Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Identifikasi Potensi Pemanfaatan Daun Talas Beneng (Xanthosoma undipesi K. Koch) sebagai Subtitusi Protein Nabati pada Pakan Ikan
Permasalahan yang sering dihadapi pembudidaya ikan adalah terbatasnya penyediaan pakan buatan. Diperlukan sumber alternatif bahan lain yang dapat digunakan untuk membuat pakan mandiri dengan kandungan nutrisi yang tinggi. Salah satu bahan baku lokal yang berpotensi sebagai alternatif dalam pembuatan pakan buatan adalah daun talas beneng (Xanthasoma undipes K. Koch). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi daun talas beneng untuk dapat dikembangkan sebagai alternatif sumber protein nabati untuk pembuatan pakan ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 – Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Peubah yang diamati meliputi analisis kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan kandungan karbohidrat terbesar terdapat pada perlakuan D mencapai 52,77%, diikuti selanjutnya secara berturut adalah perlakuan E (52, 52%), C (50,32%), B (48,77%) dan A (47,53%). Kandungan protein dalam tepung daun talas beneng tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu sebesar 30,77%, berikutnya secara berturut-turut adalah perlakuan B (30,27%), C (29,55%), D (29,27%) dan E (28,28%). Kandungan nutrisi pada daun talas beneng tidak lebih baik dibandingkan tepung kedelai
Evaluasi Program Inseminasi Buatan pada Sapi Donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program inseminasi buatan (IB) pada sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05 Januari - 05 Februari 2022 di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi donggala akseptor IB sebanyak 80 ekor pada Tahun 2019 dan 102 ekor Tahun 2020. Penentuan lokasi menggunakan purposive sampling dan responden ditentukan secara accidental sampling. Pengambilan data menggunakan metode sensus terhadap peternak sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala yang mengikuti program IB. Variabel yang diamati Service Per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan calving Rate (CvR). Hasil penelitian terhadap evaluasi program Inseminasi Buatan pada sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala pada Tahun 2019 dan 2020 diperoleh nilai Service Per Conception (S/C) sebesar 1,47 dan 1,46; Conception Rate (CR) sebesar 61,25% dan 61,76% dan Calving Rate (CvR) sebesar 57,5% dan 59,8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program IB pada sapi donggala di Kecamatan Sindue Tombusabora Kabupaten Donggala sudah baik
Pengaruh Jenis Substrat terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Glass Eel Anguilla bicolor pacifica
Penelitian bertujuan untuk menentukan tipe substrat yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup glass eel Anguilla bicolor pacifica dalam skala laboratorium. Penelitian didesain dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A (tanpa substrat), B (substrat kerikil), C (substrat pasir), dan D (substrat lumpur),dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali. Padat tebar glass eel 10 ekor/wadah (10L) dengan waktu pemeliharaan selama enam puluh hari. Selama pemeliharaan ikan diberi pakan cacing Tubifex sebanyak 20% dari biomassanya. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Data dianalisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan substrat berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap pertumbuhan glass eel. Bobot tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan substrat kerikil yaitu sebesar (14,78 g), dan terendah pada perlakuan tanpa substrat (A) yaitu (7,38 g). Kelangsungan hidup pada perlakuan menggunakan substrat (B, C dan D) sebesar 100%, sedangkan pada perlakuan tanpa substrat (A) sebesar 94%
Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch 1790) pada Berbagai Salinitas dan Dosis Pakan Limbah Kepala Udang dalam Wadah Terkontrol
Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) pada salinitas dan dosis pemberian pakan berbahan limbah tepung kepala udang yang berbeda dalam wadah terkontrol. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, yang terdiri atas 2 faktor perlakuan yaitu salinitas (S) dan dosis pemberian pakan yang berbahan limbah kepala udang (P). Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Salinitas pada kisaran 27‰, 30‰ dan 33‰ kemudian dosis pemberian pakan yaitu 3%, 5% dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang paling baik terhadap respon pertumbuhan benih ikan kakap putih yaitu pada kombinasi perlakuan S2P1 (30‰ dan 3%), yaitu dengan nilai kelangsungan hidup 100%, pertumbuhan panjang mutlak 0,32±0,131 cm, pertumbuhan bobot mutlak 0,74±0,070 g, bobot harian 0,025±0,002 g/hari dan untuk nilai rasio konversi pakan 0,47±0,172% menjadi yang paling efisien dibandingkan perlakuan lainnya. Tidak terdapat pengaruh interaksi (p>0,05) antara salinitas dan dosis pemberian pakan berbeda terhadap semua variabel pengamatan, namun secara mandiri terdapat pengaruh masing-masing faktor salinitas dan faktor pakan terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan bobot spesifik dan rasio konversi pakan
Pengaruh Level Protein Kasar terhadap Perubahan Dimensi Tubuh Sapi Donggala Induk Muda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan level protein kasar (PK) terhadap perubahan dimensi tubuh sapi donggala induk muda. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 minggu yaitu pada pada bulan Oktober-Desember 2020, bertempat di kandang penelitian bertempat di Desa Potoya, Kecamatan Dolo kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Donggala induk muda yang berjumlah 20 ekor dengan umur sekitar 2,5 - 3 tahun dan kisaran bobot badan antara 250 - 350 kg. Penelitian ini didesain dengan menggunakan. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan meliputi: P1 = PK 12%; P2 = PK 14%; P3 = PK 16%; P4 = PK 18%; dan P5 = PK 20%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah perubahan dimensi tubuh (lingkar dada, panjang badan, tinggi pundak, tinggi pinggul) sapi Donggala induk muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan level PK memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap peningkatan lingkar dada, peningkatan panjang badan, tinggi pundak, tinggi pinggul. Peningkatan lingkar dada terendah dicapai pada P12 (20,7 cm) dan tertinggi pada P18 (32,0 cm)