Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Perancangan Mekanika Game Aksi dan Puzzle Edukasi The Lost Realm

    Get PDF
    Penelitian ini membahas perancangan mekanika game aksi dan puzzle edukasi dalam game "The Lost Realm" dengan tema budaya Candi Prambanan. Penelitian bertujuan untuk merancang mekanika aksi yang menarik, menggabungkan elemen puzzle edukasi interaktif, dan menciptakan pengalaman bermain yang mendidik serta menghibur. Game ini dirancang untuk audiens berusia 13–16 tahun, dengan fokus pada penggabungan mekanika aksi, gameplay edukatif, dan puzzle berbasis logika. Teori-teori seperti mekanika permainan, puzzle, aksi, edukasi, desain komunikasi, dan nilai budaya digunakan sebagai landasan dalam pengembangan game. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu prototipe. Game "The Lost Realm" menggabungkan elemen aksi dan edukasi secara harmonis, mendukung pembelajaran interaktif yang relevan dengan tema budaya. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan game edukasi yang menggabungkan hiburan dan nilai pembelajaran, serta dapat menjadi referensi bagi pengembang game untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih bermakna

    Representasi Dampak Fatherless pada Remaja Wanita dalam Karya Batik Kontemporer

    Get PDF
    Karya penciptaan tugas akhir yang berjudul ‘Representasi Dampak Fatherless pada Remaja Wanita dalam Karya Batik Kontemporer’ merupakan bentuk kepedulian terhadap fenomena fatherless yang saat ini sedang terjadi di Indonesia, serta sebagai wadah menyalurkan pengalaman yang pernah dirasakan beberapa orang terdekat serta pengalaman pribadi yang mengalami fatherless karena ayah meninggal dunia tahun 2015. Fatherless merupakan sebuah kondisi seseorang yang tidak memiliki figur ayah dalam proses pengasuhan. Ketidakhadiran sosok ayah yang dirasakan oleh seseorang dapat disebabkan oleh dua faktor, faktor pertama yaitu orang tua yang mengalami perceraian apabila dari dampak perceraian tersebut ayah melupakan tanggung jawabnya untuk mendidik anak bersama dengan ibu, kedua yaitu seseorang anak tidak merasakan sosok ayah karena ayahnya meninggal dunia/yatim. Tujuan dari diciptakannya karya tugas akhir ini adalah untuk mewujudkan konsep, proses serta hasil representasi dampak fatherless pada remaja wanita dalam karya batik kontemporer. Penciptaan karya ini dalam proses perwujudannya menggunakan teknik batik tulis dengan pewarna remasol sebagai pewarna sintetis dan hasil karyanya berupa batik kontemporer. Adapun metode yang digunakan dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah teori penciptaan SP. Gustami yaitu eksplorasi/pengumpulan data, perancangan, perwujudan. Dalam penciptaan karya ini menggunakan teori estetika dari A.AM Djelantik yang digunakan untuk menganalisa unsur estetika dalam sebuah karya batik dan menggunakan teori semiotika oleh Charles Sanders Pierce yang membagi tiga kategori tanda berdasarkan hubungan representamen objek meliputi: indek, ikon, symbol. Hasil dari penciptaan karya tugas akhir ini berupa enam buah karya batik kontemporer yang merupakan gambaran dari penyebab seseorang remaja wanita dapat mengalami fatherless yaitu ayah meninggal dunia dan dampak fatherless tersebut diantaranya: merasa kesepian, tidak memiliki makna hidup, depresi dan sulit menjalin hubungan dengan lawan jenis. warna dalam karya tugas akhir ini dominan memiliki warna latar belakang yang gelap untuk mewujudkan makna dari karya, serta setiap objek mengandung arti tersendiri, selain itu juga terdapat motif yang fungsinya sebagai unsur dekoratif pada karya

    Representasi Dampak Fatherless pada Remaja Wanita dalam Karya Batik Kontemporer

    Get PDF
    Karya penciptaan tugas akhir yang berjudul ‘Representasi Dampak Fatherless pada Remaja Wanita dalam Karya Batik Kontemporer’ merupakan bentuk kepedulian terhadap fenomena fatherless yang saat ini sedang terjadi di Indonesia, serta sebagai wadah menyalurkan pengalaman yang pernah dirasakan beberapa orang terdekat serta pengalaman pribadi yang mengalami fatherless karena ayah meninggal dunia tahun 2015. Fatherless merupakan sebuah kondisi seseorang yang tidak memiliki figur ayah dalam proses pengasuhan. Ketidakhadiran sosok ayah yang dirasakan oleh seseorang dapat disebabkan oleh dua faktor, faktor pertama yaitu orang tua yang mengalami perceraian apabila dari dampak perceraian tersebut ayah melupakan tanggung jawabnya untuk mendidik anak bersama dengan ibu, kedua yaitu seseorang anak tidak merasakan sosok ayah karena ayahnya meninggal dunia/yatim. Tujuan dari diciptakannya karya tugas akhir ini adalah untuk mewujudkan konsep, proses serta hasil representasi dampak fatherless pada remaja wanita dalam karya batik kontemporer. Penciptaan karya ini dalam proses perwujudannya menggunakan teknik batik tulis dengan pewarna remasol sebagai pewarna sintetis dan hasil karyanya berupa batik kontemporer. Adapun metode yang digunakan dalam penciptaan karya tugas akhir ini adalah teori penciptaan SP. Gustami yaitu eksplorasi/pengumpulan data, perancangan, perwujudan. Dalam penciptaan karya ini menggunakan teori estetika dari A.AM Djelantik yang digunakan untuk menganalisa unsur estetika dalam sebuah karya batik dan menggunakan teori semiotika oleh Charles Sanders Pierce yang membagi tiga kategori tanda berdasarkan hubungan representamen objek meliputi: indek, ikon, symbol. Hasil dari penciptaan karya tugas akhir ini berupa enam buah karya batik kontemporer yang merupakan gambaran dari penyebab seseorang remaja wanita dapat mengalami fatherless yaitu ayah meninggal dunia dan dampak fatherless tersebut diantaranya: merasa kesepian, tidak memiliki makna hidup, depresi dan sulit menjalin hubungan dengan lawan jenis. warna dalam karya tugas akhir ini dominan memiliki warna latar belakang yang gelap untuk mewujudkan makna dari karya, serta setiap objek mengandung arti tersendiri, selain itu juga terdapat motif yang fungsinya sebagai unsur dekoratif pada karya

    Kajian kepemimpinan pelatih terhadap interpretasi musik (Studi kasus : marching band rex Mundi Pomalaa)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan pelatih dalam membentuk interpretasi musik pada Marching Band Rex Mundi Pomalaa. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana gaya kepemimpinan pelatih, yang bervariasi antara tegas hingga santai, memengaruhi proses latihan, respons anggota, dan pencapaian interpretasi musik pada marching band Rex Mundi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori gaya kepemimpinan Kurt Lewin, yang menekankan pada kepemimpin gaya otoriter, demokratis dan leissez-faire, serta teori kekerasan simbolik Pierre Bourdieu untuk mengupas kedalaman dinamika kekuasaan dalam praktik pelatihan terhadap anggota. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, diskusi kelompok terarah (forum group discussion) secara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatih memiliki gaya kepemimpinan otoriter menciptakan struktur latihan yang memiliki tujuan disiplin dan terarah, namun terkadang menimbulkan tekanan emosional bagi anggota. Sebaliknya, pelatih dengan gaya santai secara demokratis memberikan ruang eksplorasi kreatif, tetapi memerlukan kontrol tambahan untuk menjaga kedisiplinan. Kombinasi kedua gaya ini terbukti efektif dalam menciptakan interpretasi musik yang kohesif sekaligus membangun ekspresi artistik untuk individu menurut pelatih. Meskipun terdapat kendala pada anggota yang kurang dalam penguasaan hafalan repertoar dan proses latihan yang kurang dalam menguasai interpretasi musik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan pelatih memiliki peran sentral dalam proses interpretasi musik melalui pengaruhnya terhadap kedisiplinan, motivasi dan kreativitas anggota. Studi ini memberikan kontribusi pada literatur kepemimpinan dalam konteks seni musik dan membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai hubungan pelatih-anggota di berbagai lingkungan musikal

    Model Pembelajaran Kooperatif pada Materi Tari Kreasi di Kelas X E5 MAN 1 Solok Selatan Sumatera Barat

    Get PDF
    MAN 1 Solok Selatan adalah sekolah Madrasyah Plus Keterampilan yang terletak di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat yang menerapkan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakanan model pembelajaran yang mengutamakan kerja kelompok. Mata pelajaran yang mengunakan model pembelajaran kooperatif salah satunya pembelajaran seni budaya pada materi kari kreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam pembelajaran seni budaya pada materi tari kreasi di MAN 1 Solok Selatan. Menemukan penerapan model pembelajaran kooperatif dapatmengembangkan kerjasama peserta didik dan dapatmeningkatkan nilai akademik pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi khasus. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan model kooperatif pada materi tari kreasi. Subjek peserta didik MAN 1 Solok Selatan yang terlibat dalam penerapan model kooperatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses validasi data dengan triangulasi dengan cara membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian proses pembelajaran seni budaya pada materi tari kreasi menggunakan model pembelajaran kooperatif ada perbedaan pada tahapan peserta didik mengerjakan secara mandiri, tetapi guru menerapkan peserta didik mengerjakan secara berkelompok. Pembelajaran dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok melayu, kelompok Pasambahan, dan Kelompok tari piriang. Proses pembelajaran menggunakan 12 tahapan kooperatif. Tahapan ini membantu peserta didik untuk memahami materi yang diberikan guru, mengembangkan kolaboratif peserta didik dan meningkatkan nilai akademik. Kata kunci: Model Pembelajaran, Kooperatif, tari Melayu, tari Pasambahan, tari Piring , MAN 1 Solok Selatan

    Strategi Problem Based Learning dalam Pembelajaran Tari KethЀk OglЀng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan

    Get PDF
    Penelitian berjudul Strategi Problem Based Learning dalam Pembelajaran Tari Kethѐk Oglѐng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Strategi Problem Based Learning dalam pembelajaran dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan, dan unjuk karya untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Tari Kethѐk Oglѐng merupakan tarian khas Pacitan yang diajarkan sebagai upaya pelestarian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan objek yaitu pembelajaran di Sanggar Condro Wanoro. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dan wawancara. Obyek peneltian ini adalah Strategi Problem Based Learning Tari Kethѐk Oglѐng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan sedangkan subjek dari penelitian ini adalah ketua sanggar, pendidik, peserta didik, orang tua Sanggar Condro Wanoro. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Problem Based Learning dalam pembelajaran Tari Kethѐk Oglѐng, selama pembelajaran berlangsung peserta didik aktif dan kreatif sehingga hasil belajar berupa pementasan dapat dilaksanakan secara optimal. Pendidik secara langsung menerapkan strategi Problem Based Learning dalam proses pembelajaran yang diakhiri dengan unjuk karya dalam bentuk pementasan. Metode Problem Based Learning didukung dengan metode demonstrasi, ceramah, dan penugasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Problem Based Learning sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran Tari Kethѐk Oglѐng di Sanggar Condro Wanoro Nawangan Pacitan

    "Vessels of Grace: Women in John" Penggunaan Elemen Perluasan Teknik Vokal sebagai Strategi Menghadirkan Pengalaman Dengar Kontemplatif dalam Genre Smooth Jazz

    Get PDF
    Tugas akhir ini mengeksplorasi potensi penggabungan elemen musik kontemporer, khususnya perluasan teknik vokal ke dalam musik sakral untuk menciptakan karya yang tetap mempertahankan pengalaman dengar kontemplatif dengan berakar pada kisah-kisah perempuan dalam Injil Yohanes dalam genre smooth jazz. Tugas akhir ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi strategi menghadirkan pengalaman dengar kontemplatif musik sakral ke dalam genre smooth jazz; (2) mengidentifikasi perluasan teknik vokal yang dapat digunakan tanpa menghilangkan pengalaman dengar kesakralan. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi strategi efektif dalam menciptakan suasana kontemplatif dengan memanfaatkan karakteristik genre smooth jazz melalui tangga nada, ritme, dan penggunaan harmoni, serta mengidentifikasi penggunaan perluasan teknik vokal dalam karya ini. Tantangan utama terletak pada penyeimbangan elemen sakral dan sekuler, namun melalui eksperimen vokal, komposisi ini berhasil menghadirkan dimensi spiritual yang unik tanpa mengorbankan karakteristik smooth jazz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musik sakral dapat disajikan dalam bentuk yang lebih modern dan relevan dengan generasi muda, serta membuka peluang bagi pengembangan musik sakral kontemporer yang lebih beragam

    Depresi Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    Get PDF
    Seni lukis memiliki potensi menghasilkan karya-karya yang ekspresif, beberapa di antaranya bisa menyenangkan maupun menyedihkan. Penciptaan seni lukis Tugas Akhir dengan media yang dipilih, yaitu cat akrilik dan kain kanvas menjadi medium visualisasi pengalaman-pengalaman traumatik yang terjadi dalam kehidupan nyata. Keadaan depresi merupakaan gangguan kesehatan mental, yang mengganggu mood, energi, dan kontrol emosi seseorang. Kontrol emosi yang tidak stabil karena trauma masa lalu dan kehilangan ketertarikan pada hidup menjadi ide utama dalam penciptaan Tugas Akhir ini. Emosi-emosi dan perasaan yang hadir ketika berada dalam situasi depresi tersebut direpresentasikan melalui metafora dengan subjek figur tubuh manusia, yang didukung oleh elemen-elemen visual yang mendukung. Di dalam penciptaan Tugas Akhir dengan tema depresi, figur manusia merupakan subjek utama yang ditampilkan, di mana figur digambarkan sedemikian rupa, dalam pilihan warna suram dengan brush stroke yang kasar di beberapa bagiannya. Penciptaan karya seni lukis Tugas Akhir bertujuan untuk menyelami situasi depresi yang dialami serta memahamkan kepada audiens tentang gangguan kesehatan mental yang masih menimbulkan stigma negatif di kalangan masyarakat umum

    Pembelajaran Kesenian Reog Wayang Berbasis Transgenerasional Pada Komunitas Kridha Beksa Lumaksana Mangiran, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan pembelajaran kesenian Reog Wayang berbasis transgenerasional. Kesenian Reog Wayang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional yang mengandung nilai-nilai budaya lokal dan diwariskan lintas generasi. Komunitas sebagai institusi nonformal memiliki kekhasan dalam pembelajaran yang berjalan secara berkelanjutan melalui interaksi sosial, kesadaran dan pengalaman kolektif, serta keterlibatan emosional antara generasi satu dengan generasi berikutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dikemukakan Creswell. Objek penelitian ini adalah kesenian Reog Wayang Kridha Beksa Lumaksana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Setelah dilakukan pengumpulan, data divalidasi menggunakan triangulasi data sumber dan metode untuk menguji kredibilitas data mengenai pembelajaran kesenian Reog Wayang berbasis transgenerasional pada komunitas Kridha Beksa Lumaksana. Data kemudian dianalisis menggunakan penangguhan pengalaman pribadi, pembacaan data keseluruhan, identifikasi pernyataan, perumusan makna dan penyusunan tema, deskripsi tekstural dan structural, serta penyusunan deskripsi esensian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kesenian Reog Wayang berbasis transgenerasional berlangsung secara nonformal dan berbasis komunitas. Keberhasilan pembelajaran ini juga didukung oleh peran aktif masyarakat Mangiran sebagai pendukung dan pelaku seni. Sifatnya partisipatif, dapat diaktualisasikan dengan kekinian, sehingga membuat Kridha Beksa Lumaksana tetap memiliki anggotanya dari generasi X, Y, sampai Z. Keberlanjutan kesenian ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis komunitas dan partisipasi lintas generasi memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi seni tradisi di tengah dinamika perubahan sosial dan budaya

    Identitas Jathilan Dalam Komposisi Karawitan

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari fenomena jathilan yang berkembang sangat pesat, terutama pada kreatifitas garap iringannya. Namun, kreatifitas garap tersebut tidak berpijak pada identitas iringan jathilan sehingga kesenian jathilan mulai kehilangan jati diri. Fenomena ini menjadi gagasan utama bagi penulis dalam menciptakan komposisi karawitan yang berpijak pada pola tabuhan iringan jathilan dengan judul Mulih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tabuhan yang menjadi identitas iringan jathilan untuk diimplementasikan ke dalam karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu practice as research through performance (praktik sebagai penelitian melalui pertunjukan). Proses penelitian terdiri beberapa tahapan, yaitu pra garap, garap, dan pasca garap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) identitas iringan jathilan terdapat pada pola tabuhan-nya. Terdapat lima pola tabuhan sebagai identitas jathilan, yaitu enjer, takur, sendonan, gobyok dan lompong keli. Kelima pola tersebut menjadi tabuhan inti iringan jathilan sehingga menjadi identitas iringan jathilan; 2) pola tabuhan yang merupakan identitas jathilan dapat dikembangkan menjadi komposisi karawitan dengan mengolah harmoni, ritme dan dinamika

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇