Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Addition of Probiotic EM4 in Feed on Growth and Survival of Tilapia (Oreochromis niloticus) in Controlled Condition: Penambahan Probiotik EM4 dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Wadah Terkontrol
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan faktor P (Probiotik EM4) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Penambahan probiotik EM4 dalam pakan ikan nila memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan dalam masig-masing perlakuan. Tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan perlakuan penambahan probiotik EM4 dalam pakan berkisar antara 82-86%
Marketing System of Goat Livestock in Maranata Traditional Market of Sigi Regency: Sistem Pemasaran Ternak Kambing di Pasar Tradisional Maranata Kabupaten Sigi
Pemasaran ternak kambing lebih banyak di kuasai oleh lembaga-lembaga pemasaran yang mempunyai skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemasaran dan gambaran keuntungan yang diperoleh tiap lembaga pemasaran ternak kambing di Pasar Tradisional Maranata, Kabupaten Sigi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2016. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan penarikan sampel, menggunakan metode insidentil terhadap peternak dan metode snowball terhadap lembaga pemasaran. Sampel dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan peternak dan lembaga pemasaran yang berjumlah 30 responden. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sistem pemasaran ternak kambing di Pasar Tradisional Maranata, memiliki 2 model saluran pemasaran ternak kambing. Proses pembentukan harga dan pola pembayaran ternak kambing dimulai dari pembeli melakukan penaksiran pada ternak. Keuntungan tertinggi pada saluran pemasaran II yakni sebesar Rp. 383.417/ekor, saluran ini memiliki biaya pemasaran yang rendah dan hanya memasarkan ternaknya di pasar
Complete Silage of Forage Corn and King Grass to Weight Gain and Physiological Status of Goat and Sheep: Pemberian Silase Komplit Hijauan Jagung dan Rumput Raja terhadap Pertamabahan Bobot Badan dan Status Faali Kambing dan Domba
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan bahan kering, suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus kambing Kacang dan domba lokal yang diberi silase komplit berbahan dasar hijauan jagung dan rumput raja. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 ekor ternak kambing betina dan 12 ekor ternak domba umur ±10 bulan. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2×2 dan diulang sebanyak 6 kali. Faktor pertama adalah jenis ternak (kambing dan domba). Faktor kedua terdiri atas dua jenis silase komplit yaitu P1 = Silase komplit berbahan dasar hijauan jagung dan P2 = Silase komplit berbahan dasar rumput raja. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jenis ternak dan silase komplit terhadap konsumsi bahan kering ransum, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, efisiensi penggunaan bahan kering ransum, suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus. Ternak kambing memiliki pertambahan bobot badan nyata lebih tinggi, namun suhu tubuh dan frekuensi pulsus lebih rendah dibanding ternak domba. Adapun konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan ransum dan frekuensi respirasi tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Silase komplit tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering ransum, efisiensi penggunaan bahan kering ransum, suhu tubuh, frekuensi respirasi dan frekuensi pulsus
Phylogenetic Analysis of Mud Crab Scylla olivacea with Several Crustacean based on mRNA Encoding FAMeT: Analisis Filogenetik Kepiting Bakau Scylla olivacea dengan Beberapa Krustasea berdasarkan Gen Penyandi FAMeT
Penelitian sebelumnya telah berhasil mengisolasi, dan sekuens basa nukleotida mRNA penyandi FAMeT Scylla olivacea. Beberapa penelitian menuliskan bahwa urutan mRNA penyandi FAMeT memiliki perbedaan pada spesies krustasea. Tujuan penelitian untuk mengetahui jarak kekerabatan S. olivacea dengan krustasea lainnya berdasarkan sekuen mRNA penyandi FAMeT. Kesamaan sekuen mRNA penyandi FAMeT menunjukkan beberapa krustasea yang memiliki kemiripan dengan sekuen mRNA FAMeT S. olivacea. Analisis pohon filogeni menunjukkan adanya 2 klasterkekerabatan mRNA penyandi FAMeT S. olivacea pada cabang yang sama dengan 2 spesies kepiting lainnya: S. serrata dan S. paramamosain. Selain pada genus Scylla, ditemukan pula pada Portunus trituberculatus dan P. pelagicus serta udang sungai Macrobrachium rosenbergii. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepiting S. olivacea monofiletik dengan 2 kepiting bakau lainnya, yaitu rajungan serta udang sungai M. rosenbergii. Sehingga menggambarkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat secara genetik. Sementara pada cabang ke 2 terdiri atas krustasea jenis udang-udangan seperti Homarus americanus, Cherax quadricarinatus, Fenneropenaeus merguiensis, Metapenaeus ensis dan Litopenaeus vannamei
Identification of Gastropods on Seagrass Meadows at Makasar Island Waters, Baubau, South East Sulawesi: Identifikasi Gastropoda pada Padang Lamun di Perairan Pulau Makassar, Kota Baubau Sulawesi Tenggara
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi, mengetahui jenis, komposisi, keragaman, keseragaman gastropoda di padang lamun di perairan Pulau Makasar, Kota Baubau. Manfaat yang ingin dicapai adalah memberi informasi, mengetahui kondisi, dan dapat menjadi dasar penelitian lanjutan agar menjaga keseimbangan sumberdaya dan ekosistem gastropoda di wilayah perairan Pulau Makasar, Kota Baubau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2020, bertempat di perairan pulau Makasar, Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dimana menggunakan data primer dan sekunder pada 3 (tiga) stasiun. Gastropoda yang ditemukan di perairan Pulau Makasar ada 22 spesies. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah spesies Nassarium globosus dan Conus magus. Kompisisi tertinggi jenis gastropoda berkisar 25% - 40,91%. Indeks keanekaragaman berkisar 2,62 – 2,82, indeks keseragamannya berkisar sebesar 0,83-0,89, dan indeks dominansi sebesar 0,17 – 0,21
Estimation of Productivity Level of Sampolawa Bay, South Buton District, South East Sulawesi: Pendugaan Tingkat Kesuburan Perairan Teluk Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara
Kawasan pesisir merupakan wilayah yang rentan terhadap masukan unsur hara yang berlebih. Masuknya unsur hara yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem di Teluk Sampolawa karena ditengarai menjadi penyebab eutrofikasi pada kolom perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan di Teluk Sampolawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Penentuan tingkat kesuburan perairan menggunakan metode TRIX dengan terlebih dahulu mengumpulkan data fosfat, nitrogen, oksigen terlarut dan klorofil-a. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesuburan perairan di Teluk Sampolawa berkisar antara 0,5271-0,8735 berkategori oligotrofik atau tidak terjadi eutrofikasi
Male Turkey Performance (Meleagris gallopavo) Ages 24 – 29 Weeks Given Rations Contain Turmeric Flour (Curcuma domestica Val.): Performa Kalkun Jantan (Meleagris gallopavo) Umur 24-29 Minggu yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji level subtitusi terbaik tepung kunyit dalam ransum terhadap performa pertumbuhan kalkun jantan umur 24-29 minggu di kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako yang terletak di Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi selama 5 minggu. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu R0 = Tanpa tepung kunyit dalam ransum (kontrol), R1 = 99,5% ransum kontrol + 0,5% tepung kunyit, R2 = 99,5% ransum kontrol + 1% tepung kunyit, R3 = 99,5% ransum kontrol + 1,5% tepung kunyit, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Variabel penelitian adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan tepung kunyit sebagai feed additif tidak memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum pada kalkun jantan yang berumur 24-29 minggu
The Strategy of Developing Beef Cattle Business in Bali Indah Farmer Groups in Padalembara Village, Poso Regency: Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Potong pada Kelompok Tani Bali Indah Desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui strategi yang tepat dalam mengembangkan usaha peternakan sapi potong pada kelompok tani Bali Indah berdasarkan kondisi daerah dan ketersediaan faktor produksi ternak di Desa Padalembara Kabupaten Poso. Penelitian dilaksanakan di desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Kelompok Tani Bali Indah, bulan Desember 2019 - Januari 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Metode studi kasus adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan memahami objek yang di teliti secara khusus sebagai suatu kasus. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa posisi kelompok tani Bali Indah berada pada kotak di kuadran V yang menggambarkan bahwa kelompok tani memerlukan adanya strategi berupa pembinaan secara intensif sebagai upaya penerapan strategi mempertahankan dan memelihara kondisi faktor internal dan eksternal. Adapun pembinaan dan pendampingan kepada peternak akan berdampak pada meningkatnya kemampuan petani ternak
Identification of Seagrass Ecosystem in the Waters of the Makasar Island, Baubau City: Identifikasi Sebaran Ekosistem Lamun di Perairan Kota Makassar, Kota Baubau
Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir dan memiliki produktivitas yang tinggi. Keberadaan lamun memiliki peranan penting bagi biota laut lainnya, manusia, dan lingkungan sehingga kemungkinan penurunan kualitas dan kuantitasnya dapat mengurangi manfaat yang dihasilkan oleh padang lamun dan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun dan persentase tutupan lamun di Perairan Pulau Makasar, Kota Baubau. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari 2020 di Perairan Pulau Makasar, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Pengamatan kondisi tutupan lamun dan kerapatan lamun dilakukan menggunakan transek kuadrat 0,5 m x 0,5 m dengan panjang transek garis yaitu 100 m. Hasil penelitian ini menunjukan jenis lamun yang dijumpai di Perairan Pulau Makasar yakni Enhallus accoroides, Cymodocea serullata, Halophila ovalis dan Thalassia hemprichii dengan luas tutupan lamun berkisar antara 7,39 – 51,7 %. Luas tutupan lamun di Pulau Makasar termasuk kategori buruk dan rusak. Paramater fisika kimia perairan masih optimum dalam mendukung perkembangan lamun
Sex Ratio and Size at First Maturity of Snakehead Gudgeon (Giuris margaritacea) Caught with Gillnets at Bolano Sau Lake, Parigi Moutong District: Sex Ratio dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Payangka (Giuris margaritacea) yang Tertangkap dengan Jaring Insang di Danau Bolano Sau Kabupaten Parigi Moutong
Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi keramahan alat tangkap jaring insang terhadap aktifitas penangkapan ikan payangka di Danau Bolano Sau melalui kajian sex ratio dan ukuran pertama kali matang gonad. Penelitian dilakukan di perairan Danau Bolano Sau pada bulan Agustus sampai Desember 2019. Sampel ikan payangka diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan jaring insang dengan mesh size 3½ inchi. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kualitas Air, Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan, Palu. Perbedaan sex ratio ikan payangka menggunakan uji Chi-square sedangkan ukuran pertama kali matang gonad diduga berdasarkan metode Spearman–Karber. Ikan payangka yang tertangkap dengan jaring insang di Danau Bolano Sau berukuran 79-163 mm. Sex ratio antara jantan dan betina tidak seimbang dimana jantan lebih dominan daripada betina. Ukuran pertama kali matang gonad sebesar 119, 19 mm. Sehingga disarankan ukuran layak tangkap ikan payangka > 120 mm. Penggunaan jaring insang dalam aktifitas penangkapan ikan payangka berpengaruh terhadap keseimbangan populasi jantan dan betina namun sangat selektif terhadap ukuran