Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
The Use of Different Feed on The Growth and Survival of Milkfish (Chanos chanos): Pemberian Pakan Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Bandeng (Chanos chanos)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Bandeng (Chanos chanos). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Jurusan Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Organisme uji yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan bandeng dengan berat rata-rata 1,09±0,16 g/ekor, dipelihara selama 30 hari dengan padat tebar 1 ekor / 1 L air. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian pakan berbeda yaitu perlakuan (A) Klekap, perlakuan (B) Dedak padi fermentasi + Lumut sutra, Perlakuan (C) Dedak padi fermentasi + klekap, Perlakuan (D) klekap + lumut sutra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata (p <0,05) terhadap pertumbuhan ikan bandeng. Laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pakan klekap + lumut sutra, yaitu masing-masing sebesar 0,04%/hari dan 1,16 g, sedangkan terendah ditunjukkan oleh perlakuan pemberian dedak padi fermentasi + lumut sutra, yaitu 0,02%/hari dan 0,68 g. Pertumbuhan mutlak tertinggi ada pada perlakuan D (Klekap + Lumut sutra) 1,16 g. Semua perlakuan dengan pakan yang mengandung klekap menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Kelangsungan hidup tertinggi juga terlihat pada pemberian pakan Klekap + lumut sutra (88%)
Biomass and Nutritional Content of Silk Worms (Tubifex sp.) on The Substrate of Germented Chicken Manure: Biomassa dan Kandungan Nutrisi Cacing Sutera (Tubifex sp.) pada Subtrat Kotoran Ayam Hasil Fermentasi
Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak dimanfaatkan pada kegiatan pembenihan larva dan benih ikan di industri budidaya perikanan. penggunaan cacing sutera yang masih didominasi dari hasil tangkap di alam, mengakibatkan penurunan produksi di alam sedangkan permintaan kebutuhan akan cacing sutera cukup tinggi. Salah satu upaya untuk memenuhi ketersediaan cacing sutera sebagai pakan alami untuk proses budidaya maka dilakukan kultur cacing sutera. Keberhasilan kultur cacing sutera ditentukan oleh media kultur yang mengandung bahan organik dan non organik seperti kotoran ayam fermentasi, bekatul dan ampas tahu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan substrat dengan penambahan kotoran ayam fermentasi terhadap pertumbuhan biomassa dan kandungan nutrsi cacing sutera (Tubifex sp). Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dosis kotoran ayam fermentasi (A : 40 g; B : 50 g; C : 60 g; D : 70 g), masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan biomassa dan kandungan nutrisi yang tertinggi terdapat pada perlakuan dengan jumlah substrat 50 g kotoran ayam fermentasi (12,28±8,81 g)
Protein, Fat, Water, and Total Microbe Level is Beef Meatballs Processed with Coconut Fiber Liquid Smoke: Kadar Protein, Kadar Lemak, Kadar Air dan Total Mikroba Bakso Daging Sapi yang Diolah dengan Asap Cair Sabut Kelapa
Pangan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia zat gizi untuk kebutuhan tubuh (fungsi primer) dan sebagai pemenuhan selera karena aroma dan citarasanya (fungsi primer), tetapi pangan yang dikonsumsi juga harus memiliki fungsi tersier yaitu sebagai penyedia zat aktif yang jika masuk ke dalam tubuh atau sistem hayati lainnya dapat mempengaruhi proses fisiologis dan biokimiawi. Salah satu bahan tambahan pangan yang memberikan aroma dan cita rasa yang khas adalah asap cair sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sifat fisik kimia yang meliputi kadar protein, kadar lemak, dan kadar air, serta analisis terhadap total mikroba (Total Palte Count/TPC) bakso daging sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi diperoleh pada sampel B3sk2 yaitu 12,80+0,82 % dan terendah diperoleh pada sampel B1 sk0 yaitu sebesar 9,38+0,54 %, kadar lemak tertinggi diperoleh pada sampel B5sk4 sebesar 0,23+ 0,02% dan terendah diperoleh pada sampel B2sk1 sebesar 0,13+0,01%. Kadar air tertinggi diperoleh pada sampel B1sk0 sebesar 77,03+0,18%, dan terendah diperoleh pada sampel B3sk2 sebesar 69,60+0,13%, serta rata-rata jumlah total mikroba tertinggi diperoleh pada sampel B2sk1 yaitu sebesar 4,79+0,33 log cfu/g, dan terendah diperoleh pada sampel B4sk3 sebesar 2,20+ 0,70 log cfu/g
Analysis of Cattle and Coconut Integration Business (Cocos nucifera) in Dampelas District, Donggala Regency: Analisis Usaha Integrasi Sapi dengan Kelapa (Cocos nucifera) di Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala
Pola integrasi ternak-kelapa dicirikan oleh adanya keterkaitan yang erat antara komponen tanaman dan ternak dalam suatu kegiatan usaha tani atau dalam suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan peternak dan kelayakan usaha integrasi sapi dengan perkebunan kelapa di kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Tempat penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa di wilayah ini banyak petani yang menerapkan pola usaha integrasi sapi dengan tanaman kelapa (Cocos nucifera). Penelitian ini telah berlangsung pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Berdasarkan analisis usaha integrasi sapi-kelapa (Cocos Nucifera) di Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, total penjualan kelapa sebesar Rp. 24.178.826/tahun dan total penjualan ternak sapi seabesar Rp. 61.837.745/tahun jadi total keseluruhan pendapatan yaitu Rp. 86.016.571/tahun. R/C usaha perkebunan kelapa yaitu 8,67 dan R/C pada usaha ternak sapi sebesar 105,56 layak untuk di kembangkan
Growth and Survival Rate Goldfish (Carassius auratus L.) in Various Dosages of Natural Feed Tubifex sp.: Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Mas Koki (Carassius auratus L.) pada Berbagai Dosis Pakan Alami Tubifex sp.
Ikan mas koki (Carassius auratus L.) termasuk ikan hias air tawar yang populer dibudidayakan di Indonesia. Salah satu kendala dalam usaha budidaya ikan mas koki adalah biaya pakan yang tinggi (60-70%) dari total biaya produksi. Sumber pakan alami untuk ikan mas koki adalah cacing sutera yang mengandung kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui dosis cacing Tubifex sp. terbaik untuk pertumbuhan dan sintasan benih ikan mas koki (C. auratus L.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako selama 2 bulan (Januari - Maret 2020). Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian adalah pemberian Tubifex sp. dengan dosis berbeda (A=6%; B=8%; C=10%; D=12%; E=14%). Variabel yang diukur meliputi pertumbuhan bobot mutlak, sintasan dan kualitas air. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) menggunakan program aplikasi Excel 2010 dan Minitab 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami Tubifex sp. menunjukkan pertumbuhan bobot mutlak yang significan, namun tidak berpengaruh terhadap sintasan. Pertumbuhan mutlak benih ikan mas koki tertinggi yaitu pada pemberian pakan Tubifex sp. dengan dosis 12% sebesar 14,82±2,76 g dengan persentase sintasan sebesar 90,63%±6,25. Kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut dan amonia) masih sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan benih ikan mas koki
The Utilization of Expired Instant Noodles as a Subtitute for Milled Corn in Concentrate of Weight Gain and Physiological Status of Goat: Pemanfaatan Mie Instan Kadaluarsa sebagai Pengganti Jagung Giling dalam Konsentrat terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Status Faali Ternak Kambing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mie instan kadaluarsa sebagai pengganti jagung giling terhadap pertambahan bobot badan dan status faali kambing kacang. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 ekor kambing lokal betina umur ±10 bulan dengan kisaran bobot badan antara 9,92-19,25 kg. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 5 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sebagai kelompok. Adapun perlakuan yang cobakan yaitu P1 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 100% dalam susunan konsentrat; P2 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 75% dalam susunan konsentrat; P3 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 50% dalam susunan konsentrat; P4 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 25% dalam susunan konsentrat dan P5 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 0% dalam susunan konsentrat. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggantian jagung giling dengan limbah mie instan kadaluarsa sampai 100% dalam konsentrat tidak memberikan pengaruh negatif terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan ransum, suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus kambing Kacang
PO Cattle Population Dynamics In Sigi: Dinamika Populasi Sapi PO di Kabupaten Sigi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi Sapi PO di Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survey. Data penelitian diperoleh dari 90 responden yang memelihara Sapi PO di Kecamatan Dolo Induk, Kecamatan Dolo Barat dan Kecamatan Marawola dengan sampel 578 ekor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode pruposive sampling pada kecamatan dan metode random sampling pada desa dan peternak di Kabupaten Sigi dimana setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dimasukkan sebagai sampel. Variabel yang dihitung dalam penelitian ini adalah Angka Pemasukan meliputi tingkat kelahiran, tingkat pembelian dan tingkat bantuan. Angka Pengeluaran meliputi tingkat kematian, tingkat penjualan dan tingkat pemotongan dan Natural Increase (NI). Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif. Dinamika populasi sapi PO Kab Sigi, dengan angka pemasukan terdiri dari persentase kelahiran 67,13 % dr induk (24,74% populasi), pembelian 9% dan bantuan 1,73% dengan total pemasukan sebesar 205 ekor (35,47%). Angka Pengeluaran meliputi angka kematian 54 ekor (3,62%), penjualan 89 ekor (15,39%), pemotongan 27 ekor (4,66%) dengan total pengeluaran sebesar 137 ekor (23,70%) dan natural increase sebesar 21,11%
Development of Beat Cattle Farming Business in Palu City Post-Eearthquake: Perkembangan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kota Palu Pasca Bencana Gempa
Bencana alam gempa bumi merupakan getaran pada permukaan bumi karena adanya pelepasan energi secara tiba- tiba dari pusat gempa di dalam bumi. Energi yang dilepaskan tersebut merambat melalui tanah dalam bentuk getaran. Hal ini merupakan pergerakan tanah alami yang disebabkan oleh fenomena yang beragam, temasuk proses tektonik, vulkanisme/gunung api, dan ledakan, serta runtuhan. Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR yang mengguncang wilayah Kota Palu (Sulawesi Tengah) mengakibatkan tsunami yang menerjang Pantai Talise juga likuifaksi di Petobo dan Balaroa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perkembangan Usaha Peternakan Sapi Potong Di Kota Palu Pasca Gempa. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2019. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penelitian ini dilakukan di kota Palu, di kecamtan Tawaeli, kecamtan Mantikolure, kecamtan Palu Selatan. Metode penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden, jumlah sampel tiap kecamatan,yaitu 47 (Tawaeli), 39 (Mantikolure), 14 (Palu Selatan) Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang menggambarkan situasi atau kejadian serta membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara polaatis, factual,dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan usaha peternakan sapi potong di kota Palu mengalami kerugian yang cukup besar
The Comparative Superiority of Goats in Palu City: Keunggulan Komparatif Ternak Kambing di Kota Palu
Ternak kambing merupakan salah satu ternak ruminansia yang berpotensi untuk dikembangkan di Kota Palu. Hal ini karena ternak kambing memiliki populasi terbesar dan tersebar hampir diseluruh kecamatan di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif ternak kambing terhadap ternak ruminansia lain di Kota Palu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Agustus 2020. Objek penelitian adalah data populasi ternak ruminansia. Data yang digunakan adalah data sekunder yakni data runut waktu (time series) selama 15 tahun terakhir (2005 – 2019). Data tersebut bersumber dari beberapa instansi terkait antara lain: Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Palu. Variabel yang diamati adalah jumlah populasi ternak ruminansia. Model analisis yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ), (2) Growth Share. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komoditas ternak kambing di Kota Palu merupakan sektor basis dimana yang menjadi konsentrasi wilayah terdapat di kecamatan Ulujadi, diikuti oleh kecamatan Tatanga, Palu Barat, Tawaeli dan Palu Utara yang artinya sektor basis tersebut mampu memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri maupun mensuplai ke daerah yang lain di sulawesi tengah. Selain itu ternak kambing merupakan komoditas unggulan yang mana klasifikasi sektor unggulan menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi (+) dan kontribusi yang diberikan cukup besar (+)
Evaluation of Artificial Insemination Program for Bali Cattle in Sindue Tombusabora District, Donggala Regency: Evaluasi Program Inseminasi Buatan pada Sapi Bali di Kecamatan Sindue Tombusambora Kabupaten Donggala
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan program inseminasi buatan pada sapi Bali di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala, pada tanggal 15 April-15 Mei 2021. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi Bali akseptor IB pada tahun 2019 dan 2020 sebannyak 139 ekor. Variabel yang diamati meliputi Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Calving Rate (CvR). Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara sensus dan adapun data yang di peroleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019 dan 2020 rata-rata umur peternak berkisar antara 15 dan 64 tahun, tingkat pendidikan peternak pada tahun 2019 di dominasi oleh lulusan SD sebesar 54,76%, kemudian SMP 30,95%, dan SMA 14,28%. Pada tahun 2020 tingkat pendidikan peternak lulusan SD sebesar 57,69%, SMP 26,92%, dan SMA 15,38%. Lama beternak pada tahun 2019 dan 2020 rata-rata 6-10 tahun. Hasil pelaksanaan program IB menunjukkan bahwa nilai S/C pada tahun 2019 sebesar 1,36 dan tahun 2020 sebesar 1,40, dengan rata-rata 1,38. CR tahun 2019 sebesar 74,60% dan pada tahun 2020 sebesar 68,42%, dengan rata-rata 72,51%, sedangkan nilai CvR tahun 2019 sebesar 68,25% dan pada tahun 2020 sebesar 64,67%, dengan rata-rata 66,36%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program IB pada sapi Bali di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala menunjukkan hasil yang sangat baik