Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
    206 research outputs found

    Urgency of Islamic psychotherapy in decreasing physical and psychological stress

    Full text link
    Purpose - This paper aims to prove that Islamic psychotherapy of LPSNU Pagar Nusa Branch Jombang is able to decrease stress, and to prove that Islamic Psychotherapy of LPSNU Pagar Nusa Branch Jombang is able to decrease physical and psychological stress.Method - Population and sample of the research, population of the research was 500 people, while 20 was taken as sample using Non-Probability sample design with purposive sample sampling technique. Data analysis used comparative analysis using T-test for small groups (less than 30).Result  -  the result of Paired sample test was t: -4,810, p= 0.000, from the data, it was further consulted to table T with df: 19 significance of 0.05 where the score of 2.093 was obtained and at the significance level of 0.001, a score of 2.861 was obtained which meant that To is bigger than Tt, 2.093<4.810>2.861. Therefore, it could be concluded that there is a significant influence between Islamic Psychotherapy of LPSNU Pagar Nusa branch Jombang towards the decreasing level of stress.Implication – The researcher recommended to future researchers develop more specific research related to the aspect of self-control and spirituality as its dependent variable for such aspect represents mental health factor.Originality - This is the first research to apply Islamic psychotherapy towards the decreasing level of stress among the members of LPSNU Pagar Nusa branch Jombang.***Tujuan - 1). Untuk membuktikan bahwa psikotrapi Islami LPSNU Pagar Nusa Cabang Jombang dapat menurunkan stres. 2). Untuk membuktikan bahwa psikoterapi Islami LPSNU Pagar Nusa Cabang Jombang dapat menurunkan stres fisik dan psikis.Metode - Populasi dan sampel penelitian, populasi penelitian berjumlah 500 orang, sedangkan yang diambil menjadi sampel sebanyak 20 orang dengan menggunakan rancangan sampel Non-Probabilitas dengan teknik pengambilan sampel purposif. Analisis data menggunakan analisis komparasional dengan menggunakan Uji T untuk kelompok kecil (kurang dari 30).Hasil  -  hasil Paired samples test adalah t: -4,810, p= 0.000, dari data tersebut selanjutnya dikonsultasikan pada tabel T dengan df: 19 signifikasi 0.05 diperoleh nilai 2.093 dan pada taraf signifikasi 0.001 diperoleh nilai 2.861. berarti To lebih besar dari Tt, 2.093<4.810>2.861. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara psikoterapi islami LPSNU Pagar Nusa cabang Jombang terhadap penurunan stres.Implikasi – Peneliti merekomendasikan kepada peneliti berikutnya untuk mengembangkan penelitian berikutnya secara lebih spesifik yang berkaitan dengan aspek self control dan spiritualitas sebagai variabel terikatnya, karena aspek tersebut merepresentasikan unsur kesehatan mental.Orisinalitas – penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menerapkan psikoterapi islam terhadap penurunan tingkat stres pada anggota LPSNU Pagar Nusa cabang Jombang

    Moderation of religion in the Fatwa of Majelis Ulama Indonesia about the Ethics of da’wah in the Digital Age

    Full text link
    Purpose - The rampant da’wah content in social media that triggers social and national disintegration is a problem and a big task for the government and Muslims in Indonesia to prevent it. This study seeks to identify the values of moderation in the fatwa of the Majelis Ulama Indonesia of East Java Province Number—06 of 2022 concerning da’wah Ethics in the Digital Era.Method - This qualitative study uses a philosophical normative approach. The study's primary data used the fatwa document of the Majelis Ulama Indonesia, East Java Province Number—06 of 2022 concerning da’wah Ethics in the Digital Era. Indicators of religious moderation conceptualized by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia as the primary analysis theory. The documentation techniques used in collecting data in this study and the data analysis techniques used were data reduction, presentation, and verification.Results - This study concludes that there is a dimension of religious moderation in the fatwa of Majelis Ulama Indonesia of East Java Province Number—06 of 2022 concerning da’wah Ethics in the Digital Era, among others, the value of anti-radicalism in the prohibition of the delivery of provocative da’wah content, the value of tolerance in the recommendation of delivering pluralist da’wah content, the value of national commitment in the recommendation of delivering da’wah content that leads to compliance with the country's constitution, and the accommodating value of local wisdom in the recommendation of delivering da’wah content that maintains public conduciveness. Implications – This study shows that mainstreaming religious moderation in Indonesia can be internalized in religious social fatwas.Originality - This study shows that the four indicators of religious moderation in Indonesia (tolerance, anti-radicalism, national commitment, and accommodating to local wisdom) can be internalized in the digital media space's code of ethics for da’wah activities.***Tujuan - Maraknya konten dakwah di media sosial yang memicu disintegrasi sosial dan bangsa merupakan masalah dan tugas besar bagi pemerintah dan umat Islam di Indonesia untuk mencegahnya. Kajian ini berupaya mengidentifikasi nilai-nilai moderasi dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Nomor—06 Tahun 2022 tentang Etika Dakwah di Era Digital.Metode – Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan filosofis normatif. Data primer penelitian ini menggunakan dokumen fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Nomor—06 Tahun 2022 tentang Etika Dakwah di Era Digital. Indikator moderasi beragama dikonseptualisasikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai teori analisis utama. Teknik dokumentasi yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini dan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian, dan verifikasi.Hasil - Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dimensi moderasi beragama dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Nomor—06 Tahun 2022 tentang Etika Dakwah di Era Digital antara lain nilai anti radikalisme dalam larangan penyampaian konten dakwah yang provokatif, nilai toleransi dalam rekomendasi penyampaian konten dakwah pluralis, nilai komitmen nasional dalam rekomendasi penyampaian konten dakwah yang mengarah pada kepatuhan terhadap konstitusi negara, dan akomodatif nilai kearifan lokal dalam rekomendasi penyampaian konten dakwah yang menjaga kondusifitas publik.Implikasi – Kajian ini menunjukkan bahwa pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia dapat terinternalisasi dalam fatwa-fatwa sosial keagamaan.Orisinalitas - Studi ini menunjukkan bahwa empat indikator moderasi beragama di Indonesia (toleransi, anti radikalisme, komitmen kebangsaan, dan akomodatif terhadap kearifan lokal) dapat diinternalisasikan dalam kode etik ruang media digital untuk kegiatan dakwah

    Public opinion analysis for moderate religious: Social media data mining approach

    Full text link
    Purpose - This paper aims to elaborate discourses of religious moderation on social media in terms of perceptions of netizen’s responding to the values of religious moderation.Method - This study uses text mining to interpret and categorize comments from Twitter about the values of moderation. In addition, sentiment analysis used to capture the number of positive and negative words in each tweet. Data analysis was used to extract and explore the dominant Twitter users' emotions around the values of moderation.Result  -  Sentiment analysis results indicate the variance of Twitter users' public participation in providing perceptions of religious or religious moderation values. The variance of public views of Twitter users on the issue of religious moderation content shows that positive sentiment is higher than negative sentiment.Implication – This research contributes to the study of religious moderation more broadly by understanding how social media users perceive and showing how machine learning (text mining) can help better understand concepts related to the values of moderation.Originality - This study presents a new methodology and analytical approach to investigating moderate religious in social media conversations, which brings together a multidisciplinary knowledge of technology, data science and religious studies. This research is the first study that used data mining approach to public opinion analysis for moderate religious in Indonesia.***Tujuan -  Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi wacana moderasi beragama di media sosial ditinjau dari persepsi warganet dalam menyikapi nilai-nilai moderasi beragama.Metode - Penelitian ini menggunakan text mining untuk menginterpretasikan dan mengkategorikan komentar dari Twitter tentang nilai moderasi. Selain itu, analisis sentimen digunakan untuk menangkap jumlah kata positif dan negatif di setiap tweet. Analisis data digunakan untuk mengekstraksi dan mengeksplorasi emosi pengguna Twitter yang dominan seputar nilai moderasi.Hasil - Hasil analisis sentimen menunjukkan adanya variansi partisipasi masyarakat pengguna Twitter dalam memberikan persepsi terhadap agama atau nilai moderasi beragama. Variasi pandangan masyarakat pengguna Twitter terhadap isu konten moderasi beragama menunjukkan bahwa sentimen positif lebih tinggi daripada sentimen negatif.Implikasi – Penelitian ini berkontribusi pada kajian moderasi beragama secara lebih luas dengan memahami bagaimana persepsi pengguna media sosial dan menunjukkan bagaimana machine learning (text mining) dapat membantu lebih memahami konsep yang berkaitan dengan nilai-nilai moderasi.Orisinalitas - Studi ini menyajikan metodologi baru dan pendekatan analitis untuk menyelidiki agama moderat dalam percakapan media sosial, yang menyatukan pengetahuan multidisiplin teknologi, ilmu data, dan studi agama. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan pendekatan data mining untuk analisis opini publik terhadap agama moderat di Indonesia

    Da'wah bil-hikmah: Tracing Sunan Kalijaga's footsteps in the transformation of Islamic society

    Full text link
    Purpose - This research aims to find out Sunan Kalijaga's bil-hikmah da'wah in the transformation of Islamic society and to find out the results of Sunan Kalijaga's bil-hikmah da'wah in the transformation of Islamic society.Method - The research approach is through a historical process, which is an approach of investigating, understanding, and critically explaining the past, weighing carefully enough, and carefully about the validity of historical sources and the interpretation of sources of historical information.Result - This study shows that Sunan Kalijaga's bil-hikmah da'wah in the transformation of Islamic society is seen from two principles of community development, which are then realized through three stages of Islamic community development and their forms of activity, namely: First, the formation of Islamic society (takwin). Second is the stage of guidance and structuring (tanzim). Third is the stage of independence (taudi'). The results of da'wah bil-hikmah can be seen in the legacy of his works and services without causing significant problems, which in Javanese expression is described by the phrase tut wuri handayani (following from behind while influencing, providing moral, spiritual, and intellectual encouragement to Javanese society), tut wuri hangiseni (following from behind while incorporating Islamic values in Javanese civilization), nut jaman kelakone (following the times), and entuk iwake, nanging ora buthek banyune (getting the fish, but not making the water cloudy).Implication - This research implies that it can provide insight into Sunan Kalijaga's bil-hikmah da'wah in the social change of Islamic society.Originality - This research investigates the impact and originality of Sunan Kalijaga's da'wah in bringing about social, cultural, and spiritual change in Muslim communities.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dakwah bil-hikmah Sunan Kalijaga dalam transformasi masyarakat Islam dan untuk mengetahui hasil dakwah bil-hikmah Sunan Kalijaga dalam transformasi masyarakat Islam.Metode - Pendekatan penelitian melalui pendekatan historis, yaitu suatu pendekatan untuk menyelidiki, memahami, dan menjelaskan secara kritis masa lampau, menimbang dengan cukup teliti, dan hati-hati tentang keabsahan sumber-sumber sejarah dan penafsiran terhadap sumber-sumber informasi sejarah.Hasil - Penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah bil-hikmah Sunan Kalijaga dalam transformasi masyarakat Islam dilihat dari dua prinsip pengembangan masyarakat yang kemudian direalisasikan melalui tiga tahapan pengembangan masyarakat Islam beserta bentuk kegiatannya, yaitu: Pertama, pembentukan masyarakat Islam (takwin). Kedua, tahap pembinaan dan penataan (tanzim). Ketiga, tahap kemandirian (taudi'). Hasil dari dakwah bil-hikmah dapat dilihat pada warisan karya dan jasa-jasa beliau tanpa menimbulkan masalah yang berarti, yang dalam ungkapan Jawa digambarkan dengan ungkapan tut wuri handayani (mengikuti dari belakang sambil memberikan pengaruh, memberikan dorongan moral, spiritual, dan intelektual kepada masyarakat Jawa, moral, spiritual, dan intelektual kepada masyarakat Jawa), tut wuri hangiseni (mengikuti dari belakang sambil memasukkan nilai-nilai Islam dalam peradaban Jawa), nut jaman kelakone (mengikuti perkembangan jaman), dan entuk iwake, nanging ora buthek banyune (ambil ikannya, tapi jangan sampai airnya keruh).Implikasi - Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang dakwah bil-hikmah Sunan Kalijaga dalam perubahan sosial masyarakat Islam.Orisinalitas - Penelitian ini menyelidiki dampak dan orisinalitas dakwah Sunan Kalijaga dalam membawa perubahan sosial, budaya, dan spiritual dalam masyarakat Muslim.

    Pesantren-based psychosocial-spiritual therapy

    Full text link
    Purpose – the purpose of this study is to identify the application of Psychosocial-spiritual in rehabilitation pesantren for people with mental disorders and for former drug addicts as well as to find the strengths and weaknesses of pesantren-based Psychosocial-spiritual.Method – The research method used was qualitative descriptive with the subject of Pondok officials and the students. Data collection was through interviews, observation, and documentation. The research location was in a pesantren specific for people with mental disorders and drug rehabilitation. Data analysis techniques in this research interactive model include data reduction, data presentation, and conclusion.Result  -  Psychosocial-spiritual therapy is related to some personality aspects, are psychology, social, and religion Psychosocial-spiritual therapy method found was andragogy, problem-solving, and psychosocial-spiritual.Implication – Psychosocial-spiritual, which integrates psychosocial and psychospiritual, could support rehabilitation for people with mental disorders and former drug addicts.Originality – This is the first research on psychospiritual therapy for people with mental disorders and former drug addicts.***Tujuan – Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan terapi psikososiospiritual di pesantren rehabilitasi bagi ODGJ dan mantan pecandu narkoba, serta menemukan kekurangan serta kelebihan terapi psikososiospiritual berbasis pesantrenMetode – Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek pengurus pondok dan santri bina. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di jenis pesantren yaitu pesantren khusus orang dengan gangguan jiwa, rehabilitasi narkoba. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif, yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan .Hasil  -  Terapi Psikososiospiritual berkaitan dengan beberapa aspek kepribadian, yaitu psikologis, sosial dan religious. Metode terapi psikososiospiritual yang ditemukan yaitu metode andragodi, problem solving dan psikoso-spiritual.Implikasi – Terapi psikososiospiritual yang merupakan integrasi dari psikososial dan psikospiritual ini dapat mendukung proses rehabilitasi pada ODGJ dan mantan pecandu narkoba.Orisinalitas – Penelelitian  mengenai terapi psikospiritual bagi ODGJ dan mantan pecnadu narkoba ini pertama kali diteliti

    Transformation of masjid raya management: Pioneering moderation-based administration, integrated financial system, and strengthening gender equality

    Full text link
    Purpose - This research aimed to explore the transformation of Masjid Raya (Grand Mosque) Mujahiddin through a pioneering approach focusing on moderation in administration, an integrated financial system, and empowerment of gender equality.Method - Employing a qualitative case study method, data was gathered through in-depth interviews with mosque officials, congregants, and community leaders. Documentation and observation were also utilized to complement the research findings.Result  -   The study revealed successful implementation of moderation-based administration at Masjid Raya Mujahiddin, emphasizing dialogue, tolerance, and inclusivity. Integration of a financial system enhanced transparency and accountability in managing mosque funds, fostering public trust. Additionally, the mosque's inclusive approach towards gender equality empowered women in religious activities and administrative roles, fostering a gender-friendly and inclusive environment.Implication – The findings hold significant value in offering insights for other mosques to adopt similar approaches, facilitating the creation of harmonious and inclusive communities in religious practices.Originality - This research contributes original insights by highlighting the successful implementation of moderation-based administration, integrated financial systems, and gender equality empowerment within a mosque setting, paving the way for inclusive practices that can be replicated in diverse religious communities.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi Masjid Raya Mujahiddin melalui pendekatan perintis yang berfokus pada moderasi dalam administrasi, sistem keuangan yang terintegrasi, dan pemberdayaan kesetaraan gender.Metode - Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus masjid, jamaah, dan tokoh masyarakat. Dokumentasi dan observasi juga digunakan untuk melengkapi temuan penelitian.Hasil - Penelitian ini menunjukkan keberhasilan implementasi administrasi berbasis moderasi di Masjid Raya Mujahiddin, yang menekankan pada dialog, toleransi, dan inklusivitas. Integrasi sistem keuangan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola dana masjid, sehingga menumbuhkan kepercayaan publik. Selain itu, pendekatan inklusif masjid terhadap kesetaraan gender memberdayakan perempuan dalam kegiatan keagamaan dan peran administratif, sehingga menumbuhkan lingkungan yang ramah gender dan inklusif.Implikasi - Temuan ini memiliki nilai yang signifikan dalam memberikan wawasan bagi masjid-masjid lain untuk mengadopsi pendekatan yang serupa, sehingga dapat memfasilitasi terciptanya komunitas yang harmonis dan inklusif dalam praktik keagamaan.Orisinalitas - Penelitian ini menyumbangkan wawasan orisinal dengan menyoroti keberhasilan implementasi administrasi berbasis moderasi, sistem keuangan terintegrasi, dan pemberdayaan kesetaraan gender di lingkungan masjid, membuka jalan bagi praktik inklusif yang dapat direplikasi dalam komunitas agama yang beragam

    Crisis communication management of transmigrant moslem community in Central Kalimantan during Covid 19 pandemic

    Full text link
    Purpose - This study aims to explain the role of crisis communication management during the pandemic as well as toand toas and describe and comprehend the management of public services and the community's reception towards crisis communication implementation during the pandemic in the transmigrant Muslim community in Central Kalimantan.Method - This research uses a qualitative descriptive approach that describes the reality, problems, and facts that occurred in Tawan Jaya Village, Central Kalimantan, as the focus of the research. Data collection techniques are observation, interview, and documentation.Result  -  The research results show that crisis communication management was implemented and reached the community well. Apart from that, public service management is also well received, although there are still several obstacles to its implementation.Implication – These results convey the importance of communication and information. Everyone needs clear communication and information knowledge for their survival. Communication elements are one of the strategies in dealing with crises by various institutions ranging from the central, regional, to and village governments to foster public trust.Originality - This research presents how crisis communication is managed in Muslim communities in transmigration areas, which has rarely been used as a discourse among the community.***Tujuan – Studi ini memeiliki tujuan diantaranya untuk menjelaskan peran manajemen komunikasi krisis selama pandemi serta mendeskripsikan dan memahami bagaimana manajemen pelayanan publik dan penerimaan masyarakat terhadap pelaksanaan komunikasi krisis pada masa pandemi di komunitas muslim  transmigran di Kalimantan Tengah.Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggambarkan kenyataan, problematika, serta fakta-fakta yang terjadi di Desa Tawan Jaya, Kalimantan Tengah sebagai fokus penelitian. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil  -  Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen komunikasi krisis terlaksana dan sampai dengan baik kepada masyarakat. Selain itu, manajemen pelayanan publik juga di terima dengan baik, meskipun masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya.Implikasi – Hasil ini menyampaikan bahwa pentingnya komunikasi dan informasi. Semua orang membutuhkan komunikasi dan informasi yang jelas demi keberlangsungan hidup mereka. Elemen komunikasi menjadi salah satu strategi dalam menangani krisis oleh berbagai lembaga mulai dari pemerintah pusat, daerah hingga ke pemerintah desa untuk menumbuhkan kepercayaan publik.Orisinalitas – Penelitian ini menyajikan bagaimana manajemen komunikasi krisis di komunitas muslim di daerah transmigrasi, yang selama ini jarang sekali dijadikan diskursus ditengah masyaraka

    Community religious expression through sholawat in Bangunrejo Kidul Kedunggalar Ngawi village

    Full text link
    Purpose - Islam and Javanese culture can dialogue in harmony, the two are not contradictory. One form of acculturation of the two can be seen from the traditions of rural communities as a form of rural Sufism, namely praising the prophet Mohammad. The people of Bangunrejo Kidul Village still maintain the tradition of praising the prophet as a medium of Islamic symbols. This article looks at how praising the prophet is a form of acculturation between Islam and Javanese culture, the media for da’wa, and the religious expression of rural communities.Method - This research is qualitative descriptive, data collection is done through involved observation, in-depth interviews, and documentation.Result - Praising the prophet is a form of acculturation of Islamic and Javanese culture as seen from the reading of shalawat, dhikr, and prayer accompanied by poetry in Javanese songs while waiting for congregational prayers in the mosque between the call to prayer (adzan) and iqamat. Moral praise is a medium of da’wa aimed at shaping the personality of the community in accordance with Islamic values and upholding the identity of Javanese culture. The value of da’wa in praising the prophet is in the form of perspectives and norms related to aqidah, morals, worship, sharia, and other moral appeals extracted from the Quran and hadith. Praising the prophet is rural Sufism as well as a model for seeking rural spirituality, namely Sufism in low traditions or village traditions as opposed to cosmopolitan traditions. The existence of praising the prophet in society has a dual function, apart from being a religious expression, it is also a safeguard for the existing religious traditions. Praising the prophet becomes a religious education for a cultural inheritance to the next generation as well as for increasing the spirituality and piety of the community. The tradition of praising the prophet is widespread in NU, especially in rural communities, and has become a religious expression to strengthen Nusantara Islam.Implication - The contribution of this article is to strengthen the perspective of the sociology of da’wa in seeing the problem of da’wa in the community, one of which is with local wisdom so that Islam can be accepted.Originality - This study examines sholawat as an acculturation of Islam and culture, media of da'wah, and religious expression of the cultural Islamic community, where the religious behavior of the people of Bangurejo Kidul Village in the context of the sociology of religion where religion is understood as action (religion in action).***Tujuan - Islam dan budaya Jawa dapat berdialog secara harmonis, keduanya tidak bertentangan. Salah satu bentuk akulturasi keduanya dapat dilihat dari tradisi masyarakat pedesaan sebagai bentuk tasawuf pedesaan, yaitu pujian. Masyarakat Desa Bangunrejo Kidul masih mempertahankan tradisi puji-pujian sebagai media syiar Islam. Artikel ini melihat bagaimana pujian merupakan bentuk akulturasi antara Islam dan budaya Jawa, media dakwah, dan ekspresi keagamaan masyarakat pedesaan.Metode - Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Hasil - Pujian merupakan bentuk akulturasi budaya Islam dan budaya Jawa yang terlihat dari pembacaan shalawat, dzikir, dan doa disertai syair dalam bahasa Jawa yang dilantunkan sambil menunggu salat berjamaah di masjid antara adzan dan iqamat. Pujian moral merupakan media dakwah yang bertujuan untuk membentuk kepribadian masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan menjunjung tinggi jati diri budaya Jawa. Nilai dakwah dalam pujian berupa cara pandang dan norma yang berkaitan dengan akidah, akhlak, ibadah, syariah, dan himbauan moral lainnya yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadits. Pujian adalah tasawuf pedesaan sekaligus model untuk mencari spiritualitas pedesaan, yaitu tasawuf dalam tradisi rendah atau tradisi desa yang bertentangan dengan tradisi kosmopolitan. Eksistensi pujian dalam masyarakat memiliki fungsi ganda, selain sebagai ekspresi keagamaan, juga sebagai pelindung tradisi keagamaan yang ada. Pujian menjadi pendidikan agama untuk pewarisan budaya kepada generasi penerus serta untuk meningkatkan kerohanian dan ketakwaan masyarakat. Tradisi puji-pujian tersebar luas di NU, terutama di masyarakat pedesaan dan telah menjadi ekspresi keagamaan untuk memperkuat Islam Nusantara.Implikasi - Kontribusi artikel ini untuk memperkuat perspektif sosiologi dakwah dalam melihat permasalahan dakwah di masyarakat, salah satunya dengan kearifan lokal agar Islam dapat diterima.Orisinalitas - Kajian ini mengkaji sholawat sebagai akulturasi Islam dan budaya, media dakwah, dan ekspresi keagamaan masyarakat Islam kultural, dimana perilaku keagamaan masyarakat Desa Bangurejo Kidul dalam konteks sosiologi agama dimana agama berada. dipahami sebagai tindakan (religion in action)

    Buya Yahya's da'wah message and crisis communication strategy in responding to the Covid-19 pandemic

    Full text link
    Purpose - The purpose of this study was to examine the da’wa message and crisis communication strategy carried out by Buya Yahya in responding to the COVID-19 pandemic on YouTube Al-Bahjah TV in the 2020-2022 period.Method - This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Data collection techniques through observation and documentation. Data analysis techniques use qualitative content analysis in the form of data collection, data coding, data analysis and data interpretation.Result  -  The results showed that Buya Yahya's contribution in responding to the COVID-19 pandemic in Indonesia through Al-Bahjah TV's YouTube for the period of March 2020 to April 2022 by amplifying da'wah messages as many as 76 videos.  The result of the categorization of Buya Yahya's proselytizing message in the form of sharia themes dominates with a percentage of 65%.  Moral themes with a percentage of 26%, and akidah themes of 9%. Crisis communication carried out by Buya Yahya using a message strategy in the form of instructing information and adjusting information.Implication –This research explores daí's contribution in responding to the COVID-19 pandemic. Daí uses a crisis communication approach that adapts to the situation and conditions of his madú during the COVID-19 pandemic. The contribution of daí in crisis situations becomes an affirmation that Islamic proselytizing is shalih li kulli zaman wa makan or da'wah in harmony with situational and contextual developments according to the space and time that surrounds itOriginality - This study uses crisis communication strategies in amplifying proselytizing messages in the form of akidah, muamalah and akhlak.***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pesan dakwah dan strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Buya Yahya dalam merespon pandemi COVID-19 di YouTube Al-Bahjah TV pada periode 2020-2022.Metode - Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis isi kualitatif berupa pengkoleksian data, pengkodingan data, analisis data dan interpretasi data.Hasil  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Buya Yahya dalam merespon pandemi COVID-19 di Indonesia melalui YouTube Al-Bahjah TV periode Maret 2020 hingga April 2022 dengan melakukan amplifikasi pesan dakwah sebanyak 76 video.  Hasil dari kategorisasi pesan dakwah Buya Yahya berupa tema syariah mendominasi dengan presentase sebesar 65%.  Tema akhlak dengan presentase sebesar 26%, dan tema akidah sebesar 9%. Komunikasi krisis yang dilakukan Buya Yahya dengan menggunakan strategi pesan berupa instructing information dan adjusting information.Implikasi – Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi daí dalam merespon pandemi COVID-19. Daí menggunakan pendekatan komunikasi krisis yang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi madú nya pada masa pandemi COVID-19. Kontribusi daí dalam situasi krisis menjadi penegasan bahwa dakwah Islam itu shalih li kulli zaman wa makan atau dakwah selaras dengan perkembangan situasional dan kontekstual sesuai dengan ruang dan waktu yang melingkupinyaOrisinalitas - Penelitian ini menggunakan strategi komunikasi krisis dalam mengamplifikasi pesan dakwah berupa akidah, muamalah dan akhla

    The flow of understanding and variety of communication behaviors religious moderation communities on the slopes of Merapi volcano

    Full text link
    Purpose - People who live on the slopes of Merapi Volcano apply religious moderation behavior by respecting traditions and other thoughts. The purpose of this study was to find out the tradition and communication of religious moderation in the community on the slopes of Merapi Volcano.Method - The research uses the descriptive-qualitative method. The research location took place in the Srumbung sub-district, Magelang district. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Informants in this study were young people and community leaders in the village.Result - The results of this study indicate that there are two characteristics of the community thought traditions in the implementation of religious moderation, namely people who can apply this concept well and thoroughly, and there are people who are against the concept of religious moderation, who tend to be intolerant towards diversity and differences of opinion and thoughts.Implication - The contribution of this study on religious moderation has become a barrier to critical thinking discourses that are currently developing. Religious moderation is an alternative solution to the current trend of thought, such as radical, liberal, and even fundamental ways of thinking.Originality - This study looks at the traditions of thought developing in the community. Furthermore, this research aims to look at the communication of religious moderation of da'wah in society. The sociological perspective as a research approach is expected to be able to find social facts found in society.***Tujuan - Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi menerapkan perilaku moderasi beragama dengan menghargai tradisi dan pemikiran lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tradisi dan komunikasi moderasi beragama pada masyarakat di lereng Gunung Merapi.Metode - Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Lokasi penelitian berlangsung di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah para pemuda dan tokoh masyarakat di desa tersebut.Hasil - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua ciri tradisi pemikiran masyarakat dalam penerapan moderasi beragama, yaitu masyarakat yang dapat menerapkan konsep ini dengan baik dan tuntas, dan terdapat masyarakat yang menentang konsep moderasi beragama, yang cenderung tidak toleran terhadap keragaman dan perbedaan pendapat dan pemikiran.Implikasi - Kontribusi kajian tentang moderasi beragama ini menjadi penghambat wacana berpikir kritis yang berkembang saat ini. Moderasi beragama merupakan solusi alternatif dari pola pikir yang berkembang saat ini, seperti cara berpikir radikal, liberal, bahkan fundamental.Orisinalitas - Kajian ini melihat tradisi pemikiran yang berkembang di masyarakat. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk melihat komunikasi moderasi dakwah dakwah di masyarakat. Perspektif sosiologis sebagai pendekatan penelitian diharapkan mampu menemukan fakta-fakta sosial yang ditemukan di masyarakat

    191

    full texts

    206

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Dakwah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇