Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Transformation of the Da'wah Strategy of the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh in facing the Digitalisation Era
Purpose – The purpose of this research is to review the transformation of Islamic da'wah strategies in the digitalization era, especially the da'wah strategies implemented by the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh.Method – This research is field research. This research aims to analyze the phenomenon and dynamics of da'wah activities carried out by the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh in the community. The type of research used is qualitative research. The data collection technique was carried out using the interview method with the manager of the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh. The research data was analyzed using qualitative data analysis techniques.Results – This research highlights the challenges faced by Islamic da'wah institutions in the digital era, such as the use of technology by the younger generation, ideological polarisation, and limited financial resources, as well as the solutions applied by the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh in facing these challenges.Implications –NIDA Mudi Mesra Aceh, as a forum for the da’i community of students of Islamic boarding school, adjusted their da'wah approach by utilizing social media such as Facebook, Instagram, and Twitter. They also adopt online programs such as webinars, podcasts, and online courses to reach a wider audience. In addition, NIDA Mudi Mesra Aceh is active in organizing humanitarian activities, providing assistance to communities in need, and nurturing the younger generation through leadership training programs.Originality/Value – This research is the first study to examine the transformation of the digital da'wah strategy of the NIDA Institute of Pesantren Mudi Mesra Aceh.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau transformasi strategi dakwah Islam di era digitalisasi, khususnya strategi dakwah yang diterapkan oleh Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh.Metode - Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dan dinamika kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh di masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dengan manajer Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif.Hasil - Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi lembaga dakwah Islam di era digital, seperti penggunaan teknologi oleh generasi muda, polarisasi ideologis, dan sumber daya keuangan yang terbatas, serta solusi yang diterapkan oleh Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh dalam menghadapi tantangan ini.Implikasi - NIDA Mudi Mesra Aceh, sebagai tempat bagi komunitas da'i dari siswa pesantren, menyesuaikan pendekatan dakwah mereka dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Mereka juga mengadopsi program online seperti webinar, podcast, dan kursus online untuk menjangkau audiens lebih luas. Selain itu, NIDA Mudi Mesra Aceh aktif dalam mengorganisir kegiatan kemanusiaan, memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, dan membimbing generasi muda melalui program pelatihan kepemimpinan.Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini merupakan studi pertama yang meneliti transformasi strategi dakwah digital dari Institut NIDA Pesantren Mudi Mesra Aceh
Representing Rumah Tahfidz in strengthening of socio-political agenda in contemporary Indonesia: Motive, contestation, and perception
Purpose - This study explores the important role of music in practical implications for the modern Islamic da'wah context.
Method - This study uses library research, with integrative and connective literature analysis as the main method, to connect various perspectives from various previous studies.
Result - Music in Islamic da'wah is not just a means of conveying messages but a transformative force capable of stirring emotions, building deep spiritual bonds, and challenging the traditional boundaries of da'wah. With its ability to trigger emotional feelings, compassion, and spiritual reflection, music can make religious messages more alive and relevant amidst the dynamics of the modern world.
Implication – The use of music in conveying Islamic messages through da'wah must consider ethics, content regulations, and understanding of different cultures. In facing this challenge, intercultural collaboration, education, and awareness of the impact of music in a religious context are needed.
Originality/Value - Music is not just a medium but a tool capable of helping individuals internalize religious values, facilitating more profound understanding, and stimulating deep spiritual reflection in humans.***
Tujuan - Penelitian ini mengeksplorasi peran penting musik dalam implikasi praktis untuk konteks dakwah Islam modern.
Metode - Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, dengan analisis literatur integratif dan konektif sebagai metode utama, untuk menghubungkan berbagai perspektif dari berbagai penelitian sebelumnya.
Hasil - Musik dalam dakwah Islam bukan hanya sekedar alat penyampai pesan, melainkan sebuah kekuatan transformatif yang mampu menggugah emosi, membangun ikatan spiritual yang mendalam, dan menantang batas-batas tradisional dakwah. Dengan kemampuannya untuk memicu perasaan emosional, kasih sayang, dan refleksi spiritual, musik dapat membuat pesan-pesan agama menjadi lebih hidup dan relevan di tengah dinamika dunia modern.
Implikasi - Penggunaan musik dalam menyampaikan pesan-pesan Islam melalui dakwah harus memperhatikan etika, regulasi konten, dan pemahaman terhadap budaya yang berbeda. Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antar budaya, pendidikan, dan kesadaran akan dampak musik dalam konteks agama sangat dibutuhkan.
Orisinalitas/ Nilai - Musik bukan hanya sekedar media, melainkan alat yang mampu membantu individu untuk menginternalisasi nilai-nilai agama, memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam, dan menstimulasi refleksi spiritual yang dalam pada diri manusia
Countering radicalism: Text analysis on online da’wah in Indonesia
Purpose - The purpose of this study is to observe Kyai Ma'ruf Khozin's online da'wah.Method - This research uses data triangulation and qualitative text analysis to understand da'wah narratives and focus group discussions on exploring discourse production. In addition to the main informants, we also conducted snowballing in-depth interviews with related parties.Result - The research findings show that Kyai Ma'ruf Khozin is a Kyai who actively produces moderate Muslim discourse. He has a motive to counter misconceptions about Islamic values discussed within the Muslim community. He also intends to develop moderate Islamic teachings, both to strengthen the practices of NU citizens and to counter conservative and radical Islamic values.Implication – The implication of this study is that it requires the awareness of moderate preachers who have the authority to develop da'wah in online media.Originality/Value - the specialty of this study is one of the best practices of moderate da'wah on Facebook media, which is the simplest media and reaches all da'wah circles.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati dakwah online Kyai Ma'ruf Khozin.Metode - Penelitian ini menggunakan triangulasi data dan analisis teks kualitatif untuk memahami narasi dakwah dan diskusi kelompok terarah untuk mengeksplorasi produksi wacana. Selain informan utama, kami juga melakukan wawancara mendalam secara snowball dengan pihak-pihak terkait.Hasil - Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kyai Ma'ruf Khozin adalah seorang Kyai yang aktif memproduksi wacana Muslim moderat. Ia memiliki motif untuk melawan kesalahpahaman tentang nilai-nilai Islam yang didiskusikan dalam komunitas Muslim. Ia juga bermaksud mengembangkan ajaran Islam moderat, baik untuk memperkuat praktik-praktik warga NU maupun untuk melawan nilai-nilai Islam yang konservatif dan radikal.Implikasi - Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kesadaran para dai moderat yang memiliki otoritas untuk mengembangkan dakwah di media online.Orisinalitas/Nilai - Keistimewaan penelitian ini adalah salah satu praktik terbaik dakwah moderat di media Facebook, yang merupakan media paling sederhana dan menjangkau semua kalangan dakwah
Muslim community communication through cross-religious social interaction in the Mardika market Ambon, Moluccas
Purpose – This article aims to map research by elaborating on cross-religious relationships and social interaction communication for the Muslim community in Mardika Market, Ambon City, Maluku.Method – Blumer's theoretical exploration is used with a constructivist paradigm and phenomenological communication method as fundamental references. This review is developed based on input from mardika market management coordinator and identifies current field research obtained qualitatively through several informal conversational interviews and observations of various gaps in social interactions.Results – The article highlights the complexity of cross-religious social interactions impacting intrapersonal, interpersonal, and group communication for the Muslim community in Mardika Market. It begins with understanding cross-religious social interaction relationships and communication events, then finds patterns of communication relationships within the Muslim community.Implications – This article contributes to realize cross-religious harmonization by discussing the search for the meaning of social interactions with the hope of living together peacefully. Strengthening social interactions is very important as it tends to reduce the incidence of cross-religious conflicts. This contribution offers opportunities for social interaction accommodation and ways to avoid cross-religious tensions.Originality/Value – Many published articles focus on cross-religious relationships by detailing the tensions and benefits of cross-religious social interactions, but they are still lacking. However, this study presents the phenomenological communication method and constructivist paradigm to observe the development of communication within the Muslim community engaging in cross-religious social interactions in Mardika Market, Ambon City, Moluccas.***Tujuan – Artikel ini adalah untuk memetakan penelitian dengan mengelaborasi hubungan lintas agama, dan komunikasi interaksi sosial lintas agama bagi komunitas Muslim di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku.Metode – Dengan menggunakan penelusuran teoretis dari Blumer dengan paradigma konstruktivis dan metode fenomenologi komunikasi sebagai acuan mendasar. Tinjauan ini dikembangkan berdasarkan masukan dari koordinator pengelola pasar mardika, dan mengidentifikasi kekinian penelitian di lapangan yang diperoleh secara kualitatif melalui beberapa wawacara percakapan informal, dan pengamatan dari berbagai kesenjangan dalam interaksi sosial.Hasil – Artikel menyoroti betapa kompleksnya interaksi sosial lintas agama berdampak pada komunikasi intrapribadi, antarpribadi, dan kelompok bagi komunitas Muslim di pasar mardika. Diawali dengan pemahaman hubungan interaksi sosial lintas agama, dan peristiwa komunikasi, kemudian menemukan pola hubungan komunikasi komunitas Muslim. Implikasi – Kontribusi artikel ini untuk mewujudkan harmonisasi lintas agama melalui pembahasan pencarian makna interaksi sosial dengan harapan dapat hidup bersama secara damai. Penguatan interaksi sosial sangat penting karena cenderung menurunkan insiden konflik lintas agama. Kontribusi ini menawarkan peluang akomodasi interaksi sosial dan cara untuk menghindari ketegangan lintas agama.Orisinalitas/Nilai – Banyak artikel terpublikasi hingga saat ini terfokus pada hubungan lintas agama dengan menguraikan ketegangan dan manfaat interaksi sosial lintas agama masih kurang. Namun kajian ini menyajikan metode fenomenologi komunikasi dan paradigma konstruktivis untuk mengamati pengembangan komunikasi komunitas Muslim melakukan tindakan interaksi sosial lintas agama di pasar Mardika Kota Ambon, Maluku
Transformation of digital da'wah as an instrument for enhancing social welfare
Purpose - The purpose of this study was to examine how the community views digital da'wah in promoting social welfare and understanding Islamic values.Method - A purposive sampling technique will be employed to select a minimum of 200 respondents, representing diverse ages, genders, educational levels, and occupational backgrounds, to ensure representative data. The respondents will be aged 17-70 years, actively access the internet, and have education ranging from elementary school to tertiary level, using digital technology to access da'wah content.Result - The results showed that both digital and conventional da'wah play a crucial role in understanding Islamic values and enhancing social welfare.Implication – This Method suggest to to developing fresh strategies for disseminating religious messages, improving education on Islamic values, and proposing policy recommendations to enhance Muslim community involvement in digital platforms.Originality - This research exploration of the transformation of digital da'wah and its role in enhancing social welfare, as well as its influence on the perception and acceptance of the Muslim community towards digital platforms.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana masyarakat melihat dakwah digital dalam mempromosikan kesejahteraan sosial dan pemahaman nilai-nilai Islam.Metode - Teknik purposive sampling akan digunakan untuk memilih minimal 200 responden, yang mewakili berbagai usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan latar belakang pekerjaan, untuk memastikan data yang representatif. Responden tersebut berusia 17-70 tahun, aktif mengakses internet, dan memiliki pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi, menggunakan teknologi digital untuk mengakses konten dakwah.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik dakwah digital maupun konvensional memainkan peran penting dalam pemahaman nilai-nilai Islam dan meningkatkan kesejahteraan sosial.Implikasi - Metode ini menyarankan pengembangan strategi baru untuk menyebarkan pesan-pesan agama, meningkatkan pendidikan tentang nilai-nilai Islam, dan mengusulkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat Muslim dalam platform digital.Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini merupakan eksplorasi tentang transformasi dakwah digital dan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, serta pengaruhnya terhadap persepsi dan penerimaan masyarakat Muslim terhadap platform digital.
Navigating the Challenges of da'wah: Insights from Buya Hamka's Tafsir Al-Azhar
The challenges of da'wah in the contemporary era have significant complexity. The diversity that occurs in society requires inclusive preaching to be a challenge in itself. with technological developments and ethical moral problems today's. demands that da'wah to be carried out adaptively but still maintain the basic principles of Islamic values. In this context, in-depth research regarding the theme of the challenges of da'wah needs to be carried out. one of them is through reading Hamka's interpretation of Al-Azhar. This interpretation is important because it provides a holistic and contextual view of Islamic teachings. Hamka's straightforward interpretation character, with the character of adaby ijtima'i and a deep touch of Sufism, allows the values in it to be used to face the challenges of da'wah with a solid scientific and spiritual foundation. The research method used is a thematic interpretation study with a focus on the themes of da'wah which have been grouped by Hamka. This research reveals that Hamka's thoughts in the interpretation of Al-Azhar are still very relevant as a provision and ideological basis as well as a practical reference in facing the challenges of da'wah that occur today. regarding technological challenges, no specific discussion was found, However, principle values were found that can still be contextualized according to current challenging conditions
Reification of religious figures in azab genre religious sinetron: An interpretative phenomenological analysis
Purpose - To examine the phenomenon of reification in the presence of religious figures in Indonesian "azab" genre religious television series through the lens of Axel Honneth's theory of recognition.
Method - This study employs an interpretative phenomenological analysis (IPA) and collects data through in-depth interviews with six informants (religious figures/actors, TV producers, directors, scriptwriters) involved in the production of "azab" genre religious television series.
Results - This study indicates that individuals involved in the production of "azab" genre television series tend to neglect the antecedents of recognition—as per Honneth's concept of reification—such as the formation of identity and the role of media as a platform for da'wah. This neglect of recognition is influenced by interpersonal dynamics among workers and the market-driven pressures of the production environment.
Implications - This article offers a deeper understanding of the reality of the commodification of religion (Islam) and the perspectives of audiences who consume religious television, which is often positioned as a means of da'wah.
Originality/Value - Theoretically, this article offers a new perspective on the dynamics and representation of religion (Islam) in the media. Through this, it is possible to develop academic critical strategies towards media and stakeholders who have a responsibility to improve religious broadcasting on television.
***
Tujuan - Mengkaji fenomena reifikasi dalam kehadiran tokoh agama pada sinetron religi genre "azab" di Indonesia melalui lensa teori pengakuan Axel Honneth.
Metode – Penelitian menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan (tokoh agama/pemain, produser TV, sutradara, penulis skenario) yang terlibat dalam produksi sinetron religi genre "azab."
Hasil – Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang terlibat dalam produksi serial televisi bergenre "azab" cenderung melupakan pengakuan anteseden—seturut konsep reifikasi Axel Honneth-- terkait makna dan identitas diri, juga tentang aspek lain seperti media sebagai platform dakwah, serta peran tokoh agama di dalamnya. Kondisi melupakan pengakuan ini dipengaruhi dinamika interpersonal di antara pekerja dan tekanan lingkungan produksi yang digerakkan pasar.
Implikasi – Artikel ini menyuguhkan kedalaman realitas pemaknaan isu-isu agama (Islam) dari perspektif pelaku industri sinetron religi yang secara umum diklaim sebagai sarana dakwah untuk melengkapi perspektif yang relatif populer dalam kajian media dan agama seperti komodifikasi.
Orisinalitas/ Nilai – Artikel ini menampilkan cara pandang baru dalam melihat dinamika hubungan sekaligus representasi agama (Islam) di media. Melalui ini, dimungkinkan pengembangan strategi kritik akademik terhadap media dan stakeholder yang memiliki kaitan tanggungjawab dengan pentingnya memperbaiki siaran agama di televisi
Personal and leadership competencies of hajj and umrah mentors: A quantitative and qualitative analysis
Purpose - The main objective of this study is to understand how different aspects of Hajj and Umrah mentors' personal and leadership competencies influence pilgrims' experiences and the success of the mentoring process.
Method- This research will make a significant contribution to the development of more effective and holistic Hajj and Umrah mentoring theory and practice. It combines objective and in-depth data analysis using a mixed methods design that combines the benefits of quantitative and qualitative approaches in a comprehensive study.The research participants consisted of 20 Hajj and Umrah mentors who were selected based on their experience, knowledge, or position relevant to the research topic. Information from the research participants was obtained through in-depth interviews and focus group discussions to explore their views, experiences and perceptions related to the research topic.
Result - Based on quantitative and qualitative analysis of data obtained from research participants, it can be concluded that for personal competence consisting of five aspects where for the four categories the mentor is in the very high and high categories. while for leadership competence, 72.9% of Hajj and Umrah mentors are in the very high category, 20.4% are in the high category, and 6.7% are in the medium category.
Implication - Overall, the combination of personal and leadership competencies is key in shaping effective mentors in the mentoring process.
Originality/Value - Combine strong personal characteristics with the ability to lead by example and you will make a significant impact in guiding, supporting and inspiring your pilgrims to achieve their goals
Traumatic counseling: An alternative problem solving post traumatic stress disorder for natural disaster victims in Indonesia
Purpose - The purpose of this study is to explain traumatic counseling services as an alternative problem solving for Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) in Natural Disaster Victims in Indonesia.
Method - This research method is a literature explaining the form of traumatic counseling services and psychological injuries for victims of natural disasters. Data sources are collected from previous research results, valid official government website sources and relevant to the focus of this research problem. Data analysis uses content analysis that focuses on text, images and audio in the context of traumatic counseling and PTSD for victims of natural disasters.
Result - The results of this study indicate that traumatic counseling is suitable for treating PTSD for victims of natural disasters in Indonesia. The psychological condition of victims of natural disasters has psychological wounds from events and experiences that leave a mark so that it has an impact on the psychological health of the victims. This impact affects the sustainability of the victim's life, so that healing psychological trauma with counseling services. The approach in counseling services can use two models, namely SEFT and CBT. The two models are suitable for reducing PTSD in victims of natural disasters.
Implication – The findings of this study are that there is a relevant meeting point between traumatic counseling and psychological injuries of natural disaster victims with PTSD disorders. With traumatic counseling, it is hoped that natural disaster victims will be able to determine the right direction to overcome PTSD of natural disaster victims in Indonesia in the future.
Originality/Value - This study is unique because it is able to position traumatic counseling as an appropriate preventive service for natural disaster victims in Indonesia.
***
Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan layanan konseling traumatik sebagai alternatif pemecahan masalah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Korban Bencana Alam di Indonesia.
Metode - Metode penelitian ini adalah literatur yang menjelaskan bentuk layanan konseling traumatik dan luka psikologis bagi korban bencana alam. Sumber data dikumpulkan dari hasil penelitian terdahulu, sumber website resmi pemerintah yang valid dan relevan dengan fokus masalah penelitian ini. Analisis data menggunakan analisis isi yang berfokus pada teks, gambar dan audio dalam konteks konseling traumatik dan PTSD bagi korban bencana alam.
Hasil - Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling traumatik cocok digunakan untuk menangani PTSD bagi korban bencana alam di Indonesia. Kondisi psikologis korban bencana alam memiliki luka psikologis dari kejadian dan pengalaman yang membekas sehingga berdampak pada kesehatan psikologis korban. Dampak tersebut berpengaruh pada keberlangsungan hidup korban, sehingga penyembuhan trauma psikologis dengan layanan konseling. Pendekatan dalam layanan konseling dapat menggunakan dua model, yaitu SEFT dan CBT. Kedua model tersebut cocok digunakan untuk mengurangi PTSD pada korban bencana alam.
Implikasi - Temuan dari penelitian ini adalah adanya titik temu yang relevan antara konseling traumatik dengan luka psikologis korban bencana alam dengan gangguan PTSD. Dengan adanya konseling traumatik, diharapkan korban bencana alam dapat menentukan arah yang tepat untuk mengatasi PTSD korban bencana alam di Indonesia di masa yang akan datang.
Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini memberikan kontribusi mengenai posisi, arah dan tujuan layanan konseling traumatik dalam mengatasi PTSD korban bencana alam di Indonesia. Penelitian ini memiliki keunikan karena mampu memposisikan konseling traumatik sebagai layanan preventif yang tepat bagi korban bencana alam di Indonesia
Environmental sustainability in Indonesian pesantren: Integrating pious principles and da’wah efforts
Purpose - This article examined the role of environmentalism within Java pesantren, Indonesia, focusing on how faith-based teachings and da’wah can support sustainability practices.
Method - The article focuses on the pesantren communities in Java, Indonesia. It employs a qualitative that incorporates fieldwork and document analysis to investigate the interplay between environmental consciousness, religious instruction, and sustainable practices. Data was gathered through in-depth interviews and participant observation involving pesantren leaders, educators, and students, offering a comprehensive insight into the community.
Result - The article's findings indicate a significant impact of religious teachings on environmental awareness and sustainable practices within pesantren. Environmental efforts, implicitly tied to da’wah and rooted in spiritual principles, positively influence the inclination of students and community members to engage in sustainability initiatives.
Implication – The article shows that including faith-based education and dawah in environmental practices can greatly support sustainability efforts in faith-based institutions. This integration is essential for raising environmental awareness and encouraging proactive measures among community members.
Originality - As an original attempt, this research eludates environmental awareness into understanding the influence of religious instruction, implicitly through da’wah, on sustainable practices within pesantren communities.***
Tujuan - Artikel ini mengkaji peran lingkungan hidup dalam pesantren di Jawa, Indonesia, dengan fokus pada bagaimana ajaran berbasis keagamaan dan da’wah dapat mendukung praktik keberlanjutan pelestarian lingkungan.
Metode- Artikel ini berfokus pada komunitas pesantren di Jawa, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan kerja lapangan dan analisis dokumen untuk menyelidiki keterkaitan antara kesadaran lingkungan, pengajaran agama, dan praktik berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang melibatkan para pemimpin pesantren, pendidik, dan santri, sehingga memberikan wawasan yang komprehensif tentang komunitas tersebut.
Hasil - Artikel mencermati pengajaran agama terhadap kesadaran lingkungan dan praktik berkelanjutan pelestarian lingkungan di dalam pesantren. Pengajaran dan dakwah terkait dengan prinsip-prinsip keislaman dan spiritualitas telah mempengaruhi prinsip dan perilaku santri serta masyarakat di pesantren untuk terlibat keberlanjutan pelestarian lingkungan.
Implikasi – Kontribusi artikel ini mendorong pesantren di Jawa, Indonesia sebagai lembaga yang konsisten dalam pengajaran keislaman dan dakwah untuk senantiasa menginisiasi kesadaran lingkungan. Proses ini penting karena menjadi instrumen utama dalam melihat dan memahami tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan
Orisinalitas/Nilai- Riset ini orisinal dalam mengurai kesadaran lingkungan yang didasarkan atas praktik dan pengajaran keislaman serta aktivitas da’wah di komunitas pesantren