Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Use of Fermented Hyacinth (Eichhornia crassipes) as Feed Material on the Growth of Tilapia (Oreochromis niloticus) Seed: Penggunaan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terfermentasi sebagai Bahan Baku Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai pakan alternatif memiliki kadar mineral dan kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 9,8–12,0 %, abu 11,9–23,9 %, lemak kasar 1,1–3,3 %. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan eceng gondok yang difermentasi menggunakan EM-4 dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan yang diujikan adalah tepung eceng gondok terfermentasi dengan dosis perlakuan A=30%, B=40%, C=50%. Data hasil pengamatan diolah menggunakan program software Ms Excel 2010, Minitab 16. Hasil dari penelitian menunjukkan dosis terbaik dari tepung eceng gondok terfermentasi sebanyak 40% pada bahan baku pakan merupakan perlakuan yang terbaik dan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,32 g dan rasio konversi pakan sebesar 0,41. Penggunaan eceng gondok (Eichhornia crassipes) terfermentasi sebagai bahan baku pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak benih ikan nila dan tidak berpengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan (FCR) serta memberikan hasil kelangsungan hidup berkisar antara 50-52%. Hal ini masih tergolong baik bagi kelangsungan hidup benih ikan nila
The Effect of Giving Virgin Coconut Oil (VCO) Waste in Ration to the Broiler Carcass Production: Pengaruh Penambahan Ampas Virgin Coconut Oil (VCO) dalam Ransum terhadap Produksi Karkas Ayam Pedaging
Banyak perusahaan yang memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) menyisakan salah satu by-product yang belum banyak dimanfaatkan yaitu ampas VCO. Ampas VCO sangat berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak, khususnya sebagai sumber energi dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penambahan VCO dalam Ransum terhadap Produksi Karkas Ayam Pedaging. Materi yang digunakan adalah 75 ekor ayam pedaging yang berumur 2 minggu dan diberi ransum basal starter selama 4 minggu yang dipelihara di kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako yang terletak di Desa Sibalaya Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus - 25 September 2019. Adapun variable yang diamati adalah prosentase karkas, prosentase dada, dan lemak abdominal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diujikan pada ternak yaitu R0 = Ransum tanpa penggunaan ampas VCO, R1 = Ransum dengan tambahan ampas VCO 1,25%, R2 = Ransum dengan tambahan ampas VCO 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan ampas VCO dalam ransum terhadap produksi karkas ayam pedaging tidak berpengaruh nyata pada prosentase karkas, prosentase dada, dan lemak abdominal
Effect of Maggot (Hermetia illucens) Flour-Based Feeding on Growth and Survival of Giant Mottled Eel (Anguilla marmorata): Pengaruh Pemberian Pakan Berbasis Tepung Maggot (Hermetia illucens) dengan Dosis Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Sidat (Anguilla marmorata)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbasis tepung maggot (Hermetia illucens) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat (Anguilla marmorata). Organisme uji yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan sidat dengan bobot rata-rata 0,591±0,04 g/ekor. Organisme uji dipelihara selama 35 hari dengan padat tebar 1 ekor/2 L air. Pakan uji yang digunakan yaitu pakan yang menggunakan tepung maggot sebagai sumber protein utama. Perlakuan pada penelitian ini adalah tingkat pemberian pakan berbeda yaitu pemberian 7% dari biomassa (perlakuan A), 9% (perlakuan B), 11% (perlakuan C), dan 13% (perlakuan D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemberian pakan yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan ikan sidat. Pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan harian tertinggi terjadi pada perlakuan pemberian pakan 11% dari biomassa (perlakuan C) dengan nilai masing-masing 0,143 g dan 0,41%/hari (0,0040 g/hari). Kelangsungan hidup tertinggi (88%) terdapat pada pemberian pakan 7% dari biomassa (perlakuan A) dan terendah (72%) didapatkan pada pemberian pakan 13% dari biomassa (perlakuan D)
Maleo Birds Egg-Laying Behavior (Macrochepalon maleo) In Kuala Vuno Area, Oloboju Village, Sigi District, Central Sulawesi Province: Perilaku Bertelur Burung Maleo (Macrochepalon maleo) di Kawasan Kuala Vuno, Desa Oloboju, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah
Maleo (Macrocephalon maleo) termasuk famili Megapodiidae yang merupakan fauna langka dan endemik Pulau Sulawesi. Keistimewaan jenis burung maleo yaitu memiliki telur lebih besar 4-5 kali dari telur ayam kampung, meskipun besar tubuhnya relatif tidak jauh berbeda dengan jenis ayam, dengan warna kerabang telur mendekati warna merah dadu. Penelitian bertujuan mendapatkan gambaran mengenai perilaku bertelur maleo di Kawasan habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode survey dan dianalisis secara deskripif. Peubah yang diamati yaitu perilaku bertelur sebelum bertelur, saat bertelur dan setelah bertelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bertelur maleo di Kawasan Habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dimulai dari maleo mendatangi habitat peneluran, melakukan pengintaian pada lokasi yang dituju, lalu menggali lubang untuk meletakkan telur pada lokasi yang aman. Apabila lubang sudah siap maka maleo betina masuk ke dalam lubang untuk bertelur selama beberapa menit sementara maleo jantan mengawasi selama burung maleo betina dalam proses bertelur. Setelah burung maleo betina keluar dari lubang peneluran maka sepasang burung maleo tersebut menimbun dan meninggalkan habitat penelurannya
Effect of Giving Moina sp. Enriched Corn Oil on Growth and Survival Rate of Tilapia Larvae Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758): Pengaruh Pemberian Moina sp. yang Diperkaya Minyak Jagung terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758)
Moina sp. merupakan salah satu kelompok zooplanktonyang dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk larva pada unit pembenihan ikan. Nilai nutrisi pakan alami dapat ditingkatkan untuk memacu pertumbuhan dan kelangsungan hidup larvanikan. Salah satu metode untuk meningkatkan kualitas nutrisi pakan alami Moina sp. adalah melalui pengkayaan dengan minyak jagung, pengkayaan ini dapat meningkatkan kandungan asam lemak pada Moina sp. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila yang diberi Moina sp. yang diperkaya dengan minyak jagung. Larva berumur 5 hari pasca menetas (bobot awal 0,09-0,13 g) diberi pakan Moina sp. tigakali sehari secara ad libitum selama 14 hari pemeliharaan. Penelitian didesain dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian mengaplikasikan lima perlakuan dosis minyak jagung pada media pengkayaan Moina sp., masing-masing dengan 4 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu: A (0 mL/L), B (0,005 mL/L), C (0,010 mL/L), D (0,015 mL/L), dan E (0,020 mL/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkayaan minyak jagung pada Moinasp. dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila. Kecenderungan pertumbuhan bobot terjadi pada setiap peningkatan dosis pengkayaan. Pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup tertinggi (masing-masing 20 g dan 78%) terdapat pada pemberian minyak jagung 0,020 mL/L, sedangkan pertumbuhan dan kelangsungan hidupterendah (masing-masing 0,05 g dan 50%) ditemukan pada perlakuan tanpa pengkayaan minyak jagung
Effect of PGf2α Hormone Injection on the Estrus Cycle of Palu Sheep: Pengaruh Penyuntikan Hormon PGF2α terhadap Siklus Estrus Domba Palu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan hormon PGF2α terhadap siklus estrus domba palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 di Laboratorium Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Variabel yang diamati meliputi: lama onset estrus setelah disuntik (jam), lamanya estrus (jam) dan interval siklus estrus (hari). Ternak yang digunakan adalah domba ekor gemuk betina sebanyak 15 ekor berumur 18 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dosis hormon PGF2α yang digunakan secara berturut-turut yaitu 0,5 ml (P1), 1,0 ml (P2) dan 1,5 ml (P3). Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan nilai onset estrus, lama estrus dan interval siklus estrus pada masing-masing perlakuan P1 sebesar 39 jam-30,8 jam-15,5 hari, P2 36 jam-31,6 jam- 15,4 hari dan P3 34,6 jam-34,8 jam-14,8 hari. Hormon PGF2α berpengaruh sangat nyata terhadap nilai onset estrus dan lama estrus (p<0,01) tetapi tidak berpengaruh terhadap interval siklus estrus (p>0,05). Pemberian hormon PGF2α sudah efektif dan lebih ekonomis dalam sinkronisasi estrus untuk menghasilkan gejala-gejala estrus yang berkualitas
Regrowth of Dwarf Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) Treated with Nitrogen Fertilizer in its Initial Development: Pertumbuhan Kembali Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang Diberi Perlakuan Pupuk Nitrogen pada Perkembangan Awalnya
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh perlakuan awal pemupukan nitrogen terhadap pertumbuhan kembali rumput Pennisetum purpureum cv. Mott pada penelitian terdahulu pada tahun 2018 setelah tanam dan mengalami 5 kali pemangkasan berulang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, di Kebun Koleksi dan Pengembangan Tanaman Hijauan Makanan Ternak milik CV. Sandtya Saryamkusuma, di Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Perlakuan pemberian pupuk nitrogen dengan dosis berbeda yakni: 0; 50; 100; dan 150 kg N/ha, setara berturut-turut 0 kg/ha; 10,87 kg/ha; 21,74 kg/ha dan 32,61 kg/ha dengan 5 kali ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan yang diatur dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati meliputi; tinggi tanaman, panjang helaian daun, lebar helaian daun, panjang pelepah daun dan jumlah anakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dengan program STAT-27. Hasil analisis keragaman menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap masing-masing parameter. Disimpulkan bahwa; i) sudah tidak ada residu pupuk dari pemupukan pada penelitian terdahulu atau perbedaan residu yang ada antar perlakuan sudah tidak mampu memicu perbedaan pertumbuhan kembali tanaman percobaan; dan ii) pemupukan nitrogen diperlukan untuk mengembalikan pertumbuhan yang lebih baik dari rumput gajah mini pada kondisi lokasi penelitian ini
Protein Content, Melting Power, and Organoleptic of Ice Cream Tests with the Addition of Chicken Cake Gelatin: Kadar Protein, Daya Leleh dan Uji Organoleptik Es Krim dengan Penambahan Gelatin Ceker Ayam
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gelatin terhadap kadar protein, daya leleh dan uji organoleptik es krim. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu E0 (tanpa gelatin), E6 (6% gelatin), E8 (8% gelatin), E10 (10% gelatin) dan E12 (12% gelatin). Setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (p>0,01) terhadap kadar protein, daya leleh dan berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap uji organoleptik (tekstur), sedangkan uji organoleptik (rasa, aroma dan warna) tidak memberikan berpengaruh yang nyata (p<0,05). Penambahan gelatin ceker ayam sampai 12% mampu meningkatkan kadar protein es krim 0,62 % (3,76% - 4,38%), daya leleh 8,52 menit (13,28 - 21,80 menit) dan secara umum uji organoleptik masih diterima oleh panelis
The Use of Bioconversion Products Using Lactic Acid Bacteria (Lactobacillus Casei) on Consumption of Organic Ingredient Components of Heat Goat Bean Rations: Penggunaan Pakan Hasil Biokonversi Menggunakan Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus casei) terhadap Konsumsi Komponen Bahan Organik Ransum Ternak Kambing Kacang Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi komponen bahan organik ransum kambing betina pakan hasil fermentasi tongkol jagung yang menggunakan bakteri asam laktat (Lactobacillus casei). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September - November 2021. Ternak yang digunakan berjumlah 15 ekor kambing kacang betina umur ± 10 bulan dengan kisaran bobot badan 10 - 12 kg. Penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan sebagai yaitu: P0 = Konsentrat tanpa Lactobacillus casei (Lc); P1 = Penggunaan 1 ml Lactobacillus casei (Lc)/kg konsentrat; P2 = penggunaan 1,5 ml Lactobacillus casei (Lc)/kg konsentrat serta hijauan Panicum sarmentosum Roxb secara ad- libitum. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan organik yaitu protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan BETN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pakan hasil biokonversi yang menggunakan bakteri asam laktat (Lactobacillus casei) memperlihatkan pengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap konsumsi komponen bahan organik (Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar dan BETN) ransum ternak kambing kacang betina
Effect of Basil Leaves Ekstract (Ocimum basilicum L.) on Hatching Rate of Carp (Cyprinus carpio) Eggs Infected With Fungus: Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Terserang Jamur
Salah satu pengendalian penyakit akibat jamur pada telur ikan mas adalah adalah dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang bersifat anti jamur seperti penggunaan daun kemangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio) yang terserang jamur. Pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) diharapkan mampu meningkatkan daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio) yang terserang oleh jamur. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perbedaan dari dosis ektrak daun kemangi antara lain Perlakuan A (0 mg/L), B (55 mg/L), C (60 mg/L), D (65 mg/L), dan E (70 mg/L). Perlakuan dilakukan dengan merendam telur ikan mas (Cyprinus carpio) ke dalam media perndaman selama 20 menit, kemudian telur ikan mas dimasukan kembali ke dalam wadah penetasan, selanjutnya telur diamati menggunakan mikroskop setiap 1×120 menit. Data prevalensi dan data Hatching rate dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA dengan bantuan minitab 16. Jika terdapat perbedaan perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Data kelangsungan hidup dan data kualitas air dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pemberian daun kemangi berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan mas. Perlakuan dengan dosis 65 mg/L daun kemangi menghasilkan daya tetas telur tertinggi