POSITRON
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Simulasi Profil Aliran Fluida Pada Media Berpori Menggunakan Metode Lattice Boltzman Model BGK D2Q9
Telah dilakukan simulasi aliran fluida pada media berpori menggunakan metode Lattice Boltzman model BGK D2Q9. Penghalang diasumsikan berbentuk lingkaran dan elips yang tersebar acak di media. Asumsi berikutnya adalah fluida dianggap tak mampu mampat serta fluida mengalir secara vertikal karena pengaruh gaya gravitasi. Waktu relaksasi yang digunakan yaitu waktu relaksasi tunggal. Dari simulasi diketahui bahwa profil kecepatan aliran fluida secara kuantitatif menunjukkan kesesuaian dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan metode Lattice Gas Cellullar Automata
Gauge Invariance of Nonlinear Klein-Gordon
We have discussed the gauge invariance of nonlinear Klein-Gordon equation which describes the interaction of electromagnetic initially proposed by Hermann Weyl. The construction of nonlinear Klein-Gordon itself is formulated by two classical conservation laws, Hamilton-Jacobi of relativistic motion and continuity equations. Generally, this equation takes the similar concept to the derivation of the nonlinear master Schrödinger ignoring two fundamental concepts in ordinary quantum mechanics, Einstein and de Broglie’s postulates. In this paper, the proposing for general form of nonlinear Klein-Gordon including the external potential and its gauge invariance have been established. However, we have to ignore the external potential in order to satisfy gauge invariance. In addition, we also prove the derivation of nonlinear Dirac equation for including half-integer spin concept can not hold by similar derivation
Aplikasi Metoda Magnetik Untuk Eksplorasi Bijih Besi Studi Kasus : Bukit Munung Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat
Eksplorasi bijih besi telah dilakukan di Bukit Munung Desa Sukabangun Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sebaran bijih besi di Bukit Munung baik secara lateral maupun vertikal. Penelitian ini menggunakan metode magnetik yang memanfaatkan parameter suseptibilitas batuan untuk menginterpretasikan struktur bawah bumi. Pengolahan data dilakukan dengan metode inversi untuk mendapatkan beberapa parameter fisis struktur bawah permukaan daerah yang ditinjau. Hasil pengamatan geologi dan pemetaan distribusi medan magnet menunjukkan potensi bijih besi berada di sebelah barat laut bukit. Berdasarkan distribusi nilai suseptibilitas batuan pada lintasan AB yang dibuat memotong daerah potensial tersebut, diduga bahwa terdapat tiga lokasi pengendapan batu besi berjenis hematit dan satu lokasi pengendapan batu besi berjenis hematit yang memiliki vein-vein magnetit
Estimasi Keadaan Cuaca di Kota Pontianak Menggunakan Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Algoritma Hopfield
Telah dilakukan penelitian tentang estimasi keadaan cuaca, menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Algoritma Hopfield. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, dan arah angin jam-jaman pada bulan Mei, Juni, dan November 2012. Berdasarkan simulasi model yang dilakukan, diperoleh nilai estimasi keadaan cuaca pada bulan Mei sangat baik (82%), dan pada bulan Juni dan November masing-masing pada tingkat ketepatan baik (79% dan 75%)
Analisis Fraktal Citra Mammogram Berbasis Tekstur Sebagai Pendukung Diagnosis Kanker Payudara
Penelitian ini mengkaji tentang analisa citra mammogram dengan menggunakan metode analisis fraktal. Pengolahan citra dimulai dengan mengubah citra berwarna menjadi citra grayscale, kemudian dilanjutkan dengan proses thresholding untuk mendapatkan citra biner. Proses selanjutnya adalah hitung dimensi fraktal dari citra biner tersebut dengan metode box counting. Hasil penelitian menentukan bahwa citra mammogram normal memiliki dimensi fraktal antara 1,683 hingga 1,796, citra mammogram tumor jinak memiliki dimensi fraktal antara 1,837 hinggga 1,889, dan citra mammogram kanker (tumor ganas) dengan dimensi fraktal antara 1,907 hingga 1,908. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi fraktal dapat digunakan untuk membedakan citra mammogram normal dan citra mammogram abnormal (tumor dan kanker)
Dielektrisitas Lateks Cair dan Lateks Kering (Cup Lumb) serta Karakterisasi Optis Lapisan Tipis Lateks
Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis dielektrisitas lateks cair dan cup lumb dan serapan optis lapisan tipis lateks. Nilai konstanta dielektrik lateks hasil pengujian berbasis gelombang audio dengan variasi frekuensi, adalah 3,74 untuk lateks cair dan 10,4 untuk cup lumb dengan loss tangent masing-masing 6,12 dan 7,81. Data spektrum UV-Vis dan FT-IR lapisan tipis lateks yang dipreparasi menggunakan teknik spin coating, menunjukkan konsentrasi poli(cis-isoprana) dalam sampel sangat besar
Estimasi Curah Hujan Bulanan Kota Pontianak Dengan Suhu Permukaan Laut Sebagai Estimator Berdasarkan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Telah dilakukan estimasi untuk mengetahui pengaruh Suhu Permukaan Laut (SPL) terhadap curah hujan bulanan wilayah kota Pontianak tahun 2001 s.d 2012 menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) algoritma Backpropagation. Pada penelitian ini Backpropagation dibangkitkan dengan arsitektur [15 10 5 1]. Terdapat 16 titik SPL dari 24 titik pengamatan yang dijadikan sebagai fokus pengamatan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa pada proses training koefisien korelasi antara output dan target berkisar dari 0,99 s.d 1,00 sedangkan pada proses testing diperoleh 3 koefisien korelasi tertinggi yaitu 0,70; 0,71 dan 0,75, yang masing-masing berada disekitar garis equator. 2 wilayah di perairan Samudera Hindia dan 1 di wilayah Samudera Pasifik. Koefisien Korelasi ini menunjukkan bahwa pola SPL mendekati pola curah hujan di Pontianak (pola equatorial)
Pemisahan Timbal (Pb) dalam Galena dengan Metode Flotasi Menggunakan Deterjen
Metode flotasi dan xanthate sebagai zat kolektor telah banyak digunakan untuk memisahkan logam-logam tertentu dalam suatu campuran. Pada penelitian ini digunakan deterjen sebagai pengganti xanthate untuk memisahkan timbal dalam galena. Proses flotasi dilakukan dengan variasi massa deterjen yaitu 5, 10, 15, dan 20 gram dan dilakukan dengan variasi waktu flotasi yaitu 1, 3, 6, dan 10 jam. Kadar timbal hasil pemisahan tersebut dianalisis dengan metode gravimetri. Proses flotasi dapat meningkatkan kemampuan deterjen sebagai zat kolektor untuk memisahkan timbal sebesar 11%. Konsentrasi optimum deterjen sebagai zat kolektor untuk pemisahan timbal dalam galena dengan massa sampel 5 gram menggunakan metode flotasi adalah 15 gram dengan waktu optimum 6 jam diperoleh kadar timbal hasil pemisahan sebesar 71%
Analisis Citra Sinar-X Tulang Tangan Menggunakan Metode Thresholding Otsu Untuk Identifikasi Osteoporosis
Penelitian ini menentukan nilai thresholding pada citra tulang tangan normal dan osteoporosis. Citra yang digunakan adalah 5 citra tulang tangan normal dan 3 citra tulang tangan osteoporosis. Penentuan nilai thresholding di sini menggunakan metode Otsu. Hasil penelitian menunjukkan nilai thresholding tertinggi pada citra tulang tangan normal adalah 0,1765 dan nilai thresholding terendah adalah 0,1020. Sedangkan pada citra tulang tangan osteoporosis didapat nilai thresholding tertinggi adalah 0,0627 dan nilai thresholding terendah adalah 0,0431. Nilai thresholding yang tinggi menunjukkan tulang tangan normal dan nilai thresholding yang rendah menunjukkan tulang tangan osteoporosis. Nilai thresholding yang dihasilkan dianggap sebagai nilai densitas pada citra tulang tersebut. Dengan demikian, analisa citra tulang tangan dengan metode thresholding Otsu dapat dijadikan metode baru untuk identifikasi osteoporosis
Delineasi Model Tentatif Sistem Geothermal dan Interpretasi Komprehensif Berdasarkan Analisis Geofisika, Geokimia dan Geologi
Telah didelineasi model tentatif sistem geothermal berdasarkan interpretasi komprehensif dari analisis geofisika, geokimia dan geologi yang dapat memperlihatkan lebih jauh tentang sistem geothermal di daerah penelitian. Analisis geofisika dilakukan untuk zonasi bawah permukaan (overburden, claycap dan reservoar) dan penentuan fasa fluida reservoar. Pola aliran hidrotermal bawah permukaan ditentukan dari analisis geofisika dan geokimia, didukung oleh analisis geologi. Dari analisis dan interpretasi komprehensif diperoleh model tentatif sistem geothermal daerah penelitian, dimana diketahui bahwa pola aliran hidrotermal bergerak dari zona up-flow di daerah penelitian (zona dengan tipe air SO4) mengarah pada aliran outflow ke daerah “WNS” dan “ARP” (zona dengan tipe air HCO3 dan Cl) yang jauhnya ± 1400 meter. Pada daerah penelitian bagian Utara dan Timur terdapat lapisan reservoar (resistivitas 20-75 Ωm) dengan kedalaman ≤ 1350 m di bawah permukaan. Di atas lapisan reservoar terdapat lapisan claycap (resistivitas ≤ 10 Ωm) dan zona overburden (resistivitas antara 10 – 20 Ωm). Fasa fluida yang mendominasi sistem reservoar geothermal daerah penelitian adalah fasa cair dengan kapasitas > 90%, dengan temperatur reservoar termasuk dalam kategori suhu tinggi yaitu > 225 oC