Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK AKROSTIK
Abstract: This classroom action research aims to describe the results and learning process of writing poetry by looking at the building elements using an acrostic technique. This research consists of two cycles. The technique used to analyze data is quantitative and qualitative descriptive. The subject of this research is Class X Students of SMA Negeri 7 Malang. The results of the study found that (1) learning completeness showed an increase of 12.75% and (2) the results of students\u27 writing learning showed an increase from the average value of 67,7% in the first cycle to 80.05 in the second cycle. Based on these results the use of the acrostic technique is recommended for learning to write poetry in high school.Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dan proses pembelajaran menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunya menggunakan teknik akrostik. Penelitia ini terdiri dari dua siklus. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini ialah Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Malang. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) ketuntasan pembelajaran menunjukkan peningkatan sebesar 12,75% dan (2) hasil pembelajaran menulis siswa menunjukkan peningkatans dari nilai rata-rata 67,7% pada siklus pertama meningkat menjadi 80,05 pada siklus kedua. Berdasarkan hasil tersebut penggunaan teknik akrostik direkomendasikan untuk pembelajaran menulis puisi di SMA.
NILAI MORAL DALAM TERJEMAHAN SYAIR AJONGA YINDA MALUSA KARYA SYEKH HAJI ABDUL GANIU (SUATU PENDEKATAN HERMENEUTIKA)
Abstract: The moral value in the translation of Ajonga Yinda Malusa lyric by Sheikh Haji Abdul Ganiu is the cultural heritage of the Indonesian people that can be used as a reference in character education that is being echoed by the government at this time. The purpose of this research is to describe moral values in the translation of Ajonga Yinda Malusa lyric by Sheikh Haji Abdul Ganiu. This study used content analysis method with a hermeneutic Paul Ricouer approach about text analysis and text reconstruction. The data of this study was the translation of Ajonga Yinda Malusa lyric by Syekh Haji Abdul Ganiu. The data analysis appropriate with the components of good moral values was moral knowledge, moral feeling, and moral action. The results showed that the translation of Ajonga Yinda malusa lyric, there was moral knowledge in the aspect of moral awareness, knowledge of moral values, determination of perspective, moral thinking, decision making, and personal knowledge. Moral feeling led to the aspect of conscience, self-esteem, empathy, love a good thing, poise, and humility. Moral action led to aspect of competence, desire, and habits. These three components were an aspect that led to the birth of moral values.Abstrak: Nilai moral dalam terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa karya Syekh Haji Abdul Ganiu merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang dapat dijadikan referensi dalam pendidikan karakter yang sedang digaungkan pemerintah saat ini. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan nilai moral dalam terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa karya Syekh Haji Abdul Ganiu. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan hermeneutika Paul Ricouer tentang analisis teks dan rekontruksi teks. Data yang digunakan sebagai objek kajian adalah terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa karya Syekh Haji Abdul Ganiu. Data analisis sesuai dengan komponen nilai moral yang baik yakni pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada terjemahan syair Ajonga Yinda Malusa terdapat pengetahuan moral pada aspek kesadaran moral, pengetahuan nilai moral, penentuan prespektif, pemikiran moral, pengambilan keputusan dan pengetahuan pribadi. Perasaan moral mengarah pada aspek hati nurani, harga diri, empati, mencintai hal yang baik, kendali diri dan kerendahan hati. Tindakan moral mengarah pada aspek kompetensi, keinginan, dan kebiasaan. Ketiga komponen itu merupakan aspek yang mendorong lahirnya nilai-nilai moral.
RAGAM BAHASA DALAM TRANSAKSI JUAL-BELI DI PASAR BERINGHARJO YOGYAKARTA
Abstract: This article aims to describe the variety of languages used by sellers and buyers in buying and selling transactions at Beringharjo market, Malioboro, Yogyakarta. This research is a qualitative research with a Sociolinguistic approach. The data of this research is a variety of languages spoken by sellers and buyers in buying and selling transactions. Data is collected by video recording techniques which are then transcribed. Data analysis is carried out based on various language theories and mixed code by Fishman. Based on the results of the data analysis it is known that (1) the trading transactions in Beringharjo market are done by bargaining for goods which leads to agreement and disagreement, (2) the variety of speech used by traders includes unstandardized variety of Indonesian, Ngoko Alus variant Javanese, and the diverse Javanese language of Ngoko Lugu, and (2) the variety of speech used by buyers includes satandardized Indonesian languages, unstandardized Indonesian, and Ngoko Alus Javanese variety. In general, sellers and buyers use mixed code, which is a mixture of Indonesian and Javanese. This happened because the Indonesian language used was influenced by the dialect of the local language. The speech variety used by the speaker is also influenced by the background of their social life. Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan ragam bahasa yang digunakan penjual dan pembeli dalam transaksi jual-beli di pasar Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Sosiolinguistik. Data penelitian ini adalah ragam bahasa yang dituturkan oleh penjual dan pembeli dalam transaksi jual-beli. Data dikumpulkan dengan teknik perekaman video yang kemudian ditranskripsikan. Analisis data dilakukan dengan berdasar pada teori ragam bahasa dan campur kode Fishman. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa (1) transaksi jual-beli di pasar Beringharjo dilakukan dengan tawar-menawar barang yang berujung pada kesepakatan dan ketidaksepakatan, (2) ragam tutur yang digunakan oleh pedagang meliputi bahasa Indonesia ragam nonbaku, bahasa Jawa ragam Ngoko Alus, dan bahasa Jawa ragam Ngoko Lugu, dan (2) ragam tutur yang digunakan oleh pembeli meliputi bahasa Indonesia ragam baku, bahasa Indonesia ragam nonbaku, dan bahasa Jawa ragam Ngoko Alus. Secara umum, penjual dan pembeli menggunakan campur kode, yakni campuran bahasa Indonesia dan Jawa, baik Bahasa Jawa ragam Ngoko Lugu, Ngoko Alus, maupun Krama Inggil bergantung mitra tuturnya. Hal tersebut terjadi karena bahasa Indonesia yang digunakan dipengaruhi oleh dialek bahasa daerah asal. Ragam tutur yang digunakan oleh penutur tersebut dipengaruhi pula oleh latar belakang kehidupan sosial mereka.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM HUMOR MEME POLITIK 2019 DI MEDIA INTERNET
Abstract: This study aims to explain the expressive speech acts in humor political memes 2019 on internet media. The research data in this study are 13 humorous political memes 2019 on internet media. This study uses a type of qualitative research. Data was collected by referring techniques and analyzed by interactive models. The results of the study indicate that the expressive forms of speech contained in the humorous political memes of 2019 on the internet media consist of expressive praise, expressive complaining, expressive speech feelings that express anger, pleasure, fear and sadness.Abstrak: Penelitian ini bertujuan unutk menjelaskan tentang tindak tutur ekspresif dalam humor meme politik 2019 di media internet. Data penelitian dalam penelitian ini adalah 13 humor meme politik 2019 di media internet. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan dianalisis dengan model interaktifHasil penelitian menunjukkan jika bentuk tuturan ekspresif yang terdapat dalam humor meme politik 2019 di media internet terdiri dari tuturan ekspresif memuji, tuturan ekspresif mengeluh, tuturan ekspresif perasaan yang menyatakan marah, senang, tidak takut, dan sedih.
ANALISIS WACANA KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PADA BERITA ONLINE DALAM PERSPEKTIF ANALISIS SARA MILLS
Abstract : This study discusses the discourse of sexual violence that occurs among women in online media coverage. Good media can display balanced information. Various reports related to sexual harassment often experienced by women can be represented in a discourse differently. At present the exploitation of women is carried out through more intellectual and neatly packaged methods, one of which is through discourse revealed in the mass media. Women in the media are positioned visually prominent , but also marginalized in meaning. If this continues, it will reinforce the existence of gender differences between women and men which has implications for the potential for increasing gender oppression with women as victims. The problem discussed in this study is a critical discourse analysis using the theory of Sara Mils. The discussion of Sara Mills around discourse theory makes the discourse of feminism a vortex of study. In addition, it also addresses women\u27s issues such as how women are displayed in text, images, photos and in the news. The focus of this study is to examine 1) how the text experiences bias in representing women in the text, 2) how the marginalization of women is formed in weakening women\u27s position.Abstrak: Penelitian ini membahas tentang wacana kekerasan seksual yang terjadi di kalangan perempuan dalam pemberitaan media online. Media yang baik dapat menampilkan informasi yang berimbang. Berbagai pemberitaan terkait pelecehan seksual sering dialami perempuan dapat direpresentasikan ke dalam sebuah wacana secara berbeda-beda. Saat ini eksploitasi terhadap perempuan dilakukan melalui cara-cara yang lebih intelektual dan dikemas secara apik, salah satunya melalui wacana yang diungkap dalam media massa. Perempuan dalam media diposisikan yang menonjol secara visual, tetapi juga terpinggirkan dalam makna. Hal tersebut jika terus dibiarkan, akan mempertegas adanya perbedaan gender antara perempuan dengan laki-laki yang berimplikasi pada potensi meningkatnya penindasan gender dengan perempuan sebagai korbannya. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis menggunakan teori Sara Mills. Pembahasan Sara Mills seputar teori wacana menjadikan wacana feminisme sebagai pusaran kajiannya. Selain itu juga membahas isu-isu perempuan seperti bagaimana perempuan ditampilkan dalam teks, gambar, foto serta dalam berita. Fokus penelitian ini yaitu mengkaji 1) bagaimana teks mengalami bias dalam merepresantasikan perempuan dalam teks, 2) bagaimana marginalisasi perempuan terbentuk dalam pelemahan posisi perempuan
OPTIMALISASI BAHASA: PENGGUNAAN BAHASA YANG BAIK, LOGIS, DAN SANTUN DI MEDIA MASSA
Abstract: This study aims to study the language in mass media. The focus of this research is the usagee of language; unwell, illogical, and ignore the politeness in the language. The mass media offered a language that was inconsistent with the reader\u27s expectations, so the text caused dissatisfaction of the reader. Nowadays, democracy grows in Indonesia. Language in mass media also was involved in freedom when it was delivered. So that, it caused of the neglect of the language aspect that should be the main point by the author. This study tells how the conventional media and be popular in public, by separated the use of good and correct Indonesian. Kind of this research is qualitative research, by making Kompas newspaper as research object.Researchers found some disregarding aspects of politeness in language such as: ignoring the facts, the title is not appropriate, the term is not appropriate and so forth. The optimization of language is expected to make everyone pay attention to write well and use the correct language. In addition, language rules and courtesy in language should be applied in writing the mass media.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji bahasa yang terdapat di dalam media massa. Fokus penelitian ini adalah penggunaan bahasa yang tidak baik, tidak logis, dan mengabaikan kesantunan dalam berbahasa. Media massa menyajikan informasi menggunakan bahasa yang disukai oleh penulisnya, sehingga berita di media massa seperti koran terkadang bersifat subjektif. Seiring demokrasi yang semakin berkembang di Indonesia, bahasa di media massa juga mengalami kebebasan dalam penyampaiannya. Akibatnya adalah pengabaian aspek kebahasaan yang seharusnya menjadi perhatian utama oleh penulisnya. Penelitian ini menyajikan bagaimana media massa konvensional dan dikenal publik, masih mengesampingkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian kualitatif, dengan menjadikan koran Kompas sebagai objek penelitian. Peneliti menemukan beberapa pengabaian aspek kesantunan dalam berbahasa seperti: mengabaikan fakta, judul tidak sesuai, istilah yang tidak tepat dan lain sebagainya. Pengoptimalisasian bahasa diharapkan mampu membuat semua pihak memerhatikan penulisan bahasa yang baik dan benar. Selain itu, kaidah kebahasaan dan kesantuanan dalam berbahasa perlu diaplikasikan dalam penulisan di media massa.
ASPEK LOKALITAS PADA NOVEL POPULER INDONESIA
Abstract: Contemporary popular novels generally bring about a global discourse. This is the impact of the authors\u27 contact with the global world. Andrea Hirata and Ahmad Fuadi are authors who are closely related to the global world affecting their works. However, local cultural values are also contained in the novels. Thus, there is a wedge between local and global values within the text. This paper is intended to examine how the local values are represented by the text of a global popular novel. This study uses two popular novel texts as the object of study, namely Sang Pemimpi by Andrea Hirata and Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi. The questions that guide this paper are a) how aspects of locality are represented in popular novels, b) what forms of locality aspects are contained in popular novels. In this paper, an analytical descriptive method using the perspective of cultural studies is used. The results show that the aspects of locality are featured in popular novels through background stories, figures, and habits demonstrated by the main characters. These intrinsic elements show the values of locality that are related to mutual cooperation and wander traditions.Abstrak: Novel-novel populer kontemporer pada umumnya banyak memunculkan wacana global. Hal ini merupakan imbas dari persentuhan para pengarang dengan dunia global. Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi adalah pengarang-pengarang yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia global sehingga berdampak pada karya-karya mereka. Namun demikian, nilai-nilai budaya lokal juga termuat di dalam novel-novel tersebut. Sehingga, terjadi irisan antara nilai-nilai lokal dan global di dalam teks tersebut. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai lokal tersebut direpresentasikan teks novel popoler yang berwacana global. Kajian ini menggunakan dua teks novel populer sebagai objek kajian, yaitu Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Pertanyaan yang menuntun tulisan ini adalah a) bagaimana aspek lokalitas direpresentasikan di dalam novel populer, b) apa bentuk aspek lokalitas yang ada di dalam novel populer. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan perspektif kajian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lokalitas ditampilkan dalam novel populer melalui latar cerita, tokoh-tokoh, dan kebiasaan yang ditunjukkan oleh tokoh utama. Unsur-unsur intrinsik tersebut menunjukkan nilai-nilai lokalitas yang berkaitan dengan tradisi gotong royong dan merantau
GANGGUAN BERBAHASA PADA ANAK DENGAN CIRI ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)
Abstract: Language disorders are often experienced by children, especially with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Using qualitative descriptive and case study methods, this study examines the language disorder or S-LI (Speech or Language Impairment) on Student X with ADHD. The results of the study show that (1) the language disorders which experienced by Student X are phonology and pragmatic. Phonological impairments are adding phonemes /ŋ/, phoneme omitted, and phoneme changed in some specific words. The pragmatic impairments are difficulties to communicate and to understand speech and most of the time Student X have miscommunication when he made a conversation; (2) language disorder that occurs in the Student X because he has Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) traits and he was born on six month pregnancy (premature); and (3) Student X can be given speech therapy to provide special services such as peer tutors and learning models with repetitive reading techniques and appropriate speech pronunciation. Language disorder that experienced by Student X is a serious problem and should be solved immediately because it can affect the acquisition of other language skills. Moreover, Student X will be difficult to understand the lessons according to the curriculum in the school.Abstrak: Gangguan berbahasa sering dialami anak-anak, khususnya pada penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan studi kasus, penelitian ini mengkaji gangguan berbahasa atau S-LI (Speech or Language Impairment) pada Siswa X yang menderita ADHD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) gangguan bahasa yang dialami Siswa X adalah permasalahan fonologi dan pragmatik. Permasalahan bahasa pada tataran fonologi yang dialami oleh Siswa X, seperti pada penambahan fonem /ŋ/, penghilangan fonem, dan perubahan fonem pada kata-kata tertentu. Gangguan pragmatik yang dialami oleh Siswa X adalah kesulitan untuk berkomunikasi dan memahami ujaran dengan baik serta sering terjadi miskomunikasi pada saat berbicara; (2) gangguan berbahasa yang terjadi pada Siswa X karena ia memiliki ciri Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan terlahir prematur 6 bulan; dan (3) terapi wicara yang bisa diberikan kepada Siswa X adalah dengan memberikan layanan khusus berupa tutor sebaya dan model pembelajaran teknik membaca berulang-ulang serta pengucapan ujaran yang tepat. Gangguan berbahasa pada Siswa X merupakan masalah serius dan harus segera ditangani karena dapat berdampak pada penguasaan keterampilan berbahasa lainnya. Tidak hanya itu, Siswa X akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan sesuai kurikulum di sekolah tersebut. Kata Kunci: gangguan berbahasa; ADHD; fonologi; pragmatik; terapi wicar
MANTRA TUKANG PIJIT: SEBUAH ANALISIS SEMIOLOGI BARTHES
Abstract: A charm is a subgenre of old poetry that is still considered to have strength. Because the power possessed by a charm makes people consider it sacred. However, apart from that, the mantra is only a part of literary work which contains meaning and of course there is no magical element. This study discusses the meaning in massage charm in Pondok Petir area. The author uses Roland Barthes\u27s semiology theory to analyze the meaning of the charm. This study also uses descriptive qualitative methods to analyze the meaning and form of charms. The results prove that the massage charm does not have magical power. The charm is only an old literary work in which it contains the meaning of certain commands depending on the material function. Because charms are old poems, so charms also pay attention to the beauty of the shape and the sound.Abstrak: Mantra merupakan subgenre puisi lama yang sampai saat ini masih dianggap memiliki kekuatan sehingga membuat masyarakat menganggapnya suci. Namun, terlepas dari itu, mantra hanyalah sebuah bagian dari karya sastra yang di dalamnya menyimpan makna dan tentu tidak ada unsur magis. Penelitian ini secara umum membahas mengenai studi makna pada mantra tukang pijit di daerah Pondok Petir. Penulis menggunakan teori semiologi Roland Barthes untuk mengkaji makna yang terkandung di dalam mantra tersebut. Metode kualitiatif deskriptif digunakan untuk menganalisis makna dan bentuk mantra. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa mantra tukang pijit tidak mempunyai kekuatan magis. Mantra hanya karya sastra lama yang di dalamnya menyimpan makna berupa perintah tertentu tergantung fungsi matera tersebut. Karena mantra merupakan puisi lama, jadi mantera juga memperhatikan keindahan bentuk dan bunyi bahasanya.
STUDI KESALAHAN PENULISAN KALIMAT DALAM KARANGAN PELAJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA)
Abstract: This study aims to describe the tendency of sentence error and it’s contributing factors in sentence errors of BIPA students\u27 writings on academic level at UPT Bahasa of Universitas Sebelas Maret, Surakarta. This research uses qualitative research type in the form of case study. This study shows that the sentence errors of BIPA students\u27 writings in UPT Bahasa UNS Surakarta are diction errors, spelling errors, and conjunction errors. The errors are caused by several obstacles, namely the more-likely hard and difficult Indonesian syntax material, the lack of vocabulary mastery, the less maximum out-of-class lesson time, the low learning motivation and attitude, and the less rigorous selection of BIPA students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kecenderungan kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA tingkat akademik di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret dan faktor penyebabnya. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 11 pelajar BIPA Level Akademik yang mengikuti Program Darmasiswa di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berupa studi kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa tendensi kesalahan kalimat dalam karangan pelajar BIPA di UPT Bahasa UNS Surakarta berupa penggunaan diksi yang tidak tepat, ejaan yang salah, dan konjungsi yang tidak tepat. Kesalahan tersebut terjadi karena beberapa kendala, yakni materi kalimat bahasa Indonesia yang cukup sulit dan banyak, penguasaan kosakata yang kurang, pemanfaatan waktu pembelajaran di luar kelas yang kurang maksimal, sikap dan motivasi belajar yang rendah, dan penyeleksian pelajar BIPA yang kurang ketat.