POSITRON
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Keterkaitan Variasi Sinar Kosmik dengan Tutupan Awan
Sinar kosmik merupakan salah satu faktor dari luar angkasa yang mempengaruhi pemanasan global melalui pengaruhnya terhadap proses pembentukan tutupan awan. Sinar kosmik dapat mempengaruhi proses pembentukan tutupan awan melalui mekanisme ion-aerosol clear-air dan mekanisme ion-aerosol near-cloud. Sinar kosmik berperan sebagai sumber energi yang mengionisasi aerosol sehingga mempercepat pembentukan inti kondensasi awan. Sinar kosmik dikorelasikan dengan awan global menggunakan klasifikasi ISCCP yang membagi awan menjadi sembilan jenis dari tahun 1984 sampai 2008. Sinar kosmik memiliki korelasi positif dengan tutupan awan rendah (untuk jenis Stratocumulus dan Stratus) dan tutupan awan tinggi (untuk jenis Cirrus)
Pemanfaatan Abu Kerak Boiler Hasil Pembakaran Limbah Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Parsial Pasir pada Pembuatan Beton
Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan abu kerak boiler hasil pembakaran limbah kelapa sawit sebagai bahan pengganti parsial pasir pada pembuatan beton. Pembuatan beton dilakukan dengan memvariasikan kandungan kerak boiler pada komposisi campuran beton 0%, 5%, 10%, 15%, 25%, 50% dan 100%. Pengujian terhadap pasir dan abu kerak boiler meliputi uji XRF, massa jenis, penyerapan air dan kadar lumpur. Pengujian komposisi kimia dari SiO2,CaO dan Al2O3 pada pasir dan abu kerak boiler menggunakan XRF. Hasil analisis menunjukkan kuat tekan optimum beton dengan komposisi yang mengandung abu kerak boiler 25% yakni 17,83 MPa. Hasil optimum dari penelitian untuk beton yang diuji tergolong dalam standar mutu tipe beton 225 yang dapat diaplikasikan pada pengecoran bangunan-bangunan seperti landasan lapangan terbang, gedung bertingkat dan pengecoran jalan
Solusi Penyelesaian Persamaan Laplace dengan Menggunakan Metode Random Walk
Telah dilakukan penentuan distribusi suhu dalam keadaan tunak pada sebuah plat dua dimensi menggunakan metode Random Walk. Setiap sisi plat dikondisikan bersuhu 100°C dan 0°C dalam 4(empat) konfigurasi dan dalam keadaan steady. Persamaan Laplace yang mengkarakterisasi permasalahan ini dihampiri dengan melibatkan sejumlah walker pada setiap titik perhitungan untuk kemudian secara acak disebar menuju ke setiap sisi plat. Hasil yang diperoleh untuk setiap kondisi plat menunjukkan kesalahan relatif terhadap solusi analitik secara rata-rata adalah 5,17%. Nilai kesalahan tersebut diperoleh dengan menggunakan 2000 walker. Penelitian ini juga mendapatkan bahwa akurasi hampiran ditentukan oleh banyaknya walker yang digunakan. Secara umum, semakin banyak jumlah walker yang digunakan maka akurasi hampiran akan semakin baik
Aplikasi EM-Conductivity Sistem Loop Vertical Coplanar untuk Identifikasi Sebaran Pupuk pada Lahan Pertanian di Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat
Telah diidentifikasi sebaran pupuk pada lahan pertanian berdasarkan perubahan konduktivitas tanahnya. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan konduktivitas tanah adalah EM-Conductivity dengan sistem Loop Vertical Coplanar (VCP). Kedalaman pengukuran sistem VCP mencapai 3 meter dari permukaan tanah dan cukup untuk menjangkau zona efektif akar. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah pemupukan dengan variasi ketinggian perangkat dari permukaan tanah. Hasil setelah pemupukan menunjukkan penurunan konduktivitas tanah pada kedalaman 1 meter, peningkatan konduktivitas yang cukup besar pada kedalaman 2 meter dan peningkatan konduktivitas yang tidak terlalu besar pada kedalaman 3 meter. Sebaran pupuk diduga berada pada kedalaman 2 meter selama sepekan setelah pemupukan
Estimasi Peluang Terjadinya Wabah DBD di Kota Pontianak Berdasarkan Tinjauan Cuaca Menggunakan Motede Jaringan Syaraf Tiruan
Telah dilakukan estimasi peluang terjadinya wabah DBD berdasarkan tinjauan cuaca bulanan di kota Pontianak menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan algoritma Hopfield. Pada penelitian ini objek pelatihannya adalah data unsur cuaca bulanan dari tahun 2004 – 2012. Unsur cuaca tersebut adalah data kelembaban udara, curah hujan, uap air dan suhu. Keempat data unsur cuaca tersebut diestimasi untuk menghasilkan nilai bobot (w) yang menghubungkan unsur cuaca dengan perkembangan wabah DBD. Dari hasil simulasi dihasilkan nilai bobot (w) yang baik yaitu -74,31 dan 39,22. Dengan nilai ketepatan estimasi 72% dari data observasi.
Modifikasi Estimasi Curah Hujan Satelit TRMM Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Studi Kasus Stasiun Klimatologi Siantan
Telah dilakukan modifikasi estimasi curah hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) menggunakan data curah hujan observasi bulanan di Stasiun Klimatologi Siantan tahun 2002 s.d 2013. Estimasi ini menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Propagasi Balik dengan arsitektur [45 40 35 30 25 20 15 10 5 1]. Hasil simulasi diperoleh bahwa pada proses pelatihan antara output dan target menghasilkan koefisien korelasi 0.80 untuk pola data 6 bulanan dan 0.77 untuk pola data tahunan. Hasil pengujian menghasilkan koefisien korelasi 0,73 untuk pola data 6 bulanan dan 0.57 untuk pola data tahunan. Koefisien Korelasi ini menunjukkan pola data 6 bulanan lebih memiliki pola yang mirip dengan data observasi di Stasiun Klimatologi Siantan dibandingkan pola data tahunan. Perbandingan nilai korelasi sebelum dan setelah dimodifikasi menghasilkan nilai korelasi yang lebih tinggi setelah dilakukan modifikasi. Dengan demikian pola data 6 bulanan kedepan bisa digunakan sebagai data pembanding atau pelengkap untuk daerah penelitian
Analisis Sifat Fisik dan Mekanik Papan Partikel Berbahan Dasar Sekam Padi
Abstrak Telah dilakukan pembuatan papan patikel dari sekam padi dengan menggunakan perekat urea formaldehyde (UF). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik pada papan partikel. Pembuatan papan partikel menggunakan bahan baku sekam kasar dan sekam halus dengan perbandingan bahan baku 60 : 40, dan penambahan perekat urea formaldehyde (UF) dengan persentase berat perekat yang digunakan adalah 18%, 20%, dan 22%. Papan partikel kemudian dikempa dengan tekanan 25 kg/cm2 pada suhu 140°C selama 8 menit. Papan partikel yang dihasilkan kemudian diuji sifat fisik dan mekaniknya menurut standar JIS A 5908-2003. Dari hasil penelitian sifat fisik yang memenuhi standar JIS A 5908-2003 yaitu kerapatan dengan nilai 0,703 sampai 0,709 dan kadar air dengan nilai 8,75% sampai 9,92%. Akan tetapi, sifat mekanik papan partikel tidak memenuhi standar JIS A 5908-2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel dari sekam padi dapat digunakan sebagai bahan baku papan partikel.
PREDIKSI KONSENTRASI INOKULUM DAN UMUR FERMENTASI PADA TEMPE MENGGUNAKAN LARIK SENSOR GAS DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN
Telah dilakukan penelitian tentang prediksi konsentrasi inokulum dan umur fermentasi pada tempe menggunakan sistem larik sensor gas. Sistem larik sensor gas terdiri dari 3 subsistem yaitu pengindera, elektronik, dan pengolahan data. Subsistem pengindera dirancang menggunakan sensor MQ-3, MQ-4, dan MG-811 yang masing-masing peka terhadap perubahan kadar gas alkohol, metana, dan karbondioksida. Sebagai subsistem elektronik digunakan mikrokontroler ATMega328P yang berfungsi sebagai elemen pemroses data keluaran dari sensor gas. Sedangkan sebagai subsistem pengolahan data digunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) propagasi balik sebagai salah satu metode prediksi yang akurat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model mampu mengikuti pola keluaran konsentrasi inokulum dan umur fermentasi tempe dengan korelasi yang sama yaitu 0,99, dengan MSE (Mean Squared Error) sebesar 1,78.10-4 dan 8,83.10-4. Nilai korelasi konsentrasi inokulum dan umur fermentasi menggunakan data pengujian masing-masing sebesar 0,98 dan 0,99 dengan MSE 8,92.10-5 dan 2,31. 10-3
Simulasi Aliran Fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Air Pada Pipa Horizontal Menggunakan Metode Volume Hingga
Telah dilakukan simulasi aliran dua fasa cair- cair crude palm oil (CPO) dan air yang mengalir satu arah dalam pipa horizontal untuk mendapatkan pola aliran campuran dan karakteristik aliran campuran. Penelitian ini menggunakan CPO dan air yang dialirkan melalui dua aliran masuk terpisah. Kedua aliran ini kemudian dicampurkan ke dalam pipa horizontal berdiameter 24 mm dan panjang 1124mm yang dimodelkan secara dua dimensi menggunakan metode volume hingga. Kecepatan aliran air masuk ditentukan dengan nilai tetap sebesar 0,05 m/s dan aliran CPO divariasikan dengan nilai sebesar 0,05, 0,10 dan 0,15 m/s. Berdasarkan hasil simulasi, diperoleh pola aliran cincin dan aliran strata licin. Nilai volume fraksi CPO pada pola aliran strata licin meningkat dengan adanya penambahan kecepatan aliran CPO. Pada pola aliran strata licin terdapat batas antar fasa dengan fluida air berada di bawah dan fluida CPO berada di atas. Pada kecepatan aliran CPO= 0,05 m/s batas fasa berada pada ketebalan aliran CPO 19 mm dengan nilai fraksi CPO 0,3. Pada kecepatan aliran CPO=0,10 m/s batas fasa berada pada ketebalan 19 mm dengan nilai fraksi CPO 0,5. Pada kecepatan aliran CP0= 0,15 m/s batas fasa pada ketebalan 21 mm mempunyai nilai fraksi CPO 0,4. Pada hasil eksperimen menunjukan batas fasa aliran berada pada ketebalan 19 mm pada kecepatan CPO= 0,05 m/s, batas fasa berada pada ketebalan 20 mm pada kecepatan aliran CPO=0,10 m/s dan berada pada ketebalan 21 mm pada kecepatan aliran CP0= 0,15 m/s
Identifikasi Sebaran Bijih Besi di Daerah Gurun Datar Kabupaten Solok Sumatera Barat Menggunakan Metode Geomagnet
Telah dilakukan penelitian sebaran bijih besi di daerah Gurun Datar. Daerah ini merupakan daerah perbukitan yang dilewati oleh jalur sesar Sumatera. Metode yang digunakan adalah metode geomagnet. Berdasarkan pengolahan data diduga terdapat batuan hematit dengan nilai suseptibilitas antara 0,0100 s.d 0,0356 SI pada 29 titik dan urat mineral magnetit pada hematit dengan nilai suseptibilitas antara 0,0600 s.d 0,1753 SI di 5 titik. Nilai korelasi antara data obsevasi dan data kalkulasi berkisar 0,84 s.d 0,99