Jurnal Ilmu Dakwah
Not a member yet
    206 research outputs found

    Analisis Wacana Teun A. Van Dijk Terhadap Pesan Komunikasi Dakwah Habib Luthfi Bin Yahya Tentang Bela Negara

    Get PDF
    ABSTRACTThe issue of the khilafah ideology will replace the Republic of Indonesia which is carried out by radical groups as a threat that can divide the nation and erode the love of the country which has long been fostered by the Indonesian nation. This concern was felt by Habib Lutfi who always preached with the theme of Indonesianness, history, nationality, tolerance, and said that difa'il wathon was obligatory. Discourse analysis on the dakwah message of Habib Lutfi using the theory of discourse analysis Teun A. Van Dijk outlines several things about the dakwah defense of the state. Habib Luthfi gave a renewal discourse about defending the country, namely radicalism can be resisted by studying the history of the nation, giving achievements to the state, as well as moderate and tolerant beliefs by continuing to create peace with fellow citizens.   ABSTRAKIsu ideologi khilafah akan menggantikan NKRI yang dilakukan oleh kelompok radikal menjadi ancaman yang dapat memecah belah bangsa serta mengikis rasa cinta tanah air yang telah lama dibina bangsa Indonesia. Kekhawatiran tersebut dirasakan oleh Habib Luthfi yang selalu berdakwah dengan tema keindonesiaan, sejarah, kebangsaan, toleransi, hingga berfatwa bahwa difa’il wathon adalah wajib. Analisis wacana terhadap pesan dakwah Habib Luthfi dengan menggunakan teori analisis wacana Teun A. Van Dijk menguraikan beberapa hal tentang dakwah bela negara. Habib Luthfi memberikan wacana pembaruan tentang bela negara, yaitu radikalisme dapat dilawan dengan cara mempelajari sejarah bangsa, memberikan prestasi kepada negara, serta berakidah moderat dan toleran dengan terus menciptakan perdamaian kepada sesama warga negara

    Peranan Dakwah Mr. Sjafruddin Prawiranegara dalam Menyelamatkan Republik

    Get PDF
    Mr. Sjafruddin Prawiranegara is a unique figure in thinking and preaching. He was a great preacher and given contributions for republic .  Another learning, da'i should not be  prosecutor and judge. Sjafruddin role,  as a da’i the president often erased from history books. Based on this, Study entitled the role Sjafruddin Prawiranegara Dakwah in saving Republic  was carried out. This research very important because to re-read role of Mr. Sjafruddin Dakwah,  da'i warrior who has saved  existence and sustainability of Republic as part of his faith. This research is limited to role of his dakwah, biography, concept of struggle and  relevance his dakwah. This research is  qualitative as a library with  interpretative approach. The results of research indicate that his dakwah based on  strong Islamic worldview. Digest Dakwah  covering faith and reason is basis of preaching. " Greater reason dangerous for Islam than opponents openly hostile"  Sjafruddin said. The main role  Sjafruddin  dakwah was his courage and firmness to save Indonesia from  destruction defeat when the second military aggression. The role of his dakwah includes  all fields. His View thinks far ahead, so many still and remain relevant. He said that "preaching is inseparable from state and political matters".……..Mr. Sjafruddin Prawiranegara adalah  tokoh yang unik dalam dakwahnya.  Dia adalah teladan  dan  sudah  memberi  sumbangsihnya  bagi  Republik. Pembelajaran  unik  dari    Sjafruddin yaitu;  seorang  da’i    seharusnya    tidak  menjadi jaksa dan hakim. Peranan  Sjafruddin  sebagai  dai yang presiden  sering  terhapus  dari  buku  sejarah Indonesia. Berdasarkan   hal   tersebut   maka   penelitian   berjudul   Peranan   Dakwah   Mr.   Sjafruddin Prawiranegara dalam menyelamatkan Republik dilaksanakan.   Penelitian ini sangat penting dilakukan karena membaca kembali peranan dakwah Mr.  Sjafruddin, seorang da’i    pejuang    yang  telah  menyelamatkan  keberadaan dan keberlangsungan Republik sebagai bagian imannya. Penelitian ini dibatasi pada peranan dakwahnya, biografi, konsep dan relevansi dakwahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.  Penelitian bersifat penelitian pustaka dengan pendekatan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aktivitas dakwahnya didasari Islamic worldview yang kuat.  Iman dan akal merupakan dasar berdakwah. “Bahaya akal lebih besar bagi Islam dari lawan yang secara terang-terangan memusuhi  Islam”  kata  Sjafruddin; Peran utama dakwah Sjafruddin adalah keberanian dan ketegasannya dalam mengambil tindakan untuk mengambil alih menyelamatkan Indonesia dari kehancuran dan kekalahan ketika terjadi agresi militer Belanda ke-2.  Peranan dakwahnya mencakup semua bidang. Pandangannya  jauh  ke  depan, sehingga banyak pemikirannya yang masih dan tetap relevan di masa sekarang. Dia pernah berkata bahwa “berdakwah itu tidak bisa dilepaskan dari soal kenegaraan dan politik”

    METODE DAKWAH MENURUT JALALUDDIN RAKHMAT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (BKI)

    Get PDF
    In line with the increasingly rapid development of the era, da'wah activities require a precise strategy and a clear concept. For this reason, it is necessary to have a systematic method or method that is used to deliver material or preach messages to mad'u. The author focuses on conducting studies between the methods of da'wah according to Jalaluddin Rakhmat and their implementation in Islamic guidance and counseling because they can be said to be interrelated. According to Jalaluddin Rachmat there are three methods of da'wah, namely: preaching with wisdom (bi al-hikmah), mau'idzah hasanah, and da'wah with good discussion (mujadalah billati hiya ahsan). The da'wah method according to Jalaluddin Rakhmat can be implemented in the guidance and counseling process as an effort to deepen the application of counseling communication skills. Al hikmah can be applied in the initial stages of counseling process trying to understand a client's problems. Mauidzhah hasanah can be applied in the middle stage, which is the stage of work where there will be advice so that clients can find various alternatives to the problems at hand. Mujadalah billati hiya ahsan can be applied in the final stage, namely the action stage which seeks to convince clients of solutions that will be taken independently.****Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kegiatan dakwah memerlukan sebuah strategi yang jitu dan konsep yang jelas. Untuk itu perlu sebuah metode atau cara yang sistematis yang  digunakan untuk menyampaikan materi atau pesan dakwah kepada mad’u. Dalam kajian ini penulis fokus untuk melakukan pengkajian antara metode dakwah menurut Jalaluddin Rakhmat dan implementasinya dalam bimbingan dan konseling Islam karena keduanya bisa dikatakan saling berkaitan. Menurut Jalaluddin Rakhmat terdapat tiga metode dakwah, yakni, dakwah dengan hikmah (bi al-hikmah), mau’idzah hasanah, dan dakwah dengan diskusi yang baik (mujadalah billati hiya ahsan). Metode dakwah menurut Jalaluddin Rakhmat dapat diimplementasikan dalam proses bimbingan dan konseling sebagai upaya memperdalam penerapan ketrampilan komunikasi konseling. Al-hikmah dapat diterapkan dalam tahap awal konseling, untuk memahami suatu permasalahan klien. Mauidzhah hasanah dapat diterapkan dalam  tahap pertengahan, yang merupakan tahap kerja dimana akan adanya nasihat-nasihat agar klien bisa menemukan berbagai alternatif atas permasalahan yang dihadapi. Mujadalah  billati hiya ahsan dapat diterapkan dalam tahap akhir, yaitu tahap tindakan (action) yang berusaha untuk menyakinkan klien terhadap solusi yang akan diambil secara mandiri

    Reformulasi Metode Dakwah bi al-Lu’bah sebagai Trauma Healing pada Anak Korban Bencana Alam

    Get PDF
    The use of the da'wah bi al lu'bah method can be implemented for children affected by natural disasters. The formulation of the da'wah method can be done by combining the da'wah method with the trauma healing technique. This research was conducted with a literary approach and supported by trauma healing activities at the 2006 earthquake site, namely Klaten District - Central Java and Sleman District - Yogyakarta. In fact researchers did not find the practice of da'wah at these two earthquake locations. The results of the study reveal the formulation of bi al lu'bah propaganda can be done in three ways, namely First, infiltration of propaganda material in the existing game. Infiltrate (infiltration) in the game commonly done by mad'u. Second, making da'wah games, can be done in various ways understood by mad'u children. Third, make poetry about propaganda material through popular songs that can be easily remembered.Penggunaan metode dakwah bi al lu’bah dapat dilaksanakan untuk anak-anak korban bencana alam. Formulasi metode dakwah ini dapat dilakukan dengan penggabungan antara metode dakwah dengan teknik trauma healing. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan literer dan didukung dengan kegiatan trauma healing di lokasi gempa tahun 2006, yaitu Kabupaten Klaten – Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman – Yogyakarta. Kenyataannya peneliti tidak menemukan praktik dakwah di dua lokasi gempa ini. Hasil penelitian mengungkapkan formulasi dakwah bi al- lu’bah dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu Pertama, penyusupan materi dakwah pada permainan yang ada.  Menyusupkan (infiltrasi) pada permainan yang lazim dilakukan oleh mad’u. Kedua, membuat permainan dakwah, Membuat permainan dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara yang dipahami oleh mad’u anak. Ketiga, membuat syair tentang materi dakwah melalui lagu-lagu populer yang dapat mudah diingat

    Dakwah Humanis melaui Gerakan Tarekat

    No full text
    Humanist propaganda is one way of da'wah with the aim of making humanity. Tarekat is a religious activity which is important for Muslims to draw closer to Allah SWT. The purpose of this study is to analyze the da'wah process through tarekat activities which are considered to have strategic content values in making Muslims better. This study was conducted with a phenomenological qualitative approach. The results of this study reveal that preaching activities through tarekat are good Da'wah choices. The goodness of da'wah through the tarekat is seen as more about the target, where the members of the tarekat are more concerned about their whereabouts, at the same time the members or congregations are also given da'wah material in accordance with their wishes and existence. Dakwah humanis merupakan salah satu cara dalam berdakwah dengan tujuan lebih menjadikan manusia secara lebih manusiawi. Tarekat merupakan sebuah kegiatan keagamaan yang dipandan penting bagi umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tujuan penelitian ini melakukan analisis terhadap proses dakwah melalui kegiatan tarekat yang dipandang mempunyai nilai kandungan strategis dalam menjadikan umat Islam menjadi lebih baik. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan dakwah melalui tarekat merupakan pilihan dakwah yang baik. Kebaikan dakwah melalui tarekat dipandang lebih mengenai pada sasaran, dimana anggota tarekat lebih diperhatikan keberadaannya, sekaligus para anggota atau jamaah tarekat juga diberi materi dakwah yang sesuai dengan keinginan dan keberadaan dirinya.  

    Front Matter (Front Cover, Editorial Team, About Journal, Focus and Scope, Indexing, and Table of Contents)

    No full text

    Reduksi Tingkat Stress pada Komunitas Purbalingga Street Art melalui Graffiti dan Mural

    Get PDF
    Many things can be done to reduce stress, one of them is through Graffiti and Mural. Both are recognized to reduce stress levels in a person. The purpose of this study is to find out how to reduce stress levels and differences in stress levels before and after treatment in the form of drawing graffiti and murals in the Purbalingga Street Art (PUSAR) community. This type of research is a quantitative quasi experiment. To measure stress levels, the instrument used is the Depression Anxiety Stress Scale (DASS). The stress difference was analyzed using the Wilcoxon signed rank test. The results of the study stated that graffiti and murals can cause a sense of fun and calm when the artist holds a pilox (spray paint) on the object of the wall. Then, there is a point in making graffiti that makes a graffiti artist feel satisfied to express and express emotions from within himself. So that what makes graffiti and murals can overcome problems and cause pleasure is when all emotions can be overflowed into his work. Furthermore, every member of the Purbalingga Street Art (PUSAR) community with different stress levels get different results. Statistical test results show a significant difference or decrease in stress levels in the study subjects with the results of p value = 0.011 (p value <0.05), so the hypothesis is accepted.Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mereduksi stress, salah satunya melalui Graffiti dan Mural. Keduanya diakui dapat mengurangi tingkat stress pada seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara mereduksi tingkat stress dan perbedaan tingkat stress sebelum dan sesudah dilakukannya perlakuan berupa menggambar graffiti dan mural pada komunitas Purbalingga Street Art (PUSAR). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif quasi eksperimen. Untuk mengukur tingkat stress, instrumen yang digunakan adalah skala Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Perbedaan stress tersebut dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank. Hasil penelitian menyatakan bahwa graffiti dan mural dapat menimbulkan rasa senang serta ketenangan ketika artist memegang pilox (cat semprot) pada obyek tembok. Kemudian, ada sebuah titik dalam pembuatan graffiti yang membuat seorang artist graffiti merasa puas untuk mengungkapkan dan mengekspresikan emosi dari dalam dirinya. Sehingga yang membuat graffiti dan mural dapat mengatasi masalah dan menimbulkan rasa senang adalah saat semua emosi dapat diluapkan ke karyanya. Selanjutnya, setiap anggotakomunitas Purbalingga Street Art (PUSAR) dengan tingkat stress yang berbeda mendapatkan hasil yang berbeda pula. Hasil uji statistik menunjukan perbedaan atau penurunan tingkat stress yang signifikan pada subjek penelitian dengan hasil p value = 0,011 (p value < 0,05), sehingga hipotesis diterima.

    PENGEMBANGAN MASYARAKAT LOKAL BERBASIS MAJELIS TAKLIM DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Majlis taklim is a vehicle for strong interaction and communication between ordinary people with the mualim (teacher), and between fellow members of the assemblies taklim without being limited by place and time. Thus the majlis taklim become an alternative religious education institution for those who do not have enough energy, time, and opportunity to study the religion in formal education. This is what makes the majlis taklim has its own value compared to other religious institutions. Therefore, the development of teaching-based community-based society gives emphasis on process-oriented goals (process goals) where the community in this case is the board and teachers majelis taklim tried to be integrated and developed capacity in an effort to prevent their own problems and problems in the community, comparatively based on the willingness and ability to help oneself (self help) in accordance with democratic principles. The stages used to conduct community development based on majelis taklim through several stages, namely; preliminary study on the picture of majelis taklim, identification of problem and potential of majelis taklim, preparation of alternative action plan, structuring and implementation of action program, and evaluation****Majelis taklim merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggota jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. Dengan demikian majelis taklim menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternatif bagi mereka yang tidak memiliki cukup tenaga, waktu, dan kesempatan menimba ilmu agama dijalur pandidikan formal. Inilah yang menjadikan majelis taklim memiliki nilai tersendiri dibanding lembaga-lembaga keagamaan lainnya. Oleh karena itu pengembangan masyarakat berbasis majelis taklim memberikan penekanan pada tujuan yang berorientasi pada proses (process goal) dimana masyarakat yang dalam hal ini adalah para pengurus dan pengajar majelis taklim dicoba untuk diintegrasikan serta dikembangkan kapasitasnya dalam upaya mencegah masalah mereka sendiri serta masalah di masyarakat, secara komparatif berdasarkan kemauan dan kemampuan menolong diri sendiri (self help) sesuai dengan prinsip-prinsip demokratis. Adapun tahapan-tahapan yang digunakan untuk melakukan pengembangan masyarakat berbasis pada majelis taklim melalui beberapa tahapan, yaitu; studi pandahuluan tentang gambaran majelis taklim, identifikasi masalah dan potensi majelis taklim, penyusunan alternative rencana aksi, penataan dan pelaksanaan program aksi, dan evaluasi

    DAKWAH UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI PERDESAAN

    Get PDF
    This article is aimed at the description of many thoughts and ideas of da’wa about the role and the opportunity of woman who work in agriculture and repositioning the strategy of gender within the rural agricultural development policies. The double role of women is clearly indicating the importance of the double sources of income for a household. Women potentials, either as a housewife or as an individual of agricultural worker is the important factor to determine the success of gender strategy. The empowerment is suggested through applied and innovative technology, protection of working woman, improvement of training and extension activities, enhancement of regulations, facility support, increasing wage rate, and household industry skill development. Job opportunity is suggested to balance between male and female and encourage woman to participate in various development activities. With this, the gender strategy would improve household welfare in rural areas.****Artikel ini ditujukan untuk mendeskripsikan tentang pemikiran dan gagasan dakwah berdasarkan teori tentang peran dan peluang perempuan yang bekerja di bidang pertanian dan reposisi strategi gender dalam kebijakan pembangunan pertanian pedesaan. Peran ganda perempuan jelas menunjukkan pentingnya sumber penghasilan ganda untuk sebuah rumah tangga. Potensi perempuan, baik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai individu pekerja pertanian merupakan faktor penting untuk menentukan keberhasilan strategi gender. Pemberdayaan disarankan melalui teknologi terapan dan inovatif, perlindungan perempuan pekerja, peningkatan pelatihan dan kegiatan penyuluhan, peningkatan regulasi, dukungan fasilitas, peningkatan tingkat upah, dan pengembangan keterampilan industri rumah tangga. Kesempatan kerja disarankan untuk menyeimbangkan antara pria dan perempuan dan mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan. Dengan ini, strategi dakwah terhadap perempuan akan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga di daerah pedesaan

    PERAN MEDIA DAKWAH DALAM PEMBANGUNAN MANUSIA

    Get PDF
    In human development process, media is needed which will be a channel in the da'wa carried out. Da'wa as an effort to build the existence of human beings is an entry point that supports the success of it. The more suitable the da'wah media used, the more positive and successful the da'wah will be. Conversely, if the preacher is wrong in choosing a channel causing his missionary activity to fail. This brief article highlights the importance of the media as a missionary channel. The results of the analysis in this paper state that mass media as a da'wah channel has positive implications as a da'wa channel. In addition, mass media also has a negative contribution if it is not maximized by its use and errors in the selection of themes in da'wa.****Dalam pembangunan manusia dibutuhkan media yang akan menjadi saluran dalam dakwah yang dilakukan. Dakwah sebagai upaya membangun keberadaan diri manusia menjadi sebuah entry point yang mendukung keberhasilan terhadapnya. Semakin sesuai media dakwah yang digunakan, maka akan memberikan makna positif dan keberhasilan atas dakwah yang dilakukan. Sebaliknya, apabila pendakwah salah dalam memilih saluran menyebabkan aktivitas dakwahnya menjadi gagal. Tulisan singkat ini menyoroti tentang pentingnya media sebagai saluran dakwah. Hasil analisa dalam tulisan ini menyatakan bahwa media massa sebagai saluran dakwah mempunyai implikasi positif sebagai saluran dakwah. Selain itu media massa juga mempunyai kontribusi negatif apabila tidak dimaksimalkan penggunaannya dan kesalahan dalam pemilihan tema dalam dakwah

    191

    full texts

    206

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Dakwah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇