Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
    206 research outputs found

    Da’wah bi al-Rihlah: A methodological concept of da’wah based on travel and tourism

    Get PDF
    Objective This article will examine methodological concepts of science of da'wah packed into travel and tourism activities. As it will emerge, da'wah bi al-rihlah is an emic term in Islam to describe da'wah method of traveling from one place to another.Method The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. While the data collected for review comes from journal articles, books, and cultural records from various sources that are appropriate to the research topic.Result The results of this study argue that the term al-rihlah in the context of da'wah can be one of the approaches or methods of da'wah which is carried out by Muslims as a practical effort to support the dissemination of Islamic teachings in society. The concept of da'wah bi al-rihlah which has a concrete meaning of the method of da'wah through travel shows that this activity is very identical to the concept of wisata religi (religious tourism). This then has a consequence of how to synchronize theory and practice in the field.Implication The methodological conception that has been formed in this study will support the theoretical and practical impact of da'wah scholarship which continue to require a development from various perspectives.Originality The study of da’wah bi al-rihlah will place its position as an answer to the dynamics of social change to harmonize the scope of other established da'wah methods, such as da'wah bi al-hal, da'wah bi al-lisan, da'wah bi al-qalam, etc.***Tujuan artikel ini akan mengkaji konsep metodologi ilmu dakwah yang dikemas dalam kegiatan perjalanan dan wisata. Seperti yang akan muncul, dakwah bi al-rihlah adalah istilah emic dalam Islam untuk menggambarkan metode dakwah bepergian dari satu tempat ke tempat lain.Metode metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sedangkan data yang dikumpulkan untuk ditelaah berasal dari artikel jurnal, buku, dan catatan budaya dari berbagai sumber yang sesuai dengan topik penelitian.Hasil penelitian ini berpendapat bahwa istilah al-rihlah dalam konteks dakwah dapat menjadi salah satu pendekatan atau metode dakwah yang dilakukan umat Islam sebagai upaya praktis untuk mendukung penyebarluasan ajaran Islam. dalam masyarakat. Konsep dakwah bi al-rihlah yang memiliki arti konkrit tentang metode dakwah melalui perjalanan menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat identik dengan konsep wisata religi (wisata religi). Hal ini kemudian membawa konsekuensi bagaimana mensinkronkan teori dan praktek di lapangan.Implikasi Konsepsi metodologis yang terbentuk dalam kajian ini akan mendukung dampak teoritis dan praktis keilmuan dakwah yang terus membutuhkan pengembangan dari berbagai perspektif.Orisinalitas Kajian dakwah bi al-rihlah akan menempatkan posisinya sebagai jawaban atas dinamika perubahan sosial untuk menyelaraskan ruang lingkup metode dakwah lain yang mapan, seperti dakwah bi al-hal, dakwah bi al-lisan, dakwah bi al-qalam, dll

    Combining old and new media for Islamic da’wa activity: The Case of Indonesian Nursi movement

    Get PDF
    Purpose - The purpose of this study was to analyze the combination of old and new media use in Nursi movement da’wah in Indonesia.Method– This study used a qualitative method by an approach of combining old and new media in da’wah. The data were collected by interviewing Indonesian figures, observing the Nursi’s da’wah activities, and reading the Risale-I Nur.Result - The results showed that the Nursi movement emphasized a combination of old and new media in doing da’wah. Old media used the Risale-I Nur as a writing media and the radio as an electronic media. The old one was used for disseminating da’wah messages related to theological (aqidah) and Islam law content suitable to the controlling character of old media. New media such as blog-website, WhatsApp, YouTube, Facebook, and Instagram were used for conveying da’wah in the form of good words, spiritual advice, and avoiding the issues of khilafiyah (Islamic thoughts differences). It is relevant to the democratic character of new media.Implication –This study suggested that the use of old and new media in da’wah should be combined. It is to contribute to disseminating a comprehensive da’wah. Originality – The study was the first work in the da’wah field that emphasizes the urgency of combining old and new media use in da’wah activities.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kombinasi penggunaan media lama dan baru dalam dakwah gerakan Nursi di Indonesia.Metode– Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan menggabungkan media lama dan media baru dalam dakwah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tokoh-tokoh Nursi Indonesia, mengamati kegiatan dakwah Nursi, dan membaca Risale-I Nur.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Nursi menekankan kombinasi media lama dan media baru dalam berdakwah. Media lama yang digunakan adalah Risale-I Nur sendiri sebagai media tulis dan radio sebagai media elektronik. Media lama digunakan untuk menyebarluaskan pesan-pesan dakwah terkait muatan teologis (aqidah) dan syariat Islam yang sesuai dengan karakter pengendali media lama. Media baru seperti blog-website, WhatsApp, YouTube, Facebook, dan Instagram digunakan untuk menyampaikan dakwah dalam bentuk kata-kata yang baik, nasihat spiritual, dan menghindari isu-isu khilafiyah (perbedaan pemikiran Islam). Hal ini relevan dengan karakter demokratis media baru.Implikasi – Penelitian ini menyarankan agar penggunaan media lama dan baru dalam dakwah harus dikombinasikan. Hal ini untuk berkontribusi dalam menyebarluaskan dakwah yang komprehensif.Orisinalitas – Kajian ini merupakan karya pertama dalam bidang dakwah yang menekankan urgensi menggabungkan penggunaan media lama dan baru dalam kegiatan dakwah

    Kiai Masykur’s teaching of Sambelun (1860-1960) as a model of sufistic da’wah

    Get PDF
    Purpose - literature of Sufism in the archipelago showed that  Islamic doctrines that have been preached in society have been dialectic with local developments and culture. This assumes an unique yet effective form of da’wah.  The purpose of this study is to explain the core teachings of Sambelun as a model of da’wah used by Kiai Masykur to spead Islamic teachings and doctrines among his surroundings.Method - This paper is  based on library research related to the points of Sambelun's teachings. In dissecting and uncovering Sambelun's teachings, three stages of data collection techniques are used, namely the orientation stage, the data collection stage and data analysis.Result - Sambelun teachings presuppose a human journey that must be forged and trained strictly and continuously with mujahadah and riyadhah in order to obtain the status of insan kamil  (perfect/universal man).Implication - Sambelun teachings are  combination of Sufism and local culture which made a distingtion of Javanese Islam, including in Cirebon. Sambelun introduces the essence of man which is the ultimate goal for every salik of God’s path.Originality - This research is a study of local Sufism in Cirebon by exploring the core of the character's thinking. Furthermore, this study aims to take a deeper look at the role of da’wah of  kiai masykur in speading Islam among his surroundings.  ***Tujuan - literatur tasawuf di nusantara menunjukkan bahwa ajaran Islam yang diwartakan di masyarakat telah berdialektika dengan perkembangan dan kebudayaan setempat. Ini mengasumsikan bentuk da’wah yang unik namun efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan inti ajaran Sambelun sebagai model da’wah yang digunakan Kiai Masykur untuk menyebarkan ajaran dan doktrin Islam di lingkungannya.Metode - Tulisan ini berdasarkan studi kepustakaan terkait dengan pokok-pokok ajaran Sambelun. Dalam membedah dan mengungkap ajaran Sambelun digunakan tiga tahapan teknik pengumpulan data yaitu tahap orientasi, tahap pengumpulan data dan analisis data.Hasil - Ajaran Sambelun mengandaikan perjalanan manusia yang harus ditempa dan dilatih secara ketat dan berkesinambungan dengan mujahadah dan riyadhah untuk memperoleh status insan kamil (manusia sempurna/universal).Implikasi - Ajaran Sambelun merupakan perpaduan tasawuf dan budaya lokal yang menjadi pembeda Islam Jawa, termasuk di Cirebon. Sambelun memperkenalkan hakikat manusia yang merupakan tujuan akhir dari setiap salik jalan Tuhan.Orisinalitas - Penelitian ini merupakan kajian tasawuf lokal di Cirebon dengan menggali inti pemikiran tokoh. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam peran da’wah kiai masykur dalam da’wah Islam di lingkungannya

    Da'wah transformation as a response to community solidarity and government regulations

    Get PDF
    Purpose - The purpose of the study elaborates on how the da'wah transformations were carried out by the da'i in response to the tension between a sense of solidarity and government regulations related to the Covid-19 Health Protocol.Method - This study uses a descriptive qualitative approach with a case study strategy. Data collection is obtained from participant observation and interviews with da'i and group administrators.Result - The results showed that the actualization of da'wah transformation includes the convergence of da'wah media, collaborative da'wah messages and personal assistance to the congregation after the da'wah. As a result, the research findings show that the response from da'wah activities can be an alternative to minimize social conflict as well as a government stakeholder in campaigning for the Covid-19 Health Protocol.Implication – Recommendations for future research can be made by taking and determining more complex research objects from various different backgrounds. Thus, da'wah science will be increasing widespread and da'wah activities can answer the needs of society in the current era.Originality – This research is a multidiciplinary study between da'wah and culture in response to high community solidarity and government regulations in the covid-19 pandemic era***Tujuan – Tujuan penelitian ini menguraikan tentang bagaimana transformasi dakwah yang dilakukan oleh para da'i dalam menyikapi ketegangan antara rasa solidaritas dan regulasi pemerintah terkait Protokol Kesehatan Covid-19.Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data diperoleh dari observasi partisipan dan wawancara dengan da'i dan pengurus kelompok.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi transformasi dakwah meliputi konvergensi media dakwah, pesan dakwah kolaboratif dan pendampingan pribadi kepada jemaah pasca dakwah. Hasilnya, temuan penelitian menunjukkan bahwa respon dari kegiatan dakwah dapat menjadi salah satu alternatif untuk meminimalisir konflik sosial sekaligus sebagai pemangku kepentingan pemerintah dalam mengkampanyekan Protokol Kesehatan Covid-19.Implikasi – Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan mengambil dan menentukan objek penelitian yang lebih kompleks dari berbagai latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, ilmu dakwah akan semakin meluas dan kegiatan dakwah dapat menjawab kebutuhan masyarakat di era sekarang ini.Orisinalitas – Penelitian ini merupakan kajian multidisiplin antara dakwah dan budaya dalam menyikapi tingginya solidaritas masyarakat dan regulasi pemerintah di era pandemi covid-19

    The tabligh language of the millenial generation in social media: Analysis of popular Islamic account framing

    Get PDF
    Purpose - This study aims to analyze the construction of tabligh language based on religious moderation in social media. The research was conducted by taking the research object of Popular Islamic accounts on three social media platforms, namely Facebook, YouTube, and Instagram. Specifically, the research is directed at studying expressive, conventional, rhetorical logic, and religious moderation tabligh language negotiations for the millennial generation. An interpretive paradigm was chosen in this study.Method - Qualitative approach through the Gamson and Modigliani model framing analysis method was chosen to analyze the packaging pattern of the tabligh language. Data were collected through observation, interview, and documentation techniques. Furthermore, it is analyzed through three stages: reduction, display, and verification.Result  -  The study results conclude that the expressive logic of the tabligh language contained in the Popular Islam account is related to the normativity and actuality of Islamic teachings. The conventional logic set by the Popular Islam account is based on normative arguments, actual arguments, opinions of Islamic leaders, metaphors or parables, and phenomena that are trending in society. Rhetorical logic is carried out by using language style, communication principles, appeals and message organizational structures, and visualizing messages in a way that links symbols, images, and text. The negotiation of religious moderation discourse is packaged by showing the face of Islam on two sides, namely the doctrinal side and the actual side. Popular Islam places historical, empirical, and actual religious reality as the core issue of Islamic ideas. Moderate and accurate packaging tools are presented both within the framework of framing and reasoning of Popular Islamic accounts.Implication – The implications of this research relate to the importance of building theological, technological, and humanist awareness in preparing the infrastructure and ecosystem of da'wah resources to face the era of digital industrialization.Originality - This study analyzes the phenomenon of how the choice of diction and tabligh language style regarding religious messages based on religious moderation is presented in a virtual space.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi bahasa tabligh berdasarkan moderasi beragama di media sosial. Penelitian dilakukan dengan mengambil objek penelitian akun Islami Populer di tiga platform media sosial yaitu Facebook, YouTube, dan Instagram. Secara spesifik, penelitian diarahkan untuk mengkaji negosiasi bahasa tabligh ekspresif, konvensional, logika retoris, dan moderasi agama bagi generasi milenial. Paradigma interpretif dipilih dalam penelitian ini.Metode - Pendekatan kualitatif melalui metode analisis framing model Gamson dan Modigliani dipilih untuk menganalisis pola pengemasan bahasa tabligh. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi, display, dan verifikasi.Hasil - Hasil penelitian menyimpulkan bahwa logika ekspresif bahasa tabligh yang terdapat dalam akun Islam Populer berkaitan dengan normativitas dan aktualitas ajaran Islam. Logika konvensional yang ditetapkan oleh akun Islam Populer didasarkan pada argumen normatif, argumen aktual, pendapat para pemimpin Islam, metafora atau perumpamaan, dan fenomena yang sedang tren di masyarakat. Logika retoris dilakukan dengan menggunakan gaya bahasa, prinsip komunikasi, daya tarik dan struktur organisasi pesan, dan memvisualisasikan pesan dengan cara menghubungkan simbol, gambar, dan teks. Negosiasi wacana moderasi keagamaan dikemas dengan menampilkan wajah Islam dalam dua sisi, yaitu sisi doktrinal dan sisi aktual. Islam kerakyatan menempatkan realitas keagamaan historis, empiris, dan aktual sebagai isu inti gagasan-gagasan Islam. Alat pengemasan yang moderat dan akurat disajikan baik dalam kerangka pembingkaian dan penalaran akun Islami Populer.Implikasi – Implikasi penelitian ini berkaitan dengan pentingnya membangun kesadaran teologis, teknologis, dan humanis dalam mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem sumber daya dakwah untuk menghadapi era industrialisasi digital.Orisinalitas - Penelitian ini menganalisis fenomena bagaimana pilihan diksi dan gaya bahasa tabligh tentang pesan-pesan keagamaan berbasis moderasi keagamaan dihadirkan dalam ruang virtual

    Inclusive da’wa on Indonesian people: The role of people in the view of Auguste Comte

    Get PDF
    Purpose - The purpose of this research is to find out the reasons why inclusive da’wa is needed in Indonesian society, to find out the impact of inclusive da’wa material on the Indonesian's lives, and to find out the opportunities and obstacles for implementing inclusive da'wah in Indonesia.Method - The research’s type is qualitative research with a multidisciplinary approach, so the data collection use observation method and documentation with Auguste Comte's positivism theory is then analyzed and a conclusion is drawn.Result - The results showed that inclusive da’wa is required in Indonesian society because Indonesian society is plural, and consisting of diversity so in spreading friendly Islamic teachings it is not only possible to implement it in theory which is based on Alquran and Hadith. On the other hand, knowledge is required as an approach to seeing Indonesian society.Implication - The impact of inclusive da’wa material on the people's lives in Indonesia has influenced changing people's mindsets. Significantly, now society, in general, can understand differences as a necessity that their existence must be respected.Originality – This article examines inclusive Da’wa referring to Auguste Comte.***Tujuan – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan mengapa da’wa inklusif diperlukan dalam masyarakat Indonesia, untuk mengetahui dampak materi da’wa inklusif terhadap kehidupan bangsa Indonesia , dan untuk mengetahui peluang dan hambatan pelaksanaannya . da’wa inklusif di Indonesia.Metode - Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan multidisiplin, sehingga pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi dengan teori positivisme Auguste Comte kemudian dianalisis dan ditarik suatu kesimpulan.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa da’wa inklusif diperlukan dalam masyarakat Indonesia karena masyarakat Indonesia adalah plural, terdiri dari keragaman sehingga dalam menyebarkan ajaran Islam ramah tidak hanya mungkin untuk menerapkannya dalam teori yang didasarkan pada al-quran dan hadits. . Namun di sisi lain, pengetahuan dibutuhkan sebagai pendekatan dalam melihat masyarakat Indonesia.Implikasi - Dampak materi da’wa inklusif terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia telah membawa pengaruh terhadap perubahan pola pikir masyarakat. Secara signifikan, kini masyarakat pada umumnya mampu memahami perbedaan sebagai keniscayaan yang harus dihormati keberadaannya.Orisinalitas – Artikel ini mengkaji da’wa inklusif yang mengacu pada Auguste Comte

    Improving the literacy quality of public communication Covid-19 pandemic madrasah-based educational institutions through digital skills

    Get PDF
    Purpose – This article aims to describe the quality of communication literacy of the Covid-19 pandemic in madrasah-based educational institutions in the City and Regency of Bogor.Method - This study uses qualitative research with a descriptive analysis approach through direct field observations and Focus Group Discussions (FGD). The subjects in the study were six (6) Covid 19 Madrasah Task Forces in the City and District of Bogor.Result  -  The results of this service activity show that it is necessary to increase the capacity of each Madrasa Covid-19 Task Force through training and assistance and increasing understanding and communication skills so that the public gets a clear, firm, and definite understanding.Implication – the Task Force was then assisted because it was in the context of community development, so the desired process was by the planning. Lastly is monitoring and evaluation so community empowerment activities can be improved if there are still deficiencies.Originality - This research is based on improving the communication literacy quality of the Covid-19 pandemic 19 madrasa-based educational institutions through visual products to be strategic and important.***Tujuan – Tujuan dari pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk menjelaskan gambaran kualitas literasi komunikasi pandemi Covid-19 di lembaga pendidikan berbasis madrasah di Kota dan Kabupaten Bogor.Metode – Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif melalui observasi lapangan secara langsung dan Focus Group Discussion (FGD). Subyek dalam penelitian ini adalah enam (6) Satgas Covid 19 Madrasah di Kota dan Kabupaten Bogor.Hasil - Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas masing-masing Satgas Covid-19 Madrasah melalui pelatihan dan pendampingan serta peningkatan pemahaman dan keterampilan komunikasi agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang jelas, tegas dan pasti.Implikasi – Satgas kemudian diberikan pendampingan, karena dalam rangka pengembangan masyarakat sehingga proses yang diinginkan sesuai dengan perencanaan. Terakhir adalah monitoring dan evaluasi agar kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat ditingkatkan jika masih terdapat kekurangan.Orisinalitas - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kualitas literasi komunikasi lembaga pendidikan berbasis madrasah 19 pandemi Covid-19 melalui produk visual menjadi strategis dan penting

    The contestation of da’wa on Youtube: Comparative study of Syubbanul Muslimin and At-Taufiq Salawat Group

    Get PDF
    In the development of da'wa, it is necessary to use media that is following the interests of the community, technology also plays an important role in the development of da'wa. Youtube is widely known by the public and can provide videos according to the wishes of customers so that they can provide Salawat services in the development of da'wa. The purpose of this journal is to find out that YouTube is the right da'wa medium to be used for the community, Salawat is the most emphasized in the da'wa media because Salawat is an art that the majority of people are interested in. The method used in this study is qualitative with a critical analysis approach, data collection techniques in this study are observation and interviews. This research was conducted so that the public understands the contestation between Syubbanul Muslimin and At-Taufiq in the development of da'wa and the impact of competition in the development of da'wa on netizens. With this journal, there will be problems. Why is there a contestation between Syubbanul Muslimin and At-Taufiq in the development of da'wa? And what is the impact of Syubbanul Muslimin and At-Taufiq competition in the development of da'wa for netizens? The results of this journal research explain that the two Salawat have healthy competition in providing attractiveness to the community, as one of the efforts in developing da'wa. Some netizens revealed that the competition between the two groups had a positive impact in the world of da'wa through youtube, that youtube was able to provide freedom of access to its followers, one of which was as an effective da'wa media. ***Pengembangan dakwah perlu menggunakan media yang mengikuti kepentingan masyarakat, teknologi juga berperan penting dalam pengembangan dakwah. Youtube dikenal luas oleh masyarakat dan dapat memberikan video sesuai keinginan pelanggan sehingga dapat memberikan layanan Salawat dalam pengembangan dakwah. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui bahwa youtube merupakan media dakwah yang tepat untuk digunakan bagi masyarakat, Salawat paling ditekankan dalam media dakwah karena Salawat merupakan seni yang diminati oleh sebagian besar masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis kritis, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan agar masyarakat memahami kontestasi Syubbanul Muslimin dan At-Taufiq dalam pengembangan dakwah dan dampak persaingan dalam pengembangan dakwah pada netizen. Dengan jurnal ini, akan ada masalah. Mengapa ada kontestasi antara Syubbanul Muslimin dan At-Taufiq dalam pengembangan dakwah? Dan apa dampak kompetisi Syubbanul Muslimin dan At-Taufiq dalam pengembangan dakwah bagi netizen? Hasil penelitian jurnal ini menjelaskan bahwa kedua grup Salawat memiliki persaingan yang sehat dalam memberikan daya tarik kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan dakwah. Beberapa netizen mengungkapkan bahwa persaingan antara kedua kelompok tersebut berdampak positif dalam dunia dakwah melalui youtube, bahwa youtube mampu memberikan kebebasan akses kepada para pengikutnya, salah satunya sebagai media dakwah yang efektif

    Dakwah digital sebagai sarana peningkatan pemahaman moderasi beragama dikalangan pemuda

    Get PDF
    Digital da'wah was chosen to be one of the solutions in increasing understanding of religious moderation, giving a new color in world da'wah. Its effectiveness and easy access are the reasons for the existence of da'wah through digital. but behind the conveniences offered there are difficulties and challenges that must be faced. Lack of wisdom in the use of technology often has a serious impact on users. For example, the emergence within among others to the decline in awareness of moderation in religion. This paper wants to examine how big the impact of digital da'wah is in increasing the understanding of moderation in religion among youth, as well as how the etiquette is in digital da'wah. This research data is sourced from digital literature such as online news, journals, websites, online documents. The collected data is then reduced and constructed into a whole and fresh new concept. Data analysis was carried out using content analysis with intertextuality and meaning of creativity. The results of the study show that generational familiarity with social media opens up great opportunities for severe preachers, especially from the youth in spreading da'wah content digitally. This is very supportive in conveying the importance of religious moderation in order to prevent conflicts that arise in the life of a heterogeneous society.***Dakwah digital dipilih menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama telah memberikan warna baru dalam dunia dakwah. Efektivitas dan mudahnya akses menjadi alasan eksistensi dakwah melalui digital. namun dibalik kemudahan-kemudahan yang ditawarkan ternyata terdapat kesulitan-kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi. Kurang bijaknya dalam penggunaan teknologi kerapkali menimbulkan dampak serius bagi para user. Misalnya, timbulnya intoleran antar sesama sampai turunnya kesadaran akan moderasi dalam beragama. Tulisan ini ingin menguji seberapa besar dampak dakwah digital dalam meningkatkan pemahaman moderasi dalam beragama di kalangan pemuda, serta bagaimana adab-adab dalam berdakwah digital. Data penelitian ini bersumber dari literatur digital seperti, berita online, jurnal, website, maupun dokumen-dokumen online. Data-data yang terkumpul, kemudian direduksi dan di konstruksi menjadi konsep baru yang utuh dan fresh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi yang mengedepankan intertextualities dan meaning creativity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keakraban generasi mudah dengan media sosial membuka peluang yang besar bagi parah pendakwah khususnya dari kalangan pemudah dalam menyebarkan konten dakwah secara digital. Hal ini sangat mendukung dalam penyampaian tentang pentingnya moderasi beragama guna mencegah konflik yang muncul dalam kehidupan masyarakat yang heterogen

    Dinamika dakwah Islam di era modern

    Get PDF
    The development of science and technology has had an impact on the ethical joints of Muslims in this modern era. To anticipate the complexities of modern society, the da'i must prepare da'wah strategies and materials that are more directed at anticipating the tendency of society. Modernization in the midst of onslaught and globalization that takes place very quickly and it is difficult to predict the direction of the da'i must be carried out continuously effectively. This study aims to review effective da'wah strategies in the midst of changing da'wah dynamics. The research method used is descriptive qualitative research with the data collection technique is literature study. The literature study method is an activity related to the method of collecting library data, reading and taking notes and managing research materials. The results of the study indicate that da'wah can play an active role in the modern era if the da'i as a preacher is can participate development of the times so that da'wah as an illuminator is able to give a role to a society that deifies science and technology. In addition, da'i in modern life, da'wah must be directed to mad'u with the "bil wisdom wal mauizah hasanah" approach and with the use of media (bi al-tadwin). This step is also balanced with the da'i -both individuals and groups who qualified, have broad knowledge and insight, master da'wah materials, methods, and media that are appropriate and relevant to the conditions and progress of modern society they face.***Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak berarti pada sendi-sendi etika umat Islam di zaman modern ini. Untuk mengantisipasi kompleksitas masyarakat modern da’i harus mempersiapkan strategi dan materi dakwah yang lebih mengarah pada antisipasi sebagai kecenderungan masyarakat.  Di tengah terpaan modernisasi dan globalisasi yang berkembang sangat cepat dan sulit untuk di tebak arahnya da’i harus dilakukan secara terus menerus secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau strategi dakwah yang efektik ditengah-tengah dinamika dakwah yang terus berubah. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi literature. Metode studi literature adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengelola bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah dapat berperan aktif di era modern jika da’I sebagai pendakwah mampu ikut serta dalam perkembangan zaman sehingga dakwah sebagai penerang mampu memberi peran pada masyarakat yang mendewakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu da’I dalam kehidupan modern, dakwah harus berorientasi kepada mad'u dengan pendekatan "bil hikmah wal mauizah hasanah dan dengan pemanfaatan media (bi al-tadwin). Langkah tersebut juga dimbangi dengan para da'I baik individu maupun kelompok yang berkualitas, mempunyai pengetahuan serta wawasan yang luas, menguasai materi atau pesan dakwah, metode, dan media yang tepat dan relevan dengan kondisi dan kemajuan masyarakat modern yang dihadapinya

    191

    full texts

    206

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Dakwah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇