Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    153 research outputs found

    PENERAPAN E-LEARNING PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB)

    No full text
    Abstract: Research on the application of e-learning in Extraordinary Schools (SLB) aims to increase the motivation and interest in learning for blind children. This research was conducted using qualitative research methods. A qualitative approach is an approach that is used to obtain data in more depth so that it can be used to develop theories and describe the reality and complexity of the phenomenon under study. The results of this study are the effectiveness of the application of e-learning in the form of a speech dictionary that is tailored to the needs of blind children. Novelty or novelty in this study is the application of e-learning for blind children. E-Learning has been applied to special schools and public schools, but its application is less adapted to the needs of Children with Special Needs (ABK). This research resulted in a novelty in the form of the application of e-learning tailored to the needs of special needs children, especially for blind children Abstrak: Penelitian mengenai penerapan e-learning pada Sekolah Luar Biasa (SLB) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar anak tunanetra. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk memperoleh data secara lebih mendalam sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan teori dan mendeskripsikan realitas serta kompleksitas fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian adalah keefektifan penerapan e-learning berupa kamus bicara yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tuna netra. Novelty atau kebaruan dalam penelitian ini adalah penerapan e-learning bagi anak tuna netra. E-Learning sudah diterapkan pada sekolah luar biasa maupun sekolah umum, namun penerapannya kurang disesuaikan dengan kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini menghasilkan kebaruan berupa penerapan e-learning yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK, khususnya bagi anak tunanetra.

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NASKAH DRAMA OPERA KECOA KARYA N.RIANTIARNO

    No full text
    Abstract: The purpose of this study is to describe the values of character education for Drama course. It is a qualitative descriptive  study.  The  data  were obtained from the play entitled Opera Kecoa¸ written by N.Riantiarno. by looking at the settings, the characters, the plots and some relevant documents. The technique used to collect the data was by document analysis technique. As one form of literary work, Opera Kecoa drama script contains character education values. The values of character education in this drama script are shown through characterizations and events in each chapter. Based on the results of the analysis found ten character education values contained in the drama  Opera Kecoa, these values include: social care, tolerance, hard work, discipline, peace,patriotism, friendly, independent, creative, and responsibility. By reason of the values of these characters, the Opera Kecoa drama script can be used as a medium of learning in the college literature.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada sebuah naskah drama. Penelitian  ini menggunakan metode deskriptif  kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah naskah drama Opera Kecoa karya N.Riantiarno. Sumber data diperoleh dari tempat dan peristiwa, informan, naskah drama, dan dokumen. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen. Sebagai salah satu bentuk karya sastra, naskah drama Opera Kecoa memuat nilai-nilai  pendidikan  karakter. Nilai-nilai pendidikan karakter dalam naskah drama  ini ditampilkan melalui penokohan dan alur peristiwa pada setiap babaknya. Berdasarkan hasil analisis maka ditemukan sepuluh nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah drama Opera Kecoa, nilai-nilai tersebut antara lain: peduli sosial, toleransi, kerja keras, disiplin, cinta damai, cinta tanah air, bersahabat, mandiri, kreatif, dan tanggung jawab. Dengan alasan adanya nilai-nilai karakter tersebut maka naskah drama Opera Kecoa dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran sastra di perguruan tinggi. 

    KESALAHAN PELAFALAN KOSAKATA DIFTONG DAN BUKAN DIFTONG SISWA BIPA 1 DI DAVAO CITY - FILIPINA

    No full text
    Abstract: BIPA students in Davao City - the Philippines mostly use Visaya in their daily lives. In addition, some of them are still affected by Spanish in the pronounciation of the sounds of the language. This is the main influence of pronounciation errors in Indonesian vocabulary. This research examines the pronunciation of vocabulary with diphthong and not diphthong in Bahasa Indonesia. The purpose of this analysis is to describe the mistakes of BIPA students in pronouncing diphthong double vowels and not diphthongs and to explain the solutions that can be done to minimize these errors. The method used is descriptive qualitative. The finding in this research is that there are errors in vocal pronunciation of double diphthong and not diphthong. As many as 96% recite the double diphthong correctly and 4% still pronounce incorrectly. 67% recite double vowels instead of diphthongs being diphthongs and 33% recite double vowels separately (read every letter in the final syllable). This happens because of three things. First, the influence of the Visaya language. Second, the influence of Spanish. Third, the presence of allophones in Indonesian vowels. These problems can be overcome in three ways. First, through spoken-syllable techniques. Second, through the technique of imitation. Third, through repeated words. Through this research, it is expected to be able to help BIPA students in reciting Indonesian vocabulary, especially duplicate vocabulary, so that pronunciation errors can be minimized.Abstrak: Siswa BIPA di Davao City – Filipina mayoritas menggunakan bahasa Visaya dalam kehidupan sehari-harinya. Selain itu, sebagian di antara mereka masih terpengaruh bahasa Spanyol dalam pelafalan bunyi bahasa. Hal inilah menjadi pengaruh utama kesalahan pelafalan dalam kosa kata bahasa Indonesia. Riset ini mengkaji pelafalan kosa kata bervokal rangkap diftong dan bukan diftong bahasa Indonesia. Tujuan dilakukan analisis ini adalah mendeskripsikan kekeliruan siswa BIPA dalam pelafalan vokal rangkap diftong dan bukan diftong serta memaparkan solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kesalahan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Temuan dalam riset ini adalah adanya kekeliruan pelafalan vokal rangkap diftong dan bukan diftong.  Sebanyak 96% melafalkan vokal rangkap diftong dengan benar dan 4% masih melafalkan salah. Sebanyak 67% melafalkan vokal rangkap bukan diftong menjadi diftong dan 33% melafalkan vokal rangkap secara terpisah (dibaca per huruf di silabel akhir). Hal ini terjadi disebabkan oleh tiga hal. Pertama, pengaruh bahasa Visaya. Kedua, pengaruh bahasa Spanyol. Ketiga, adanya alofon dalam vokal rangkap bahasa Indonesia. Masalah-masalah tersebut dapat diatasi melalui tiga cara. Pertama, melalui teknik ucap – silabel. Kedua, melalui teknik ucap – tiru. Ketiga, melalui ucap – ulang. Melalui riset ini, diharapkan dapat membantu siswa BIPA dalam melafalkan kosa kata bahasa Indonesia, terutama kosa kata bervokal rangkap, sehingga kesalahan pelafalan dapat diminimalkan.

    KONTRIBUSI PENGETAHUAN PARAGRAF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS ARGUMENTASI MAHASISWA

    No full text
    Abstract: The purpose of this study is to know the contribution of paragraph knowledge to the skill of argument writing. Because at this time it appears that knowledge of the writing or paragraph less attention in writing. Though good writing is also seen from the writing or knowledge of paragraphs are good as well. While in the skill of argumentation writing, the student still difficulties in giving opinion or opinion of phenomenon that happened and actual moment at this time. This research method using descriptive correlational design. The population of this study are students of Indonesian Education Studies Program BP 20016/2017 which amounted to 30 people. Based on the result of research that the average knowledge of paragraph is 32,25. And the contribution of paragraph knowledge to argumentation writing skills is 12%. So it can be concluded that the knowledge of paragraphs affect the skill of writing argumentation of students of Bung Hatta University School of Education, but the knowledge of the paragraph is very less that seen from the average class.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pengetahuan paragraf terhadap keterampilan menulis argumentasi. Karena pada saat ini terlihat bahwa pengetahuan terhadap tata tulis atau paragraf kurang diperhatikan dalam menulis. Padahal tulisan yang baik itu juga dilihat dari tata tulis atau pengetahuan terhadap paragraf yang baik pula. Sedangkan pada keterampilan menulis argumentasi, mahasiswa masih kesulitan dalam memberikan opini atau pendapat fenomena yang terjadi dan teraktual pada saat sekarang ini. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia BP 20016/2017 yang berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata pengetahuan paragraf adalah 32,25. Serta kontribusi pengetahuan paragraf terhadap keterampilan menulis argumentasi sebesar 12%. Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan paragraf berpengaruh terhadap keterampilan menulis argumentasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bung Hatta, akan tetapi pengetahuan terhadap paragraf sangat kurang yang dilihat dari rata-rata kelas.

    ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN MEMBACA PADA MAHASISWA BIPA TINGKAT DASAR DI IAIN SURAKARTA

    No full text
    Abstract: This study aims to explain the application of reading skills teaching materials to BIPA students at IAIN Surakarta. In addition, this study will also explain the analysis of the needs of teaching materials for foreign student reading skills at IAIN Surakarta. The method used in this study is descriptive qualitative, which is a method that tries to describe the object in a real and real way. Data collection techniques were carried out by observation and distributing questionnaires to parties involved in learning reading skills at the BIPA IAIN Surakarta institute. The results of this study indicate that learning Indonesian for foreign speakers at IAIN Surakarta applies teaching material from the Center for Strategic and Diplomacy Development (PPSDK) namely Indonesian Friends, and still retains its Islamic characteristics by providing Islamic values to foreign students. Analysis of teaching material requirements on reading skills at BIPA IAIN Basic level Surakata are classified as follows, age, national origin, final education, prospective profession, language mastered, ability to speak Indonesian. In addition, the analysis of teaching material needs on reading skills includes several aspects, namely, aspects of material content, presentation aspects, and language aspects.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplanasikan penerapan bahan ajar keterampilan membaca pada mahasiswa BIPA di IAIN Surakarta. Selain itu, penelitian ini juga akan menjelaskan analisis kebutuhan bahan ajar keterampilan membaca mahasiswa Asing di IAIN Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni metode yang mencoba menjelaskan objek secara nyata dan apa adanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menyebarkan angket kepada pihak yang terlibat dalam pembelajaran keterampilan membaca di lembaga BIPA IAIN Surakarta. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur Asing di IAIN Surakarta menerapkan bahan ajar dari Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) yakni Sahabatku Indonesia, dan tetap mempertahankan ciri khas keislamannya dengan memberikan nilai-nilai keislaman kepada mahasiswa Asing. Analisis kebutuhan bahan ajar pada keterampilan membaca di BIPA IAIN Surakata tingkat dasar diklasifikasikan sebagai berikut, usia, asal negara, pendidikan terakhir, calon profesi, bahasa yang dikuasai, kemampuan berbahasa Indonesia. Selain itu analisis kebutuhan bahan ajar pada keterampilan membaca meliputi beberapa aspek yaitu, aspek isi materi, aspek penyajian, dan aspek bahasa.

    UNGKAPAN MAKNA MAKIAN DALAM BAHASA MINANGKABAU DAN BATAK: STUDI KOMPERATIF

    No full text
    Abstract: Invective expression is different from its literal meaning. Invective expression reflect the speaker`s culture, customs, and social and historical backgrounds. Therefore, without knowing a target language, culture aspects as well as expressions, the meaning of expressions can not be concluded from the dictionary definition, speakers of foreign culture often face problems in understanding the actual meaning of the meaning of expressions, especially invective expressions. In the Minangkabau culture that uses invective expressions in their daily conversations, understanding that is not a problem. However, problems may occur when the two different cultures try to understand each other\u27s expressions. Therefore, this study analyzed invective expressions in Minangkabau and Batak languages. In addition, the writer also examined aspects of the culture and situation of the intended expressions used by speakers of each language. The researcher used qualitative methods and the data gets from the informants of both cultures. These findings reveal two categories, namely, first, invective expression in Minangkabau and Batak languages with same literal and actual meaning. Second, invective expression  in Minangkabau and Batak languages with same literal meaning but different actual meaning.Abstrak: Makna kiasan berbeda dengan arti harfiahnya. Makna kiasan mencerminkan budaya, adat istiadat penutur, dan latar belakang sosial dan historis. Oleh karena itu, tanpa mengetahui aspek budaya target dan juga ungkapan, makna ungkapan tidak dapat di simpulkan dari definisi kamus, penutur bahasa asing sering menghadapi masalah dalam memahami arti sebenarnya dari makna ungkapan khususnya ungkapan makian. Dalam budaya Minang yang menggunakan ungkapan makian dalam percakapan sehari-hari mereka, memahami itu bukanlah masalah. Namun, masalah mungkin terjadi ketika kedua budaya yang berbeda mencoba memahami ungkapan satu sama lain. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis ungkapan makian dalam bahasa Minang dan Batak. Selain itu peneliti juga meneliti aspek budaya dan situasi tujuan ungkapan di gunakan oleh penutur bahasa masing-masing. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan  Data bersumber dari  informan kedua budaya. Temuan ini mengungkapkan dua kategori yaitu, pertama, Ungkapan makian dalam bahasa Minang dan Batak dengan makna literal dan makna aktual yang sama. Kedua, Ungkapan makian dalam bahasa Minang dan Batak dengan makna literal yang sama tapi makna aktual berbeda

    REPRESENTASI KETIDAKADILAN PADA KUMPULAN PUISI NYANYIAN AKAR RUMPUT

    No full text
    Abstract: The aim of this research is to do an in-depth study of the representation of injustice cointaned in the anthology of poetry Nyanyian Akar Rumput written by Wiji Thukul and its implication in learning Indonesian language. This research is a qualitative research using descriptive analysis method. The research concludes that the analyzed poems represent acts of injustice, such as commutative and recreative injustice. The results of this research showed: (1) Representation of creative injustice was found in the poem entitled “Peringatan” that revealed people’s freedom in voicing criticism to fight for their rights as citizens; (1) Representation of creative injustice was found in the poem entitled “Penyair” that revealed the poet’s disappointment with the regime due to his freedom to work; (3) The implication of this research can be used by teachers and students as learning materials for literary studyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai representasi ketidakadilan yang terdapat di dalam kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan puisi yang dianalisis mempresentasikan adanya tindak ketidakadilan kreatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Representasi ketidakadilan kreatif ditemukan pada puisi berjudul “Peringatan” yang mengungkapkan tentang ketidakbebasan rakyat dalam menyuarakan kritik untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara ; (2) Representasi ketidakadilan kreatif ditemukan pada puisi berjudul “Penyair” yang mengungkapkan tentang kekecewaan penyair terhadap rezim saat itu akibat ketidakbebasan dalam berkarya; (3)Implikasi representasi ketidakadilan pada puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai bahan pembelajaran sastra

    CERITA RAKYAT SUNAN MURIA: PENDEKATAN STRUKTURAL DAN NILAI KARAKTER

    No full text
    Abstract: This article aims to describe the structure contained in Sunan Muria Folk Literature and describe the character values in Sunan Muria Folk Literature. This research is a qualitative descriptive study. The type of plot used in Sunan Muria Folk Literature in Kudus Regency is a straight or advanced plot. The dominant figure in the Sunan Muria Folk Literature in Kudus Regency is a good human character. More background is used in this folk literature. Sunan Muria Folk Literature in Kudus Regency contains varied suggestions. The character values in this folk literature include religious values, honesty, tolerance, discipline, hard work, independence, democratization, friendship/ communicative, peace, social life, and the value of responsibility. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur yang terkandung dalam Sastra Rakyat Sunan Muria dan menguraikan nilai-nilai karakter dalam Sastra Rakyat Sunan Muria. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Jenis plot yang digunakan dalam Sastra Rakyat Sunan Muria di Kabupaten Kudus adalah plot lurus atau maju. Tokoh dominan dalam Sastra Rakyat Sunan Muria di Kabupaten Kudus adalah karakter manusia yang baik. Latar belakang tempat lebih banyak digunakan dalam literatur rakyat ini. Sastra Rakyat Sunan Muria di Kabupaten Kudus berisi saran variatif. Nilai-nilai karakter yang dalam literatur rakyat ini antara lain nilai religi, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kemandirian, demokratisasi, persahabatan/komunikatif, damai, kehidupan sosial, dan nilai tanggung jawab.

    POLA NARASI PADA ANTOLOGI CERPEN TARIAN SALJU KARABAN

    No full text
    Abstract: This study aims to look at narrative patterns in the collection of short stories "Karaban Snow Dance" (TSK). From the fifteen short stories, the researchers took five main stories, namely the Karaban Snow Dance (Tarian Salju Karaban), The Fall of a Leaf (Gugurnya Sehelai Daun),  Canting Kinanti Song (Tembang Canting Kinanti), Jagoan Men Arrived (Lelaki Jagoan Tiba), and Origami Pigeon (Merpati Origami). Of the five short stories, environmental themes and honesty appear most often. The place setting depicted shows the environment that is close to the author or according to the author\u27s origin. The main characters in the four short stories are children, only one short story Male Hero Tiban (Lelaki Jagoan Tiban/LJK) who uses adult takoh as the main character. The child leaders in LJK only appear in the past stories of the main characters. The five short stories do not show a picture of whole parents (father and mother). The warm relationship between mother and child appears clearly, in contrast to the father-child relationship that is almost negligent. The five short stories also represent how children become heroes for their family, friends, and environment.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola narasi pada kumpulan cerpen Tarian Salju Karaban (TSK). Dari limabelas cerpen yang ada, peneliti mengambil lima cerpen utama yakni “Tarian Salju Karaban”, “Gugurnya Sehelai Daun”, “Tembang Canting Kinanti”, “Lelaki Jagoan Tiba”, dan “Merpati Origami”. Kelima cerpen menampilkan tema lingkungan dan kejujuran. Latar tempat yang digambarkan memperlihatkan lingkuangan yang dekat dengan penulis atau sesuai dengan asal usul penulis. Tokoh utama dalam keempat cerpen tersebut ialah anak-anak, hanya satu cerpen “Lelaki Jagoan Tiban” (LJK) yang menggunakan takoh dewasa sebagai tokoh utama. Tokoh anak dalam LJK hanya muncul dalam cerita masa lalu tokoh utama. Kelima cerpen tersebut tidak memperlihatkan gambaran orangtua utuh (ayah dan ibu). Relasi yang hangat antara ibu dan anak muncul dengan jelas, berbeda dengan relasi bapak-anak yang nyaris alpa. Kelima  cerpen tersebut juga merepresentasikan bagaimana anak-anak menjadi pahlawan bagi keluarga, sahabat, dan lingkungannya. 

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DRAMA DENGAN STRATEGI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS DONGKREK

    No full text
    Abstract: This research is meant to: (1) describe the planning of Drama learning using Dongkrek-based Teams Games Tournament (TGT) strategy, (2) describe the implementation of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy, and (3) describe the obstacles faced by the lecturers and students in drama learning using Dongkrek-Based TGT  strategy. This descriptive qualitative research took place in IKIP PGRI Madiun, East Java. The result shows that (1) The lecturer who responsible for the planning of Drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy has implemented the designed syllabus while the objectives has been in accordance with the Standard Competency and Basic Competence.  Furthermore, the syllabus has includes the complete implementation procedures starting from initial activity of apperception, elaboration, confirmation and motivation. Main activities includes exploration, elaboration and confirmation followed by closing. (2) The implementation of Drama learning using Dongkrek-based TGT strategy included ‘Practice/performance test” in the syllabus but performed written test in the implementation while giving assignment to the student. In addition, there are some points of indicators which have not been achieved by students and didn’t received any special attention from the lecturer. The learning objectives have been in accordance with the Standard Competency and Basic Competency of the syllabus. (3) Obstacles faced by lecturer and students in the implementation of drama learning using Dongkrek-Based TGT strategy proved to be joyful learning as it comes from local culture called Dongkrek as students gained immediate competency on literacy instead of the theory. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  perencanaan pembelajaran drama dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) berbasis dongkrek, (2) mendeskripsikan  penerapan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, dan (3) mendeskripsikan kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di IKIP PGRI Madiun Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dosen pengampu dalam perencanaan pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, sudah mengikuti silabus yang dibuat, tujuan sudah sesuai dengan SK dan KD yang digunakan. Kemudian silabus langkah-langkah pembelajaran sudah lengkap dimulai dari kegiatan awal yang melingkupi apersepsi, elaborasi, konfirmasi dan motivasi. Kegiatan inti melingkupi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, kemudian penutup. (2) Penerapan pembelajaran drama dengan TGT berbasis dongkrek pada teknik penilaian pada silabus dicantumkan “tes praktik/ kinerja” namun dosen lebih kepada tes tulis ketika memberikan tugas mahasiswa, ada pula beberapa poin indikator yang belum mampu dicapai oleh mahasiswa dan tidak mendapat perhatian khusus dari dosen. Tujuan pembelajaran juga sudah sesuai dengan SK dan KD pada silabus. (3) Kendala-kendala dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran drama dengan strategi TGT berbasis dongkrek, karena sebuah pembelajaran yang berangkat dari sebuah kesenian lokal yaitu kesenian dongkrek maka pembelajaran drama untuk mahasiswa  menyenangkan (joyful learning) karena mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang kompetensi kesastraan dan bersastra dan tidak hanya berteori.Permalink/DOI: http://doi.org/10.15408/dialektika.v6i1.9679

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇