Komunikator
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Di Balik Sandiwara Program Geronimo FM : Manajemen Produksi Penyiaran Program Sandiwara Radio Kos-Kosan Gayam
ABSTRAKRadio Geronimo FM merupakan salah satu radio yang sudah lama berdiri di kota Yogyakarta. Sebagai radio yang sudah lama berdiri, radio Geronimo FM Jogja dituntut untuk mempertahankan audience dengan persaingan yang ketat seiring dengan munculnya radio – radio baru. Salah satu strategi yang dilakukan oleh radio Geronimo FM Jogja dalam mempertahankan audience adalah dengan melakukan manajemen penyiaran. Penelitian ini mengkaji mengenai implementasi manajemen penyiaran radio Geronimo FM Jogja dalam mempertahankan audience. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yaitu mengamati fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang menjadi objek penelitiannya adalah program komedi Kos Kosan Gayam di Geronimo FM Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi saat pra produksi, produksi,dan pasca produksi dengan pihak Radio Geronimo FM Jogja. Subjek penelitian adalah divisi Produser Program Radio Geronimo FM Jogja dan tokoh di Kos-Kosan Gayam. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa ada strategi kreatif dalam Kos-Kosan Gayam yang telah diterapkan dari awal acara ini berdiri yaitu dengan mengangkat fenomena yang ada di sebuah kos-kosan dengan keanekaragaman budaya yang ada di dalamnya yang dikemas dengan komedi.
Akses Informasi Pertanian Melaui Media Komunikasi Pada Kelompok Tani di Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang
Access to agricultural information to farmers vegetable and rice farmers could be affected by the availability of communications media and internal factors and external factors farmers. With the method of the survey, respondents came from two clusters namely vegetable growers and rice farmers. Each cluster number of respondents 55 people , bringing the total respondents 110 farmers. The results showed that the factors that influence farmers to access agricultural information is a cosmopolitan level . While agricultural information needed vegetable farmers is marketing , the rice farmers the information needed is the technology of production. It shows there is a difference between access to agricultural information between farmers vegetable and rice farmer
Konstruksi Pemberitaan Mediasi Karaton Kasunanan Surakarta (Analisis Framing Pemberitaan di Harian Media Online Solopos.com Periode Tahun 2014)
Kehadiran media massa pada masa sekarang memiliki peranan yang sangat penting bagi penyebaran informasi kepada masyarakat. Apa yang dibaca, dilihat, dan didengar melalui suatu media, merupakan hal yang sudah diubah sesuai dengan format media itu sendiri. Pemberitaan yang ada di media massa merupakan hasil dari pengkondisian pesan yang telah ditentukan. Maka dari itu, organisasi sebagai subjek dari berita media, perlu mencermati bagaimana kontruksi berita media. Dalam kondisi konflik, organisasi mendapatkan perhatian lebih dari media, dan perlu memanfaatkan media untuk mengkomunikasikan pesan kepada masyakat. Upaya resolusi konflik, dengan demikian menjadi kabar yang ditunggu tidak saja oleh organisasi dan masyarakat, tetapi juga dari media.Penelitian ini fokus pada pemberitaan mengenai mediasi konflik Karaton Kasunanan Surakarta. Mediasi terjadi karena adanya penolakan hasil keputusan rekonsiliasi pada tahun 2012. Mediasi yang dilakukan ternyata tidak berhasil menyelesaikan konflik. Hal tersebut menunjukkan bahwa mediasi dalam konflik, membutuhkan beberapa elemen agar mediasi mampu mencapai tujuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis framing oleh Robert N. Entman. Analisis framing dipilih karena penelitian ini berkaitan dengan penyaringan informasi terhadap media. Temuan menunjukkan bahwa adanya penolakan Roy Suryo sebagai mediator konflik Karaton Kasunanan Surakarta, terjadi pelemahan budaya karaton pada pelaksanaan mediasi, dan timbulnya rasa ketidakpercayaan terhadap mediasi yang difasilitasi pemerintah.Kata Kunci : Media Massa, Framing, Konflik, medias
Narrative Analysis of Maluku Conflict in The Film “Cahaya dari Timur: Beta Maluku”
UN (United Nation) notes that 75% of major conflicts in the world are caused by cultural diversity. As multicultural country, Indonesia has high potential for cultural conflict. One of the biggest conflicts that ever occurred in Indonesia is Maluku conflict. This conflict had been retold in the film “Cahaya dari Timur: Beta Maluku”. The research question is “How is the Maluku conflict narrated in the film Cahaya dari Timur: beta Maluku?”. To answer the question, the researcher chooses the narrative analysis from Tzvetan Todorov. He argues that narrative is not flat. It consists of certain levels (equilibrium, disruption, recognizing the disruption, an attempt to the damage, and equilibrium). By dividing film narrative into five levels, this research finds the different condition in equilibrium level. Oftentimes, equilibrium is started by balance condition, but this film is started by conflict. Besides that, Maluku conflict is positioned as the background story.
Strategi Media Relations PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk untuk Meningkatkan Citra Perusahaan (Studi Deskriptif Kualitatif pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Divisi Regional IV Wilayah Jateng & DIY)
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Divisi Regional IV Wilayah Jawa Tengan dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu unit bisnis perusahaan Telkom Regional yang berada di Semarang. Memiliki bagian Sekertariat dan Divisi Public Relations (PR) dipimpin oleh seorang manajer. Tugas menyalurkan informasi perusahaan melalui publikasi dalam wilayah scope Regional IV serta menciptakan citra positif tentang perusahaan kepada publik. Tahun 2016 Telkom meraih penghargaan Corporate Image Award sebagai perusahaan telekomunikasi dengan reputasi terbaik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi media relations Telkom Regional IV dalam meningkatkan citra perusahaan. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sample dalam penelitian ini adalah dua informan dari Telkom Regional dan satu dari wartawan dengan tehnik snawball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tehnik wawancara semi tersetuktur untuk mendapatkan informasi sesuai situasi yang terjadi dan dokumentasi dari arsip kliping Telkom. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi media relations yang dilakukan oleh public relations Telkom Regional IV adalah memberikan informasi, membangun hubungan informal dengan wartawan, public relations juga memelihara komunikasi bersama wartawan dengan media, dan memberikan fasilitas serta melakukan pertemuan dengan media. Kegiatan media relations yang melibatkan press adalah press release, radio and newspaper interviuw, radio talk show, media event, press conference, press call, facilitiy press, metting with editor, elektronic communications, press getering, resepsi pers. Dampak dari media relations yang dilakukan sekitar 90% tulisan public relations termuat dimedia massa dan mampu meningkatkan citra positif perusahaan untuk menghadapi persaingan kompetitor dan menghadapi keingginan pelanggan yang dinamis.kata kunci: Strategi Media Relations, Media Relations Event, Media Relations Tulis, Citra Positif
Bertahan di Tengah TV “Nasional” : Strategi Manajemen RBTV Melalui TV Jaringan dengan KOMPAS TV
This research was held to find out how the local television, which is RBTV, survived from “national” television by its segmentation, targeting, and positioning way. This research is important because the result is expected to be a reference for other local televisions to keep their existence and survive against many other “national” televisions. This research discusses about how RBTV’s strategy as one of local television survived from many other local televisions and “national” televisions. The research method was qualitative descriptive and for the informant was getting by purposive sampling technique. The conclusion of the research is the cooperation between KOMPAS TV and RBTV as a networked television, made mass media (especially television) escaped from media policy and goals changing and also homogenity of news and information as the results from media diversification. Other “national” television station should follow KOMPAS TV ways by networked television with RBTV to create the opportunity for local television, so they can compete with other “national” television all over Indonesia. Other local televisions are hoped to follow RBTV’s strategy through networked television with KOMPAS TV to survive from tight competition among other local television
LITERASI MEDIA DIGITAL MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU (Survei Tingkat Literasi Media Digital pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ditinjau dari Aspek Individual Competence)
Survei mengenai Literasi Media Digital Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (Survei Tingkat Literasi Media Digital pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ditinjau dari Aspek Individual Competence) ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengenai media digital, dan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat individual competence mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam meliterasi media digital, serta untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi tingkat individual competence terkait literasi media digital. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei deskriptif dan mempergunakan teknik analisis data statistik deskriptif untuk menganalisis data penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa program sarjana S1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang terdaftar berstatus aktif pada tahun ajaran 2015-2016. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling dan insidental sampling, kemudian data dijaring dengan menggunakan kuesioner atau angket. Dalam proses pemilihan sampel, menggunakan teknik two-step sampling. Pada tahap pertama yang dilakukan adalah memilih secara purposive mahasiswa yang akan dijadikan sampel. Individual Competence Framework yang ditetapkan oleh European Commission Directorate General Information Society and Media; Media Literacy Unit digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat literasi media. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data dengan menyusun tabel frekuensi, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini nantinya akan dapat dipergunakan sebagai informasi mengenai tingkat literasi media digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk dasar pemangku kebijakan membentuk kelompok mahasiswa yang literat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Pemahaman mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengenai media digital berada pada kategori sedang, 2). Tingkat individual competence mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam meliterasi media digital berada dalam level basic, 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat individual competence terkait literasi media digital terutama adalah faktor lingkungan keluarga
STRATEGI KOMUNIKASI BAHAYA KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS NGAMPILAN TAHUN 2015
Kanker serviks atau leher rahim merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia, dan juga merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia setiap harinya karena penyakit tersebut atau setiap 72 menit satu wanita meninggal karena kanker ini. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. Pada 2009 di Daerah Istimewa Yogyakarta, kasus kanker serviks sebanyak 111 dan kanker payudara 191 kasus. Sedangkan pada 2014, untuk periode Januari hingga April, sudah ada 29 kasus payudara dan lima kasus kanker serviks yang baru. Penderita kanker terbanyak berasal dari kalangan usia 25 hingga 64 tahun. Namun, kanker juga ditemukan di usia remaja 15 hingga 24 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi komunikasi bahaya kanker serviks di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta Tahun 2015.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan subyek penelitian Wanita usia subur, Bidan puskesmas, Bagian sistem informasi dan pelayanan puskesmas, serta Penyuluh lapangan. Data didapatkan dari hasil wawancara, divalidasi dengan triangulasi data dan dianalisis dengan reduksi data, pemyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian yaitu bentuk komunikasi yang digunakan adalah komunikasi antar pribadi dan kolompok sebagai upaya sosialisasi bahaya kanker serviks dan upaya pencegahannya serta menggunakan strategi komunikasi berbasis kader dalam mensosialiasisasikan bahaya kanker serviks. Berdasar hasil penelitian ini saran yang kami berikan agar puskesmas ngampilan membuat strategi komunikasi yang lebih terstruktur dan dikelola dengan baik demi sebuah informasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Bagian promosi kesehatan Puskesmas Ngampilan sebaiknya membuat poster atau leaflet tentang bahaya kanker serviks dan pencegahannya. Mengadakan evaluasi setelah dilakukan penyuluhan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat
Nude Photography, Eksploitasi Tubuh Pengatasnamaan Seni
Photography as media of communication has become more and more popular today. The existence of photography has now entered sensual domain which is done in the name of art. This type of photography is known as “nude photography”. Nude photography is a photography technique which is full of lighting trick to show up the artistic side of human bodies, especially women. This kind of art has become commodity and changed into a masterpiece which has high value. Then women are forced to follow the beauty standard which is defined by men to avoid discrimination by the society. . This paper tries to correlate the relationship between body exploitation and art by referring to the concept of feminism which proves that there are inequities between men and women. Nude photography has violated ethics by showing off the vulgarity of each woamn body part. Women’s bodies, in fact, always become an endless discussion. This kind of exploitation cannot be minimized if there are many misuses in the name of art in patriarchal culture. The question is what women should do in order to save themselves from exploitation. Keywords: Nude photography, Exploitation of woman’s body, Ar
Membincangkan Anak-anak dalam Iklan Pertamina versi Pemanfaatan Energi
This paper aims to explain the hidden meaning behind the ad of Pertamina, namely “Pemanfaatan Energi (Energy Utilization)”. The ad displays childrens as models and narratives filled by children in the form of audio and texts. This paper thus will analyze text, audio and display of children within the Pertamina's ad. It will be analyzed using the concept of Nature as Backdrop and Environmental Advocacy by Julia B Corbett, which argues that the ad is a message that is made to attract attention, and to give understanding to the audience. At the end, this paper explicates how children are displayed in the Pertamina's ad. Keyword: Pertamina, Children, A