Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Comparison of Bread Waste and Milled Corn as Energy Sources in Concentrate to Weight and Percentage of Non-Carcass External Components of Female Local Goats: Perbandingan Limbah Roti dan jagung Giling sebagai Sumber Energi dalam Konsentrat terhadap Bobot dan Persentase Komponen Non Karkas Eksternal Kambing Lokal Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan limbah roti dan jagung giling sebagai sumber energi dalam konsentrat terhadap bobot dan persentase komponen non karkas eksternal kambing lokal betina. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Januari - 23 April 2020 di kandang CV. Prima Breed, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ternak yang digunakan berjumlah 12 ekor kambing lokal betina umur ± 10 bulan dengan kisaran bobot 10-12 kg. Penelitian menggunakan uji perbandingan dua perlakuan dengan analisis statistik uji-t. Perlakuan dalam penelitian yaitu P1 = Pemberian konsentrat dengan bahan dasar sumber energi adalah jagung giling + Panicum sarmentosum Roxburg (Roxb) ad-libitum dan P2 = Pemberian konsentrat dengan bahan dasar sumber energi adalah limbah roti + Panicum sarmentosum Roxburg (Roxb) ad-libitum. Hasil analisis statistik uji-t menunjukkan bahwa pemberian konsentrat + limbah roti + jagung giling memberikan perbedaan yang nyata terhadap persentase komponen non karkas eksternal kambing lokal, sedangkan pemberian konsentrat + roti dan pemberian konsentrat + jagung giling tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap bobot komponen non karkas eksternal kambing lokal
Evaluation of CpG DNA for Increasing Immune Gene Expression in Grouper (Epinephelus fuscoguttatus): Evaluasi Pemberian CpG DNA untuk Meningkatkan Ekspresi Gen Imun pada Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus)
CpG DNA merupakan imunostimulan DNA sintetik yang mengandung CpG motif, terdiri dari sekuen pendek satu atau lebih motif CpG dan berperan sebagai danger signal terhadap sistem kekebalan imun natural maupun bawaan. Penelitian bertujuan menganalisa kemampuan CpG DNA untuk meningkatkan ekspresi gen Interleukin 1β (IL1β) pada ikan kerapu macan agar dapat dijadikan sebagai imunostimulan. Analisis tingkat ekspresi gen dilakukan dengan cara mengekstrak RNA organ kepala ginjal yang diberi perlakuan CpG DNA dan perlakuan PBS sebagai kontrol.Sintesis DNA komplementer (cDNA) dilakukan menggunakan kit Ready To Go You Prime FirstStrand Beads (GE Healthcare) dengan teknik RT-PCR. Produk PCR selanjutnya dianalisa dengan UN SCAN IT berdasarkan ketebalan fragmen DNA. Tingkat ekspresi gen serta nilai luminescence photostimulated dari gen IL1β lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan PBS sebagai kontrol. Nilai luminescence photostimulated gen IL1β pada perlakuan CpG DNA yaitu 113684 sementarapada perlakuan PBS sebagai kontrol hanya sebesar 95610
The Effect of Additional Probiotic EM-4 (Effective Microorganism-4) on Feed on Growth, Feed Conversion Ratio, and Fish Seed Survival Cyprinus carpio L.: Pengaruh Penambahan Probiotik EM-4 (Effective Microorganism-4) pada Pakan terhadap Pertumbuhan, Rasio Konversi Pakan dan Sintasan Benih Ikan Mas Cyprinus carpio L.
Kendala budidaya ikan mas yaitu pemberian pakan buatan pada benih yang belum optimal terhadap terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan pada benih belum berdiferensiasi secara morfologis maupun fisiologis, sehingga kemampuan benih untuk mencerna pakan masih memerlukan penambahan suplemen seperti probiotik. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan EM-4 dalam pakan terhadap SGR, FCR dan sintasan benih ikan mas. Penelitian dilaksanakan April - Mei 2019 di Laboratorium Kualitas Air dan Biota Akuatik, Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan RAL terdiri 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu variasi dosis penambahan EM-4 yang dicampur pada pakan komersil: A (0 ml/kg pakan); B (2 ml/kg pakan); C (6 ml/kg pakan); D (10 ml/kg pakan); E (14 ml/kg pakan). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik EM-4 pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap SGR, FCR dan sintasan ikan mas. Perlakuan D (10 ml/kg pakan) merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan SGR 0,014%, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 7,775 g, FCR sebesar 0,350 dan sintasan 95%
Consumer Behavior in the Purchase of Chicken Meat in the Traditional Market of Donggala Regency (Chapter Market Case Study): Perilaku Konsumen dalam Pembelian Daging Ayam Potong di Pasar Tradisional Kabupaten Donggala (Sudi Kasus Pasar Ganti)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap atribut-atribut daging ayam potong seperti warna daging, tekstur, aroma dan bobot dalam pengambilan keputusan pembelian, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku. Penelitian dilaksanakan di Pasar Tradisional Ganti Kabupaten Donggala pada bulan Agustus sampai September 2019. Penelitian menggunakan metode survey dan wawancara dengan sampel sebanyak 40 responden. Data dianalisis menggunakan Analisis Multiatribut dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan atribut bobot daging ayam sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan pembelian, kemudian diikuti aroma, warna dan tekstur daging. Hasil analisis Regresi Linier Berganda menunjukkan harga daging ayam, pendapatan, jumlah anggota keluarga, umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap perilaku konsumen. Namun secara individu yang berpengaruh positif terhadap perilaku konsumen yaitu faktor pendidikan dan pekerjaan konsumen
Effect of Additional Extract Curcuma (Curcuma xanthorrhiza) on Commercial Feed on Growth and Survival Rate of Tilapia Seeds (Oreochromis niloticus): Pengaruh Penambahan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada Pakan Komersil terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada pakan komersil terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Organisme uji yang digunakan dalam penelitian yaitu benih ikan nila dengan bobot rata-rata 1,55 gram sebanyak 200 ekor yang diperoleh dari Balai Benih Ikan Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dengan lima ulangan. Perlakuan A: tanpa penambahan ekstrak temulawak; Perlakuan B: penambahan ekstrak temulawak 4 g/kg pakan; Perlakuan C: penambahan ekstrak temulawak 8 g/kg pakan; dan Perlakuan D: penambahan ekstrak temulawak 12 g/kg pakan. Ekstrak temulawak yang telah siap kemudian dimasukan kedalam botol semprotan sesuai dosis yang telah ditentukan. Biomassa dan bobot organisme uji ditimbang pada awal dan akhir pemeliharaan. Pengukuran kualitas air meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap bobot mutlak benih ikan nila. Persentase bobot mutlak dan sintasan pada benih ikan nila tertinggi diperoleh pada perlakuan D, masing-masing sebesar 1,423 g dan 94%
Different Preliminary Feed on The Response of Growth and Sustainability of Betta Fish Larvae (Betta splendens): Pemberian Pakan Awal Berbeda terhadap Respon Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Cupang Betta splendens
Beberapa masalah dalam kegiatan budidaya Betta splendens adalah pertumbuhan yang lambat dan tingkat kematian masih tinggi pada tahap larva. Umumnya, larva Betta splendens memerlukan jenis pakan berdasarkan mulut larva. Beberapa jenis pakan yang dapat diberikan untuk larva adalah Infusoria dan suspensi kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup Betta splendens yang diberi pakan awal berbeda. Penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2019 di Laboratorium Kualitas Air dan Biota Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan RAL yang terdiri dari 3 perlakuan: A (infusoria); B (kuning telur); C (infusoria dan kuning telur). Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan awal yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Betta splendens. Bobot tertinggi pada perlakuan pakan Infusoria dan persentase kelangsungan hidup tertinggi dalam perlakuan pakan kuning telur
Feeding Frequency to Increase in Body Weight and Blood Chemical Levels of Local Goat: Frekuensi Pemberian Pakan terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Kadar Kimia Darah Kambing Kacang
Penelitian bertujuan mengetahui pertambahan bobot badan konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan bahan kering, kadar glukosa darah dan kadar urea darah kambing kacang yang diberi pakan dengan frekuensi berbeda. Organisme uji sebanyak 15 ekor kambing lokal betina berumur ±10 bulan dengan bobot badan 14–20 kg. Penelitian bersifat eksperimen menggunakan RAL dengan tiga perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah : P1 = Pemberian pakan 1,5% konsentrat dan 1,5% hijauan bahan kering diberikan satu kali pada pukul 07.00 WITA berdasarkan bobot badan; P2 = Pemberian pakan 0,75% konsentrat dan 0,75% hijauan bahan keringdiberikan pada pukul 07.00 WITA, pukul 13.00 WITA diberikan kembali 0,75% konsentrat dan 0,75% hijauan bahan kering berdasarkan bobot badan; P3 = Pemberian pakan 0,5% konsentrat dan 0,5% hijauan bahan kering diberikan pada pukul 07.00 WITA, dan pada pukul 13.00 WITAdiberikan 0,5% konsentrat dan 0,5% dan pukul 19.00 WITA diberikan 0,5% konsentrat dan 0,5% pada hijauan bahan kering berdasarkan bobot badan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pakan tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi bahan kering dan kadar urea darah, namun pemberian pakan sebanyak 2 kali nyata meningkatkan pertambahan bobotbadan, efisiensi penggunaan ransum dan kadar glukosa darah kambing kacang
Growth of Male Turkey at Different Energy Levels: Pertumbuhan Kalkun Jantan pada Tingkat Energi yang Berbeda
Kalkun merupakan salah satu jenis unggas dari ordo Galliformes, genus Meleaagriss yang mulai menjadi perhatian masyarakat untuk dibudidayakan. Budidaya kalkun di Indonesia masih sangat kurang, sebagian besar para peternak lebih memilih jenis unggas lain. Ternak kalkun merupakan jenis ternak unggas yang potensial dikembangkan sebagai ternak pedaging, karena memiliki ukuran tubuh yang besar dan mampu memanfaatkan bahan pakan baik berupa butiran dan hijauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kalkun jantan umur 19-25 minggu pada tingkat energi berbeda. Penelitian telah dilaksanakan di kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Perikanan di Desa Sibalaya Selatan, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, pada tanggal 24 Juni – 29 Juli 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah R1 = Ransum dengan Energi Metabolis 2800 Kkal/Kg, R2 = Ransum dengan Energi Metabolis 2900 Kkal/Kg, R3 = Ransum dengan Energi Metabolis 3000Kkal/Kg. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penggunaan level energi 3000 Kkal/kg memberikan hasil positif terhadap konsumsi ransum pada kalkun jantan umur 19-25 minggu
Economic Valuation of Coral Reefs Ecosystem in Bontosua Island, Pangkep Regency: Valuasi Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Bontosua Kabupaten Pangkep
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi potensi dan menganalisis pola pemanfaatan terumbu karang di Pulau Bontosua Kabupaten Pangkep. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara mendalam dengan kuesioner mengidentifikasi kondisi dan pemanfaatan terumbu karang serta menghitung nilai pemanfaatan sebagai penghasil ikan dan sebagai tempat wisata selam. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemanfaatan terumbu karang di Pulau Bontosua mencapai 80% dengan nilai ekonomi manfaat lansung terumbu karang sebesar Rp. 200.400.000 dan nilai ekonomi tidak lansung sebesar Rp. 4.735.000.000. Kesimpulan penelitian bahwa nilai ekonomi manfaat lansung terumbu karang di Pulau Bontosua masih sangat kecil yaitu 4% sedangkan nilai manfaat tidak lansung mencapai 95,9%
The Effect of Hay The Java Wood Leaves (Lannea coromandelica) on Weight Addition, Dry Material Consumption and Efficiency of Local Goat Feed: Pengaruh Penamabahan Hay Daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica) terhadap Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi Bahan Kering Ransum dan Efisiensi Penggunaan Ransum Kambing Kacang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan efisiensi pakan ternak kambing kacang yang diberi Hay Daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica). Ternak yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 ekor kambing Kacang betina umur ±10 bulan dengan kisaran bobot badan antara 11,29 - 16,29 kg, yang ditempatkan dalam kandang individual yang berlantai kayu yang dibuat petak sebanyak 12 petak. Penelitian ini dilakukan uji perbandingan 2 perlakuan dengan analisis statistik Uji-T. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah P1= Pemberian konsentrat tanpa hay daun kayu jawa, P2= Pemberian konsentrat + 0,5% hay daun kayu jawa. Peubah yang diamati adalah pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering ransum, dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hay daun kayu jawa tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum, namun berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering ransum