Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
    144 research outputs found

    Comparative Analysis of Seaweed Cultivation Production (Eucheuma spinosum) Longline Method using Rope Strecht and Circular Net Stretch: Analisis Perbandingan Produksi Budidaya Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Metode Longline Menggunakan Bentangan Tali dan Bentangan Jaring Bundar

    No full text
    Produktivitas rumput laut dapat ditingkatkan dengan metode budidaya berkelanjutan yang tepat guna dan ramah lingkungan dalam penerapannya. Percobaan menggunakan bentangan jaring bundar adalah modifikasi dari metode longline dengan bentangan tali dan diharapkan dapat meningkatkan produksi, melindungi dari serangan hama dan thallus yang patah akibat arus, serta meminimalisir waktu dan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan membandingkan produksi rumput laut dengan metode longline menggunakan bentangan tali dan bentangan jaring bundar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen di lapangan dan wawancara pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan modifikasi bentangan jaring bundar pada penelitian ini kurang efektif untuk digunakan dalam budidaya rumput laut jenis Eucheuma spinosum. Meskipun terlihat mengalami pertumbuhan, akan tetapi, produksi dengan bentangan tali lebih tinggi dibandingkan dengan bentangan jaring bundar. Rekomendasi untuk penggunaan modifikasi jaring bundar dapat dilakukan dengan memperhatikan ukuran mesh-size jaring dan mencoba jenis jaring lain yang tidak mudah terserang hama. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah musim tanam dan kedalaman bentangan agar rumput laut tetap mendapatkan cahaya dan suplai nutrisi yang tercukupi untuk pertumbuhan

    Analysis of Microplastic of Mackerel (Rastrelliger sp.) Ingestion from the Palu Bay: Kajian Mikroplastik pada Saluran Pencernaan Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Teluk Palu

    No full text
    Keberadaan mikroplastik semakin meningkat seiring meningkatnya ketergantungan aktifitas manusia terhadap plastik. Limbah plastik yang terbuang dan luruh menjadi mikroplastik di laut meningkatkan konsentrasi mikroplastik di laut. Kandungan mikroplastik dalam ikan perlu diketahui mengingat tingginya konsumsi ikan laut lokal di Kota Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung konsentrasi mikroplastik pada sistem pencernaan ikan kembung (Rastrelliger sp.) di Teluk Palu dan  mengkaji jenis kandungan plastik yang terdapat pada pencernaan ikan kembung Teluk Palu. Sampling ikan yang diambil adalah ikan hasil tangkapan nelayan lokal Teluk Palu, sampel yang diambil adalah ikan yang segar. Pengukuran mikroplastik dilakukan dengan metode destruksi bahan organik pada saluran pencernaan ikan menggunakan larutan KOH  10% dan H2O2 50%, perendaman antara 24 hingga 60 jam tergantung ukuran saluran pencernaan. Setelah bahan organik larut, sampel akan diamati menggunakan mikroskop untuk mengamati kandungan mikroplastik pada sampel, untuk memastikan bahwa objek yang dianalisa adalah mikroplastik dilakukan metode Hot Needle Test. Berdasarkan hasil analisa sampel mikroplastik di Teluk Palu dari 95 sampel ikan kembung  ditemukan 4 sampel ikan yang terpapar mikroplastik dengan konsentrasi rata-rata 1,66±0,35 partikel/g berat ikan yang terpapar mikroplastik

    Analysis of The Added Value of Fish Bone Waste into Crackers in the Krupuk tuiri Industry in Bengkulu City: Analisis Nilai Tambah Limbah Tulang Ikan Menjadi Kerupuk pada Industri Krupuk Tuiri di Kota Bengkulu

    Get PDF
    Pemanfaatan limbah tulang ikan untuk pengolahan krupuk tulang ikan. Usaha ini berfungsi sebagai salah satu upaya pemanfaatan sisa tulang ikan sebagai bahan baku untuk krupuk tulang ikan yang dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Krupuk tulang ikan adalah pengembangan produk dari penggunaan limbah ikan sebagai bahan baku krupuk untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga variasi hasil olahan produk perikanan dengan harapan dapat meningkatkan nilai tambah pada komoditas ikan. Tujuan penelitian adalah untuk mencari nilai tambah tulang ikan yang diperoleh  produsen,  dan berapa marjin nilai tambah tulang ikan menjadi krupuk tulang ikan. Penelitian dilakukan pada produsen “Krupuk Tuiri” Kota Bengkulu pada bulan juni hingga juli 2023. Analisis nilai tambah limbah tulang ikan tenggiri yang dilakukan menggunakan analisis metode Hayami. Penelitian ini menunjukkan hasil yang didapat dari 1 kg bahan limbah tulang ikan yang diproses untuk krupuk tulang ikan akan memberikan nilai tambah sebesar Rp20.446,- .Hasil nilai marjin pendapatan tenaga kerja 13,24%, untuk marjin sumbangan input lain didapat angka 7,4 % dan hasil marjin keuntungan diperoleh 79,30% dari setiap produksi

    Reproductive Efficiency of Donggala Cattle in Donggala Regency: Efisiensi Reproduksi Induk Sapi Donggala di Kabupaten Donggala

    No full text
    Reproduksi merupakan kunci utama dalam pengembangbiakan ternak, karena proses reproduksi ternak yang normal diikuti oleh produksi ternak yang baik. Reproduksi dianggap sebagai salah satu aspek untuk meningkatkan produksi dan populasi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi reproduksi Sapi Donggala di Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilaksanakan di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Tanantovea, Sindue Tobata, Sindue Tambosabura, Balaesang, dan Banawa Tengah . Penentuan lokasi menggunakan purposive sampling dan responden ditentukan secara accidental sampling. Pengambilan data menggunakan metode sampling terhadap peternak Sapi Donggala di 5 kecamatan tersebut. Data yang dikumpulkan adalah data Tahun 2022.  Variabel yang diamati berupa karakteristik peternak dan data reproduktivitas. Karakteristik peternak terdiri dari umur, pendidikan, dan pengalaman beternak. Sedangkan data reproduktivitas berupa umur pertama dikawinkan, lama kebuntingan, dan Calving Interval (CI).  Hasil penelitian diperoleh umur peternak terbanyak yaitu umur 15-65 tahun (96%), tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMP (42%), pengalaman beternak tertinggi yaitu 3-10 tahun (67%), umur pertama dikawinkan tertinggi umur 1,6-2 tahun (46%), lama kebuntingan sebanyak 270-290 hari (69%), dan calving interval (CI) diatas 12 bulan (73%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi reproduksi Sapi Donggala di Kabupaten Donggala masih tergolong renda

    Daya Tetas Telur Ikan Mas Koi (Cyprinus rubrofuscus) dengan Perendaman Ekstrak Daun Sukun Artocarpus altilis

    Get PDF
    Pemanfaatan bahan herbal seperti ekstrak daun sukun menjadi alternatifuntuk meningkatkan keberhasilan penetasan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun sukun Artocarpus altilisterhadap daya tetas telur ikan mas koi (Cyprinus rubrofuscus). Desainpenelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 5 ulangan sehingga menghasilkan 20 unit percobaan. Perlakuan yangdiujikan yaitu perendaman telur dalam ekstrak daun sukun dengan dosisperlakuan A= 0 g/L, B= 2 g/L, C= 4 g/L, dan D= 6 g/L. Data Daya tetasdianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA dengan bantuan Minitab 16.Jika terdapat perbedaan perlakuan maka dilanjutkan dengan uji beda nyatajujur (BNJ). Data uji penapisan fitokimia, kelangsungan hidup, dan kualitasair dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dosis palingefektif yaitu perlakuan B (2 g/L) dapat mengobati telur yang terinfeksisehingga menghasilkan daya tetas telur sebesar 83,2%. Penggunaanekstrak daun sukun berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan maskoi yang terserang jamur. Berdasarkan pemeliharaan larva ikan mas koiselama 14 hari menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan B(2 g/L) yaitu sebesar 94,5%

    Front Matter

    No full text

    Maskulinisasi Ikan Platy Pedang (Xiphophorus hellerii) melalui Perendaman Larva dalam Larutan Madu dengan Dosis Berbeda

    Get PDF
    Ikan platy pedang jantan memiliki keindahan bentuk, warna lebih mencolok dibanding betina, sehingga harga jual ikan platy pedang jantan lebih tinggi dibandingkan dengan betina. Oleh karena itu, para pembudidaya berupaya meningkatkan produksi ikan platy pedang jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis madu yang berbeda terhadap maskulinisasi ikan platy pedang (Xiphophorus hellerii) melalui perendaman larva. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian yaitu perendaman larva dengan dosis madu 0 mL, 25 mL, 30 mL, dan 35 mL masing-masing per liter air. Hasil analisis ragam (ANOVA) penelitian menunjukkan bahwa perendaman larva ikan platy pedang (Xiphophorus hellerii) dalam larutan madu, berpengaruh nyata terhadap maskulinisasi (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis madu yang diberikan, semakin tinggi pula jumlah persentase jantan yang dihasilkan. Dengan demikian perendaman larva ikan platy pedang dalam larutan madu mampu mengarahkan gonad larva ikan platy pedang yang belum terdiferensiasi menjadi jantan. Perendaman dalam larutan madu dengan dosis 35 ml/L selama 7 jam menunjukkan persentase maskulinisasi tertinggi yaitu sebesar 67,86%

    Kecernaan Protein dan Lemak dari Penggunaan Minyak Atsiri Daun Cengkeh sebagai Sumber Fitobiotik dalam Pakan Ayam Ras Jantan

    Get PDF
    Peningkatan kecernaan pakan dapat dilakukan dengan penggunaan feed additive dalam pakan ataupun air minum. Feed additive merupakan pakan tambahan yang mengandung komponen bioaktif, dapat berasal dari tanaman yang disebut fitobiotik. Minyak atsiri merupakan salah satu sumber fitobiotik yang dapat diekstrak dari tanaman cengkeh. Tujuan penelitian untuk menentukan daya cerna protein dan lemak dari penggunaan minyak atsiri daun cengkeh dalam pakan ayam ras jantan. Penelitian menggunakan 15 ekor ayam ras jantan umur 12 minggu yang dipelihara selama 7 hari. Perlakuan didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan  dan 3 ulangan. Perlakuan yaitu P1 ( Pakan basal), P2 (Pakan basal + antibiotik 0,005%/kg pakan), P3 (Pakan basal + minyak atsiri daun cengkeh 0,63%/kg pakan), P4 (Pakan basal + minyak atsiri daun cengkeh 1,26%/kg pakan), P5 (Pakan basal + minyak atsiri daun cengkeh 1,89%/kg pakan). Variabel yaitu daya cerna protein dan lemak pakan. Data dianalisis dengan program SPSS versi 19 sesuai desain yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap daya cerna protein dan lemak. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P3 dengan penggunaan 0,63% minyak atsiri daun cengkeh dalam pakan. Disimpulkan bahwa penggunaan minyak atsiri daun cengkeh 0,64% dalam pakan ayam ras petelur jantan dapat meningkatkan kecernaan protein 1,19% (dari 96,00% (antibiotik komersial) menjadi  97,14% (minyak atsiri daun cengkeh) dan lemak 6,77% (dari  84,52% (antibiotik komersial) menjadi 90,24% (minyak atsiri daun cengkeh). Penggunaan minyak atsiri dapat menggantikan penggunaan antibiotik dalam pakan ayam ras  jantan

    Pemanfaatan Tepung Batang Pisang dalam Konsentrat dengan Level Berbeda terhadap Kambing Kacang

    Get PDF
    Salah satu upaya untuk mengurangi dampak kekurangan nutrisi akibat kurangnya pakan sebagai imbas dari pergantian musim adalah pemanfaatan tanaman pisang dimana batang pisang merupakan limbah pertanian yang tidak termanfaatkan di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2020 di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kambing Kacang betina  (umur ±10 bulan, kisaran bobot badan antara 9,01-12,25 kg)  sebanyak 15 ekor. Dalam penelitian ini diguakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5  perlakuan berupa tepung batang pisang dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah: P0= pemberian tepung batang pisang 0,00% dari bobot badan berdasarkan bahan kering, P1=pemberian tepung batang pisang 0,25% dari bobot  berdasarkan bahan kering, P2= pemberian tepung batang pisang 0,50% dari bobot badan berdasarkan bahan kering, P3= pemberian tepung batang pisang 0,75% dari bobot badan berdasarkan bahan kering dan P4= pemberian tepung batang pisang 1,00% dari bobot badan berdasarkan bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung batang pisang dalam konsentrat berpengaruh nyata (p<0,05) menurunkan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah sel darah putih. Namun dalam penelitian ini menunjukkan nilai hematologis masih dalam kisaran  normal

    Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler yang Diberi Ekstrak Sabut Kelapa dalam Ransum

    Get PDF
    Pertumbuhan ayam broiler tidak terlepas dari penggunaan antibiotik yang dapat membahayakan pada ternak. Ekstrak sabut kelapa menjadi alternatif feed additive sebagai antibiotik yang mengandung asam galat, flavonoid, steroid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penggunaan ekstrak sabut kelapa terhadap kualitas fisik daging ayam broiler (keempukan, daya ikat air dan susut masak). Penelitian ini dilaksanakan pada dua tempat yaitu di Desa Sibalaya Selatan, Kabupaten Sigi untuk pemeliharaan dan uji kualitas fisik daging di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Ternak yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas 50 ekor ayam pedaging yang dipelihara selama 6 minggu, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 2 ulangan. Adapun perlakuannya sebagai berikut: P0 = ransum basal, P1 = ransum basal + 40 ppm tetrasiklin, P2 = ransum basal + 100 ppm ekstrak sabut kelapa, P3 = ransum basal + 400 ppm ekstrak sabut kelapa, P4 = ransum basal + 700 ppm ekstrak sabut kelapa. Parameter yang di ukur yaitu keempukan, daya ikat air, dan susut masak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai keempukan (7,5kg/cm2 - 8,16kg/cm2), daya ikat air (48,14% - 62,96%) dan susut masak (32,05% - 35,22%). Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak sabut kelapa dalam ransum berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap kualitas fisik daging ayam broiler (keempukan, daya ikat air dan susut masak)

    29

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah AgriSains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇