Jurnal Ilmiah AgriSains
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Performance of 5-weeks-old male broiler and Particle size preference of coconut meal-based diet: Performa Ayam Broiler Jantan Umur 5 Minggu dan Preferensi Ukuran Partikel Pakan Berbasis Bungkil Kelapa
Sebuah penelitian telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh berbagai ukuran partikel pakan berbasis bungkil kelapa (BK) yang dipelet terhadap performa ayam broiler jantan dan hubungan antara dimensi paruh ayam broiler dan preferensi ukuran partikel pakan. Penelitian ini dilakukan selama 5 minggu. Ayam broiler diberikan 3 jenis pakan percobaan: (1) jagung-kedelai dengan distribusi berbagai ukuran partikel (<1,0, 1,0-2,0, 2,0-2,8, 2,8-4,0, >4,0 mm) (JKC), (2) pakan halus dengan 30% BK (BKH), dan (3) campuran berbagai ukuran partikel pakan 30% BK (BKC). Konsumsi dan konversi pakan, pertambahan berat badan, dimensi paruh, dan preferensi ukuran partikel diukur sebagai parameter. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan pakan dan enam ulangan kandang. Setiap kandang terdiri dari enam ekor ayam. Data dianalisis menggunakan analisis varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam broiler yang diberi pakan JKC dan BKC lebih berat (P<0,05), konsumsi pakan lebih tinggi, dan memiliki ukuran paruh lebih besar dari pada ayam yang diberi pakan BKH. Ayam broiler lebih menyukai pakan dengan ukuran partikel >4,0 mm. Ayam broiler menunjukkan preferensi terhadap ukuran partikel yang sesuai dengan 33% lebar paruhnya. Dapat disimpulkan bahwa ayam broiler yang diberi pakan JKC dan BKC meningkat performanya, dan pakan dengan ukuran partikel yang setara dengan 33% lebar paruh sangat disukai oleh ayam broiler
Antioxidant Activities of The Brown Seaweed Sargassum: Narrative Review: Aktivitas Antioksidan Rumput Laut Cokelat Sargassum: Naratif Review
Rumput laut cokelat Sargassum merupakan rumput laut yang telah banyak dimanfaatkan untuk produk pangan maupun non pangan. Sargassum memiliki kandungan senyawa bioaktif yang tinggi dan beragam. Sargassum memiliki berbagai macam bioaktivitas terutama antioksidan. Review artikel ini bertujuan untuk menyusun and merangkum data terbaru mengenai senyawa bioaktif dan antioksidan rumput laut Sargassum. Review artikel menggunakan artikel penelitian yang bersumber dari referensi ilmiah ScienceDirect terbitan tahun 2020–2025. Kandungan senyawa bioaktif dari berbagai spesies rumput laut Sargassum, yakni senyawa fenolik (flavonoid, fenol), alkaloid, steroid, terpenoid, saponin, glikosida kardiak, mycosporine-like amino acids, dan pigmen (fukosantin, flobatanin, klorofil-a, klorofil-d, α-karoten, β-karoten, xantofil, fikobiliprotein, dan karotenoid). Senyawa bioaktif utama rumput laut Sargassum, yakni senyawa fenolik (0,09791–521,84 mg GAE/g). Sargassum menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada berbagai metode pengujian (DPPH, FRAP, dan ABTS). Persentase inhibisi aktivitas antioksidan Sargassum berdasarkan metode DPPH berkisar 0,18–89,84% dan ABTS berkisar 64,018–93,94%. Aktivitas antioksidan Sargassum dipengaruhi oleh kandungan senyawa bioaktif, metode ekstraksi, konsentrasi ekstrak, spesies, dan lokasi sampel. Kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan Sargassum berpotensi untuk digunakan dalam pangan fungsional, kemasan, kosmetik, dan farmasi
Trend Analysis and the Impact of Meat-Based Protein Consumption on the Buffalo Population in Banten Province: Analisis Tren dan Pengaruh Konsumsi Protein Asal Daging Terhadap Jumlah Populasi Ternak Kerbau di Provinsi Banten
Kerbau adalah salah satu ternak yang dapat dijadikan sumber protein bagi masyarkat. Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa tren populasi ternak kerbau semakin menurun sejak 10 tahun terakhir Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan tren dan pengaruh konsumsi protein asal daging terhadap jumlah populasi ternak kerbau di Provinsi Banten dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2022. Data menunjukkan bahwa populasi kerbau di Provinsi Banten mengalami penurunan signifikan dari 98.710 ekor pada tahun 2013 menjadi 53.495 ekor pada tahun 2022. Penurunan umumnya diakibatkan oleh beberapa faktor, termasuk ketersediaan pakan yang terbatas, penyebaran penyakit, dan kurangnya dukungan kebijakan yang efektif. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode regresi linier sederhana untuk menyatakan hubungan antara konsumsi protein asal daging dengan populasi Kerbau, serta dilakukan analisis eksponensial untuk memprediksi tren populasi 10 tahun yang akan datang. Hasil analisis menunjukan konsumsi protein asal daging berpengaruh negatif pada variable populasi Kerbau. Secara simultan, konsumsi protein asal daging memiliki pengaruh pada populasi Kerbau di provinsi Banten yaitu 34,045% sedangkan -3,593% sisanya dipengaruhi oleh variabel diluar studi ini. Tren populasi Kerbau 10 tahun mendatang di provinsi Banten mengalami penurunan populasi sebanyak 45,80%
Lead (Pb) Concentration in Seagrass Enhalus acoroides, Water and Sediments at Kupa-Kupa Beach, North Halmahera Regency: Konsentrasi Timbal (Pb) pada Lamun Enhalus acoroides, Air dan Sedimen di Perairan Kupa-Kupa Kabupaten Halmahera Utara
Logam berat timbal (Pb) merupakan jenis bahan pencemar yang banyak ditemukan di perairan tawar maupun laut. Lamun berfungsi sebagai fitoremediator yang membersihkan air laut dengan menyerap logam terlarut. Perairan.Kupa-Kupa merupaka bagian wilayah pesisir yang mengalami tekanan yang signifikan dari berbagai aktivitas antropogenik. Oleh sebab itu, kajian untuk menganalisa konsentrasi Pb pada lamun, air dan sedimen pada lokasi tersebut penting untuk dilakukan sebagai salah satu cara untuk menilai kualitas dan kesehatan lingkungan perairan pesisir. Riset ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2023. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling di mana area riset dipetakan menjadi 5 stasiun. Penelitian yang dilakukan di Pantai Kupa-Kupa, menunjukkan bahwa meskipun parameter kualitas air meliputi suhu, salinitas, dan oksigen terlarut masih berada dalam kisaran optimal untuk mendukung kehidupan biota air tetapi konsentrasi timbal (Pb) di air laut telah melebihi ambang batas standar baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 dan SEPA 2000 yaitu 3,62-46,67 mg/l. Konsentrasi timbal pada sedimen masih berada dalam batas aman yaitu 3,81-10,05 mg/l, sedangkan konsentrasi pada lamun Enhalus acoroides menunjukkan akumulasi logam berat yang cukup signifikan dengan karakteristik bioakumulator pada beberapa lokasi penelitian yaitu sebesar 3,42-6,92 mg/l
The Growth of Nannochloropsis sp. Using Wastewater from Vannamei Shrimp and Milkfish Cultivation: Pertumbuhan Nannochloropsis sp. dengan Menggunakan Limbah Cair Budidaya Udang Vaname dan Bandeng
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunnan limbah cair budidaya udang vaname dan bandeng sebagai media pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april 2024. Selama 9 Hari di Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Poniang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 (dua) perlakuan masing-masing 3 (tiga) ulangan yaitu perlakuan A (limbah cair budidaya udang vaname), perlakuan B (limbah cair budidaya ikan bandeng. Parameter yang diuji pertumbuhan harian, dan kepadatan populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis ragam (Independent-Samples T Test). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh penggunaan limbah cair budidaya udang dan bandeng untuk pertumbuhan Nannochloropsis sp. berpengaruh nyata (p<0,05) pada hari ke-4 dengan nilai pertumbuhaan harian tertinggi diperoleh pada perlakuan A (limbah cair budidaya udang vaname) yaitu 71.333 sel/mL. Sedangkan kepadatan populasi tertinggi diperoleh pada perlakuan A (limbah cair budidaya udang vaname) yaitu 54.889 sel/mL, sedangkan perlakuan B 40.889 sel/mL
Analysis of Marketing Profit of Chicken Eggs (Case Study of Langngottong Tajuddin Farm in Baula District, Kolaka Regency): Analisis Keuntungan Pemasaran Telur Ayam Ras (Studi Kasus Langngottong Tajuddin Farm di Kecamatan Baula Kabupaten Kolaka)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran margin, keuntungan, dan juga efisiensi pemasaran telur ayam ras di Peternakan Langngottong Tajuddin Farm yang berlokasi di Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2024. Responden yang terlibat meliputi pedagang pengecer, pedagang pengumpul, serta pemilik peternakan ayam petelur di Langngottong Tajuddin Farm. Responden dalam penelitian ini sebanyak 9 orang. Sumber data dari penelitian yang dilakukan ini adalah data primer serta data sekunder, dimana cara pengumpulannya melalui teknik dokumentasi, wawancara, serta observasi langsung. Analisis efisiensi pemasaran, keuntungan, dan margin adalah jenis dari metode yang dipakai dalam penelitian ini. Hasil yang telihat dari penelitian ini adalah pada saluran pemasaran I, margin pemasaran tercatat Rp 3.000/kg dengan keuntungan sebesar Rp 2.904/kg. Pada saluran pemasaran II, total margin yang diperoleh adalah Rp 22.000/kg, dengan keuntungan sebesar Rp 16.622/kg. Sementara itu, pada saluran pemasaran III margin pemasaran tercatat Rp 4.000/kg, dengan keuntungan Rp 3.640/kg. Dari sisi efisiensi, terlihat bahwa pada saluran pemasaran paling efektif dan efisien adalah saluran pemasaran I dengan hasil perhitungan tingkat efisiensi 0,29%, karena memiliki biaya pemasaran terendah jika dilihat dari perbandingan antara saluran pemasaran II dan saluran pemasaran III
The Influence of Socio-Economic Factors on Farmers’ Perceptions in Broiler Chicken Waste Management Based on Circular Economy: Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Persepsi Peternak dalam Pengolahan Limbah Ayam Ras Pedaging Berbasis Circular Economy
Peternakan sebagai salah satu sub-sektor yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, dimana salah satunya peternakan unggas yang dihadapkan pada permasalahan limbah peternakan. Circular economy merupakan salah satu konsep dalam mengatasi limbah peternakan yang berkelanjutan. Penerapan circular economy oleh peternak diduga dipengaruhi oleh persepsi peternak dalam menerapkan praktik pengolahan limbah berkelanjutan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap persepsi peternak. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bangkalan pada bulan September-Desember 2024 dengan sampel sebanyak 30 orang peternak, melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan persepsi peternak termasuk ke dalam kategori baik. Hasil penelitian analisis regresi linier berganda didapatkan bahwa faktor jumlah ternak berpengaruh positif terhadap persepsi peternak, sedangkan faktor usia, pendidikan, pendapatan, dan lama usaha ternak tidak berpengaruh terhadap persepsi peternak
Evaluation of the Artificial Insemination of Bali Cows in North Mori District, North Morowali Regency: Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi Bali di Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara
Evaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Bali (Bos sondaicus) merupakan penilaian dalam pelaksanaan inseminasi buatan yang merupakan salah satu teknologi yang tepat guna dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas Sapi Bali dan mampu meningkatkan mutu genetik dari ternak sapi Bali. Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Mori Utara kabupaten Morowali Utara tahun 2022. Metode penelitian menggunakan metode survey berdasarkan data sekunder dan data primer melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Kabupaten Morowali Utara, dan wawancara dilakukan melalui kuisioner yang sudah dibuat. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi Bali sebanyak 130 ekor. Penentuan lokasi penelitian secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan ternak yang sudah pernah dilakukan IB dan yang terdapat di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai service per conception(S/C) rata-rata 1,38 ± 0,13, Conception Rate 66,89 ± 9,77%, angka Kelahiran Rate 66,89 ± 9,77% dan angka kematian anak 6,20% Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan inseminasi buatan di Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara masuk dalam kategori baik.empedu 0,72 ml/ekor, berat ventrikulus 21,9 g/ekor, dan berat usus halus 25,3 g/ekor