Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
    206 research outputs found

    BANALITAS SIMBOL KEAGAMAAN DALAM SINETRON RELIGI: Analisis Tayangan Sinetron “Bukan Islam KTP” di SCTV

    Get PDF
    The banality of religious symbols used in television soap opera has caused the distortion on meaning, so that some values of religious teachings have moved away from its substance. By observing the religious soap opera entitled “Bukan Islam KTP”, the writer tries to find out how such banality happens. This piece of work finds out that, in this soap opera, verbal and non-verbal religious symbols have been constructed in such a way for the sake of market interest as well as for the benefits of the symbol creator. This aim is carried out by representing religious teaching using entertainment program.***Banalitas penggunaan simbol-simbol keagamaan dalam tayangan sinetron di televisi telah mengakibatkan pembelokan makna, sehingga ajaran agama telah bergeser dari substansinya. Tulisan ini bermaksud untuk menemukan bagaimana peristiwa banalitas tersebut terjadi, dengan meneliti tayangan sinetron religi “Bukan Islam KTP”. Dalam sinetron ini, simbol kegamaan yang bersifat verbal dan non-verbal dikonstruksikan sedemikian rupa untuk kepentingan pasar serta keuntungan produsen pesan, dengan menyajikan program keagamaan yang bersifat hiburan

    STRATEGI DAKWAH MUI (MAJELIS ULAMA INDONESIA) JAWA TENGAH MELALUI SERTIFIKASI HALAL

    No full text
    Halal product is part of responsibility muslims consumer by industrial. Halal product assurance based on majesty, who society have the right informations, clearly, and completely. This research aim is determine the certification of halal as a da’wa strategies of MUI Central Java and also supporting and inhibiting factors there. This Research used qualitative research using management of da’wa approach. The data were collected through techniques: interview, observation, and documentation. The data analysis are data: reduction, verification, and conclusion. The result of this research: there are two da’wa strategies used LPPOM MUI which on program Gerakan Masyarakat Sadar Halal "GEMAR HALAL", that became a certificationstrategy and the socialization and promotion strategies. The supporting factors are the availability of facilities and infrastructure, the cooperation of internal and external institution, the participation of community on the program, and members who competence and experience on their fields. Whereas inhibiting factors are some members who have double positions on one institution, lack of funds, and member’s lack of discipline on their work.***Memproduksi produk halal adalah bagian dari tanggungjawab perusahaan kepada konsumen muslim. Pada dasarnya keberadaan jaminan produk halal berangkat dari pertimbangan konsep luhur, bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas dan lengkap baik secara kuantitas maupun kualitas dari produk yang mereka konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sertifikasi halal sebagai strategi dakwah MUI Jawa Tengah serta faktor pendukung dan penghambatnya. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan manajemen dakwah. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ada dua strategi dakwah yang digunakan LPPOM MUI yang terdapat dalam program Gerakan Masyarakat Sadar Halal “Gemar HALAL”, yaitu strategi pensertifikasian dan strategi sosialisasi dan promosi.

    STRATEGI DAN MANAJEMEN DAKWAH LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA (LDII) KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the strategy and the management of the Indonesia Institute of Islamic Dawah (LDII) in District Tugu Semarang. In this study, the writer used an interview method toward the LDII Chairman of the district. Indeed, she also used the literature method by using the books, the documents, the articles and the reports to complete this study. The findings showed that as an organization, LDII uses good strategy and management in conducting Islamic da’wah. The strategies include some aspects of religion, sport, and cadre to the LDII congregations. Its activities are usually conducted daily, weekly, and annually. This study, then, gives some recommendation to conduct a sustainable research on the strategy and management of LDII in District Tugu Semarang. In addition, it is proven that LDII can socialize with other Muslims in carrying out religious practices, so people do not need to consider this group as an Islamic Jamaah because in some cases, most people still think about it.***Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi serta manajemen yang digunakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Kecamatan Tugu Kota Semarang. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan Ketua LDII Kecamatan Tugu. Selain menggunakan metode wawancara, juga menggunakan metode kepustakaan. Penulis menggunakan buku, dokumen, artikel serta laporan untuk melengkapi penelitian ini. Temuan dari penelitian ini antara lain: 1) Sebagai sebuah organisasi, LDII menggunakan strategi dan manajemen yang baik dalam melakukan dakwah Islam. 2) Strategi dakwah yang digunakan oleh LDII mencakup strategi di bidang keagamaan, di bidang olahraga, serta pengkaderan bagi jamaahnya. Kegiatan di dalam LDII bersifat harian, mingguan sampai tahunan. Rekomendasi dalam penelitian ini antara lain:1) Adanya penelitian yang berkelanjutan terhadap strategi dan manajemen LDII di Kecamatan Tugu. 2) Dalam menjalankan ritual keagamaan, LDII bisa membaur dengan umat Islam lainnya, sehingga masyarakat tidak menganggap LDII sebagai Islam Jamaah. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa LDII adalah Islam Jamaah

    Membingkai Ajaran Islam Dengan Produk Multimedia “Hakikat Kaya” dalam Film Dokumenter Religi Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya

    Get PDF
    This article is a result of a research about how to pack islamic teachings in a multimedia product which can enjoy by sense of hearing and sense of eyesight at once, that’s film. The result is a religious documentary film by the title Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya, which is framing hadis Rasulullah SAW about the truth of richness, that is “richness doesn’t lie in the abundance of (worldly) goods, but richness is the richness of the soul (heart, self).” This concept visualized by the living condition and story of a man named Makmur who lived in the bamboo huts. Islamic values such as unpretentious, patience, sincere, thankfulnes, and qana’ah, take a colour of content of pervormative documentary film, which depicts reality of life with more subjective, expressive, stylish, and indepth display.***Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang bagaimana mengemas ajaran Islam dalam suatu produk multimedia yang bisa dinikmati indra pendengar dan penglihat sekaligus, yaitu film. Adapun hasilnya adalah sebuah film dokumenter religi berjudul Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya yang membingkai sabda Rasulullah SAW mengenai hakikat kaya yakni “bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa (hati).” Konsep tersebut divisualisasikan melalui pengalaman dan kisah hidup seorang lelaki bernama Makmur yang tinggal di gubuk bambu. Nilai-nilai ajaran Islam lain seperti kesederhanaan, sabar, ikhlas, syukur, dan qana’ah, turut mewarnai isi film dokumenter bertipe performatif ini, yang mana menampilkan kehidupan nyata dengan gambaran lebih subjektif, ekspresif, stylish, dan mendalam

    KOMUNIKASI BRAND LEMBAGA DAKWAH: Studi pada Lembaga Amil Zakat Rumah Zakat

    Get PDF
    Amil zakat institution is part of da’wa institution. One of many amil zakat institutions which four times renamed is Rumah Zakat. Submission Brand to society is not easy. The successness institution which a brand is depend to pattern and type of communication. This research purpose to know the reason of amil zakal institution as da’wa institution. And to know about brand communication in Rumah Zakat. This research qualitative with method of collecting data use three method, there are observation, interview, and dokumentation. The reseacrh shows us that first amil zakat institution is a part of da’wa institution. Second, brand communication which did by Rumah Zakat brought da’wa to society. Communication brand consist three step, program making, marketing communication, and field action.\***Lembaga amil zakat merupakan bagian dari lembaga dakwah. Salah satu lembaga amil zakat yang empat kali berganti nama adalah Rumah Zakat. Penyampaian brand, kepada masyarakat tentunya tidaklah mudah. Keberhasilan maksud dan tujuan lembaga yang dikemas melalui brand sangat bergantung pada pola dan jenis komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan brand. Penelitian ini untuk mengetahui alasan keterkaitan antara lembaga amil zakat sebagai lembaga dakwah, serta mengetahui komunikasi brand yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Rumah Zakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik penggalian data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan; pertama, lembaga amil zakat merupakan bagian dari lembaga dakwah dikarenakan sebagian besar aktivitas lembaga amil zakat adalah bagian dari dakwah. Kedua, komunikasi brand yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Rumah Zakat bertujuan agar pesan-pesan (dakwah) lembaga amil zakat sampai dan dapat diterima oleh masyarakat. Komunikasi brand dilakukan melalui tiga cara, yakni; pembuatan program; marketing communication tools, dan aksi lapanga

    Dakwah Media Internet: Komparasi Situs Islam di Amerika dan Indonesia

    Get PDF
    Goal of Propaganda of Islam through the Internet, one of which is to provide information about Islam to non-Muslims and Muslims. To the non-Muslims, Propaganda of Islam through the Internet is introducing the teachings of Islam. As for Muslim, Propaganda of Islam through the Internet is improving conversion and faith. This article tried to compare the Islamic website in America and Indonesia. Islam in American website contains more detail of Islamic teachings than Islam in Indonesian website. This is probably due to the majority of followers of Islam in Indonesia when compared to Islam in America.***Tujuan dakwah Islam melalui internet, salah satunya adalah memberikan informasi tentang Islam kepada non muslim dan muslim. Kepada non-muslim, dakwah melalui internet untuk mengenalkan ajaran Islam. Sedangkan bagi muslim dakwah melalui internet untuk meningkatkan keislaman dan keimanan. Artikel ini mencoba mengkomparasikan website Islam di Amerika dan website Islam di Indonesia. Website Islam di Amerika berisi lebih lengkap mengenai ajaran Islam dibandingkan website Islam di Indonesia. Hal ini barangkali disebabkan penganut Islam di Indonesia mayoritas jika dibandingkan dengan Islam di Amerika (minoritas).

    Dakwah Bi Al-Hikmah Sebagai Pola Pengembangan Sosial Keagamaan Masyarakat

    Get PDF
    Islam is da’wa religious, its mean obey muslim to preach Islam to other people everytime, everywhere. Dawah can efective if use good method. Dawah method is ways that did by dai (communicator) to mad’u for purpose based hikmah and love. Base on developing religious civil sociaty, implementation of da’wa need significant motivation, methodology and institution. One of them is dawah have to implement with semiotic skill and imagology, with organize sign elements so its interesting and can be mobile everyone to receive Islam and implemen mision of dawah, its remain to do al-khair, ma’ruf and reject al munkar in every dimention. Da’wa like this, summary in word hikmah. Al-hikmah is skill of dai to choose and do technique of  dakwah acording to objective  condition of mad’u and explaine Islamic doctrine and reality in logic argumentation and comunictaive language. Al-Hikmah as a system that unity theoritic and practice skill in da’wa

    PERAN DĀ’I DALAM MENANGGULANGI PERILAKU PATOLOGIS SEBAGAI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI

    Get PDF
    This study showed that the diversity of society in globalization era faced by dā’i required the effort to create the concept of relevant Islamic religious proselytizing with the diversity of its object. Therefore, the dā’i needs to know the characteristics and typology of the community being faced. Every dā’i should include the words of God (al-Qur'an) in accordance with his intellectual ability. Then the model of propaganda through a psychological approach becomes important to be applied in the globalization era. And to cope with pathological behavior as the negative impact of globalization, the dā’i in his preaching activities requires having solution for social problems faced by the majority of society in globalization era. These roles include: 1) the role of dā’i as substitute of parents. 2) The role of dā’i as a guide. 3) The role of dā’i as peer counselor.***Kajian ini menunjukkan bahwa keanekaragaman masyarakat yang akan dihadapi oleh dā’i di era globalisasi menuntut adanya upaya untuk menciptakan konsep dakwah Islam yang relevan dengan keanekaragaman obyeknya. Untuk itu, bahasa aplikasi dakwah mestilah terletak pada kearifan para petugas dakwah dengan cara mengenal karakteristik dan tipologi masyarakat yang dihadapinya. Setiap dā’i wajib membahasakan sabda Tuhan (al-Qur’an) sesuai dengan kemampuan pikiran (daya nalar) mad’ū. Maka model dakwah melalui pendekatan psikologis menjadi penting untuk diterapkan di era globalisasi. Dan untuk menanggulangi perilaku patologis sebagai dampak negatif globalisasi, maka dā’i dalam kegiatan dakwahnya dituntut untuk mempunyai peran yang solutif-partisipatif dalam menyelesaikan problematika sosial yang dihadapi oleh mayoritas masyarakat era globalisasi. Peran-peran tersebut meliputi: 1) Peran dā’i sebagai pengganti orang tua asuh. 2) Peran dā’i sebagai pembimbing. 3) Peran dā’i sebagai konselor teman sebaya

    BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI “NYUMPET” DI DESA SEKURO KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA

    Get PDF
    Acculturation is a concept to describe the long process of confergence of two or more values which are owned by individual, group and society. The emergence of regention to new value system, must be understood as a part of love the society against old values (local). This is a process of learning to understand the new values is coming. In theses condition, isn’t appropriate to use claims of winning or losing, between Islam vis a vis the local culture. The view of Islam in society, will be strongly colored by its culture. So that, Islam will be have variant which suitable various with the heteroginas culture that exists in the society. This condition is being constantly will be occurring of up – down, whether Islam will be more colouring culture or otherwise the culture will be colouring of Islam. The tradition of “Nyumpet” in Sekuro village, into one small of example to explain the process of acculturation is running. In this where the preacher must be more prudently in the dealing with religious practice which banded in a local culture that still rooted in the society.***Akulturasi merupakan konsep untuk menggambarkan proses panjang bertemunya dua atau lebih tata nilai yang dimiliki individu, kelompok dan masyaraka. Munculnya penolakan terhadap tata nilai baru, harus dipahami sebagai bagian kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai lama (lokal). Hal ini merupakan proses belajar untuk memahami nilai-nilai baru yang datang. Pada kondisi seperti ini, tidak tepat digunakan klaim menang atau kalah, antara Islam vis a vis budaya lokal. Tampilan Islam di suatu masyarakat, akan sangat diwarnai oleh budaya yang dimilikinya. Sehingga Islam akan memiliki varian yang bermavam-macam sesuai dengan heteroginas budaya yang eksis di masyarakat. Kondisi ini secara terus-menerus akan mengalami pasang-surut, apakah Islam akan lebih mewarnai budaya atau sebaliknya budaya akan mewarnai Islam. Tradisi “Nyumpe”t di desa Sekuro, menjadi salah satu contoh kecil untuk menjelaskan proses akulturasi yang berjalan.Disinilah para da’I harus lebih bijaksana dalam menyikapi praktik keagamaan yang terbalut dalam budaya lokal yang masih mengakar di masyarakat

    JILBAB ANTARA KESALEHAN DAN FENOMENA SOSIAL

    Get PDF
    Close the genitals for a Muslim woman is a liability as embodied in the Qur'an. Clothes that cover the genitals is commonly called hijab. In the development of the hijab is not simply understood as a religious duty. However, it extends into the lifestyle of women in part. Hijab eventually not only a manifestation of piety as hoped religious orders. On the other hand hijab is a manifestation of social phenomena. This is reinforced by the widespread use of the hijab in some communities for reasons of politics, law, and others. Religious reasons behind the use of hijab among Muslim women. This reality ultimately refers to a conclusion that hijab is not merely a representation of Muslim piety but the hijab is also a life style for some Muslim women to be impressed or present a religious atmosphere in the life she lived.***Menutup aurat bagi seorang muslimah adalah kewajiban sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an. Pakaian yang menutup aurat ini  biasa disebut jilbab. Dalam perkembangannya jilbab bukan sebatas dipahami sebagai sebuah kewajiban agama. Namun meluas menjadi gaya hidup sebagaian perempuan. Jilbab akhirnya tidak hanya sebuah perwujudan kesalehan sebagaimana yang diharapkan perintah agama. Jilbab disisi lain merupakan manifetasi dari fenomena sosial. Hal ini diperkuat dengan maraknya penggunaan jilbab pada sebagian masyarakat karena alasan politik, hukum, dan lainnya. Beragama alasan yang melatarbelakangi penggunaan jilbab di kalangan muslimah. Realitas ini pada akhirnya merujuk pada sebuah kesimpulan bahwa jilbab bukan semata-mata representasi kesalehan muslimah. Tetapi jilbab juga menjadi life style bagi sebagian muslimah agar terkesan atau menghadirkan suasana religius dalam kehidupan yang dijalaninya.

    191

    full texts

    206

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Dakwah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇