Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
    144 research outputs found

    The Effect of Using Beluntas Leaf Flour (Pluchea indica Less) on the Performance of Arabic Chicken (Gallus turcicus): Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Beluntas (Pluchea indica Less) terhadap Performa Ayam Arab (Gallus turcicus)

    No full text
    Ketersediaan ransum merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan. Ayam mengkonsumsi ransum untuk memenuhi kebutuhan energi bagi berlangsungnya proses-proses biologis untuk pertumbuhan. Daun beluntas yang mudah tumbuh dan banyak  terdapat di Indonesia dapat menjadi alternatif yang dapat dimasukkan dalam komposisi pakan untuk ayam. Pemanfaatan daun beluntas secara tradisional  pada umumnya sebagai  penambah nafsu  makan dan  membantu  pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa ayam  arab (Gallus turcicus) umur 48 minggu setelah diberikan tambahan tepungdaun beluntas (Pluchea indica Less) dalam ransum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan rincian R0 = 100% ransum kontrol (0% tepung daun beluntas), R1 = R0 + 2,5% tepung daun beluntas, R2 = R0 +5% tepung daun beluntas,  R3 = R0 +7,5% tepung daun beluntas, R4 = R0 +10% tepung daun beluntas. Parameter yang diukur yaitu, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan konversi ransum. Hasil Analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung daun beluntas (Pluchea indica Less) dalam ransum ayam arab (Gallus turcicus) berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Hasil konversi ransum terendah diperoleh pada perlakuan R1 dengan nilai konversi ransum 12,4 yang mengandung tepung daun beluntas 2,5%. Kemudian, berdasarkan hasil perhitungan feed cost, pemberian ransum yang terdiri dari ransum basal 97,5% dan tepung daun beluntas 2,5% memiliki cost yang paling rendah

    Feeding Maggot Meal (Hermetia Illucens) with Different Feeding Rate on the Growth and Survival of Tilapia (Oreochromis niloticus): Pemberian Pakan Berbahan Baku Tepung Maggot (Hermetia illucens) dengan Feeding Rate Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pakan berbahan baku tepung maggot (Hermetia illucens) dengan feeding rate berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Organisme uji yang digunakan adalah benih ikan nila (O. nilaticus) dengan bobot 1,53 - 2,03 g sebanyak 200 ekor. Benih ikan nila diperoleh dari Pembudidaya di Desa Potoya, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yakni pemberian pakan dengan feeding rate berbeda yaitu: A (4% dari biomassa ikan); B (5% dari biomassa ikan); C (6% dari biomassa ikan); dan D (7% dari biomassa ikan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan berbahan baku tepung maggot dengan feeding rate berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila. Pertumbuhan bobot dan kelangsungan hidup ikan nila tertinggi (p<0,05) diperoleh pada perlakuan feeding rate 7%

    Addition of Carrot Flour in Commercial Feed to Enhance Colour Brightness of Siamese Fighting Fish (Betta sp.): Penambahan Tepung Wortel pada Pakan Komersil untuk Meningkatkan Kecerahan Warna Ikan Cupang (Betta sp.)

    No full text
    Warna yang cerah merupakan salah satu daya tarik utama ikan hias. Semakin cerah warna ikan hias maka semakin tinggi nilainya. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mendapatkan warna cerah yang merata pada ikan adalah pemberian pakan sumber karoten dan suplemen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan komersil terhadap tingkat kecerahan warna ikan cupang (Betta sp.) Penelitian dilakukan di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako mulai bulan Agustus-September 2020. Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan tepung wortel pada pakan komersil untuk meningkatkan kecerahan warna ikan cupang (Betta sp.) A= Tanpa tepung wortel, B=24%, C=25% D=26%, E=27%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan warna yang tertinggi terdapat pada perlakuan E penambahan tepung wortel 27% memberikan peningkatan warna pada ikan cupang dengan skor rata-rata 7,1, kemudian diikuti perlakuan C=25% dengan skor 7,0, kemudian diikuti perlakuan D=26% dengan skor 6,7 kemudian diikuti perlakuan B=24%, dengan skor 6,5, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan A tanpa penambahan tepung wortel dengan skor rata-rata 6,4

    Effectiveness of Aquaponic Systems to Reduce Ammonia in Tilapia (Oreochromis niloticus) Culture: Efektifitas Sistem Akuaponik dalam Mereduksi Amonia pada Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sistem akuaponik yang menggunakan jumlah rumpun tanaman kangkung (Ipomea aquatica) berbeda dalam menyerap amonia pada budidaya ikan nila (Orechromis niloticus). Penelitian ini menggunakan didesain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu Perlakuan A (tanpa kangkung), B (3 rumpun kangkung), C (6 rumpun kangkung), D (9 rumpun kangkung) dan E (12 rumpun kangkung). Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari pada bulan November-Desember 2018 bertempat di Laboratorium Reproduksi Ikan, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jumlah rumpun kangkung yang berbeda pada sistem akuaponik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap reduksi konsentrasi amonia dan nitrit, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap penurunan konsentrasi nitrat dalam media pemeliharaan dan pertumbuhan mutlak ikan nila. Konsentrasi reduksi amonia dan nitrit tertinggi terdapat pada perlakuan 12 rumpun kangkung, masing-masing sebesar 84,31% dan 69,88%

    The Carcass Evaluation of Super Native Chicken that Giving Tumeric Flour (Curcuma domestica Val.): Evaluasi Karkas Ayam Kampung Super yang Diberi Tepung Kunyit

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kunyit (Curcuma domestica Val.) dalam ransum terhadap persentase karkas ayam kampung super. Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam kampung super yang ditempatkan pada 20 unit kandang dengan masing-masing kandang diisi 4ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan pada penelitian ini yaitu A0( tanpa tepung kunyit atau kontrol), A1 (tepung kunyit 2%), A2 (tepung kunyit 4%), dan A3 (tepung kunyit 6%). Variabel yang diamati adalah bobot hidup, bobot karkas, dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung kunyit (Curcuma domestica Val) tidak berpengaruh nyata terhadap bobot hidup, bobot karkas, dan persentase karkas ayam kampung super. Pemberian tepung kunyit sampai level 6% dapat di gunakan dalam ransum, namun  tidak mempengaruhi bobot hidup, bobot karkas, dan persentase karkas

    Nutrient Content of Bioconverted Sludge Palm Oil Using Rizhopus olygosporus as Feed: Kandungan Nutrien Lumpur Sawit Hasil Biokonversi Menggunakan Rhizopus olygosporus dan Potensinya sebagai Bahan Pakan

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk melihat kandungan nutrien dari lumpur sawit hasil biokonversi menggunakan Rhizopus oligosporus sehingga layak dijadikan sebagai pakan fungsional. Materi yang digunakan yaitu tepung lumpur sawit dan jamur Rhizopus oligosporus. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 24 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan terdiri dari dua faktor, faktor pertama yaitu 4 konsentrasi yaitu (0%, 5%, 10% dan 15%) dan dua waktu fermentasi yaitu (60 dan 96 jam). Semua perlakuan dilakukan analisis kandungan nutrien yaitu meliputi kandungan bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) lumpur sawit fermentasi. Hasil  analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan BK, PK, SK dan terjadi interaksi antara konsentrasi jamur dan waktu fermentasi terhadap SK. Kandungan bahan kering tertinggi untuk BK diperoleh pada perlakuan  W2K15 (83,24%), PK pada W2K15 ( 18,44%), dan SK pada W2K15 (24,00%)

    Effect of the Concentration of the Mushrooms Neurospora sp. and Fermentation Time on Dry Material Content, Crude Protein and Crude Fiber of Sludge Palm Oil: Pengaruh Konsentrasi Jamur Neurospora sp. dan Waktu Fermentasi terhadap Kandungan Bahan Kering, Protein Kasar dan Serat Kasar Lumpur Sawit

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi level konsentrasi jamur Neurospora sp. dan waktu fermentasi terhadap kandungan bahan kering, protein kasar, dan serat kasar lumpur sawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 setiap perlakuan diulang 2 kali. Faktor pertama adalah level konsentrasi jamur (0%, 5%, 10%) dan faktor kedua adalah waktu fermentasi (48, 72, dan 96 jam). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan interaksi antara level konsentrasi jamur Neurospora sp. dan waktu fermentasi lumpur sawit, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering dan protein kasar sedangkan pada kandungan serat kasar tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Secara mandiri level konsentrasi dan waktu berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan kering, protein kasar dan serat kasar. Nilai tertinggi bahan kering diperoleh pada kombinasi waktu 72 jam dan konsentrasi 10% (W2K10% = 66,323%) dan pada protein kasar yaitu waktu 96 jam dan konsentrasi 10% (W3K10% = 21,430%), sedangkan pada serat kasar terjadi penurunan. Penggunaan Neurospora sp. dengan konsentrasi dan waktu fermentasi yang berbeda dapat meningkatan kandungan bahan kering, protein kasar, dan menurunkan kandungan serat kasar lumpur sawit fermentasi

    The Effect of Giving Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) Flour on the Productivity of Puyuh Bird Eggs: Pengaruh Pemberian Tepung Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) terhadap Produktivitas Telur Burung Puyuh

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung temulawak terhadap produktivitas telur burung puyuh. Materi penelitian menggunakan 100 ekor ternak burung puyuh betina fase layer yang diperoleh dari penelitian sebelumnya dan bibit puyuh diperoleh dari kelompok pembibitan burung puyuh kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, level penggunaan tepung temulawak sebagai berikut: (P0: 0%; P1: 0,5%; P2: 1%; P3: 1,5%; dan P4: 2%). Peubah yang diamati yaitu konsumsi ransum (g), persentase produksi telur (%) dan konversi ransum. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa penggunaan tepung temulawak dalam ransum memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum, dan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi telur. Kesimpulan: dari hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang terbaik adalah pemberian 1,5% tepung temulawak dalam ransum ditinjau dari persentase produksi telur yang dihasilkan

    The Effect of Different Natural Feeds on Growth and Survival Rate of Tilapia Larvae (Oreochromis niloticus): Pengaruh Penggunaan Jenis Pakan Alami Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis pakan alami berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu. Larva yang digunakan berumur 7 hari. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan enam ulangan. Pakan yang digunakan berupa Moina sp., jentik nyamuk (Culex sp.), dan Rotifera sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot, dan kelangsungan hidup larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Pertumbuhan tertinggi pada larva ikan nila (Oreochromis niloticus) terdapat pada perlakuan A yaitu dengan pemberian pakan alami berupa Moina sp., sedangakan pertumbuhan terendah yaitu terdapat pada perlakuan B dengan pemberian pakan berupa Rotifera sp

    Masculinization of Tilapia (Oreochromis niloticus) Through Coconut Water Immersion with Different Concentrations: Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) melalui Perendaman Air Kelapa dengan Konsentrasi Berbeda

    No full text
    Pertumbuhan ikan nila jantan cenderung lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. Salah satu upaya untuk mempercepat pertumbuhan ikan nila yaitu dengan sex reversal. Sex reversal melalui maskulinisasi memungkinkan ikan betina berdiferensiasi menjadi ikan jantan. Air kelapa mengandung kalium (312 mg/100 g) berfungsi sebagai alternatif bahan alami pengganti hormon sintetis 17α- Methyltestosterone. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kelapa yang berbeda terhadap persentase kelamin jantan ikan nila yang dihasilkan melalui perendaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu Perlakuan A (kontrol), B (konsentrasi air kelapa 25%), C (konsentrasi air kelapa 35%) dan D (konsentrasi air kelapa 45%). Data dianalisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perendaman larva ikan nila dalam air kelapa berpengaruh nyata (α<0,05) terhadap persentase kelamin jantan denga persentase tertinggi pada konsentrasi 35% (86,87%)

    29

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah AgriSains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇