Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
    144 research outputs found

    Pengaruh Filter Berbeda terhadap Parameter Kualitas Air Media Pemeliharaan Ikan Mas (Cyprinus carpio)

    Get PDF
    Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, diperlukan penerapan sistem budidaya intensif agar membantu meningkatkan produksi akuakultur. Sistem  budidaya intensif yang banyak diterapkan yaitu sistem resirkulasi. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2022. Kegiatan penelitian bertempat di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diujikan adalah penggunaan filter yang berbeda dalam sistem resirkulasi dengan perlakuan A = tanpa  filter, B = menggunakan filter ijuk 150 g/wadah, C = menggunakan filter sabut kelapa 150 g/wadah, dan D = menggunakan filter kapas 150 g/wadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air pada perlakuan ijuk, sabut kelapa dan kapas pada parameter suhu yaitu 26,3-28 °C, pH 7,5-7,8, oksigen terlarut 4,6-5,4 mg/l, amonia 0,05-0,3 mg/l, TDS 390-780 mg/l dan TSS 0,15-0,62 mg/l

    Analisis Kelayakan Usaha Ayam Broiler (Studi Kasus pada Peternakan Wenggoasa di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan)

    Get PDF
    Usaha ayam broiler Wenggoasa adalah usaha peternakan yang melakukan kerja sama dengan perusahaan kemitraan PT. Karya Mitra Kendari dan sudah berdiri selama 5 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha peternakan ayam broiler Wenggoasa di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April tahun 2023 bertempat di Desa Lebo Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan purposive sampling pada usaha peternakan ayam broiler Wenggoasa dengan jumlah populasi ayam broiler yang dipelihara sebanyak 15.000 ekor dan tenaga kerja menggunakan tenaga kerja lokal. Adapun analisis data yang digunakan yaitu: Biaya dalam usaha peternakan, Penerimaan, Pendapatan, Analisis R/C dan Analisis B/C. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan usaha ayam broiler Wenggoasa yaitu sebesar Rp. 80.753.705/periode, R/C Rasio 1,16 dan B/C Rasio 0,16, yang berarti usaha ayam broiler peternakan Wenggoasa layak untuk dikembangkan

    Keragaman Gen Calpastatin pada Ayam Kampung

    Get PDF
    Gen calpastatin (CAST) berperan dalam mengontrol sifat kualitas daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman gen calpastatin tiga jenis ayam kampung yang berbeda. Penelitian ini menggunakan motode PCR-RFLP untuk mengamplifikasi fragmen DNA genom gen CAST. Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Peternakan CV. Bittara Wanua di Kabupaten Soppeng dan Laboratorium Bioteknologi Terpadu Universitas Hasanuddin. Jumlah sampel yangg digunakan sebanyak 45 ekor dari tiga jenis ayam kampung yang berbeda, yaitu Ayam KUB, ayam Merawang, dan ayam kampung in ovo feeding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe ayam kampung berupa AA dan AG, dengan frekuensi alel dominan A. Gen CAST pada ayam kampung in ovo feeding bersifat polimorfik (frekuensi alel A = 0,93; G = 0,07), sedangkan ayam KUB dan ayam Merawang bersifat monomorfik (frekuensi alel A = 0,97; G = 0,03 pada ayam KUB dan frekuensi alel A = 1,00; G = 0,00 pada ayam Merawang). Nilai Ho dan He ayam kampung in ovo feeding masing-masing sebesar 0,133 dan 0,1289. Ayam kampung in ovo feeding berada dalam keseimbangan Hukum Herdy-Weinberg dengan nilai X2 = 0,037

    Evaluasi Beberapa Jenis Bahan Herbal terhadap Keberhasilan Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata)

    Get PDF
    Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan jenis ikan hias yang banyak dibudidayakan dan digemari karena mudah dipelihara, dan memiliki variasi warna yang indah terutama pada ikan guppy jantan, Adanya perbedaan antara guppy jantan dan betina membuat indukan guppy jantan lebih diminati dan memiliki harga jual yang tinggi. Penelitian ini bertujun untuk mengevaluasi beberapa jenis bahan herbal seperti cabe jawa, lada hitam, dan kulit manggis untuk memaskulinisasi ikan guppy dengan metode perendaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan penelitian ini adalah kontrol (0 mg/L), lada hitam, cabe jawa, dan kulit manggis dengan masing masing dosis 0,3mg/l. Ikan guppy yang digunakan berumur 5 hari, Larva ikan guppy di rendam selama 5 jam dan di pelihara selama 60 hari. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji ANOVA dan Duncan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan bahan herbal berpengaruh terhadap jantanisasi ikan dan tingkat kelangsungan hidup selama perendaman. Persentase jantan tertinggi dihasilkan pada perlakuan cabe jawa sebesar 67,43% diikuti kulit manggis sebesar 49,97% dan perlakuan lada hitam sebesar 47,60%, sedangkan terendah ditunjukkan pada perlakuan kontrol sebesar 39,17%

    Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Bali di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada Sapi Bali di Sindue Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan pada bulan November - Desember 2022. Data Inseminasi Buatan Sapi Bali diambil dari lima desa di Kecamatan Sindue dengan jumlah populasi sapi bali terbanyak yaitu Desa Toaya Vunta, Toaya, Enu, Kavaya dan Kumbasa dengan total induk sapi bali dalam program IB (akseptor) sebanyak 119 ekor. Penentuan lokasi penelitian dan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Parameter yang diamati yaitu Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata nilai S/C dan CR pada Tahun 2022 secara berturut-turut adalah 1,52 dan 55,46%. Nilai S/C dan CR tersebut dikategorikan cukup baik

    Hubungan Panjang-Bobot, Nisbah Kelamin dan Faktor Kondisi Ikan Endemik Sulawesi Rono Lindu (Oryzias sarasinorum Popta 1905)

    Get PDF
    Ikan rono Lindu (Oryzias sarasinorum Popta 1905) adalah salah satu ikan endemik dari perairan tawar Sulawesi yang penyebarannya terbatas hanya di Danau Lindu. Status konservasi O. sarasinorum yang telah ditetapkan oleh IUCN berada dalam kategori terancam punah. Penelitian menggunakan metode standar dalam studi bioekologi ikan. Data yang dianalisis berasal dari sampel yang dikoleksi pada medio Juli-September 2013 dari Danau Lindu. Alat tangkap yang digunakan berupa pukat pantai kecil berkantong (mini beach sine) berukuran panjang 10 m, lebar 2,5 m, diameter kantong 1 m, dan mata jaring 2 mm. Jumlah total sampel sebanyak 165 ekor, terdiri atas 94 ekor ikan jantan dan 71 ekor ikan betina. Hasil analisis hubungan panjang-bobot ikan O. sarasinorum jantan, betina, dan gabungan jantan dan betina masing-masing adalah W= 0,000L2,128, W= 0,000L2,396 dan W=0,000L2,239  dengan nilai koefisien korelasi (r) masing-masing 0,968, 0,933 dan 0,953. Hal ini  mengindikasikan bahwa O. sarasinorum memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi Fulton (K) O. sarasinorum jantan berkisar 0,718-2,625 sedangkan betina 0,586-2,963. Nisbah kelamin ikan O. sarasinorum menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan relatif lebih banyak dibandingkan dengan ikan betina. Studi ini merupakan laporan pertama mengenai hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi untuk ikan endemik O. sarasinorum. Informasi biometrik ini berguna untuk pengelolaan berkelanjutan, kajian dinamika populasi ikan dan konservasi

    Kualitas Telur Ayam Ras yang Diberi Pakan Mengandung Multi Enzim

    Get PDF
    Enzim merupakan senyawa protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Penambahan multi enzim sebagai campuran bahan pakan unggas memiliki potensi meningkatkan kualitas pakan yang pada akhirnya dikuti oleh peningkatan kualitas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian multi enzim dalam pakan terhadap kualitas telur. Penelitian di laksanakan selama 42 hari yaitu pada tanggal 27 Desember 2022 - 06 Februari 2023 di Kandang Percobaan Laboratorium Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan 80 ekor ayam petelur umur 35 minggu. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan yang dibeikan sebagai berikut: M0 = pakan kontrol (jagung 50% + konsentrat 35 % + dedak padi 15%), M1 = Pakan kontrol + 0,025% Multi enzim, M2 = Pakan Kontrol + 0.050% Multi enzim, M3 = Pakan Kontrol +0.075% Multi enzim dan M4 = Pakan kontrol + 0.10% Multi enzim. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian multi enzim dalam pakan ayam ras petelur tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap persentase kuning telur, indeks kuning telur serta warna kuning telur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi enzim hingga 0,10% dalam pakan ayam ras petelur tidak memberikan pengaruh terhadap semua perlakuan selama penelitian atau memberikan pengaruh yang sama terhadap nilai persentase, indeks dan warna kuning telur

    Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Udang Kaki Putih (Penaeus vannamei) pada Suhu dan Salinitas yang Berbeda

    Get PDF
    Variabel kualitas air berperan penting terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme akuatik, diantaranya adalah suhu dan salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan salinitas terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang kaki putih (Penaeus vannamei). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang teridiri dari perlakuan suhu 24 °C, 27 °C, dan 30 °C dan salinitas 10 ppt, 20 ppt dan 30 ppt. Setiap perlakuan diulangi sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tertinggi berada pada suhu 24 °C dan salinitas 10 ppt, tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada suhu 27 dan 30 °C dan salinitas 20 dan 30 ppt

    Kualitas Fisik dan Uji Organoleptik Telur Ayam Ras Asin dengan Beberapa Level Penggunaan Bubuk Kulit Telur dan Abu Gosok

    Get PDF
    Kulit telur ayam ras lebih tipis dibandingkan dengan telur itik sehingga sering pecah pada kulit telurnya jika dilakukan pengolahan menjadi telur asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai level penggunaan bubuk kulit telur dan abu gosok terhadap kualitas fisik dan organoleptik telur ayam ras asin. Penelitian ini menggunakan RAK dan RAL faktorial terdiri dari dua faktor yaitu faktor A T1 (100% bubuk kulit telur), T2 (70% bubuk kulit telur), dan T3 (40% bubuk kulit telur) serta faktor B A1 (0% abu gosok), A2 (30% abu gosok) dan A3 (60% abu gosok) yang setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter adalah uji fisik persentase kehilangan berat telur, daya pecah kulit telur dan uji organoleptik. Perlakuan memberikan pengaruh interaksi yang sangat nyata (p>0,01) pada rasa dan warna, memberikan pengaruh tunggal yang sangat nyata terhadap daya pecah kulit (p>0,01) dan memberikan pengaruh yang tidak nyata (p<0,05) terhadap presentase kehilangan berat dan aroma telur ayam ras asin

    Biokonversi Kulit Buah Kakao yang Disuplelemtasi dengan Tepung Daun Kelor pada Kambing Kacang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertambahan bobot kambing kacang yang diberi kulit buah kakao biokonversi (KBKK) yang disuplementasi dengan tepung daun kelor dalam konsentrat. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan menggunakan 20 ekor Kambing Kacang jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu: P1= Hijauan 70% + Konsentrat 30%+KBKK 0%; P2= Hijauan 70% + Konsentrat 22,5% + KBKK 7,5%; P3= Hijauan 70% + Konsentrat 15% + KBKK 15%; P4= Hijauan 70% + Konsentrat 7,5% + KBKK 22,5%; P5= Hijauan 70% + Konsentrat 0% + KBKK 30%. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) dan konversi pakan). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kulit buah kakao biokonversi yang disuplementasi tepung daun kelor memberikan pengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap konsumsi BK, BO, PK dan SK, namun memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap PBBH dan konversi pakan. Konsumsi BK, BO, dan PK tertinggi diperoleh pada P1, masing-masing 432,03±55,10 g/ekor/hari, 357,36±53,82 g/ekor/hari dan 50,60±7,76 g/ekor/hari. Sedangkan yang terendah pada P5, masing-masing 432,03±55,10 g/ekor/hari, 329,05±44,61 g/ekor/hari dan 46,72±5,96 g/ekor/hari. Sebaliknya, SK tertinggi pada  P5 (119,45±13,7 g/ekor/hari) dan terendah pada P1 (101,59±6,89 g/ekor/hari). Adapun PBBH dan konveri pakan masing-masing berkisar 53,68±3,96 g/ekor/hari-70,13±2,36 g/ekor/hari dan 6,61±0,87-8,08±1,06. Semakin tinggi level pemberian kulit buah kakao biokonversi yang disuplementasi dengan tepung daun kelor, maka semakin menurunkan konsumsi BK, BO dan PK. Hasil terbaik diperoleh pada P3 (konsentrat 15% dan KBKK 15%)

    29

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah AgriSains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇