Tugas Akhir Jurusan Akuntansi - Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
Analisis Sistem Pengendalian Internal Pemberian Kredit Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Mataram Kota Pamekasan
ABSTRAK Kurniawati, Yunita. 2018. Analisis Sistem Pengendalian Internal Pemberian Kredit Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) MATARAM Kota Pamekasan. TugasAkhir, Program Studi Diploma III Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dudung Ma’ruf Nuris S.Pd., M.Pd KataKunci: Pemberian Kredit, Koperasi, Pengendalian Internal, Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan system pengendalian internal pemberian kredit yang diterapkan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) MATARAM dan untuk mengevaluasi system pemberian kredit yang diterapkan oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) MATARAM. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini hanya menganalisis sistem pemberian kredit pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) MATARAM. Pada penelitian ini hanya memiliki dua narasumber yaitu ketua dari KPRI MATARAM dan salah satu satu karyawannya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adapun yang terjadi pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) MATARAM yaitu tidak adanya perjanjian khusus berupa surat pernyataan yang menyatakan bahwa jika debitur dikemudian hari tidak bisa melunasi pinjamannya dikarenakan meninggal dunia. Surat pernyataan tersebut berisi pihak debitur menyatakan bahwa akan tetap melunasi pinjamannya kepada kreditur oleh keluarga terdekat yang ditinggalkan. Misalnya istri, saudara kandung, maupun anaknya yang ditandatangani kedua belah pihak antara debitur dan kreditur diprosedur awal pemberian kredit. Prosedur pemberian kredit pada KPRI Mataram masih banyak yang harus diperbaiki, seperti tidak adanya kartu angsuran yang diberikan pada peminjam kredit. Masih terjadinya perangkapan fungsi-fungsi yang berdampak pada ketidakefektifan pada pegawai yang mestinya hanya dilakukan oleh satu orang saja pada satu pekerjaan. Penelitian selanjutnya akan lebih baik jika menganalisis segala aspek sistem pemberian kredit pada KPRI MATARAM. Selain itu akan lebih baik juga jika mencari narasumber pendukung, misalnya dari anggota koperasi yang melakukan peminjaman kredit pada KPRI MATARAM. Dalam hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa KPRI MATARAM masih banyak yang harus diperbaiki seperti terjadinya perangkapan fungsi dan prosedur pemberian kredit.
Analisis Sistem Akuntansi Penjualan Konsinyasi Pada UMKM Distributor Camilan Oleh-Oleh "Zamrud"
RINGKASAN Henry Purwanto, Stefanus. 2018. Analisis Sistem Akuntansi Penjualan Konsinyasi pada UMKM Distributor Camilan Oleh – Oleh “Zamrud”. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Sulikah, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Sistem Akuntansi Penjualan, Konsinyasi Sistem akuntansi penjualan konsinyasi merupakan salah satu jenis sistem akuntansi penjualan. Sistem akuntansi penjualan konsinyasi yang ideal memiliki beberapa unsur pembentuk antara lain fungsi terkait, dokumen, catatan akuntansi dan jaringan prosedur pembentuk sistem. Indikator sistem akuntansi penjualan konsinyasi yang baik adalah mempunyai pengendalian internal yang baik pula. Semakin baik pengendalian internal perusahaan semakin baik pula output yang didapat perusahaan baik dari segi laba ataupun laporan keuangan atau catatan keuangan. Penulisan tugas akhir ini bersifat kualitatif dengan metode analisis deskriptif berdasarkan hasil analisis praktik sistem akuntansi penjualan konsinyasi yang didapat UMKM distributor camilan oleh–oleh “Zamrud” yang dibandingkan dengan teori sistem akuntansi penjualan yang ada. Dalam tugas akhir ini, ditemukan beberapa kelemahan atau masalah terkait sistem akuntansi penjualan konsinyasi pada UMKM “Zamrud” yang menyebabkan perusahaan bisa kehilangan pelanggan dan peluang laba yang maksimal yaitu barang cacat atau rusak, overload atau kekurangan stok persediaan dan terlambat setor pembayaran. Untuk mencegah ataupun mengatasi beberapa kelemahan tersebut disarankan beberapa rekomendasi yaitu cek dan konfirmasi ulang secara berkala ke pihak consignee agar tidak mendapat retur banyak yang berdampak barang cacat, memberi jadwal rekapitulasi persediaan pada bagian terkait untuk mengambil keputusan dalam penambahan stok di gudang dan terakhir membuat SOP yang jelas terkait waktu setor agar UMKM “Zamrud” tidak kekurangan bayar saat membutuhkan tambahan stok baru
TRADISI UANG PANAI’ PERNIKAHAN ADAT SUKU BUGIS DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI
RINGKASAN ABSTRACT Rifaldi, Ainur Rizki 2018. Tradition of Panai’ Money for Tribal Custom Bugis Wedding in Accounting Perspective. Sarjana’s Thesis. Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang, Advisor Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak, CA, C.MA, CIBA, CSRS Keywords: Panai’ Money Tradition, Tribal Custom Bugis Wedding, Accounting in Culture. Accounting is often considered as media to manage financial in business world with the activities of input, process and output. Meanwhile, accounting studies for civil society, especially organization based on ethnicity, ethnicity, and customs are rare. Indonesia has 1.128 tribes that have each own customs. One of customs which has been sticked out is tradition of panai’ money in Tribal Custom Bugis Wedding. It has a high cost. The lack of studies about accounting in the culture makes many people do not understand the meaning of accounting in their own culture. The aim of this research was to find out the meaning of accounting in culture of Tribal Custom Bugis Wedding and to find out accounting perspective toward tradition of panai’ money in Tribal Custom Bugis Wedding. In this research, it used descriptive qualitative research and used phenomenology approach. Technique of taking sample used perposive sampling method of 5 informants in Bontang City by using interview, observation and documentation as techniques to collect the data. Technique analysis used in this research was ethnography analysis. Based on the analysis, it was obtained that Tribal Custom Bugis Wedding could be categorized in interesting and unique accounting for revenues and expenditures. Beside, it was obtained that expenditure accounting of Tribal Custom Bugis Wedding had the same concept as fixed cost and variable cost. ABSTRAK Rifaldi, Ainur Rizki 2018.Tradisi Uang Panai’ Pernikahan Adat Suku Bugis Dalam Perspektif Akuntansi. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, PembimbingDr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak, CA, C.MA, CIBA, CSRS Kata Kunci: Tradisi Uang Panai’, Pernikahan Adat Suku Bugis, Akuntansi Dalam Budaya Akuntansi selama ini sering dipandang sebagai media untuk mengelola keuangan dalam dunia usaha yang kental dengan aktivitas input, proses,dan output.Sementara itu, kajian akuntansi untuk civil society, khususnya organisasi berdasarkan kesukuan, etnis,danadat masih sangat jarang ditemukan. Indonesia memiliki 1.128 suku yang memiliki adat istiadat masing-masing.Salah satu adat istiadat yang masih bertahan dan dipatuhisampai sekarang adalah tradisi uang panai’dalam pernikahan adat suku Bugis yang dikenal memiliki nilai yang tinggi. Kurangnya kajian mengenai akuntansi dalam budaya membuat banyak masyarakat yang tidak paham dengan makna akuntansi yang terdapat di dalam budaya mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui makna akuntansi di dalam budaya pernikahan adat suku bugis dan untuk mengetahui perspektif akuntansi terhadap tradisi uang panai’ dalam pernikahan adat suku bugis. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 5 informan yang berada di Kota Bontang, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasisebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analysis etnografi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa budaya pernikahan adat suku Bugis ini dapat digolongkan ke dalam akuntansi penerimaan dan pengeluaran yang menarik dan unik. Selain itu diperolehnya bahwa akuntansi pengeluaran pernikahan adat suku bugis ini, memiliki konsep yang serupa dengan konsep biaya tetap (fixed cost) dan konsep biaya variabel (variable cost)
Analisis sistem Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas pada Koperasi Simpan Pinjam Senang Hati Sejahtera
ABSTRAK Kata Kunci: Sistem Pengendalian Intenal, Penerimaan kas Penerimaan kas merupakan salah satu bagian penting dalam perusahaan. Penerimaan kas yang kurang baik akan sangat rentan terhadap penyelewengan dan kecurangan sehingga berdampak pada kerugian yang perusahaan. Untuk itulah diperlukan sistem pengendalian intern terhadap penerimaan agar dapat meminimalisir terjadinya tindakan kecurangan, dan penyalahgunaan wewenang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis sistem pengendalian intern penerimaan kas pada Koperasi Senang Hati Sejahtera Malang, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi serta memberikan saran atau recomendasi. Data yang di dapat dikumpulkan dengan metode wawancara, pengamatan langsung (observasi), dan studi pustaka. Medote pemecahan masalah yang digunakan untuk menganalisis tujuan penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan di Koperasi Senang Hati Sejahtera Malang pada sistem pengendalian internal penerimaan kas sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki yaitu: tidak adanya pembagian tugas atau wewenang, prosedur pencatatan masih manual, dan tidak adanya pemantauan secara langsung maupun pemeriksaan secara mendadak oleh fungsi pemeriksaan intern
Perhitungan Tarif Kamar Rawat Inap Menggunakan Activity Based Costing System Pada Rumah Sakit (Studi Pada Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang)
ABSTRAK Persaingan bisnis yang begitu pesat menuntut masing–masing perusahaan saling beradu strategi untuk menarik konsumen. Rumah sakit merupakan salah satu contoh perusahaan jasa yang merasakan persaingan antar perusahaan yang terjadi, sehingga harus terus berkembang dan berinovasi Metode Activity Based Costing System dapat dijadikan metode perhitungan yang tepat untuk menghitung tarif kamar rawat inap pada rumah sakit, terutama pada Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang, untuk membantu memberikan informasi akuntansi yang tepat dalam pembebanan harga pokok produksi agar manajemen tepat pula dalam pengambilan keputusan untuk strategi penentuan harga agar dapat dijangkau masyarakat sekaligus dapat bertahan dalam persaingan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tarif kamar rawat inap pada Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang menggunakan Activity Based Costing System. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah studi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif kamar rawat inap dengan menggunakan Activity Based Costing System bila dibandingkan dengan tarif kamar rawat inap yang ditetapkan oleh Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang, maka pada perhitungan menggunakan Activity Based Costing System memberikan hasil yang lebih besar. Perbedaan tarif tersebut dikarenakan pembebanan biaya overhead pada masing-masing kamar. Metode Activity Based Costing System menggunakan dasar perhitungan aktivitas yang terjadi pada masing-masing kamar, dan membebankan biaya overhead ke beberapa cost driver. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka peneliti dapat memberi saran agar Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang menggunakan metode Activity Based Costing System dalam menetapkan tarif kamar rawat inap, karena tarif yang ditetapkan pada masing-masing kamar tepat dan sesuai dengan aktivitas yang terjadi
IMPLEMENTASI PEDOMAN AKUNTANSI PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA DWIJA TAMA DITINJAU DARI PERATURAN MENTERI NO. 12 TAHUN 2015
ABSTRAK Kata Kunci: Implementasi PedomanAkuntansi, PERMEN KUKM No 12 Tahun 2015, Pelaporan Keuangan KPRI Dwija Tama KPRI adalah suatu badan usaha bersama yang bergerak dalam bidang perekonomian, beranggotakan mereka yang umumnya berekonomi lemah yang bergabung secara sukarela dan atas dasar persamaan hak, berkewajiban melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan para anggotanya. Namun pencapaian besar yang dimiliki KPRI ini sering terkendala oleh masalah pencatatan dalam pelaporan keuangan. KPRI seharusnya dapat membuat laporan keuangan yang berkualitas sehingga dapat dipakai oleh para pemegang kepentingan misalnya pengguna internal dan eksternal. Pengguna internal seperti anggota di KPRI sedangkan pengguna eksternal seperti kreditur dan yang lebih penting adalah kantor pajak karenala porankeuangan yang berkualitasdiperlukansebagaidasarpengenaanpajak. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi implemen tasi Pedoman Akuntansi pada KPRI Dwija Tama terhadap pelaporan keuangan KPRI Dwija Tama apakah sudah sesuai dengan yang dicantumkan di PERMEN KUKM No 12 Tahun 2015. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif untuk memahami secara mendalam terhadap permasalahan mengenai pelaksanaan Pedoman Umum Akuntansi pada KP-RIDwija Tama. Data yang digunakan adalah Laporan Keuangan KPRI Dwija Tama tahun 2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi Hasil dari kesimpulan adalah sebagai berikut: untuk karakteristik laporan keuangan yang terdapat pada neraca, laporan perhitungan hasil usaha KPRI masih ada kekurangan, begitu pula dengan yang terdapat pada laporan perubahan ekuitas KPRI juga masih ada kekurangan. Untuk penerapan Pedoman Akuntansi terhadap karateristik kualitatif di KPRI Dwija Tama sudahsesuaidengan PERMEN KUKM No 12 Tahun 2015
Pengaruh Money Ethics dan Pemahaman Tindak Pidana Korupsi terhadap Tax Evasion
RINGKASAN Andini, Indria 2018. Pengaruh Money Ethics dan Pemahaman Tindak Pidana Korupsi terhadap Tax Evasion. Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing Dr. Dodik Juliardi, S.E., M.M., Ak. Kata Kunci: Money Ethics, Pemahaman Tindak Pidanan Korupsi dan Tax Evasion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari money ethics dan pemahaman tindak pidana korupsi terhadap tax evasion (penggelapan pajak) dengan menggunakan metode survey. Sample dalam penelitian ini adalah 100 Wajib Pajak yang terdaftar pada Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang. Teknik analisis data menggunakan uji analisis regresi berganda. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Money ethics berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax evasion (penggelapan pajak) yang berarti bahwa semakin tinggi sikap money ethics yang dimiliki oleh wajib pajak maka semakin tinggi pula kemungkinan wajib pajak tersebut melakukan tax evasion (penggelapan pajak). 2) Pemahaman tindak pidana korupsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tax evasion (penggelapan pajak) yang berarti bahwa semakin paham seorang wajib pajak terhadap tindak pidana korupsi yang terjadi maka semakin tinggi pula kemungkinan wajib pajak tersebut melakukan tax evasion (penggelapan pajak). Saran bagi BP2D Kota Malang berdasarkan hasil penelitian ini yaitu melakukan sosialisasi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman Wajib Pajak, terutama sosialisasi terkait penggunaan dan pemanfaatan uang pembayaran pajak karena masih banyak terdapat Wajib Pajak yang belum memahami manfaat penting dari pembayaran pajaknya
Analisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Bahan Baku pada UMKM Pizzaholic Malang
ABSTRAK Persediaan yang baik yaitu persediaan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ketersediaan atas bahan baku yang cukup bagi perusahaan dapat memperlancar proses produksi serta memberikan rasa kenyamanan dan kepuasan pelanggan, karena produk yang diminta terpenuhi. Pengendalian persediaan perlu dilakukan demi melindungi persediaan, baik secara penggunaan maupun perhitungan persediaan. Selisih perhitungan stok antara perhitungan fisik dengan perhitungan komputer merupakan permasalahan utama yang terjadi pada UMKM Pizzaholic Malang. Selisih perhitungan stok tersebut disebabkan karena kesalahan dalam mencatat dan melaporkan penggunaan dari setiap persediaan. Perbedaan pencatatan tersebut berdampak pada proses pembelian, yaitu kesalahan dalam mengestimasi jumlah pembelian serta terjadinya penumpukan persediaan di ruang penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian internal persediaan bahan baku di UMKM Pizzaholic Malang. Informasi yang diperoleh dari narasumber dapat digunakan menganalisis apakah sistem pengendalian internal persediaan bahan baku telah berjalan atau tidak, serta menemukan masalah terhadap sistem pengendalian internal persediaan bahan baku dengan memberikan rekomendasi yang sesuai untuk diterapkan pada UMKM Pizzaholic Malang. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, UMKM Pizzaholic belum sepenuhnya menjalankan komponen-komponen sistem pengendalian internal persediaan bahan baku. Kesalahan dalam penyampaian informasi yang disebabkan karena pencatatan penggunaan persediaan bahan baku tidak teratur. Kartu persediaan yang digunakan untuk mencatat penggunaan maupun keadaan persediaan tidak ditemukan pada Pizzaholic. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat diminimalkan dengan cara menyediakan kartu penggunaan persediaan bahan baku serta kartu kerusakan persediaan bahan baku dan dilengkapi dengan validasi karyawan yang sedang bertugas. Penggunaan kartu persediaan tersebut dapat membantu dan memudahkan setiap karyawan untuk melakukan komunikasi yang berkaitan dengan penggunaan persediaan bahan baku serta keadaan persediaan bahan baku yang tidak dapat digunakan
Model Pengukuran Kinerja Berbasis Balanced Scorecard dan Aktivitas Sosial (Studi Kasus Pada PT. Sawitmas Nugraha Perdana)
ABSTRACT:The rapidity of business competition experienced by PT. Sawitmas Nugraha Perdana currently, will encourage and challenge the company to further improve and measure its performance. The measurement intended to help the company to determine the strategic planning and decision-making in the future as determinant of the company success. The measurement of traditional performance was already considered inappropriate with the current condition because it only focus on financial perspective. Balanced Scorecard is one type of performance measurement that consist of four perspectives, namely finance, customer, internal business process, and learning and development, also it would be complete if it was seen from the social activity of the company. This study conducted with the objectives to analyze and understand how the performance of PT. Sawitmas Nugraha Perdana if applied with based Balanced Scorecard also company social activity. This study used descriptive qualitative design. This study also used primary and secondary data. Data collection carried out by using observation, interview, also documentation. The activity of data analysis started from stage of data collection by conducted interview and collected the documents of the company, data reduction, display data, and conclusion. The benchmark used based on Balanced Scorecard and social activity, those are (1) Financial perspective : sales growth, profit, ROA, ROE; (2) Customer perspective: customer retention, acquisition of new customers, and customer satisfaction; (3) Internal Business process perspective: innovation process, operation process, after sales service; (4) learning and development perspective: employee competence, information and technology infrastructure, motivation; (5) Social Activity perspective: social programs that will produce social activity of company to society that consider the prosperity of the society. Based on the results of performance measurement based on Balanced Scorecard and social activity, that overall, PT. Sawitmas Nugraha Perdana has good performance. But there are some things that need to be noted such as on the Customer perspective with the indicator of acquisition of new customers and Internal Business perspective with the indicator of innovation. For the acquisition of new customers, the company is said to have not been able to obtain new customers because the company has done employment contract with the old customers and for the company innovation is still limited. This study only used three period of financial data which was examined because there was limitation in the study. Besides, the number of respondent interviewed was only in accordance with the need of the study and there was limitation of the respondent in the learning and development perspective on the indicator of employee competence also information and technology infrastructure. Keywords : Performance Measurement, Balanced Scorecard, Social Activity. ABSTRAK: Pesatnya persaingan bisnis yang dialami oleh PT. Sawitmas Nugraha Perdana saat ini, akan mendorong dan memberikan tantangan kepada perusahaan untuk lebih meningkatkan dan mengukur kinerjanya. Pengukuran tersebut bertujuan untuk membantu perusahaan menentukan rencana strategik dan pengambilan keputusan dimasa yang akan datang sebagai penentu keberhasilan perusahaan. Pengukuran kinerja tradisional sudah dianggap tidak sesuai dengan kondisi saat ini karena hanya fokus pada perspektif keuangan. Balance Scorecard merurpakan salah satu jenis pengukuran kinerja yang terdiri dari empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan petumbuhan, serta akan lebih lengkap lagi jika dilihat dari Aktifitas Sosial Perusahaan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis serta memahami bagaimana kinerja PT. Sawitmas Nugraha Perdanajika diterapkan dengan berbasis Balanced Scorecardserta Aktivitas Sosial Perusahaan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini juga menggunakan data primer dan data skunder. Pengumpulan data dilkukan dengan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan melakukan pengumpulan dokumen-dokumen perusahaan, reduksi data, display data, dan kesimpulan.Tolak ukur yang digunakan berbasis Balanced Scorecard dan Aktivitas Sosial yaitu (1) Perspektif Keuangan : pertumbuhan penjulan, laba, ROA, ROE; (2) Perspektif Costumer : retensi pelanggan, akuisisi pelanggan baru, dan kepuasan pelanggan; (3) Perspektif Proses Bisnis Internal : proses inovasi, proses operasi, pelayanan purna jual; (4) Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan : kompetensi karyawan, infrastruktur teknologi informasi, motivasi; (5) Perspektif Aktivitas Sosial : program-program sosial yang akan menghasilkan Aktivitas Sosial perusahaan kepada masyarakat yang bersifat mensejahterakan masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja berbasis Balanced Scorecard dan Aktivitas Sosial, bahwa secara keseluruhan, PT. Sawitmas Nugraha Perdana memiliki kinerja yang baik. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti pada perspektif Costumer dengan indikator akuisisi pelanggan baru dan perspektif Bisnis Internal dengan indikator inovasi. Untuk akuisisi pelanggan baru perusahaan dikatakan belum mampu dalam memperoleh pelanggan barunya, dikarenakan perusahaan telah melakukan kontrak kerja dengan pelanggan lama. Dan untuk inovasi perusahaan masih terbatas.Dalam penelitian ini hanya menggunakan tiga periode data keuangan yang diteliti karena adanya ketrbatasan penelitian. Selain itu jumlah informan yang diwanwancarai hanya sesuai dengan kebutuhan penelitian dan terdapat keterbatasan informan pada prespektif pembelajaran dan pertumbuhan pada indikator kompetensi karyawan dan infrastruktur teknologi informasi. Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Balanced Scorecard, Aktivitas Sosial
Analisis Klasifikasi Environmental Cost Accounting pada Pabrik Gula Olean Situbondo
ABSTRAK Vindi Erisha, Rully. 2017. Analisis Penerapan Environmental Management Accounting Pada Pabrik Gula Olean Situbondo. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA, Ak Kata Kunci: Akuntansi Lingkungan, Akuntansi Manajemen LingkunganAkuntansi lingkungan merupakan sistem yang memiliki peran penting untuk menilai keefektifan kegiatan konservasi yang dilakukan peusahaan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan lingkungan dari sudut biaya maupun manfaat. Akuntansi manajemen lingkungan merupakan sub bagian dari akuntansi lingkungan dimana lebih menekankan pada biaya-biaya lingkungan dan informasi material serta energi yang digunakan.Tujuan penelitian Tugas Akhir ini adalah untuk menganalisis upaya konservasi yang dilakukan serta bagaimana penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada Pabrik Gula Olean di Situbondo.Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan mengggunakan metode pengamatan langsung, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Metode pemecahan masalah yang digunakan untuk menganalisis tujuan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil analisis data dari Pabrik Gula Olean, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, PG. Olean telah memenuhi faktor-faktor yang menunjukkan adanya penerapan akuntansi lingkungan yang baik.Kedua, informasi akuntansi manajemen lingkungan pada PG. Olean mengenai arus bahan dan energi menunjukkan manajemen pengelolaan lingkungan yang baik melalui penghematan serta penghindaran biaya terkait pengelolaan limbahnya.Ketiga, masalah penyajian akun biaya lingkungan dari masing-masing aktivitas pengelolaan limbah dalam satuan moneter yang masih menyatu dengan laporan keuangan perusahaan. Penyusunan laporan biaya lingkungan dapat membantu perusahaan untuk memperoleh informasi bagi pengendalian kualitas lingkungan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keempat, masalah kualitas karyawan atau sumber daya manusia yang ada. Peningkatan kualitas karyawan dapat dilakukan dengan mengikuti seminar atau studi banding ke pabrik gula yang lebih besar dari PG.Olea