Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
    206 research outputs found

    Performance of islamic religious counselors in executing counseling function during the Covid-19 pandemic

    Full text link
    Purpose - This paper presents the results of the performance analysis of Islamic Religious Counselors in 6 provinces on the island of Java during the COVID-19 pandemic. This analysis needs to be conducted considering that on one hand, there are quite complex community problems that need to be managed by Religious Counselors, while on the other hand the number of Islamic Religious  Counselors, especially those with the Civil Servants (PNS) status, is not proportional to the large and diverse number of target audiences.Method - This study uses a quantitative approach with a survey method. The research sample was 96 Functional Islamic Religious Counselors (PAIF/PNS) which were collected using simple random sampling techniques in 6 provinces, namely DKI Jakarta, Banten, West Java, Central Java, Special Region Yogyakarta, and East Java. Data collection techniques were carried out by observing and distributing online questionnaires through google forms. Descriptive statistics and inferential statistics (Spearman rank correlation) were used for analyzing data.Result - The results showed that: 1) the level of social support, situational support, and the performance of the counselors were classified as moderate, and 2) social support and situational support were positively and significantly related to the performance of the Islamic religious counselors in carrying out their counseling function during the COVID-19 pandemic. This means that the higher the social support and situational support, the better the performance of the religious instructor in carrying out the counseling function during the COVID-19 pandemic, and vice versa.Implication - The level of performance of Islamic religious instructors can be used as a consideration to determine the right training or self-development program for religious counselors in carrying out their functions properly.Originality - This paper is the first research report that analyzes the performance of functional Islamic religious instructors, covering 6 provinces on the island of Java, in carrying out their outreach functions during the Covid-19 pandemic.  ***Tujuan - Makalah ini menyajikan hasil analisis kinerja Konselor Agama Islam di 6 provinsi di Pulau Jawa selama pandemi COVID-19. Analisis ini perlu dilakukan mengingat di satu sisi permasalahan masyarakat cukup kompleks yang perlu dikelola oleh Penyuluh Agama, sementara di sisi lain banyaknya Konselor Agama Islam, khususnya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). tidak sebanding dengan jumlah khalayak sasaran yang besar dan beragam.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian adalah 96 Pendamping Agama Islam Fungsional (PAIF/PNS) yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik simple random sampling di 6 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran kuesioner online melalui google form. Statistik deskriptif dan statistik inferensial (korelasi peringkat Spearman) digunakan untuk menganalisis data.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat dukungan sosial, dukungan situasional, dan kinerja konselor tergolong sedang, dan 2) dukungan sosial dan dukungan situasional berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja konselor agama Islam. dalam menjalankan fungsi penyuluhan di masa pandemi COVID-19. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial dan dukungan situasional, maka semakin baik kinerja penyuluh dalam menjalankan fungsi penyuluhan di masa pandemi COVID-19, begitu pula sebaliknya.Implikasi - Tingkat kinerja penyuluh agama Islam dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan program pelatihan atau pengembangan diri yang tepat bagi penyuluh agama dalam menjalankan fungsinya dengan baik.Orisinalitas - Tulisan ini merupakan penelitian pertama yang menganalisis kinerja fungsional penyuluh agama Islam yang mencakup 6 provinsi di Pulau Jawa dalam menjalankan fungsi dakwahnya di masa pandemi Covid-19

    Religious freedom in the context of Islamic da'wa

    Full text link
    Purpose - This paper aims to explain religious freedom in the context of Islamic Da’wa according to the interpretation of the Qur'an.Method - This study used a qualitative approach to literature (library research) with thematic methods.Result - The results of this study have explained that religious freedom is one of the values guaranteed in Islamic Da’wa. In addition to strictly prohibiting religious coercion on everyone, the Qur'an also clarifies the limits of the missionary duties of the Prophets and scholars (dā'i), which is only to convey the truth of Islamic teachings continuously to humanity by calling on them with the wisdom, the good advice ( mauidzah hasanah ), the best dialogue (jidāl ahsan), and the good example (qudwah hasana ). The Qur'an also emphasizes the diversity of human attitudes in accepting Islamic Da’wa is a sunnah of Allah SWT ., so any attempt to force them to become believers is impossible. The essence of this meaning is at least contained in the interpretation of al-Baqarah: 256, Yūnus : 99 and al-Gāsyiyah : 21-22.Implication - This study suggests a humanist Da’wa that always respects the freedom of mad'u in determining their religion without any element of coercion.Originality - This study is the first study that tries to analyze religious freedom from the perspective of Islamic Da’wa.***Tujuan - Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kebebasan beragama dalam konteks dakwah Islam menurut tafsir Al-Qur'an.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research) dengan metode tematik.Hasil - Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kebebasan beragama merupakan salah satu nilai yang dijamin dalam dakwah Islam. Selain secara tegas melarang pemaksaan agama pada setiap orang, Al-Qur'an juga menjelaskan batasan tugas dakwah para Nabi dan ulama (dā'i), yaitu hanya menyampaikan kebenaran ajaran Islam secara terus menerus kepada umat manusia dengan menyeru mereka. dengan hikmah, nasehat yang baik (mauidzah hasanah), dialog yang baik (jidāl ahsan), dan teladan yang baik (qudwah hasanah). Al-Qur'an juga menekankan keragaman sikap manusia dalam menerima dakwah Islam sebagai sunnah Allah swt., sehingga upaya apapun untuk memaksa mereka menjadi beriman tidak mungkin dilakukan. Esensi makna ini setidaknya terkandung dalam tafsir al-Baqarah: 256, Yūnus : 99 dan al-Gāsyiyah : 21-22.Implikasi - Kajian ini menyarankan dakwah humanis yang selalu menghargai kebebasan mad'u dalam menentukan agamanya tanpa ada unsur paksaan.Orisinalitas - Kajian ini merupakan studi pertama yang mencoba menganalisis kebebasan beragama dalam perspektif dakwah Islam

    Da’wah in international publications: Bibliometric analysis of scopus database

    Full text link
    Purpose - This study aims to determine the map of the development of publications and the description of the model of articles about da'wah published on Scopus.Method - This study uses a descriptive method with a bibliometric approach to determine the structure and dynamics of da'wah studies in Scopus publications in 2000-2022. There are five stages carried out in this study, namely determining keywords, searching for data, selecting and sorting articles, validating data, and analyzing data. This study uses the VOSviewer application to identify the relationship among journals, countries, and keywords related to da'wah.Result  -  The results of this study indicate that studies on da'wah published in Scopus-indexed journals are still relatively few, in 2000-2022, there were only 52 articles on da'wah published by Scopus. Journal of Communication: Malaysian Journal of Communication is the Scopus-indexed journal that publishes the most articles on da'wah. Don Abdul Ghafar is the author who publishes the most articles on da'wah on Scopus. The article entitled THE ART OF DAKWAH: Social Media, Visual Persuasion and The Islamist Propagation of Felix Siauw became the most cited article. Indonesia is the country that publishes the most articles on da'wah on Scopus and is the locus of studies on da'wah.Implication – This study suggests conducting a da'wah study that is still being studied, such as sustainable da'wah with the object of individual study and social change.Originality - This study is the first to examine the map of da'wah research in Scopus publications.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta perkembangan publikasi dan gambaran model artikel tentang dakwah yang dipublikasikan di Scopus.Metode – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan bibliometrik untuk mengetahui struktur dan dinamika kajian dakwah dalam publikasi Scopus tahun 2000-2022. Terdapat lima tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menentukan kata kunci, mencari data, memilih dan menyortir artikel, memvalidasi data, dan menganalisis data. Penelitian ini menggunakan aplikasi VOSviewer untuk mengidentifikasi hubungan antar jurnal, negara, dan kata kunci terkait dakwah.Hasil - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian dakwah yang dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus masih relatif sedikit, pada tahun 2000-2022 hanya terdapat 52 artikel dakwah yang diterbitkan Scopus. Jurnal Komunikasi: Jurnal Komunikasi Malaysia merupakan jurnal terindeks Scopus yang menerbitkan artikel dakwah terbanyak. Don Abdul Ghafar merupakan penulis yang paling banyak menerbitkan artikel dakwah di Scopus. Artikel berjudul SENI DAKWAH: Media Sosial, Persuasi Visual dan Dakwah Islamis Felix Siauw menjadi artikel yang paling banyak disitasi. Indonesia merupakan negara yang paling banyak menerbitkan artikel dakwah di Scopus dan menjadi lokus kajian dakwah.Implikasi – Kajian ini menyarankan untuk melakukan kajian dakwah yang masih terus dikaji, seperti dakwah yang berkelanjutan dengan objek kajian individu dan perubahan sosial.Orisinalitas - Kajian ini merupakan yang pertama mengkaji peta kajian dakwah dalam publikasi Scopus

    Da’wah movement of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah in strengthening ahlussunnah wal jamaah understanding in Surakarta City

    Full text link
    Purpose - The aims of this study to recognize the view of leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards ahlussunnah wal jamaah, as well as dakwah movement activities and reinforcement form performed by Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah  towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta CityMethod - This research is qualitative field research. Data collection was obtained through a free interview, participant observation, and documentation study. It is further analyzed through three stages i.e. reduction, display, and verification.Result - This study suggests that the view of the leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah could be divided into several points of view i.e. from the point of view of fiqh, science of hadith, science of sirah and science of aqidah. Dakwah movement and the form of reinforcement of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah towards the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta City is by using various kinds of media and methods. Social media movement by creating apps, websites, and IT Developer, dakwah movement through printed media by the publishing of the book of aswaja as well as the law foundation completely, direct dakwah movement such as tabligh akbar.Implication – the implication of this research is related to the importance of the dakwah implementation in reinforcing the understanding of ahlussunnah wal jamaahOriginality – this research analyzes the view of leader of Majelis Ilmu and Dzikir Ar-Raudhah  towards the understanding of ahlusunnah wal jamaah, and the activities of dakwah movement in reinforcing the understanding of ahlussunnah wal jamaah in Surakarta City.   ***Tujuan - penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhah terhadap ahlussunnah wal jamaah, serta kegiatan gerakan dakwah dan bentuk penguatan yang dilakukan oleh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota SurakartaMetode - Penelitian ini merupakan penelitian lapangan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara bebas, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Selanjutnya dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi, display, dan verifikasi.Hasil - Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah dapat dibagi menjadi beberapa sudut pandang yaitu dari sudut pandang fiqh, ilmu hadits, ilmu sirah dan ilmu akidah. Gerakan dakwah dan bentuk penguatan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota Surakarta adalah dengan menggunakan berbagai media dan metode. Gerakan media sosial dengan membuat aplikasi, website, dan IT Developer, gerakan dakwah melalui media cetak dengan penerbitan kitab aswaja serta yayasan hukum secara lengkap, gerakan dakwah langsung seperti tabligh akbar.Implikasi – implikasi penelitian ini terkait dengan pentingnya implementasi dakwah dalam memperkuat pemahaman ahlussunnah wal jamaah.Orisinalitas – penelitian ini menganalisis pandangan pimpinan majelis ilmu dan dzikr Ar-Raudhah terhadap pemahaman ahlusunnah wal jamaah, dan aktivitas gerakan dakwah dalam memperkuat pemahaman ahlussunnah wal jamaah di Kota Surakarta

    Psychological impact and the effort of da'i handling victims of sexual violence in adolescents

    Full text link
    Purpose - The purpose of this study is to determine the psychological impact of victims of sexual violence and the da'i efforts carried out by the preacher, in this case, the counselor with an individual approach to dealing with victims of sexual violence.Method - This research uses qualitative research using a case study approach. The research subjects were 2 supervisors who handled 14 victims within 3 months. In addition, observations of the subject, and interviews with counselors and psychologists outside the LRC-KJHAM (Legal Resource Center- Keadilan Jender Hak Asasi Manusia) legal aid division were also carried out, while documentation was taken from the client record or counseling status of the research subject.Result - The results of this study indicate the psychological impact that appears on victims of sexual violence: experiencing emotional disturbances, behavioral disorders, and cognitive disorders. Counselors' efforts in dealing with victims are in the form of individual counseling and group counseling in the form of support groups, and if necessary, there are interventions carried out by counselors and psychologists in handling follow-up related to handling victims.Implication – This research suggests the importance of improving the performance of da'í in this case counselors which is a da'wah effort carried out to overcome the problem of victims of sexual violence.Originality – This research is a study of how preachers try to provide awareness and motivation so that victims of violence can accept this situation as fate and find the best solution to live their daily lives.***Tujuan – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikologis korban kekerasan seksual dan upaya da'i yang dilakukan oleh da'i dalam hal ini konselor dengan pendekatan individual dalam menangani korban kekerasan seksual.Metode – Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah 2 orang supervisor yang menangani 14 korban dalam kurun waktu 3 bulan. Selain itu juga dilakukan observasi terhadap subjek, wawancara dengan konselor dan psikolog di luar divisi bantuan hukum LRC-KJHAM, sedangkan dokumentasi diambil dari catatan klien atau status konseling subjek penelitian.Hasil - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak psikologis yang muncul pada korban kekerasan seksual: mengalami gangguan emosional, gangguan perilaku, dan gangguan kognitif. Upaya konselor dalam menangani korban berupa konseling individu dan konseling kelompok berupa support group, dan bila perlu ada intervensi yang dilakukan konselor dan psikolog dalam penanganan tindak lanjut terkait penanganan korban.Implikasi - Penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan kinerja da'i dalam hal ini konselor yang merupakan upaya dakwah yang dilakukan untuk mengatasi masalah korban kekerasan seksual.Orisinalitas – Penelitian ini merupakan kajian tentang bagaimana para da’i berusaha memberikan kesadaran dan motivasi agar korban kekerasan dapat menerima keadaan ini sebagai takdir dan mencari solusi terbaik untuk menjalani kehidupan sehari-hari

    Interfaith tolerance through the Media of Indonesian newspapers

    Full text link
    Purpose - This research is motivated by the reality of the issue of tolerance which is inseparable from the mass media. In the era of information and technology, interfaith tolerance is carried out with the help of technology, namely communication mediated by the mass media. This is because the mass media participates in constructing the reality of tolerance that is presented in Indonesian society with various religions. The mass media arranges the reality of various events of tolerance to become a meaningful discourse.Method - The research method used is framing analysis as a method to dismantle how the media constructs reality. The research data was obtained through news articles about interfaith tolerance in the newspapers Kompas, Republika, and Media Indonesia in 2016-2017 as the primary data, and supporting books or books relevant to research studies as the secondary data. The analysis technique used was the analysis of Zondhang Pan and Gerald M. Kosicki's models per news text on Kompas, Republika, and Media Indonesia.Result - The results of the research show that there are two important things, namely the reality of events and the reality of the media. What is presented by the media is the reality of the media. The reality of the media is not something to be taken for granted because the media actively shapes the reality of interfaith tolerance. The reality of inter-religious tolerance as a sensitive issue is constructed in various ways among the newspapers Kompas, Republika, and Media Indonesia; Each of the Indonesian newspaper media contributes to building interfaith harmony and national integration; Regarding religious tolerance, Kompas framing: Indonesia is a tolerant and harmonious country amidst religious diversity. Republika: Muslims are tolerant people. Media Indonesia: tolerance in Indonesia is still maintained.Implications - The reality of tolerance in the media has implications for tolerance in people's lives, that religious differences are a reality, so their existence must be respected.Originality - This research analyzes interfaith tolerance referring to media framing.***Tujuan - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realita isu toleransi yang tidak terlepas dari media massa. Di era informasi dan teknologi, toleransi antar umat beragama dilakukan dengan bantuan teknologi, yaitu komunikasi yang dimediasi oleh media massa. Pasalnya, media massa ikut mengkonstruksi realitas toleransi yang dihadirkan masyarakat Indonesia dengan berbagai agama. Media massa menata realitas berbagai peristiwa toleransi menjadi wacana yang bermakna.Metode – Metode penelitian yang digunakan adalah analisis framing sebagai metode untuk membongkar bagaimana media mengkonstruksi realitas. Data penelitian diperoleh melalui artikel berita tentang toleransi antaragama di surat kabar Kompas, Republika, dan Media Indonesia tahun 2016-2017 sebagai data primer, dan buku atau buku pendukung yang relevan dengan kajian penelitian sebagai data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis model Zondhang Pan dan Gerald M. Kosicki per teks berita di Kompas, Republika, dan Media Indonesia.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua hal penting yaitu realitas peristiwa dan realitas media. Apa yang disajikan oleh media adalah realitas media. Realitas media bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja karena media secara aktif membentuk realitas toleransi antaragama. Realitas toleransi antar umat beragama sebagai isu sensitif dikonstruksikan dengan berbagai cara di antara surat kabar Kompas, Republika, dan Media Indonesia; Setiap media surat kabar Indonesia berkontribusi dalam membangun kerukunan antar umat beragama dan integrasi bangsa; Terkait toleransi beragama, Kompas membingkai: Indonesia adalah negara yang toleran dan rukun di tengah keberagaman agama. Republika: Umat Islam adalah umat yang toleran. Media Indonesia: Toleransi di Indonesia masih terjaga.Implikasi - Realitas toleransi di media berimplikasi pada toleransi dalam kehidupan masyarakat, bahwa perbedaan agama adalah sebuah realitas, sehingga keberadaannya harus dihormati.Orisinalitas - Penelitian ini menganalisis toleransi antaragama yang mengacu pada framing media

    Strategy for developing da'wah broadcast programs on television in the millennial era

    Full text link
    Purpose - This study aims to determine the planning and production of religious broadcast programs and to find strategies for developing Da'wah broadcast programs so that millennials are interested.Method - This study uses a qualitative method. Data collection techniques use the methods of observation, interviews, and documentation.Result - The contribution of this research is about the importance of the strategy of developing da'wah through television in order to present popular, and competent sources without any hidden agenda, and have different backgrounds. In addition, cadre presenters from the millennial generation, generation Z, empowered presenters who are eye-catching, fashionable, smart, communicative, capable of public speaking, smart in their way of thinking, and influencers who have lots of followers.Implication - The contribution of this research is about the importance of the strategy of developing da'wah through television in order to present popular and competent sources without any hidden agenda, and have different backgrounds. In addition, cadre presenters from the millennial generation, generation Z, empowered presenters who are eye-catching, fashionable, smart, communicative, capable of public speaking, smart in their way of thinking, and influencers who have lots of followers.Originality - This study focuses on the development of da'wah through television so that it continues to exist in this millennial era.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan produksi program siaran religi serta menemukan strategi pengembangan program siaran dakwah agar diminati generasi milenial.Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil - Kontribusi penelitian ini adalah tentang pentingnya strategi pengembangan dakwah melalui televisi agar menghadirkan narasumber yang populer, kompeten, tanpa agenda tersembunyi, dan memiliki latar belakang yang berbeda. Selain itu, kader presenter dari generasi milenial, generasi Z, presenter berdaya yang eye-catching, fashionable, smart, komunikatif, mampu public speaking, cerdas cara berpikirnya, dan influencer yang memiliki banyak followers.Implikasi - Kontribusi penelitian ini adalah tentang pentingnya strategi pengembangan dakwah melalui televisi untuk menghadirkan narasumber yang populer dan kompeten tanpa agenda tersembunyi, serta memiliki latar belakang yang berbeda. Selain itu, kader presenter dari generasi milenial, generasi Z, presenter berdaya yang eye-catching, fashionable, smart, komunikatif, mampu public speaking, cerdas cara berpikirnya, dan influencer yang memiliki banyak followers.Orisinalitas - Kajian ini berfokus pada perkembangan dakwah melalui televisi agar tetap eksis di era milenial ini

    Dynamics of scientific development in dakwah education Indonesia

    Full text link
    Purpose - This study aims to determine the efforts from time to time of scientists in da'wah educational institutions in Indonesia that diligently carry out studies and publications. This research is also expected to avoid disconnection in understanding the history of Da'wah science.Method - This research was conducted through a literature review, with a historical approach. Where several references related to Da'wah scholarship are classified, discussed, and concluded.Result - The results show that the dynamics of scientific development in da'wah education in Indonesia have shown a dynamic history. The dynamism is illustrated by the alternation of da'wah scientific activities carried out and carries a sustainable theme from time to time. Another dynamic is evident in the productivity of the work they write and publish, both in the form of journals and books. The two aspects become one strength so that in its development, it further strengthens the science of Da'wah. As well as being an example for future generations to have enthusiasm and productivity that is more or less like them.Implication - this paper suggests the development of da’wah science that allows correction, addition, and perfection from the development of new science.Originality - This article is a study that shows the transformation from da'wah to da'wah science.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dari waktu ke waktu para ilmuwan di lembaga pendidikan dakwah di Indonesia yang rajin melakukan kajian dan publikasi. Penelitian ini juga diharapkan dapat menghindari keterputusan dalam memahami sejarah ilmu dakwah.Metode - Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka, dengan pendekatan sejarah. Dimana beberapa referensi terkait keilmuan Dakwah diklasifikasikan, dibahas, dan disimpulkan.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika perkembangan keilmuan dalam pendidikan dakwah di Indonesia, telah menunjukkan sejarah yang dinamis. Kedinamisan tersebut tergambar dari silih bergantinya kegiatan keilmuan dakwah yang dilakukan dan mengusung tema berkelanjutan dari waktu ke waktu. Dinamika lain terlihat pada produktivitas karya yang mereka tulis dan terbitkan, baik dalam bentuk jurnal maupun buku. Kedua aspek tersebut menjadi satu kekuatan sehingga dalam perkembangannya semakin memperkuat ilmu dakwah. Serta menjadi contoh bagi generasi penerus untuk memiliki semangat dan produktivitas yang kurang lebih seperti mereka.Implikasi - Artikel ini menyarankan pengembangan keilmuan dakwah yang memungkinkan adanya koreksi, penambahan dan penyempurnaan pengembangan ilmu baru.Orisinalitas - Artikel ini merupakan kajian yang menunjukkan transformasi dari dakwah ke ilmu dakwah

    Al maun and climate crisis: Dynamic between Muhammadiyah and indigenous communities in 21th century

    Full text link
    Purpose - This paper examines how far the da’wa approach within the body of Muhammadiyah can reinforce the socio-ecological activism in response to indigenous people relating to environmental protection.Method - Gathering analytical-descriptive method and Focus Group Discussion (FGD) with key informants and approaching the study case with Ian G. Barbour’s Dialogue and Integration of religion and science (1966)Result  -  This paper argues that there is a tendency in Muhammadiyah to employ that dialogical and cooperative paradigm when it comes to the vulnerability of inherited land of indigenous people toward land-grabbing and so on by company and government. Moreover, the “green feature” of Muhammdiyah activism becomes stronger after agrarian fiqh was produced by the fatwa and Islamic research council of the central board in 2020. Further, the weak referred to in Al Maun Theology is, in this case, not only the indigenous people but also the defenseless environment. This article also perceives that the equivalent of the da’wa cultural approach of Muhammadiyah is more ecological than the puritan character. It proposes a socio-eco-centric view as an effort to avoid a theological dispute between both Muhammadiyah and indigenous people that is mostly encountered in indigeneity settings and is inseparable from the surrounding nature. However, there will be two consequences in doing that way, of course: between conversion and conservation.Implication – This paper affirms al Maun's yet-to-be-completed and solidified transformative ecological power from the top down and vice versa. Nonetheless, a significant potential in the history of Muhammadiyah's heritage of discussion and inclusion is confirmed by the reflection of the three results above. Agrarian fiqh also contributed to a new understanding that environmental damage is linked to the mustadh’afin group's misery.Originality - This article looks at Al Maun's holistic and universal changing power still has not contributed much, especially to the field of environmental issues and indigenous peoples. However, the main agenda of this article is expected to contribute to gap the discourse.***Tujuan - Tulisan ini mengkaji sejauh mana pendekatan dakwah di tubuh Muhammadiyah dapat memperkuat aktivisme sosial-ekologis dalam merespon masyarakat adat terkait pelestarian lingkungan.Metode - Metode gathering analitis-deskriptif dan Focus Group Discussion (FGD) dengan informan kunci dan pendekatan studi kasus dengan Ian G. Barbour's Dialogue and Integration of religion and science (1966)Hasil - Tulisan ini berargumen bahwa ada kecenderungan Muhammadiyah menggunakan paradigma dialogis dan kooperatif tersebut dalam hal kerentanan tanah pusaka masyarakat adat terhadap perampasan tanah dan sebagainya oleh perusahaan dan pemerintah. Terlebih, “fitur hijau” aktivisme Muhammadiyah semakin kuat setelah fiqh agraria dikeluarkan oleh fatwa dan dewan penelitian Islam dewan pusat pada tahun 2020. Selanjutnya, kelemahan yang dimaksud dalam Teologi Al Maun dalam hal ini bukan hanya masyarakat adat tetapi juga lingkungan yang tak berdaya. Artikel ini juga memandang bahwa padanan pendekatan kultural dakwah Muhammadiyah lebih bersifat ekologis daripada karakter puritan. Mengusulkan pandangan sosio-ekosentris sebagai upaya untuk menghindari perselisihan teologis antara Muhammadiyah dan masyarakat adat yang banyak ditemui dalam setting adat dan tidak dapat dipisahkan dari alam sekitarnya. Namun, akan ada dua konsekuensi dalam melakukan cara itu, tentu saja: antara konversi dan konservasi.Implikasi – Makalah ini menegaskan kekuatan ekologi transformatif al Maun yang belum selesai dan dipadatkan dari atas ke bawah dan sebaliknya. Meskipun demikian, potensi yang signifikan dalam sejarah warisan diskusi dan inklusi Muhammadiyah ditegaskan oleh refleksi dari tiga hasil di atas. Fiqh agraria juga berkontribusi pada pemahaman baru bahwa kerusakan lingkungan terkait dengan kesengsaraan kelompok mustadh'afin.Orisinalitas - Artikel ini melihat kekuatan perubahan holistik dan universal Al Maun masih belum banyak berkontribusi, terutama di bidang masalah lingkungan dan masyarakat adat. Namun, agenda utama artikel ini diharapkan dapat berkontribusi pada kesenjangan wacana

    Da’wah in community development: Analysis of community development methods in the Al-Qur’an

    Full text link
    Objective - The objective of this study focuses on analyzing the Qur'anic concept of empowerment methods to anticipate the negative impacts of modernization by grounding Islamic teachings through community empowerment with the concept of development that must be comprehensive, touching, and penetrating human identity.Method - The study method is carried out through a literature study, with content analysis techniques.Result - The results of this study analyzed 3 methods, they are 1) the al-Hikmah method a) through comparative (comparison), b) through proverbs (examples), c) through history (stories). 2) Method of Da'wah al-Mau'izhah al hasanah; a) Education and teaching, b) Guidance and counseling. c) uswahwa al-tathbiq (good example). 3) Da'wah al-Mujlah hiya ahsan method a) Deliberation of FGD (Focus Group Discussion), b) Muzakarah (Participatory Learning and Action), or Participatory Learning and Practice Processes). c) Mubahalah (Farmers Field School) or Field School.Implication – This method suggests enriching insight and a comparison with empowerment theories discussed from the current concepts and improving the performance of Islamic community empowerment skills.Originality - The focus of this research produces an empowerment method that is not only limited to the aspect of material welfare but can build a whole person, from all material and spiritual aspects simultaneously.  ***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep Al-Qur'an metode pemberdayaan untuk mengantisipasi dampak negatif modernisasi dengan membumikan ajaran Islam melalui pemberdayaan masyarakat dengan konsep pembangunan yang harus komprehensif, menyentuh, dan menembus identitas manusia.Metode – Metode penelitian dilakukan melalui studi pustaka, dengan teknik analisis isi.Hasil - Hasil penelitian ini menganalisis 3 metode yaitu 1) metode al-Hikmah a) melalui komparatif (perbandingan), b) melalui peribahasa (contoh), c) melalui sejarah (cerita). 2) Metode Dakwah al-Mau'izhah al hasanah; a) Pendidikan dan pengajaran, b) Bimbingan dan konseling. c) uswahwa al-tathbiq (teladan yang baik). 3) Metode Dakwah al-Mujlah hiya ahsan a) Musyawarah FGD (Focus Group Discussion), b) Muzakarah (Pembelajaran dan Tindakan Partisipatif), atau Proses Pembelajaran dan Praktek Partisipatif). c) Mubahalah (Sekolah Lapangan Petani) atau Sekolah Lapang.Implikasi – Metode ini menyarankan pengayaan wawasan dan pembandingan dengan teori-teori pemberdayaan yang dibahas dari konsep-konsep yang ada dan peningkatan kinerja keterampilan pemberdayaan masyarakat Islam.Orisinalitas - Fokus penelitian ini menghasilkan suatu metode pemberdayaan yang tidak hanya terbatas pada aspek kesejahteraan material tetapi dapat membangun manusia seutuhnya, dari seluruh aspek material dan spiritual secara bersamaan

    191

    full texts

    206

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Dakwah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇