Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    "Ngelimbang Bala" Reinterpretasi Makna Bala Dalam Ritual Buang Jong Sebagai Penciptaan Karya Tari

    Get PDF
    Penelitian dan penciptaan karya tari ini merupakan hasil reinterpretasi empiris terhadap makna bala dalam ritual Buang Jong milik suku Sekak di Pulau Bangka, yang dikontekstualisasikan ulang berdasarkan realitas ekologis masa kini. Dalam karya ini, bala tidak lagi dimaknai sebagai ancaman supranatural, melainkan sebagai representasi dampak destruktif industri pertambangan timah yang merusak ekosistem laut dan mengancam kehidupan masyarakat pesisir. Karya ini dihadirkan sebagai bentuk perlawanan simbolik, kritik sosial, sekaligus refleksi atas pentingnya kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah artistic research berbasis practice-led research. Proses penciptaan karya menggunakan pendekatan koreografi lingkungan oleh Hendro Martono yang mencakup sensasi ketubuhan, sensasi emosi, sensai imaji, dan ritus ekspresi, serta dipadukan dengan tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi dari metode Alma Hawkins. Karya yang dihasilkan berupa pertunjukan tari kontemporer berbasis tradisi dengan pendekatan gerak yang minimalis, repetitif, dan simbolik. Unsur-unsur pendukung tari yang digunakan untuk penyampaian makna karya yaitu tubuh, warna, pasir, air, rias busana, tata artistik, tata cahaya, dan musik. Struktur pertunjukan terbagi ke dalam lima bagian: (1) Doa yang mengalir tenang, (2) Nafas kehidupan antara manusia dan alam, (3) Kehidupan masyarakat pesisir yang melaut, (4) Konflik perebutan lahan tambang timah, dan (5) Doa sebagai simbol perlawanan. Kata kunci: reinterpretasi, bala, buang jong, koreografi lingkungan, perlawanan simboli

    Perancangan Mainan Montessori Sebagai Media Pengenalan Jajanan Tradisional Yogyakarta

    Get PDF
    Yogyakarta dikenal dengan jajanan tradisionalnya yang beraneka ragam. Jajanan tradisional umumnya dapat ditemui di pasar-pasar desa tradisional dengan bermacam jenis jajanan tradisional mulai dari kipo, legomoro, adrem, geplak, dan masih banyak lagi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, keberlanjutan pengetahuan tentang jajanan tradisional mulai menurun pada generasi muda.Penelitian ini bertujuan untuk merancang mainan Montessori sebagai sarana pengenalan jajanan tradisional Yogyakarta untuk anak-anak usia 5 tahun ke atas.Perancangan dilakukan dengan metode design thinking dengan pengumpulan data dmelalui studi literatur, observasi kepada anak anak dan pedagan jajanan tradisional, serta uji coba terbatas pada kelompok sasaran. Hasil rancangan berupa prototipe mainan puzzle yang mengenalkan berbagai jenis jajanan tradisional seperti klepon, lupis, dan cenil melalui aktivitas mencocokkan pola potongan, dan gambar ilustrasi jajanan Diharapkan mainan ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif sekaligus memperkenalkan nilai budaya lokal kepada anak-anak sejak dini

    Flatpack Classroom Furniture Design 1:10 For Spatial Learning Media For Elementary School Student

    Get PDF
    The design of classrooms in Indonesia currently adheres to government standards. However, varying conditions and situations across different regions result in classrooms with diverse shapes and layouts. This diversity can impact students' understanding and familiarity with their learning environments. This research aims to develop 1:10 scale flatpack classroom furniture designs made from child-friendly materials, featuring components that students can assemble themselves. This product enables students to learn about and recognize the layout of their daily classroom environment through play and simulation, alongside their teachers and peers. The approach involved school site observations and creatives experiments with various classroom furniture designs available in the classrooms. Respondents are 68 students from various State Elementary School in Indonesia, participated in the study. The findings can help school stakeholders provide a comprehensive and spatial learning experience for students

    "SYAKARA" Pengembangan Kesenian Srokal Melalui Komposisi Karawitan

    Get PDF
    Kesenian Srokal di Kapanewon Paliyan sendiri asal-muasalnya Sholawat Jawa dari Kyai Marjuki, salah satu tokoh Islam dari Pleret, Bantul. Kyai Marjuki yang membuat kitab Sholawat Jawa menggunakan tulisan Arab, aslinya (kitab Tuladha) masih ada, tulisan tangan. Terus sekitar tahun 1800-an, ada yang namanya Mbah Niti Midjo, membawa kitab tersebut ke Paliyan, setelah itu mulai berkembanglah Sholawat Jawa di Kapanewon Paliyan sampai sekarang. Pada Kesenian Srokal terdapat Kitab Tuladha yang menceritakan tentang urutan para Nabi pertama sampai terakhir, hingga menceritakan tentang Nabi Muhammad dari lahir hingga menutup mata. Pada kesenian Srokal penulisan arabnya merupakan arab gundul, terdapat istilah Ngrawi yang artinya membaca. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pendokumentasian. Observasi dan wawancara yang dilakukan secara langsung dengan Mbah Ngarjo Ngadio (umur 65 tahun) yang bertempat tinggal di Paliyan Lor, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Sampel Penelitian adalah pertunjukan Kesenian Srokal yang dilakukan oleh grup Nur Muhamad pada tanggal 30 September 2021 dengan jumlah anggota 10 Orang. Temuan menunjukkan bahwa Kesenian Srokal merupakan Kesenian Sholawat Jawa yang dilakukan semalam suntuk dimulai dari jam 21.00 – jam 04.00. Kesenian ini menjadi tradisi daerah setempat, seperti: khitanan, sunatan, nikahan, dan sebagainya dengan cara dan perlengkapan sesaji menyesuaikan keperluan acaranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Srokal memiliki estetika musikal yang unik, dengan penggunaan alat tradisional yang sangat simpel dan sederhana bisa menciptakan suatu keselarasan musik yang dipadukan oleh lantunan Sholawat Nabi. Masyarakat Jawa menamakan alat musik tersebut berupa Kenthung, Kenthang, Kempul, Dhodhok dan Gong

    Gaya Hidup Minimalis Fumio Sasaki Dalam Buku Goodbye Things Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Patung

    Get PDF
    Dalam era konsumerisme yang semakin pesat dan didukung oleh kemajuan teknologi serta informasi yang tersedia, gaya hidup minimalis menjadi sebuah alternatif yang tepat untuk membawa kita lebih dekat dengan diri sendiri, sosial, dan lingkungan. Hasil pengamatan dari gaya hidup minimalis Fumio Sasaki dalam buku Goodbye Things akan dibuat menjadi sebuah inspirasi dalam penciptaan karya seni patung dengan gaya konstruktivisme, pop art, dan recycle untuk menerangkan, memberi pesan, dan sebagai pembelajaran dalam memahami nilai-nilai dari gaya hidup minimalis ditengah budaya konsumerisme dan kemajuan teknologi. Diharapkan karya seni patung dalam Tugas Akhir ini menjadi media untuk meningkatkan kesadaran akan dampak konsumerisme, penggunaan media sosial secara bijak, pengaruh gaya hidup terhadap kondisi batin, dan keberlanjutan lingkunga

    SIIDEF Sewon International Industrial Design Fair, An Exhibition Book: Act Locally Design Globally

    Get PDF
    In a world that thrives on connection, Act Locally, Design Globally: Empathy in Local Innovation celebrates the power of empathy in industrial design. This exhibition book highlights the importance of centering people’s needs, challenges, and experiences in the creative process. By placing empathy at the heart of design, this collection showcases how innovative solutions can emerge from a deep understanding of local contexts yet carry the potential to make a global impact. Through thought-provoking designs and insights, Act Locally, Design Globally invites readers to explore how local inspirations can drive meaningful change worldwide

    Visualisasi Konsep Diri Maladaptif Menuju Konsep Diri Adaptif Tokoh Utama Melalui Pemilihan Ukuran Gambar (Shot Size) Dalam Penyutradaraan Film “An&Nir”

    Get PDF
    Film “An&Nir” mengisahkan Anshori, penyandang dwarfisme yang mengalami tekanan sosial setelah menggantikan bapaknya sebagai imam masjid, hingga membuat jamaah berkurang. Di tengah situasi tersebut, ia juga menghadapi tawaran ta’aruf dengan Nirmala. Tekanan sosial dan keterbatasan fisik menimbulkan konsep diri maladaptif, namun melalui kontemplasi dan penguatan spiritual, Anshori berubah menjadi pribadi adaptif. Perubahan ini tampak ketika ia kembali menjadi imam tanpa menyalahkan diri dan berani mengungkapkan perasaan pada Nirmala.Visualisasi dua konsep diri Anshori direpresentasikan melalui ukuran gambar (shot size) yang berbeda. Konsep diri maladaptif divisualisasikan dengan close up yang sempit dan mengisolasi, kontras dengan karakter lain yang menggunakan full shot lebih luas. Sementara konsep diri adaptif diwujudkan melalui long shot, full shot, serta rangkaian shot progresif seperti two shot master,medium long shot, medium shot, hingga close up. Penggunaan ukuran gambar ini memperlihatkan kesesuaian antara bentuk visual dan kondisi psikologis tokoh utama seperti close up, yang mengisolasi kepala menggambarkan keterpisahan tubuh dan batin yang serupa dengan karakteristik konsep diri maladaptif. Penerapan teori ukuran gambar dalam film “An&Nir” efektif mengeksternalisasi dua kondisi psikologis Anshori, sekaligus menghadirkan visual yang dramatis, variatif, dan tidak monoton. Elemen visual lain seperti warna hitam putih, angle kamera, komposisi, aspect ratio, blocking, dan pergerakan kamera turut memperkuat bahasa visual pada film tersebut

    Rekonstruksi Memori Masa Kecil Sebagai Ide Penciptaan Seni Patung

    Get PDF
    Seni patung merupakan karya tiga dimensi yang mencerminkan ekspresi dari senimannya, yang melibatkan perasaan,imajinasi,ingatan divisualisasikan dalam karya. Memori masa kecil atau kenangan yang melekat dalam ingatan setiap orang tentunya berbeda-beda. Hal yang paling menyenangkan dalam ingatan kenangan masa kecil adalah bermain. Tidak selamanya menceritakan momen bahagia, menyenangkan dan indah. Beberapa orang memiliki momen yang menyedihkan, membuat trauma dan sulit untuk dilupakan. Pengalaman masa kecil dapat diolah menjadi sebuah energi yang baik atau positif dengan cara mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup sebagai proses untuk bekal ketika kita dewasa dalam menyikapi sesuatu. Dengan mengangkat tema memori masa kecil ini ke dalam karya patung dengan teknik assemblage, divisualkan dalam surealistik menggunakan komposisi bentuk, tekstur dan warna dalam merepresentasikan pengalaman masa kecil. Kata kunci: seni patung, masa kecil, memori, surealisti

    Perancangan Interior Gedung Gereja Hkbp Reformanda Di Bandung Dengan Standar Desain Inklusif

    Get PDF
    Penerapan desain inklusif mampu menjawab berbagai permasalahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penerapan desain inklusif pada bangunan publik, salah satunya bangunan tempat ibadah, di Indonesia masih sangat minim. Berangkat dari hal tersebut perancangan interior HKBP Reformanda di Bandung dilakukan untuk ikut serta memajukan inklusivitas bangunan publik, khususnya bangunan ruang ibadah, di Indonesia dengan pernyataan masalah, bagaimana cara merancang ruangan gedung gereja HKBP Reformanda dengan dengan standar desain inklusif yang lebih tinggi dan sirkulasi ruang yang lebih maksimal tanpa meninggalkan kebudayaan suku Batak Toba dalam Desain. Perancangan yang dilakukan dengan metode Design Thinking mampu menjawab pernyataan masalah tersebut dengan memberi serta meciptakan berbagai solusi desain ruang melalau pemilihan warna, perancangan bentuk, serta penerapan berbagai fasilitas akses. Penerapan yang dihasilkan pada desain meliputi penggunaan skem warna dan material earthy, elemen dekoratif stilasi bentuk dari motif adat batak, ruangan dengan desain fungsional dan fleksibel, serta berbagi fasilitas aksesibilitas

    Kegembiraan Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis

    Get PDF
    Kegembiraan sebagai elemen fundamental dalam eksistensi manusia, memiliki kekuatan untuk menyatukan, memberikan kedamaian batin, dan menginspirasi kreativitas. Kegembiraan menghubungkan emosi paling mendalam manusia dengan kehidupan, baik dalam konteks pribadi, sosial, maupun spiritual. Representasi kegembiraan diungkapkan melalui berbagai karakter perilaku dan ekspresi wajah. Kegembiraan yang dihadirkan terinspirasi dari salah satu pilar yang terdapat dalam filosofi Ikigai yang berkembang di Jepang, yaitu kegembiraan dari hal-hal kecil. Ikigai dipilih sebagai landasan filosofis mengkaji kegembiraan yang memiliki pola hidup sehat, motivasi diri, membangun semangat produktivitas yang tinggi, serta membuat hidup lebih berharga dan bermakna. Karakter kegembiraan divisualisasikan secara figuratif dengan mengambil tema kehidupan sehari-hari melalui representasi yang bersifat kartunis terpengaruh oleh komik, anime, manga, manhwa, serta ilustrasi digital. Karya Tugas Akhir berjumlah 15 buah lukisan dengan citra pewarnaan yang cerah, sumber inspirasinya diambil dari pengalaman pribadi atau orang-orang disekitar

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇