Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
MAU’IDZAH HASANAH DALAM AL-QUR’AN DAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Kajian dalam jurnal ini mencoba membedah maksud lafadz mau’idzah hasanah dalam Al-Qur’an yang bertujuan untuk mengetahui implementasinya dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam. Penelitian yang penulis pakai adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode tafsir maudu’iy (metode tematik). Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan ayat-ayat yang berkenaan dengan lafadz mau’idzah dalam Al-Qur’an. Pemahaman dari lafaldz mau’idzah menyimpulkan bahwa kesemuaan ayat tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda meliputi empat hal : pelajaran, peringatan, nasehat dan larangan. Mau’idzah hasanah dipahami sebagai salah satu teknik yang disampaikan dengan bentuk nasehat, sehingga implementasi dari mau’idzah hasanah merupakan wujud dari kegiatan dakwah secara langsung. Mau’idzah hasanah dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam memberikan kontribusi yang besar dalam upaya perbaikan diri dan kesadaran beragama bagi individu, dengan adanya penerapan tersebut diharapkan bisa menjadi pijakan dalam bimbingan dan konseling Islam agar pelaksanaannya dapat berlangsung baik dan dapat menghasilkan perubahan-perubahan dengan cara penyampaian yang berakhlakul karimah berdasarkan pedoman Al-Qur’an dan As-Sunnah.***The study in the journal is trying to dissect the intent of lafadz mau'idzah hasanah in Qur'an. It has aim to determine the implementation of guidance and counseling in the implementation of Islam. This reseachused qualitative in descriptive method of maudu'iyinterpretation (thematic method). This research was conducted by collecting verses relating to mau'idzahword in the Qur'an. Result of this research conclude that understanding of mau'idzah word concluded that the totality of the verse has a different function consists of four things: a lesson, a warning, advice and restrictions. Mau'idzahhasanah understood as one of the techniques presented in the form of advice, so that the implementation of mau'idzahhasanah is a form of proselytizing activities directly. Mau'idzah hasanah in the implementation of guidance and counseling Islam made a great contribution in improving ourselves and religious awareness for individuals
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (STUDI KASUS PELAYANAN KLINIK VCT RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PASIEN HIV/AIDS)
This research is quantitative research to describe mental hygiene problems and to analyze islamic guidance and counseling to increase the healthiness of patient with HIV in VCT Clinic, Sultan Agung Hospital Semarang. The source of data in this research is counselor and patient with HIV. The method of collecting data use interview, observation, and documentation. The method analyze is interacive analyze model. The outcame from the research shows that, fisrt patient with HIV/AIDS have a mental hygiene problems. Second, islamic guidance and counseling services for them consist of pre test counseling, pasca test counseling, and sustainable counseling. Third, islamic guidance and counseling services to increase mental hygiene patient with HIV/AIDS focused on sefl-acceptance. To increase mental hygiene patient with HIV/AIDS required sustainable accompaniment about development and empowerment of the patient potential and family with HIV/AIDS***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan problem kesehatan mental dan menganalisis pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam meningkatkan kesehatan mental pasien HIV/AIDS di Klinik VCT Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Sumber data adalah konselor dan pasien HIV/AIDS. Metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama pasien HIV/AIDS memiliki problem kesehatan mental. Kedua, pelayanan bimbingan dan konseling Islam bagi penderita HIV/AIDS terdiri dari konseling pra tes, konseling pasca tes, dan konseling berkelanjutan. Ketiga, pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam meningkatkan kesehatan mental pasien HIV/AIDS ditekankan pada penerimaan diri.Untuk meningkatkan kesehatan mental pada diri pasien diperlukan pendampingan lanjutan tentang pengembangan dan pemberdayaan potensi korban dan keluarga dengan HIV/AIDS
PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI KORBAN PENGGUNA NARKOBA
Islamic guidance and counseling very required to encounter the complectivity of society problems. Islamic counselor required to have knowledge of Islam, knowledge dan counseling skill to combined in couseling implementation. So, client can helped with counseling from counselor. One of many problems in our society is about drug abuse. Drug users just try to use drug because their friend, but as long as possible they became addicted and want to consume it more and more. The users, actually didn’t know about impact from abuse drug, both in long or short time, so thet just use it, even they invite their friend to join with them. The impact of abuse drug is can decrease the awareness, immunity, damage liver, brain, and the worse is death and social dessease such us criminal activity, fighting, and many other.***Peran bimbingan dan konseling Islam sangat dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan masyarakat yang semakin kompleks. Seorang konselor Islam dituntut memiliki pengetahuan tentang agama Islam, pengetahuan dan ketrampilan konseling umum untuk dipadukan ke dalam pelaksanaan konseling, sehingga klien bisa merasa terbantu dengan konseling yang diberikan oleh seorang konselor. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat kita dan ini menimbulkan dampak yang luas terhadap munculnya permasalahan-permasalahn lain adalah penggunaan dan pemakaian narkoba.Para pemakai semula hanya coba-coba karena ajakan teman, namun akhirnya menjadi ketagihan dan ingin mengkonsumsi terus. Para pemakai pada dasarnya tidak mengetahui dampak dari pemakaian narkoba, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehingga secara terus menerus mereka memakainya, bahkan mengajak teman-teman sebayanya untuk juga memakai narkoba. Efek dari pemakaian narkoba secara berkelanjutan akan menurunkan kesadaran, kekebalan tubuh, merusak hati, pikiran, bahkan bisa lebih parah lagi menyebabkan kematian dan penyakit sosial seperti tindak kriminal, perkelahian, perampasan dan tindak kekerasan lainnya
METODE BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SHOLAT DHUHA PADA ANAK HIPERAKTIF DI MI NURUL ISLAM NGALIYAN SEMARANG
This research aimed to describe the characteristics of hyperactive children and analyze methods of Islamic guidance and counseling in instilling discipline of Duha prayer in hyperactive children in MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. This research is qualitative research. The data source is a teacher as well as a hyperactive child. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The results showed that hyperactive children have discipline problems in implementing the Duha prayer in congregation. Islamic guidance and counseling methods used to embed discipline of Duha prayer for hyperactive children consisting of four methods: the method of habituation, role model, motivation and supervision.***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik anak hiperaktif dan menganalisis metode bimbingan dan konseling Islam dalam menanamkan kedisiplinan shalat dhuha pada anak hiperaktif di MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru serta anak hiperaktif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama anak hiperaktif memiliki problem kedisiplinan dalam melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Kedua, metode bimbingan dan konseling Islam yang digunakan untuk menanamkan kedisiplian shalat dhuha bagi anak hiperaktif terdiri dari empat metode yaitu metode pembiasaan, metode tauladan, metode nasehat (motivasi), dan metode pengawasan ketika shalat dhuha berjamaah berlangsung
PRIORITAS BERDAKWAH PADA MASA PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA
This paper explains religion views to colonization, Dutch colonization in Indonesian, the da’wah priorities during Dutch colonization era, the Dutch responses toward Indonesian resistance, and the Indonesian responses toward Dutch colonization in Indonesia. Dutch colonists, trade monopoly, voyage and politics power that happened in Indonesia have really contradicted against Indonesian tradition. Although they often lost during the wars, but the agitation of Islam did not reduce their spirit to fight the Dutch. From this phenomenon, Dutch colonists, then, tried to eliminate Islamic influences from Indonesian people through:The negative effects of Dutch colonization, then, encouraged the emergence of Muslim Organizations and nationalistic movements concerning on the aspects of da’wah, education, economic social and politics.***Tulisan ini menggambarkan tentang pandangan agama terhadap penjajahan Belanda di Indonesia, prioritas dakwah pada masa penjajahan Belanda, respon penjajah Belanda terhadap perlawanan bangsa Indonesia untuk menghilangkan pengaruh Islam di Indonesia dan respon balik masyarakat Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Penjajah Belanda, monopoli perdagangan, pelayaran dan kekuasaan politik. Hal ini sangat bertentangan dengan tradisi di Indonesia. Karenanya menyulut reaksi sengit bangsa Indonesia untuk memerangi mereka. Walau selalu kalah namun agitasi Islam tidak menyurutkan semangat bangsa Indonesia untuk tetap memerangi Belanda, karena itulah penjajah Belanda berusaha menghilangkan pengaruh Islam bagi bangsa Indonesia. Kondisi negatif bangsa Indonesia akibat terjajah oleh Belanda, dipengaruhi juga oleh gerakan pembaharuan di luar negeri, juga ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk menggunakan akal dalam merealisasikan ajaran Islam agar tujuan rahmatan lil alamin bisa tercapai, mendorong para da’i untuk mengambil langkah-langkah pembaharuan, melalui organisasi Islam yang bergerak dalam bidang : dakwah, pendidikan, sosial ekonomi dam politik.
URGENSI INTERPERSONAL SKILL DALAM DAKWAH PERSUASIF
As social beings, each individual will have to interact with the others. Da’wah is a kind of social interaction activities. So, everyone needs to be able to understand, to respond, to know each other and to express his ideas to the others. Interpersonal skill is a basic skill in which everyone should belong to in order to have smooth interactions, especially when he conducts preaching (da’wah). Preachers should have this basic skill to understand and to appreciate the others in order to get success in conducting persuasive da’wah. This paper specifically explores the importance of interpersonal skills for a preacher in implementating persuasive da’wah.***Sebagai makhluk sosial, setiap individu akan senantiasa berinteraksi dengan individu lainnya. Dakwah merupakan salah satu bentuk kegiatan interaksi sosial. Untuk itu diperlukan kemampuan memahami, merespon, mengenal orang lain dan menyampaikan pesan dan maksud yang diinginkan. Interpersonal skill merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki individu agar interaksi dapat berjalan lancar, termasuk dalam pelaksanaan dakwah. Keterampilan interpersonal membantu da’i dalam memahami dan menghargai orang lain, yang pada akhirnya dapat membawa kesuksesan dalam pelaksanaan dakwah persuasif. Tulisan ini secara khusus mengupas tentang pentingnya interpersonal skill bagi seorang da’i dalam pelaksanaan dakwah persuasif
RETHINKING USWAH HASANAH: Etika Dakwah dalam Bingkai Hiperrealitas
This paper aimed to discusses the activity of preaching (dakwah) as being part of the imaging world. The phenomenon is about dai as the advertisement representative from moslem fashion in media. The existence of media behind preaching makes it as a part of media industry. Therefore, consumerism appears as the excesses of capitalism intangible in a spectacle which no longer serves as a guide. This paper employs hyperreality theory of Jean Baudrillard to examine media constructions of reality beyond media. Media act as the bridge of communication in viewing the reality to bring the popular culture, consumerism, and consider it as significant image. We also compare the movement of preaching in media from uswah hasanah concept. However, the activity of preaching in the advancement of technology always faced with challenges, so its movement would be changing and should be adjusted without separated from the Islamic dakwah ethics. Therefore, dai as an actor in preaching does not be predominance by advertisement. Beside that, the important thing, that be supposed to give attention from dai and mad’u, is Islamic substantial not Islamic symbol.***Tulisan ini membahas tentang aktivitas dakwah yang menjadi bagian dari dunia pencitraan. Yakni tentang keberadaan dai sebagai agen atau bintang iklan sebuah busana muslim. Dengan adanya media yang berada di balik layar dakwah menjadikan dakwah bagian dari industri media. Sehingga tampak konsumerisme sebagai ekses kapitalisme yang berwujud pada tontonan yang tak lagi menjadi tuntunan. Teori hyperrealitas Jean Baudrillard digunakan untuk membaca konstruksi media terhadap realitas di luar media. Media mempunyai peran sebagai jembatan komunikasi dalam melihat realitas, sehingga mampu memunculkan budaya populer, sikap konsumerisme, dan menganggap penting citra. Di sini juga digunakan konsep uswah hasanah sebagai salah satu cara pandang terhadap fenomena dai media. Sebab bagaimanapun, aktivitas dakwah pada perkembangan teknologi sekarang ini selalu dihadapkan dengan berbagai perubahan, namun perubahan tersebut harus tetap disesuaikan dengan etika dakwah. Oleh karena itu, dai sebagai ujung tombak aktifitas dakwah jangan sampai didominasi oleh iklan. Selain itu juga diperlukan kesadaran baik dari dai ataupun mad’u agar tidak hanya mementingkan simbol Islam seperti formalisasi jilbab, tetapi juga memperhatikan substansi dari ajaran Islam.
Dakwah Melalui Bimbingan Konseling Online
Artikel ini menyatakan bahwa pengarsipan data menuntut konselor untuk melakukan konseling dalam koridor yang pantas secara etika. Etika yang harus diperhatikan adalah hubungan dalam konseling melalui internet, kerahasiaan dalam konseling melalui internet, dan aspek hukum, lisensi dan sertifikasi. Tentunya, konselor dituntut untuk bekerja dalam bingkai profesionalitas pada kerangka etika layanan konseling online. Selain itu dalam mengedepankan konseling melalui internet diperlukan perangkat untuk dapat mengakses. Hal ini dipandang dapat berjalan secara maksimal, mengingat masyarakat sekarang selalu menggunakan internet dalam kesehariannya.
Etika Komunikasi Citizen Journalism Di Media Internet Perspektif Islam: Analisis Konten Topik Pilihan Demo 4 November 2016 pada Blog kompasiana.com
Citizen journalism is a journalistic activities undertaken by the citizens. Citizen journalism can be accessed via internet anywhere and anytime. Application of communication ethics in reporting by citizens is one of the issues that need to be highlighted. Moreover, citizens are not professional journalists who received special training in journalism. Citizens prefer the ability and experience alone in covering and disseminating information on the internet. In this research reveal how communication ethics of citizen journalism in ‘Topik Pilihan Demo 4 November blog kompasiana.com” according to the Islamic perspective. Data obtained by observation with a qualitative approach, as well as critical discourse analysis. As the result of this reseach, citizen journalism has the ability of fairness, free and responsible,also constructive criticism. Nevertheless citizen journalism still has weaknesses in accuracy andIslamic ccommunication ethics.***Citizen journalism (jurnalisme warga) merupakan kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh warga. Citizen journalism dapat diakses melalui internet di mana saja dan kapan saja. Penerapan etika komunikasi dalam pemberitaan oleh warga menjadi salah satu masalah yang perlu disoroti. Terlebih warga bukanlah jurnalis profesional yang mendapat pelatihan khusus jurnalisme. Penelitian ini mengungkap bagaimana etika komunikasi citizen journalism pada ‘Topik Pilihan Demo 4 November blog kompasiana.com” dalam perspektif Islam. Data diperoleh dengan dokumentasi dengan pendekatan kualitatif, serta analisis wacana kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citizen journalism memiliki kemampuan fairness, bebas bertanggungjawab dan kritik konstruktif. Meski demikian citizen journalism masih mempunyai kelemahan dalam akurasi dan etika komunikasi islami
MANAJEMEN BIMBINGAN KELUARGA BAHAGIA MENURUT AGAMA SAMAWI: Islam dan Kristen Saksi-Saksi Yehuwa
The purpose of this research to know point of view form two samawi religion about familly management problems. As know as, that in this life every people want to live in happy familly. Without judge about religion, clan, or their status. Because of it, many people try to raise their dream to make a happy familly with many way. One of them is implementation religion value in their daily activity. Based from survey by writer, there are many management or manner to build happy familly from religions in this world such us Islam and Kristen Witnesses Yehuwa. In Islam and Kristen Witnesses Yehuwa, there have a good management to build happy familly. Form a doctrinal value or value aplication from holly book.***Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan dari dua sudut agama samawi, tentang persoalan yang berkaitan dengan manajemen keluarga. Sebagaimana di ketahui bahwa dalam kehidupan dunia ini semua orang yang hidup mengharapkan tinggal dalam sebuah keluarga yang bahagia. Tanpa memandang agama, ras, maupun status yang mereka miliki. Hal inilah yang membuat sebagian besar orang mewujudkan cita-cita mereka membangun keluarga yang bahagia dengan menempuh berbagai cara, salah satunya melalui pengamalan ajaran agama sehari-hari dalam kehidupan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh penulis, terdapat berbagai menajemen dalam membangun keluarga bahagia dari beberapa agama yang terdapat di dunia ini di antaranya Islam dan Kristen saksi-saksi yehuwa. Dalam agama islam dan Kristen saksi-saksi yehuwa memiliki manajemen yang bagus dalam membangun keluarga bahagia. Baik dari segi ajaran yang bersifat doktrinal maupun pengaplikasian ajaran yang terdapat dalam kitab suci kedua agama tersebut