Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Volunteer management and institutional performance: Developing amil competencies for enhanced effectiveness in Islamic social finance organizations
Purpose - The purpose of this study was to examine the ability of Amil volunteers in the collection and distribution of ZIS funds, and to reveal the differences in position between Amil volunteers and Amil
Method – This research uses a descriptive qualitative method. Primary data were obtained through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews involving 15 Amil volunteers at LAZISNU Semarang City, while secondary data were obtained from several sources, both from journal articles, official websites of zakat; infaq; and shadaqah management institutions, ministry of religion websites, and online news that have relevance to the research theme.
Result – The results showed that the potential of Amil volunteers in collecting and distributing ZIS funds is minimal. There are more Amil volunteers than Amil, but they lack adequate skills. In addition, there is a gap between Amil and Amil volunteers. The gap can be observed in the recognition, the knowledge of ZIS materials, or the capacity to manage ZIS
Implication – The results of this study are expected to contribute to increasing the effectiveness and efficiency of ZIS human resource management, especially for ZIS volunteers
Originality/Value – This research is the first study explaining ZIS volunteers, so it has high originality. Originality is seen in the primary focus of the study, human resources in Islamic organizations, which are not widely highlighted in research studies.
***
Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan relawan Amil dalam pengumpulan dan pendistribusian dana ZIS, serta mengidentifikasi perbedaan peran antara relawan Amil dan Amil
Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) dan wawancara mendalam dengan 15 relawan Amil di LAZISNU Kota Semarang, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, termasuk artikel jurnal, situs web resmi lembaga pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah, situs web Kementerian Agama, serta berita online yang relevan dengan tema penelitian.
Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi relawan Amil dalam mengumpulkan dan mendistribusikan dana ZIS sangat minim. Jumlah relawan Amil lebih banyak daripada Amil, namun mereka kurang memiliki keterampilan yang memadai. Selain itu, terdapat kesenjangan antara Amil dan relawan Amil. Kesenjangan tersebut dapat diamati dalam hal pengakuan, pengetahuan tentang materi ZIS, atau kemampuan mengelola ZIS
Implikasi – Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi manajemen sumber daya manusia ZIS, terutama untuk relawan ZIS.
Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan studi pertama yang menjelaskan relawan ZIS, sehingga memiliki keaslian yang tinggi. Keaslian terlihat pada fokus utama penelitian, yaitu sumber daya manusia dalam organisasi Islam, yang belum banyak ditekankan dalam penelitian-penelitian sebelumnya.
Da’wah management in halal tourism development: Implementing Pentahelix Synergy and the ACES 3.0 framework
Purpose – This research aims to explore strategies using the criteria used in the Global Muslim Travel Index 2023, namely the ACES 3.0 framework with pentahelix synergy.Method – This research uses a qualitative method. Data collection techniques were carried out using two processes: literature review and documentation review.Results – This study shows that the Access and Environment criteria need much attention from stakeholders. The recommended suggestion is to increase collaboration between parties. While the implementation of communication and service criteria has been going quite well, it still requires the attention of stakeholders, especially regarding the provision of halal food.Implications – This research suggests further improving stakeholder collaboration to develop halal tourism to increase state revenues that can contribute to Indonesia's economic development.Originality/Value – Research on pentahelix synergy within the ACES 3.0 Framework reveals a novel approach where academia, business, government, community, and media collaborate to foster sustainable innovation and resilience. This collaborative model leverages interdisciplinary strengths to address complex societal challenges, enhancing the impact and reach of each stakeholder’s contribution.***Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi menggunakan kriteria yang digunakan dalam Indeks Perjalanan Muslim Global 2023, yaitu kerangka ACES 3.0 dengan sinergi pentahelix.Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua proses: tinjauan literatur dan tinjauan dokumentasi.Hasil – Studi ini menunjukkan bahwa kriteria Akses dan Lingkungan memerlukan perhatian yang besar dari para pemangku kepentingan. Saran yang direkomendasikan adalah meningkatkan kerja sama antara pihak-pihak. Sementara implementasi kriteria komunikasi dan pelayanan telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan perhatian dari para pemangku kepentingan, terutama mengenai penyediaan makanan halal.Implikasi – Penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan kerja sama pemangku kepentingan untuk mengembangkan pariwisata halal guna meningkatkan pendapatan negara yang dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi Indonesia.Originalitas/Nilai – Penelitian tentang sinergi pentahelix dalam Kerangka ACES 3.0 mengungkap pendekatan baru di mana akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media bekerja sama untuk mendorong inovasi dan ketahanan yang berkelanjutan. Model kolaboratif ini memanfaatkan kekuatan lintas disiplin untuk mengatasi tantangan-tantangan sosial yang kompleks, meningkatkan dampak dan jangkauan kontribusi masing-masing pemangku kepentingan
Behavioral psychology of men and women in Islam
Purpose - This research aims to explore gender roles in the context of behavioral psychology from an Islamic perspective, focusing on the neuropsychological differences between men and women.
Method - The methodology employed is a qualitative library-based approach, involving the analysis of relevant literature sources, including journals, books, and Islamic texts. This study collects data from reputable academic sources and Islamic texts to build a comprehensive understanding of gender roles and the associated neuropsychological aspects.
Result - The findings indicate that the gender roles described in Islam may reflect certain neuropsychological function differences, which can influence the quality of life and dynamics of social interactions. It is important to note that while biological and psychological differences between men and women exist, both are often viewed as having equal social responsibilities within religious and moral contexts.
Implication - This study implies that there is a need for Muslim men and women to be aware of their obligations according to sharia and nature .
Originality/Value - The specialty of this study is that it explains neuropsychological concepts to understand the psychological behavior of women and men.
***
Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran gender dalam konteks psikologi perilaku dari perspektif Islam, dengan fokus pada perbedaan neuropsikologis antara pria dan wanita.
Metode - Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan, yang melibatkan analisis sumber-sumber literatur yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan teks-teks Islam. Penelitian ini mengumpulkan data dari sumber-sumber akademis terkemuka dan teks-teks Islam untuk membangun pemahaman yang komprehensif tentang peran gender dan aspek-aspek neuropsikologis yang terkait.
Hasil - Temuan menunjukkan bahwa peran gender yang dijelaskan dalam Islam dapat mencerminkan perbedaan fungsi neuropsikologis tertentu, yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan dinamika interaksi sosial. Penting untuk dicatat bahwa meskipun terdapat perbedaan biologis dan psikologis antara laki-laki dan perempuan, keduanya sering dipandang memiliki tanggung jawab sosial yang sama dalam konteks agama dan moral.
Implikasi - Penelitian ini menyiratkan bahwa ada kebutuhan bagi pria dan wanita Muslim untuk menyadari kewajiban mereka sesuai dengan syariah dan kodrat.
Orisinalitas/Nilai - Nilai dari penelitian ini adalah mampu menjelaskan konsep neuropsikologi untuk memahami perilaku psikologis perempuan dan laki-laki
The Use of music in islamic da'wah and its impact on audience emotional response
Purpose - This study explores the important role of music in practical implications for the modern Islamic da'wah context.
Method - This study uses library research, with integrative and connective literature analysis as the main method, to connect various perspectives from various previous studies.
Result - Music in Islamic da'wah is not just a means of conveying messages but a transformative force capable of stirring emotions, building deep spiritual bonds, and challenging the traditional boundaries of da'wah. With its ability to trigger emotional feelings, compassion, and spiritual reflection, music can make religious messages more alive and relevant amidst the dynamics of the modern world.
Implication – The use of music in conveying Islamic messages through da'wah must consider ethics, content regulations, and understanding of different cultures. In facing this challenge, intercultural collaboration, education, and awareness of the impact of music in a religious context are needed.
Originality/Value - Music is not just a medium but a tool capable of helping individuals internalize religious values, facilitating more profound understanding, and stimulating deep spiritual reflection in humans.
***
Tujuan - Penelitian ini mengeksplorasi peran penting musik dalam implikasi praktis untuk konteks dakwah Islam modern.
Metode - Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, dengan analisis literatur integratif dan konektif sebagai metode utama, untuk menghubungkan berbagai perspektif dari berbagai penelitian sebelumnya.
Hasil - Musik dalam dakwah Islam bukan hanya sekedar alat penyampai pesan, melainkan sebuah kekuatan transformatif yang mampu menggugah emosi, membangun ikatan spiritual yang mendalam, dan menantang batas-batas tradisional dakwah. Dengan kemampuannya untuk memicu perasaan emosional, kasih sayang, dan refleksi spiritual, musik dapat membuat pesan-pesan agama menjadi lebih hidup dan relevan di tengah dinamika dunia modern.
Implikasi - Penggunaan musik dalam menyampaikan pesan-pesan Islam melalui dakwah harus memperhatikan etika, regulasi konten, dan pemahaman terhadap budaya yang berbeda. Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antar budaya, pendidikan, dan kesadaran akan dampak musik dalam konteks agama sangat dibutuhkan.
Orisinalitas/ Nilai - Musik bukan hanya sekedar media, melainkan alat yang mampu membantu individu untuk menginternalisasi nilai-nilai agama, memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam, dan menstimulasi refleksi spiritual yang dalam pada diri manusia
Transforming da'wah strategies during the Pandemic: Addressing religious community resistance to health protocols
Purpose – This study aims to describe the forms and factors of resistance of religious communities to the application of health protocols during religious activities.Method – Data were collected by observing and interviewing Muslim community leaders who live in the village of Brumbung, Mranggen, Demak, Central Java, Indonesia. The concept of resistance approach is used to analyze the data descriptively and qualitatively.Results – This study shows that the form of resistance is carried out openly by implementing worship activities and activities of local religious traditions without complying with the COVID-19 pandemic protocol. In addition, the form of resistance is carried out in a closed manner through statements that describe a theocentric mindset, attitude, and belief. At the same time, the factors that influence resistance are traditional local religious leaders (kyai deso) and fatalistic religious understanding (jabbariyyah). Statements and social behavior of the kyai deso are counterproductive to efforts to prevent COVID-19.Implications – The consequences of this research have significant implications for public health and religious outreach in times of pandemics. The study points out a notable disparity between national religious guidelines and local religious customs, especially among Muslims in Java, Indonesia. Challenges in managing the pandemic arise from the reluctance to follow COVID-19 health measures influenced by traditional local religious leaders (kyai deso) and a fatalistic religious belief (jabbariyyah). This resistance is evident in both overt forms, such as ongoing communal religious practices, and covert means, like the maintenance of theocentric beliefs which contradict health guidelines.Originality/Value – Da’wah’s strategy for the prevention of COVID-19 must begin by contextualizing and re-actualizing religious messages that are more progressive and relevant to the findings of modern science about COVID-19, as well as involving local religious leaders in the process of socialization and internalization of religious understanding.***Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor resistensi umat beragama terhadap penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan keagamaan.Metode – Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara tokoh masyarakat Islam yang tinggal di Desa Brumbung, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Pendekatan konsep resistensi digunakan untuk menganalisis data secara deskriptif dan kualitatif.Hasil – Penelitian ini menunjukkan bentuk perlawanan dilakukan secara terbuka dengan melaksanakan kegiatan peribadatan dan kegiatan tradisi keagamaan setempat tanpa mematuhi protokol pandemi COVID-19. Selain itu, bentuk perlawanannya dilakukan secara tertutup melalui pernyataan-pernyataan yang menggambarkan pola pikir, sikap, dan keyakinan yang teosentris. Sedangkan faktor yang mempengaruhi resistensi adalah tokoh agama tradisional lokal (kyai deso) dan pemahaman agama yang fatalistik (jabbariyyah). Pernyataan dan perilaku sosial para kyai deso kontraproduktif terhadap upaya pencegahan COVID-19.Implikasi – Konsekuensi dari penelitian ini mempunyai implikasi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan jangkauan agama di masa pandemi. Studi ini menunjukkan kesenjangan yang mencolok antara pedoman agama nasional dan adat istiadat setempat, khususnya di kalangan umat Islam di Jawa, Indonesia. Tantangan dalam penanganan pandemi ini muncul dari keengganan untuk mengikuti langkah-langkah kesehatan COVID-19 yang dipengaruhi oleh tokoh agama tradisional setempat (kyai deso) dan keyakinan agama yang fatalistik (jabbariyyah). Perlawanan ini terlihat jelas dalam bentuk yang terang-terangan, seperti praktik keagamaan komunal yang masih berlangsung, dan cara-cara terselubung, seperti mempertahankan keyakinan teosentris yang bertentangan dengan pedoman kesehatan.Orisinalitas/Nilai – Strategi dakwah pencegahan COVID-19 harus dimulai dengan mengontekstualisasikan dan mengaktualisasikan kembali pesan-pesan keagamaan yang lebih progresif dan relevan dengan temuan ilmu pengetahuan modern tentang COVID-19, serta melibatkan tokoh agama setempat dalam proses sosialisasi dan internalisasi pemahaman agama
Digital da’wah on religious moderation for Madurese women merchants in Tapal Kuda, Indonesia
Purpose - The purpose of this study was to examine the extent of da’wah by analyzing the assets of understanding, strategies for developing knowledge, and the results of understanding digital literacy in moderating religion among Madurese ethnic women in the Tapal Kuda area.
Method - The study used the Asset-Based Community Development (ABCD) method, focusing on Pasar Induk (the main market) in Situbondo, which represents a hub of daily activities where Madurese women dominate as traders. Data collection involved participatory observation and mentoring, with a focus on identifying various types of assets.
Result - The results showed that Madurese women possess several assets, namely physical assets, human assets, and social and institutional assets. The mentoring process revealed an increase in awareness among the women about utilizing these assets for digital literacy to better understand religious moderation in their daily lives.
Implication –The method suggests improving digital literacy skills and awareness among marginalized groups to promote religious moderation and empower their economic activities.
Originality/Value - This research is the first study to explore the integration of digital literacy and da’wah for religious moderation specifically among Madurese women merchants in a market setting, using the ABCD method as an intervention framework.***
Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana dakwah dengan menganalisis aset pemahaman, strategi pengembangan pengetahuan, dan hasil pemahaman literasi digital dalam memoderasi agama di kalangan perempuan etnis Madura di wilayah Tapal Kuda.
Metode - Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD), dengan fokus pada Pasar Induk di Situbondo, yang merupakan pusat kegiatan sehari-hari di mana perempuan Madura mendominasi sebagai pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan pendampingan, dengan fokus pada identifikasi berbagai jenis aset.
Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Madura memiliki beberapa aset, yaitu aset fisik, aset manusia, dan aset sosial dan kelembagaan. Proses pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran di antara para perempuan untuk memanfaatkan aset-aset tersebut untuk literasi digital agar lebih memahami moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Implikasi - Metode ini menunjukkan peningkatan keterampilan literasi digital dan kesadaran di antara kelompok-kelompok yang terpinggirkan untuk mempromosikan moderasi beragama dan memberdayakan kegiatan ekonomi mereka.
Keaslian/Nilai - Penelitian ini adalah studi pertama yang mengeksplorasi integrasi literasi digital dan dakwah untuk moderasi beragama secara khusus di kalangan pedagang perempuan Madura di lingkungan pasar, menggunakan metode ABCD sebagai kerangka kerja intervensi
Da'wah strategy of the Indonesian Ulema Council in broadcasting wasathiyah islamic values in Wonogiri
Purpose – This study aims to determine the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia, MUI) Da'wah Strategy in Wonogiri in broadcasting Wasathiyah Islamic values in Wonogiri as well as the supporting and inhibiting factors of the MUI Da'wah Strategy in Wonogiri.Method – This research is qualitative research, Data was collected by several data collection techniques: Observation, Interview, Documentation. The data analysis process is carried out throughout the research process, from planning and data collection to interpretation or interpretation of data or the content of data discussion in the field.Result – This research shows that there are three da'wah strategies used by MUI Wonogiri, namely: (1) Sentimental Da'wah Strategy (Al-Manhaj 'athifi), (2) Rational Da'wah Strategy (Al-Manhaj Al-Aqli), (3) Sensory Da'wah Strategy (Al-Manhaj Al-Hissi).Implication – The implications of this research are related to the importance of the da'wah movement of the Indonesian Ulema Council Wonogiri in strengthening the value of Wasathiyah IslamOriginality/Value – This study analyzes the views of the Da’i of the Wonogiri Indonesian Ulema Council on the understanding of wasathiyah Islam, and the activities of the da'wah movement in strengthening the understanding of Wasathiyah Islamic Values.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Dakwah MUI di Wonogiri dalam menyiarkan nilai-nilai Islam Wasathiyah di Wonogiri serta faktor-faktor pendukung dan penghambat Strategi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di WonogiriMetode - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, Data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data: Pengamatan, Wawancara, Dokumentasi. Proses analisis data dilakukan selama proses penelitian, mulai dari perencanaan dan pengumpulan data hingga interpretasi atau interpretasi data atau isi pembahasan data di lapanganHasil - Penelitian ini menunjukkan bahwa: ada tiga strategi dakwah yang digunakan oleh MUI Wonogiri, yaitu: (1) Strategi Dakwah Sentimental (Al-Manhaj 'athifi), (2) Strategi Dakwah Rasional (Al-Manhaj Al-Aqli), (3) Strategi Dakwah Sensorik (Al-Manhaj Al-Hissi).Implikasi– Implikasi dari penelitian ini terkait pentingnya gerakan dakwah Majelis Ulama Indonesia Wonogiri dalam memperkuat nilai Islam Wasathiyah Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini menganalisis pandangan Da’i Majelis Ulama Indonesia Wonogiri terhadap pemahaman Islam Wasathiyah , dan aktivitas gerakan dakwah dalam memperkuat pemahaman Nilai-Nilai Islam Wasathiyah
Altruism and javanese wisdom as the basic values of the millennial da’i personality: Indigenous counseling perspective
Purpose - This research explores and interprets the altruistic values embedded in K.H. Sa'dullah Majdi's Sun Ngawiti and Bulughotut Thulab texts, and relates them to the behavioral traits of the millennial generation.
Method - This research uses a qualitative methodology. It relies on data interpretation through a literature-based approach to comprehensively analyse the texts.
Result - The research findings reveal that the texts emphasize core altruistic values, including diligence in learning, self-reflection, virtuous character, and compassion. In Islamic teachings, altruism is aligned with the concept of itsar - prioritizing the needs of others over personal interests.
Implication –This study underscores the importance of indigenous knowledge in shaping ethical and culturally responsive counseling approaches.
Originality/Value - These values are highly relevant for millennials, especially da'wahists, offering a basic framework for becoming agents of social change who champion justice, equality and moderation.
***
Tujuan - Penelitian ini mengeksplorasi dan menafsirkan nilai-nilai altruistik yang terkandung dalam teks Sun Ngawiti dan Bulughotut Thulab karya K.H. Sa'dullah Majdi, serta mengaitkannya dengan ciri-ciri perilaku generasi milenial.
Metode - Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Penelitian ini mengandalkan interpretasi data melalui pendekatan berbasis literatur untuk menganalisis teks secara komprehensif.
Hasil - Temuan penelitian mengungkapkan bahwa teks-teks tersebut menekankan nilai-nilai altruistik inti, termasuk ketekunan dalam belajar, refleksi diri, karakter yang berbudi luhur, dan kasih sayang. Dalam ajaran Islam, altruisme disejajarkan dengan konsep itsar - memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi.
Implikasi -Studi ini menggarisbawahi pentingnya pengetahuan asli dalam membentuk pendekatan konseling yang etis dan responsif secara budaya.
Orisinalitas/Nilai - Nilai-nilai ini sangat relevan bagi generasi milenial, terutama para pendakwah, yang menawarkan kerangka kerja dasar untuk menjadi agen perubahan sosial yang memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan moderasi
Adaptation of Wayang Mahabharata characters and stories to Islamic dakwah
Purpose - This research aims to find out what adaptations in the characters and stories of the Mahabharata wayang towards Islamic da’wah which have unwittingly become the culture of all Indonesian people and not just followers of IslamMethod - The research approach is through a historical approach, namely an approach to investigate, understand, and critically explain the past, considering quite carefully the validity of historical sources and the interpretation of historical information sources.Result - This research shows that there are two forms of adaptation, namely first, character adaptation from the meaning of the five Pandawa characters, namely Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, and Sadewa, to the addition of characters with unique characters called Punakawan with Semar, Gareng, Petruk, and Bagong. Second, changing the storyline regarding changing several stories that are contrary to dakwah Islam, namely polyandry, women resembling men, the arrangement of gods, and the addition of stories that do not yet exist.Implication - The implications of this research can provide insight into the adaptation of the Mahabarata wayang story in Islamic da'wah.Originality/Value - The adaptation of Wayang Mahabharata characters and stories to Islamic da'wah illustrates a creative synthesis between Javanese cultural heritage and Islamic teachings, enabling the transmission of religious values through familiar narrative forms. This cultural integration not only preserves traditional art forms but also makes Islamic principles more accessible and relatable to the local population
Privacy management and the role of instagram reels in da’wah: Insights from Muhammadiyah University Jakarta's students
Purpose - This study aims to investigate the optimization of social media for da'wah among students enrolled in the Islamic Communication and Broadcasting at the University of Muhammadiyah Jakarta.
Method - Employing qualitative methods, particularly in-depth interviews, this research selects students aged 18–24 within the early adulthood category. Through a comprehensive analysis, it seeks to understand the nuances of privacy management in the process of personal disclosure on Instagram and examines the influence of satire and sarcasm on students' confidence levels.
Result - The results of this study reveal that, overall, KPI-UMJ students exhibit effective privacy management during personal disclosure on Instagram. However, the prevalence of satire and sarcasm on the platform negatively impacts the confidence of students in sharing private narratives. Additionally, the research highlights the diverse views and motivations of students in optimizing Instagram for da'wah.
Implication – The findings hold implications for both academia and practitioners involved in da'wah efforts on social media. Understanding the impact of satire and sarcasm on student confidence provides insights for educators and policymakers to develop strategies that foster a more conducive environment for private disclosures.
Originality - This study contributes to the existing literature by offering nuanced insights into the challenges faced by KPI-UMJ students in optimizing Instagram for da'wah. The study's focus on the diverse motivations and perspectives of students in this context enhances the originality and depth of the research.
***
Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi media sosial untuk dakwah di kalangan mahasiswa yang terdaftar di Komunikasi dan Penyiaran Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Metode - Dengan menggunakan metode kualitatif, khususnya wawancara mendalam, penelitian ini memilih mahasiswa berusia 18-24 tahun yang termasuk dalam kategori dewasa awal. Melalui analisis yang komprehensif, penelitian ini berusaha untuk memahami nuansa manajemen privasi dalam proses pengungkapan diri di Instagram dan meneliti pengaruh sindiran dan sarkasme terhadap tingkat kepercayaan diri mahasiswa.
Hasil - Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa, secara keseluruhan, mahasiswa KPI-UMJ menunjukkan manajemen privasi yang efektif selama pengungkapan diri di Instagram. Namun, prevalensi sindiran dan sarkasme di platform berdampak negatif pada kepercayaan diri mahasiswa dalam berbagi narasi pribadi. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti beragamnya pandangan dan motivasi mahasiswa dalam mengoptimalkan Instagram untuk dakwah.
Implikasi - Temuan penelitian ini memiliki implikasi bagi akademisi dan praktisi yang terlibat dalam upaya dakwah di media sosial. Memahami dampak sindiran dan sarkasme terhadap kepercayaan diri mahasiswa memberikan wawasan bagi para pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan strategi yang mendorong lingkungan yang lebih kondusif untuk pengungkapan pribadi.
Orisinalitas/Value - Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan menawarkan wawasan yang bernuansa tentang tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa KPI-UMJ dalam mengoptimalkan Instagram untuk dakwah. Fokus penelitian ini pada motivasi dan perspektif mahasiswa yang beragam dalam konteks ini meningkatkan orisinalitas dan kedalaman penelitian