Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Blogging Sebagai Salah Satu Media Berdakwah Dan Berbagi Ilmu Pengasuhan Bagi Pengurus Panti Asuhan Disabilitas
Orphanages that accept disability children surely different with orphanages that do not receive child disability. These differences include parenting, caregiver quality and operational funding. Operational needs on high quality of health, lack of donors, lack of information about the disability orphanages are among the reasons that led to the orphanage disabilities require more attention. Solutions that can be given to help this institution is providing training to create and manage its own blog created by a caregiver, so that the caregiver can provide information and share knowledge with the community of persons with disabilities and how the patterns of parenting. But no less important, blog can also be used as a medium of preaching through writing primarily an expression of gratitude for His blessings. The form favors the grace of the presence of persons with disabilities either double disability or not in a family.***Panti asuhan yang menerima anak disabilitas berbeda dengan panti asuhan yang tidak menerima anak disabilitas. Perbedaan panti asuhan disabilitas dengan panti yang lain meliputi pola pengasuhan, kualitas pengasuh, dan pendanaan operasional. Kebutuhan operasional dan kesehatan yang tinggi, minimnya donatur, minimnya informasi tentang panti asuhan disabilitas, merupakan beberapa alasan yang menyebabkan panti asuhan disabilitas membutuhkan perhatian yang lebih. Solusi yang dapat diberikan untuk membantu panti ini adalah dengan memberikan pelatihan membuat dan mengelola blog yang dibuat sendiri oleh pengasuh agar para pengasuh dapat memberikan informasi dan berbagi ilmu dengan masyarakat tentang penyandang disabilitas dan bagaimana pola pengasuhannya. Namun yang tidak kalah penting, blog tersebut juga dapat digunakan sebagai media berdakwah melalui tulisan terutama ungkapan syukur atas nikmatNya. Nikmat tersebut berupa anugrah akan hadirnya penyandang disabilitas baik disabilitas ganda atau tidak dalam sebuah keluarga.
STRATEGI DAKWAH MASYARAKAT PERKOTAAN: Studi pada MTA di Kota Semarang
This research is about da’wa of Majils Tafsir Alquran (MTA) in Semarang. MTA is Da’wa which did by a group of moslem to persuade other moslems to return to Alquran with understanding, appreciate, and practicing the value from Alquran in their dailly activities. The main problems in this reseacrh consist of: 1. How the dynamic da’wa of MTA in Semarang,2) how the pattern strategy of da’wa MTA in Semarang. This research is descriptive qualitative reserach. The methods of collecting data use three methods, there are observation, documentation, and interview. The conclusion from this research show that da’wa MTA was very dynamis. MTA was start their da’wa in Semarang since 1986 and was develop in Kendal, Pemalang, Kudus, and Jepara. The pattern of da’wa strategy MTA in Semarang there are islamic approach, social approach, and kindship.***Penelitian ini mengkaji tentang dakwah Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Kota Semarang. Dakwah MTA adalah dakwah yang dilakukan oleh sekelompok muslim dengan tujuan untuk mengajak umat Islam kembali kepada al-Qur’an dengan penekanan pada pemahaman, penghayatan dan pengamalan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Pokok masalah yang dikaji dalam penelitian ini terdiri dari; 1) Bagaimana dinamika dakwah MTA di Kota Semarang, 3) Bagaimana pola strategi dakwah MTA Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskripstif. Proses pencariaan data melalui tiga cara yaitu observasi, dokumentasi dan awawancara. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa dinamika dakwah MTA merupakan pasang surut suatu kegiatan dakwah yang dilakukan oleh pelaksana dakwah secara kelompok melalui institusi. Dakwah yang dilakukan MTA Kota Semarang dimulai sejak 1986, dan berkembang di wilayah Kendal, Pemalang, Kudus, dan Jepara. Pola strategi dakwah yang dilakukan MTA di Kota Semarang antara lain pendekatan kajian keislaman, pendekatan sosial, dan pendekatan hubungan keluarga..
Etika Komunikasi Islam Vs Hoax Di Dunia Maya
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk melihat perubahan pada perkembangan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yakni internet. Teknologi elektronik ini telah bertranformasi menjadi medium yang memungkinkan individu terkoneksi dengan orang lain pada lintas batas teritori dan waktu serta membangun suatu ruang semu yang disebut dengan ruang maya. Ruang maya dan pola aktivitas di dalamnya telah membentuk suatu tatanan dan komunitas baru yang disebut dengan virtual community dan telah memberikan efek negatif yaitu hoax. Hoax dianggap meresahkan karena merupakan berita bohong yang digunakan untuk menarik opini massa demi kepentingan material. Jenis informasi hoax berbentuk gambar, foto, video, kartun, maupun berita. Sumber data penelitian adalah buku-buku dan website yang berkaitan dengan media, komunikasi Islam, perkembangan hoax dari masa ke masa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek negatif hoak dapat diminimalisir. Etika komunikasi Islam memberikan rambu-rambu dalam menjalankan aktivitas komunikasi. Etika ini dibangun di atas prinsip Islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan, dan keselamatan berlandaskan pengetahuan dan pemahaman yang cukup dari nilai-nilai Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits.
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) DALAM PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI
Penelitian ini mengkaji; 1) Bagaimana Efektivitas dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, 2) Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat penerapan SISKOHAT. SISKOHAT terintegrasi dengan 17 BPS BPIH dan Kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia dengan Host pusat di Kementerian Agama Pusat. Pelayanan SISKOHAT mencakup pendaftaran dan penyimpanan database jamaah dan petugas haji, pemrosesan dokumen paspor dan pemvisaan, penerbitan Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH), pembayaran BPIH oleh BPS BPIH secara online, pelaksanaan sistem akuntansi BPIH, penyususnan pramanifest kloter, monitoring penerbangan, pemantauan kesehatan haji, serta pemantauan operasional haji di Tanah Air dan di Arab Saudi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DANASARI KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG
The success of the development of a nation is determined by the Human Development Index (HDI). International scale parameter indicates the level of development of human resources emphasizes on three areas: education, health, and income per capita. The various dimensions of community development was a collective responsibility to make it happen. One way to do is through the proselytizing activities of community empowerment. This is as done in the village of Pemalang district, Danasari that has HDI levels is low compared than other villages. Community development in this village was done by taking three primary focus , they are the field of economics, health, and education and religion.***Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh Human Develop-ment Indeks (HDI). Parameter berskala internsional ini menunjukkan tingkat pengembangan sumber daya manusia yang menitiberatkan pada tiga bidang yaitu pendidikan, kesehatan, dan pendapatan perkapita. Pengembangan masyarakat yang berbagai dimensi tadi merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan dakwah pemberdayaan masyarakat. Hal ini sebagaimana dilakukan di Desa Danasari Kabupaten Pemalang yang memiliki tingkat HDI yang rendah dibandingkan desa lainnya. Pemberdayaan masyarakat di desa ini dilakukan dengan mengambil tiga fokus utama yaitu bidang ekonomi, bidang kesehatan, dan pendidikan dan keagamaan. Potensi yang ada perlu diberdayakan secara bersama dengan tujuan pencapaian perbaikan kehidupan masyarakat desa Danasari
Urgensi Dakwah Media Cyber Berbasis Peace Journalism
Phenomenon of media use as a means of preaching is now growing and growing along with the development of communication technology, especially the internet presence (based online). The number of media propaganda based online not all be good news because of which it displays scary face in the terror shape, threats and provocation. Views such inconsistent with the principles of Islam as a religion of peace and uphold peace. Preacher on media propaganda based online should perform work activities are guided by the values and teachings of Islam, as well as being the peacemaker. Considering its importance, it is necessary to know the journalists propaganda and apply the principles of peace journalism as a complement in carrying out the duties of journalism. Promoting peace through peace journalism perspective more useful in view of a phenomenon or event, in particular the events of the conflict.***Fenomena penggunaan media sebagai sarana untuk berdakwah kini semakin bertambah dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, khususnya dengan keberadaan internet (berbasis online). Banyaknya media dakwah berbasis online tidak seluruhnya menjadi kabar gembira lantaran diantaranya justru menampilkan wajah yang menakutkan dalam bentuk teror, ancaman dan provokasi. Tampilan semacam itu bertolak belakang dengan prinsip agama Islam sebagai agama damai dan menjunjung tinggi perdamaian. Da’i pada media dakwah online semestinya melakukan aktifitas kerja yang berpedoman pada nilai-nilai dan ajaran agama Islam, serta menjadi juru damai. Mengingat pentingnya hal tersebut, dirasa perlu bagi para jurnalis dakwah untuk mengetahui dan menerapkan prinsip jurnalisme damai sebagai pelengkap dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik. Jurnalisme damai mengedepankan perdamaian melalui sudut pandang yang lebih bermanfaat dalam melihat suatu fenomena atau peristiwa, khususnya peristiwa konflik.
PROBLEM PSIKOSPIRITUAL LANSIA DAN SOLUSINYA DENGAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM (Studi Kasus Balai Pelayanan Sosial Cepiring Kendal)
Elderly is the stage of human development that has decreased both physical and psychological. Various causes of the decline in the elderly did not carry out a social function in the community maximally. The decline in these conditions also affects the elderly who turned psych spiritual problems with the theory that a person's spiritual will increase when entering elderly age. Islamic Guidance and Counseling is one way that can be given to treat variety problems of the elderly psych spiritual, such as loss of meaning in life, easy emotion, and alienation with their selves. Hall of social services of Kendal Cepiring is one of the center that provide guidance and counseling services for the elderly fostered Islam. The service is able to deliver the elderly to find meaning in life, be diligent in worship and control self-emotion.***Kondisi udzur sebagaimana digambarkan dalam Qur’an surat Ar-Rum ayat 54, menyebutkan tentang penurunan yang menggerogoti lanjut usia. Penurunan tersebut terdiri dari fisik dan psikis yang menyebabkan lansia tidak melaksanakan fungsi sosial didalam masyarakat secara maksimal. Penurunan kondisi pada lansia tersebut juga berpengaruh terhadap psikospiritual lansia yang berbalik dengan teori yang menyebutkan spiritual seseorang akan meningkat saat memasuki usia lanjut. Balai pelayanan merupakan tempat yang tepat bagi masyarakat dan lansia yang tidak mampu mengatasi masalah-masalah pada lansia terutama spirtitual. Adanya penyuluh agama Islam di balai pelayanan diharapkan mampu membimbing lansia secara maksimal yaitu sebagai motivator, stabilitator dan direktif. Hal itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan lansia di balai pelayanan yaitu bimbingan keagamaan
METODE DAKWAH DALAM MENGUATKAN RESILIENSI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA (NAPZA)
Increased drug use is one of the troubling social problems for the population. The impact is felt by mad'u drug abuse whether physical, psychological, spiritual, and social. Mad'u victims of drug abuse is categorized as mad'u with special needs due to physical and psychological conditions experienced an effect on all aspects of life. For that need to develop the psychological strength to recover various impacts due to drug abuse, called the resilience. One way to strengthen the resilience is the da’wah way. Da’wah is a process to invite individuals or groups forming the teachings and Islamic civilization so that the realization of happiness in this world and hereafter. Da'wah serves to invite mad'u misguided and deviated from religious laws or out of nature, in order to return to the path of religion. Meanwhile, to strengthen the resilience of victims of drug abuse, there are several methods used the method of personal approach, method of bi al hal, and counseling methods.***Meningkatnya penyalahgunaan Napza merupakan salah satu problem sosial yang meresahkan bagi masyarakat. Dampak penyalahgunaan Napza dirasakan oleh mad’u baik secara fisik, psikologis, spiritual, maupun sosial. Mad’u korban penyalahgunaan Napza dikategorikan sebagai mad’u dengan kebutuhan khusus karena kondisi fisik dan psikologis yang dialami berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan yang dijalani. Untuk itu perlunya mengembangkan kekuatan psikologis dalam proses pemulihan berbagai dampak yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan Napza yang dinamakan dengan resiliensi. Salah satu cara untuk menguatkan resiliensi yaitu dengan jalan dakwah. Dakwah merupakan proses untuk mengajak individu atau kelompok membentuk ajaran dan peradaban Islam sehingga terwujudnya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dakwah berfungsi untuk mengajak mad’u yang sesat dan menyimpang dari syariat agama atau keluar dari fitrahnya, supaya kembali kepada jalan agama. Sementara untuk menguatkan resiliensi korban penyalahgunaan Napza, terdapat beberapa metode yang digunakan yaitu metode personal approach, metode bi al hal, dan metode konseling
SURAT SEBAGAI MEDIA DAKWAH: Studi Atas Praktek Dakwah Rasulullah saw terhadap Raja Heraclius, Kisra Abrawaiz, Muqouqis, dan Najasyi
It was proven that the letter format of the Prophet delivered to the kings during his da’wah was astounding. His letters being written by Zaid bin Thabit were always preceded by Basmalah word, whereas the letters were sent to unbelievers. This study is a kind of descriptive qualitative research that used a historical approach. The result shows that there were some reasons behind the Prophet messages as a medium of da’wah to the kings: a) it was a result of the Hudaybiya Peace Treaty and the success of the Prophet on establishing Muslims force in Medina. It was influenced by the conflict between King Heraclius and King Kisra Abrawaiz. b) the Prophet’s letters were likely to show that the Prophet Muhammad was the Medina leader. c) it was triggered by the universality of Muhammad prophet-hood as a leader of mankind, as well as the crisis of confidence experienced by Najasyi and Muqouqis.***Format surat dakwah Rasulullah saw yang dikirimkan kepada para raja sangatlah menkajubkan. Surat-surat Rasulullah saw yang ditulis oleh sekretarisnya yakni Zaid bin Tsabit selalu didahului kalimat Basmalah, padahal surat-surat itu akan dikirimkan kepada orang-orang kafir. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan pendekatan historis, sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu ada beberapa latar belakang pengiriman surat sebagai media dakwah: a) akibat Perjanjian Perdamaian Hudaibiyah, keberhasilan Rasulullah saw membentuk kekuatan umat muslim di Madinah, dan konflik yang terjadi antara Raja Heraclius dan Kisra Abrawaiz. b) surat Rasulullah saw. yang bernuansa politik ingin menunjukkan bahwa beliau adalah pemimpin Madinah. c) universalitas kenabian Muhammad saw sebagai pemimpin umat manusia, serta krisis kepercayaan yang dialami Najasyi dan Muqouqi
PENGARUH KETAATAN BERIBADAH TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA UIN WALISONGO SEMARANG
The purpose of this research is to measure the level of influence of obedience worship to scholar mental hygiene in Walisongo State Islamic University Semarang. The population in this research is all of scholar in Walisongo State Islamic University Semarang. The method to collecting data use questionare and mental hygiene scale and obedience worship scale. To analyze use infential parametris statistic with simple regression and t-test. This research shows that there are influence of obedience worship to mental hygiene scholar in Walisongo State Islamic University. The average of scholar mental hygene value is 78,2000 with deviation standart 6,14175, and average of obedience worship value is 94,3636 with deviation standart 6,58985 with influence coefficient F is 47,096 with significance value (pvalue) 0,000.***Penelitian ini bertujuan mengukur besarnya pengaruh ketaatan beribadah terhadap kesehatan mental mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan skala kesehatan mental dan skala ketaatan beribadah. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik inferensial parametris dengan teknik analisis regresi sederhana dan uji t. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: Ada pengaruh ketaatan beribadah terhadap kesehatan mental mahasiswa UIN Walisongo Semarang, semakin tinggi pengaruh ketaatan beribadah maka semakin tinggi kesehatan mental mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Sebaliknya, semakin rendah pengaruh ketaatan beribadah maka semakin rendah pula kesehatan mental mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Rata-rata nilai kesehatan mental mahasiswa 78, 2000 dengan standar deviasi 6,14175, sedangkan rata-rata nilai ketaatan beribadahnya 94,3636 dengan standar deviasi 6,58985 dengan koefisien pengaruh F sebesar 47,096 dengan nilai signifikansi (Pvalue) 0,000