. Program ini berfungsi sebagai media informasi sekaligus dokumentasi visual yang memperkuat nilai toleransi dan keberagaman budaya di Indonesia

    Biota Laut Lumpur Lapindo di Sidoarjo Sebagai Ide Penciptaan Karya Kain Panjang Batik Tulis

    Get PDF
    Pemilihan tema merupakan faktor penting dalam menentukan ide dan konsep dalam menciptakan karya seni. Eksplorasi kreativitas yang mengintegrasikan isu lingkungan dengan seni. Karya ini berfokus pada biota laut yang terdampak oleh fenomena Lumpur Lapindo di Sidoarjo, menjadikannya sumber inspirasi untuk menciptakan motif batik yang unik dan bermakna. Udang Windu, ikan Bandeng, kupang putih, dan rumput laut putih sebagai elemen yang akan dieksplorasi dan dikembangkan sehingga menjadi sebuah karya batik. Metode pendekatan penciptaan karya Tugas Akhir ini menggunakan metode pendekatan estetika dan dilengkapi dengan teori ornamen. Metode penciptaan yang digunakan pada karya ini yaitu metode penciptaan SP. Gustami, yang melalui tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Dengan metode-metode tersebut dapat menjadikan karya bernilai secara visul maupun konseptual. Karya kain batik berkonsep batik pedalaman dengan ciri khas warna coklat, biru, putih, dan hitam. Teknik yang digunakan yaitu teknik batik tulis dan teknik pewarnaan tutup celup. Karya yang diciptakan berupa batik kain Panjang berjumlah enam karya yang tidak hanya berfungsi sebagai produk seni, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan penting mengenai kesadaran lingkungan. Harapannya, karya ini dapat menginspirasi generasi muda untuk menghargai warisan budaya dan lingkungan serta mendorong praktik seni yang lebih berkelanjutan. Kata Kunci : Lumpur Lapindo, Biota Laut Sidoarjo, batik kain panjan

    Analisis Dinamika Emosi Karakter Utama Melallui Perubahan Skema Warna Palet Pada Artistik Film "Jojo Rabbit"

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan palet warna dalam film Jojo Rabbit (2019) sebagai medium untuk merefleksikan dinamika emosional karakter utama, Jojo Betzler. Dengan pendekatan teori psikologi warna, penelitian ini menggali hubungan antara skema warna dalam berbagai adegan dengan perkembangan karakter Jojo sepanjang alur cerita. Penelusuran dilakukan melalui empat babak struktural film, yaitu Protasis, Epitasis, Katastasis, dan Catastrophe, guna memahami bagaimana warna digunakan sebagai penanda emosional. Pada babak awal film (Protasis), dominasi warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau menunjukkan semangat, kepolosan, dan fanatisme Jojo terhadap ideologi Nazi. Warna-warna tersebut menciptakan kesan hidup dan penuh energi, sejalan dengan pandangan dunia Jojo yang masih polos dan terbentuk oleh propaganda. Namun, ketika konflik batin mulai muncul (Epitasis dan Katastasis), palet warna bergeser menjadi lebih dingin dan suram. Nuansa abu-abu, biru kehijauan, dan hijau pudar mulai mendominasi layar, menggambarkan kebingungan, rasa takut, dan dilema moral yang dihadapi Jojo saat mulai mempertanyakan keyakinannya. Pada babak akhir film (Catastrophe), transisi warna kembali bergeser ke palet yang lebih lembut dan hangat seperti hijau pastel dan kuning pucat, merepresentasikan proses penyembuhan emosional dan penerimaan Jojo terhadap kenyataan yang lebih kompleks. Warna di sini tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, melainkan turut memperkaya narasi dengan mencerminkan perjalanan psikologis karakter. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan warna dalam Jojo Rabbit menjadi alat naratif penting yang memperdalam pemahaman penonton terhadap tema transformasi pribadi dan pelepasan dari ideologi yang menyesatkan Kata kunci : skema warna, emosi , artistik fil

    “PHASE” Musik Game Survival Horror Mind's Eyes: Penerapan Tekstur Musik Berlapis dengan Instrumen Virtual untuk Menciptakan Suasana Mencekam

    Get PDF
    Musik game survival horror non-linear memerlukan elemen yang mampu menciptakan suasana mencekam, disertai dengan proses pengimplementasian yang kompleks seperti vertical layering. Penelitian ini menemukan celah pada game Mind’s Eyes, yaitu tidak ditemukannya elemen musikal yang dapat mendukung pembentukan suasana mencekam dan penerapan teknik implementasi vertical layering. Fenomena ini diduga disebabkan oleh penggunaan musik bebas hak cipta oleh pengembang yang mengakibatkan ketidaksesuaian musik dengan konteks game. Penulis menawarkan formula tekstur musik berlapis sebagai pendekatan yang mengisi celah pada game survival horror Mind’s Eyes sehingga tercipta suasana mencekam. Metode eksperimental diterapkan pada penelitian ini untuk menerapkan parameter musik suasana mencekam serta proses pengimplementasian vertical layering pada formula tekstur musik berlapis dalam karya “Phase”. Penulis mengacu pada data pustaka dan data karya yang objektif dalam proses penciptaan suasana mencekam melalui tekstur musik berlapis. Penulis kemudian melakukan penyesuaian musik game dengan visual. Seluruh penyusunan lapisan tekstur musik dilakukan melalui DAW dan diterapkan pada instrumen virtual. Penelitian ini melakukan analisis karya berdasarkan jenis tekstur umum dan kontemporer yang dibangun dasar-dasar pembangunan tekstur musik serta parameter musik suasana mencekam. Tekstur musik yang telah dibangun berdasarkan prinsip tersebut kemudian disusun secara berlapis dan vertikal melalui teknik implementasi vertical layering, mengacu pada karakteristik musik game yang interaktif. Lapisan tekstur musik disesuaikan dengan zona trigger yang merepresentasikan game state (low, mid, mid high, high) berdasarkan intensitas suasana mencekam. Proses penciptaan ini menunjukkan bahwa penyusunan tekstur musik berlapis efektif dalam membangun suasana mencekam pada game survival horror Mind’s Eyes

    Anonimitas Visual Produk Celana Jeans Volkvogjeans Dalam Fotografi Fesyen Editorial

    Get PDF
    Celana jeans dan konsep anonimitas menjadi dua elemen utama dalam penciptaan karya fotografi fesyen editorial. Kostum hijau digunakan sebagai pendekatan visual untuk menyamarkan identitas model, sekaligus memperkuat fokus pada produk celana jeans Volkvogjeans. Penciptaan karya dilakukan melalui metode eksplorasi ide, observasi, eksperimen, dan perwujudan. Proses produksi dilakukan di studio agar menghasilkan pencahayaan yang mendukung tampilan produk. Kerutan pada kostum dibiarkan hadir sebagai bagian dari konsep, merepresentasikan eksistensi tubuh tersembunyi di balik anonimitas. Hal ini menjadi penanda bahwa meskipun identitas tidak ditampilkan, keberadaan tubuh tetap terasa melalui bentuk dan volume yang terlihat. Hasil fotografi ini menampilkan celana jeans sebagai simbol gaya hidup anak muda yang inklusif, fleksibel, dan bebas dari batasan identitas visual. Karya ini berfungsi sebagai referensi visual sekaligus pendekatan alternatif dalam fotografi fesyen editorial. Penciptaan ini diharapkan dapat memperluas kemungkinan pendekatan visual dalam fotografi fesyen editorial serta berkontribusi dalam eksplorasi narasi visual yang lebih bebas dan terbuka terhadap interpretasi

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇