Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
Evaluasi Sistem Penggajian pada Minimarket Edja Corner
Andromeda Ekaputri. 2017. Evaluasi Sistem Akuntansi Penggajian pada Minimarket Edja Corner. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr.H.Cipto Wardoyo,S.E.,M.Pd.,M.Si.,Ak.,CA Kata Kunci: Sisteminformasiakuntansi, Sistemakuntansipenggajiandanpengupahan, MinimarketPerusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan yang diselenggarakan dengan peraturan atau dengan cara teratur dengan tujuan mencari keuntungan dari pemanfaatan sumberdaya ekonomi. Sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat penting dalam kelangsungan perusahaan, maka sumber daya manusia harus dikelola dengan hati-hati. Sebuah perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan karyawan, dimana diwujudkan dengan diberikannya imbalan kerja kepada para karyawan sebagai gaji atas jasa dan tenaga yang telah mereka berikan. Untuk dapat mewujudkannya maka perusahaan membutuhkan sistem informasi akuntasi.Tujuan penelitian Tugas Akhir ini adalahuntuk mengetahui bagaimana sistem penggajian yang diterapkan pada Minimarket Edja CornerdanUntuk mengevaluasi sistem penggajian yang telah diterapkan pada Minimarket Edja Corner. Batasanmasalahpenelitianiniadalahpembahasan mengenai sistem akuntansi penggajian karyawan pada Minimarket Edja Corner.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputiwawancara, observasi,dandokumentasi yang dilakukanlangsung di Minimarket Edja Corner. Berdasarkanpenelitian yang telahdilakukan di Minimarket Edja Corner sudahmenerapkansistemakuntansipenggajian,namunterjadibeberapakekurangandalampenerapansistemakuntansiseperti penataan absensi karyawan, belum adanya pencatatan waktu hadir karyawan, pemisahan fungsi yang kurang jelas, pemberlakuan sanksi bagi karyawan yang melanggar, kelengkapan dokumen dan pencatatan akuntansi yang belum memenuhi standar perusahaan pada umumnya, dan belum efektifnya pengendalian internal yang terdapat pada minimarket Edja Corner.Perusahaan perlu menggunakan dokumen kartu jam hadir karyawan ataupun system finger print agar jam datang dan pulang karyawan dapat terekam sehingga memudahkan untuk bendahara melihat data jumlah kehadiran karyawan yang lebih akurat, jelas, gaji sesuai dengan kinerja karyawan, danjuga perusahaan memerlukan karyawan baru untuk bagian keuangan agar fungsi pemisahan dapat berjalan dengan optimal dan tidak terjadi rangkap
Analisis Sistem Informasi Pengadaan Dan Pemesanan Barang Terhadap Pengambilan Keputusan Manajemen ( Studi Pada PT. Telkom Jatim Tengah )
ABSTRAK PT. Telkom ( Telekomunikasi ) Jatim Tengah adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) dimana perusahaan ini bergerak pada bidang jasa telekomunikasi, dalam melakukan kegiatanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mengenai komunikasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengadaan barang dan jasa merupakan sebuah cara agar mewujudukan hal tersebut. Resiko dalam melakukan kegiatan pengadaan cukup riskan apabila sebuah perusahaan tidak memiliki, atau memiliki sistem informasi yang sulit di pahami oleh pihak internal, auditor internal, ataupun auditor extrenal. Oleh karena itu di perlukan sebuah teknik untuk mempermudah dalam membaca kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, adapun tujuan yang tidak dilupakan adalah untuk menghindari terjadinya kecurangan di dalam perusahaan, dan mempermudah mengetahui jika terjadi sebuah kecurangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi pengadaan yang dilakukan oleh PT. Telkom Jatim Tengah yang sesuai dengan standart, serta mengetahui jalanya pengendalian internal di dalam perusahaan apakah telah melakukan pemisahan tugas ( otorisasi ) sesuai dengan kemampuan dan standart yang ada. Hasil dari analisis ialah bahwa setiap unsur unsur kegiatan pengadaan barang dan jasa telah sesuai dengan prosedur dan standart yang berlaku, dan otorisasi yang berjalan di dalamnya telah berjalan dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan oleh pihak intern.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Prezi Dalam Pembelajaran Akuntansi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XII di SMAN 1 Pasuruan
ABSTRAK Anwar, Saiful. 2016. Pengaruh Media Pembelajaran Prezi Dalam Pembelajaran Akuntansi Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembembing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed., (II) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak Kata kunci : Media Pembelajaran Prezi, Hasil Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran prezi dalam pembelajaran akuntansi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Experiment Research. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XII di SMAN 1 Pasuruan, dengan sampel yang diteliti sejumlah 69 siswa. Pengumpulan data menggunakan pre test dan post test. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan media pembelajaran prezi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar jika dibandingkan dengan tanpa penggunakan media pembelajaran prezi pada mata pelajaran akuntansi di SMAN 1 Pasuruan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan: (1) siswa mampu menginspirasi guru untuk menggunakan media yang ada dan meningkatkan hasil belajarnya, (2) guru dapat menggunakan media pembelajaran prezi sebagai alternatif pembelajaran, (3) sekolah dapat memaksimalkan fasilitas yang ada, dan (4) penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkombinasikan media pembelajaran dengan model pembelajaran, memperbaiki metode pengambilan data, dan lebih memperhatikan penilaian ranah afektif dan psikomotorik, serta dapat menambahkan varibel baru yang akan diteliti.
Hubungan Karakteristik Perusahaan dengan Intellectual Capital Disclosure dan Environmental Disclosure (Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015)
ABSTRAK Wijayanti, Dwi Arista. 2017. Hubungan Karakteristik Perusahaan dengan Intellectual Capital Disclosure dan Environmental Disclosure (Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M. Ak., CA. Kata kunci: ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, struktur kepemilikan institusional, intellectual capital disclosure (ICD), environmental disclosure (ED) Laporan tahunan digunakan untuk menyediakan informasi mengenai perusahaan dan membantu stakeholderuntuk menilai serta melihat prospek perusahaan. Intellectual capital disclosure (ICD) dan environmental disclosure (ED) merupakan bagian dari pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan perusahaan. ICD dan ED dianggap penting karena dewasa ini perusahaan tidak hanya dilihat dari berapa laba yang dihasilkan, namun juga bagaimana proses penciptaan laba tersebut termasuk bagaimana penggunaan modal intelektual yang dimiliki digunakan dalam proses penciptaan nilai perusahaan. Selain itu, topik mengenai lingkungan kini menjaditopik yang penting di masyarakat sehingga informasi lingkungan dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana program ataupun aktivitas lingkungan perusahaan. ICD and ED tiap perusahaan berbeda-beda karena masih bersifat sukarela. Oleh sebab itu, digunakan karakteristik perusahaan yang dianggap sebagai proksi potensial untuk kelengkapan pengungkapan sukarela. Karakteristik perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, dan struktur kepemilikan institusional.Keempat proksi karakteristik perusahaan tersebut diduga memiliki hubungan atau berkontribusi terhadap aktivitas ICD dan ED perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan karakteristik perusahaan dengan ICD dan ED. Populasi penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesiapada tahun 2012 hingga 2015, sedangkan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling sehingga sampel yang terkumpul terdiri dari26perusahaan pertambangan. Metode statistikyang digunakan dalam penelitian ini adalahuji korelasi kanonikaluntuk menguji hubungan antara satu set variabel terikat yang terdiri dari ICD dan ED dengansatu set variabel bebas yang terdiri dari ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, dan struktur kepemilikan institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan secara bersama-sama memiliki hubungan dengan ICD. Namun, hanya ukuran perusahaan yang memiliki korelasi kuat positif terhadap ICD. Profitabilitas memiliki korelasi lemah positif, sedangkan leverage dan struktur kepemilikan institusional memiliki korelasi yang sangat lemah.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan baik secara bersama-sama maupun individu tidak memiliki hubungan dengan ED
Model Laporan Keuangan Berbasis SAK ETAP untuk UMKM Pengolahan Tempe Ibu Farida, Bangil-Pasuruan
ABSTRAK Kondisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia semakin berkembang dari tahun ke tahun. Namun dalam perkembangannya tersebut terdapat beberapa kendala yang dialami oleh UMKM, salah satunya adalah dalam hal permodalan. Hal ini dikarenakan perbankan sulit memberikan kredit kepada UMKM yang tidak memiliki laporan keuangan yang sistematis. Namun pelaksanaan pembukuan tersebut juga merupakan kendala bagi UMKM karena adanya Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) yang dirasa sulit untuk diterapkan. Disahkannya Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada tahun 2009 menjadi solusi bagi entitas tanpa akuntabilitas publik termasuk UMKM yang sering menemukan kesulitan dalam menerapkan IFRS yang selama ini berlaku.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menemukan model laporan keuangan berbasis SAK ETAP untuk UMKM pengolahan tempe Ibu Farida dengan transaksi hanya pada bulan Februari 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan metode pustaka. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian yaitu: 1) Model laporan keuangan yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat diaplikasikan pada UMKM pengolahan tempe Ibu Farida yang tergolong usaha kecil; 2) Suatu UMKM dapat menghasilkan laporan keuangan sesuai dengan SAK ETAP paragraf 3.12 yaitu dalam bentuk neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas; 3) Pada neraca UMKM pengolahan tempe Ibu Farida terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan, diantaranya kas, piutang, persediaan, dan peralatan; 4) Pada laporan laba rugi UMKM pengolahan tempe Ibu Farida juga terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan yaitu pendapatan, beban, dan harga pokok penjualan. Berdasarkan perhitungan laba rugi UMKM pengolahan tempe Ibu Farida pada bulan Februari 2017 dapat diperoleh bahwa UMKM tersebut menghasilkan laba sebesar Rp 53.840.567
Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Wanita Tirto Agung Kabupaten Blitar Tahun 2015-2016
ABSTRAK Arretha Irka,Verdiana 2017.Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Wanita Tirto Agung Kabupaten Blitar .Tugas Akhir Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi.Universitas Negeri Malang .Pembimbing Dr. Dodik Juliardi, S.E.,M.M.,A
Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada UD Bead's Flower Dengan Metode Job Order Costing
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya dukungan sistem administrasi pada UD BEAD’S FLOWER. Sistem administrasi ini sangat mendukung untuk melakukan perhitungan harga pokok produksi dan menentukan harga jual. Selama ini UD BEAD’S FLOWER melakukan perhitungan seadanya dengan penetapan harga jual berdasarkan pada total dari pembelian bahan baku dan bahan penolong kemudian di bagi dengan jumlah produk yang dihasilkan dan ditambahkan dengan laba sebesar 60%. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perhitungan harga pokok produksi metode job order costing dan penentuan harga jual produk. Untuk tujuan tersebut, Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode kualitatif.Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh (l) Perhiumgan harga pokok produksi meliputi semua biaya produksi yang diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsing, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, (2) Besarnya harga jual yang ditetapkan oleh UD BEAD’S FLOWER terlalu kecil dan laba yang diinginkan tidak sesuai ketika mempertimbangakan laba sebesar 60%. Peneliti memberikan beberapa saran, yaitu (l) harga jual produk ditentukan sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan peneliti, (2) membuat sistem administrasi yaitu dengan membuat pencatatan atau pembukuan atas transaksi yang dilakukan, terutama membut kartu stok bahan baku. (3) membuat kartu pesanan sebagai patokan apabila ingin membuat produk baru
Job Order Costing pada Usaha Percetakan “Asia Image”
ABSTRAK Luluk, 2017. Job Order Costing pada Usaha Percetakan “Asia Image”. Tugas Akhir Program Studi D3 Akuntansi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Nujmatul Laily, S.Pd, M, SA. Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Harga Pokok PesananKelancaran atau keberhasilan suatu usaha tergantung pada keputusan manajemen dalam mengambil keputusan. Agar suatu operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik, manajemen memerlukan informasi yang dapat dipercaya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Perusahaan harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas baik dengan harga jual yang wajar. Masalah yang dihadapi oleh usaha percetakan "Asia Image" adalah dalam menentukan harga jual didasarkan pada pengeluaran bahan baku saja. Berdasarkan alasan itulah, diperlukaan adanya perhitungan harga pokok produksi atas suatu pesanan secara akurat dan handal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja unsur-unsur biaya produksi pesanan yang terdapat dalam produk (undangan, brosur dan kartu pelajar) dan bagaimana perhitungan harga pokok pesanan pada usaha percetakan "Asia Image"di Malang. Harga pokok pesanan adalah pengumpulan biaya produksi yang dikumpulkan untuk pesanan tertentu. Metode pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, pengamatan dan dikumentasi. Hasil kesimpulan adalah dalam menetapkan harga jual untuk produk brosur, tidak tepat atau harga jual melebihi harga pokok yang seharusnya sehingga mengalami kerugian. Sedangkan untuk produk undangan dan kartu pelajar mengalami keuntungan (laba)
Model Perhitungan Harga Pokok Produksi pada UKM Toko Roti HABIBI
ABSTRAK Lestari, Fanda Indria Putri. 2017. Model Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada UKM Toko Roti “HABIBI”. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Sriyani Mentari, S.Pd, M.M. Kata Kunci: Harga Pokok Produksi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya dukungan system akuntansi pada Usaha Toko Roti “HABIBI” .Sistem akuntansi ini sangat mendukung untuk melakukan perhitungan harga pokok produksi dan menentukan harga jual. Selama ini Usaha Toko Roti “HABIBI” melakukan perhitungan seadanya dengan penetapan harga jual berdasarkan harga dari pesaing. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model perhitungan harga pokok produksi dan penentuan harga jual produk. Untuk tujuan tersebut, Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh (1) Perhitungan harga pokok produksi meliputi semua biaya produksi yang diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. (2) Besarnya harga jual yang ditetapkan oleh Usaha Toko Roti “HABIBI” terlalu besar. Peneliti memberikan beberapa saran, yaitu (1) harga jual produk ditentukan sebesar perhitungan yang telah dilakukan dan tidak menetapkan harga jual dibawah harga jual pesaing, (2) membuat system akuntansi yaitu dengan membuat pencatatan atau pembukuan atas transaksi yang dilakukan, terutama membuat kartu stok baik untuk bahan baku maupun produk jadi
Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas pada Koperasi Karyawan Coca-Cola Jawa Timur
ABSTRAK Islamiyah, Cinta. 2017. Evaluasi Sistem Akuntansi Penerimaan Kas pada Koperasi Karyawan Coca-Cola Jawa Timur. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryanto, M.Ed. Kata Kunci: Sistem Akuntansi, Penerimaan KasSistem akuntansi penerimaan kas merupakan salah satu sistem yang penting dalam menjalankan kegiatan operasional Koperasi Karyawan Coca-Cola Jawa Timur guna mencapai tujuan-tujuannya. Jika sistem akuntansi penerimaan kas bisa dilaksanakan dengan sebaik mungkin, maka hal-hal seperti penyelewengan yang merugikan dapat dihindariPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai dan pelunasan piutang serta mengevaluasi apakah sistem akuntansi penerimaan kas tersebut sudah sesuai dengan teori. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif-kualitatifHasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai sudah cukup baik ditinjau dari pencatatan berbagai informasi yang dibutuhkan manajemen dan pemisahan fungsi pada struktur organisasi namun masih ada kelemahan pada: 1) Fungsi kasir tidak menerima secara langsung setiap kas yang masuk dari penjualan tunai, 2) tidak mencantumkan nama pembeli dan dalam mencatat nama barang seringkali tidak sesuai, 3) belum ada pemisahan tanggung jawab yang tegas antara fungsi penjualan dengan fungsi kasir, 4) Pada catatan transaksi penjualan tidak terdapat otorisasi fungsi yang berwenang, 5) Fungsi kasir tidak melakukan penyetoran jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dengan segera, 6) tidak ada perhitungan saldo kas secara mendadak oleh pemeriksa intern atau badan pengawas atas kas yang ada ditangan. Pencatatan berbagai informasi yang dibutuhkan manajemen pada sistem akuntansi penerimaan kas dari pelunasan piutang juga sudah cukup baik, namun tidak ada tidak ada asuransi pada kas dan fungsi yang terkait Dari kesimpulan disarankan, pada sistem penerimaan kas dari penjualan tunai, fungsi kasir terlibat langsung dalam penerimaan kas dari penjualan tunai, melengkapi dokumen dengan faktur penjualan tunai, pencatatan ke kartu stok sebaiknya dilakukan oleh fungsi akuntansi, segera memisahkan wewenang dan tanggung jawab antara fungsi penjualan dan fungsi kasir, otorisasi dari pihak berwenang dalam bentuk tanda tangan pada setiap transaksi yang dicatat, menyetorkan seluruh jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dengan segera, Perhitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas semestinya harus dilakukan secara periodik dan mendadak fungsi simpan pinjam (bagian penagihan) dan kasir harus diasuransikan, karyawan yang berhubungan langsung dengan uang koperasi ini perlu diasuransikan