Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
SUMBER TASAWUF, SYAHADAT, DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMAKNAAN TERHADAP REALITAS
Abstract: This research is motivated by the vital words of shahada and the cleanliness of the human heart or in Islamic mysticism that is called Sufism. Apart from Sufism, there are also terms “esotericism” and “spirituality” whose alignment of philosophies and concepts are often vague. Therefore, the purpose of this study is to identify the source of Sufism, the concept of the shahada, and the implications for the reality of life. The data source used is documentation through the process of reading, analyzing, observing, and describing information related to the object of research. The results of this study indicate that there are many meanings of the term Sufism, those are purified people, goat hair that Sufis commonly used as clothing, the name of a room near Medina, rows of saf when praying, and wisdom. The source of Sufism comes from Islamic values. Sufism is associated with awareness and feeling. Sufism is also related to Islamic morals. Therefore, the principal reference sources are al-Qur\u27an and as-Sunnah (Hadith). The reality in the perspective of Sufism is "Everything perishes except His Face" (QS al-Qashas / 28: 8), as the substance of all faiths, "There is no essence except Allah". Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingya ucapan syahadat dan kebersihan hati manusia atau pada wilayah mistisisme Islam yang disebut sebagai tasawuf. Selain tasawuf, terdapat juga istilah “esoterisme” dan “spiritualitas” yang kerap kabur penyejajaran filosofi dan konsepnya. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber tasawuf, konsep syahadat dan implikasinya terhadap realitas kehidupan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research). Objek penelitian digali lewat beragam informasi kepustakaan. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif yang mengarah pada penjelasan deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa dokumentasi melalui proses membaca, menganalisis, mencermati, dan menguraikan informasi-informasi yang berhubungan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak makna dari istilah tasawuf, antara lain: orang yang disucikan, bulu kambing yang biasa digunakan sebagai bahan pakaian kaum sufi, nama suatu ruang dekat Madinah, baris-baris saf ketika shalat, serta hikmah. Sumber tasawuf berasal dari nilai-nilai keislaman. Tasawuf dikaitkan dengan kesadaran dan perasaan. Tasawuf juga berhubungan dengan moralitas Islam. Maka dari itu, sumber rujukan utamanya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah (Hadis). Realitas dalam perspektif tasawuf ialah “Segala sesuatu binasa kecuali wajah-Nya” (Q.S. al-Qashas/ 28: 8), sebagaimana substansi dari keseluruhan syahadat, “Tidak ada hakikat kecuali Allah”
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS CERITA ULANG BERMUATAN TOKOH LOKAL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Abstract: This study aims to: (1) describe the feasibility of developing learning media for recount texts containing local figures, and (2) describe the results of the development of learning media for recount texts containing local figures in the form of integrated media that is websites. This research method is Research and Development (R&D) with a 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The results showed that: (1) validation of material experts with an average of 85.25% on very good criteria; (2) expert validation of instructional media design with an average of 91.25% on very good criteria, (3) individual trials with an average of 75% with good criteria , (4) small group trials with an average of 82.5% with very good criteria, and (5) limited field group trials with an average of 93% with very good criteria. The final activity of developing instructional media is continued by observing student learning outcomes in rewriting the recount text containing local figures. The learning outcomes of the recount text writing test before using learning media were 73.85, while using learning media increased by 86.05. Difference of 12.2 from before to after using media. This proves that the learning media for recount texts containing local figures that are developed can improve student learning outcomes.Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan kelayakan pengembangan media pembelajaran teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal, dan (2) mendeskripsikan hasil pengembangan media pembelajaran teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal berupa media yang dipadukan dalam bentuk website. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validasi ahli materi dengan rata-rata 85.25% pada kriteria sangat baik; (2) validasi ahli desain media pembelajaran dengan rata-rata 91.25% pada kriteria sangat baik, (4) uji coba perorangan dengan rata-rata 75% dengan kriteria baik, dan (5) uji coba kelompok lapangan terbatas dengan rata-rata 93% dengan kriteria sangat baik. Kegiatan akhir dari pengembangan media pembelajaran ini dilanjutkan dengan melihat hasil belajar siswa dalam menulis kembali teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal. Hasil belajar tes menulis teks cerita ulang sebelum menggunakan media pembelajaran sebesar 73.85, sedangkan menggunakan media pembelajaran meningkat sebesar 86.05. Selisih 12.2 dari sebelum ke sesudah menggunakan media. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran teks cerita ulang bermuatan tokoh lokal yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
KONTEKS PENUTURAN PANTUN PADA ADAT PERKAWINAN MELAYU KEPULAUAN RIAU
Abstract: From the various traditions that exist in Malay society, the tradition of wedding customs is a tradition that is often found, especially in the coastal areas of Riau. Wedding custom uses literary work as a medium of communication in the arrangement of its program. Malay society of Daik Lingga believes that this literary work increases knowledge about the values of life. The correlation between literary work and the wedding custom from the Malay society of Daik Lingga, Riau Archipelago, is illustrated by the things that are expressed in the art and literature, both oral and written literature. The aim of this research is to conduct a study and analysis of speech context that contained in Pantun as the wedding custom of Riau Archipelago society The research method used by researchers is a descriptive analysis method. The research data was taken from the wedding custom from the Malay society of Daik Lingga, Riau Archipelago, specifically related to traditional poetry that is used as the research object. The aspects that researchers examined in the speech context of Pantun include the Situation Context and Cultural Context. Results of the data indicated that Pantun in the wedding custom from Malay society of Daik Lingga, Riau archipelago contained speech context which is divided into the Situation Context (time, place, and Situation) and Cultural Context (geographical location, economic equality, social welfare, religion, culture, customs, and arts). Abstrak: Tradisi yang masih ada dalam masyarakat Melayu khususnya di wilayah pesisir Riau adalah tradisi adat perkawinan. Tradisi ini dilestarikan oleh masyarakat Melayu Daik Lingga. Dalam tradisi tersebut, karya sastra dalam bentuk pantun digunakan sebagai media komunikasi pada tatanan acaranya. Mereka meyakini bahwa karya sastra tersebut menambah pengetahuan tentang nilai-nilai kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian dan analisis tentang konteks penuturan yang ada dalam pantun sebagai media komunikasi dalam adat perkawinan masyarakat Kepulauan Riau. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode analisis deskriptif. Data penelitian diambil dari adat pernikahan dari masyarakat Melayu Daik Lingga, Kepulauan Riau. Aspek-aspek yang diteliti dalam konteks penuturan pantun mencakup konteks situasi dan konteks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun dalam adat pernikahan berisi konteks penuturan yang dibagi menjadi konteks situasi (waktu, tempat, dan situasi) dan konteks budaya (lokasi geografis, kesetaraan ekonomi, kesejahteraan sosial, agama, budaya, adat, dan seni).
PERAN PEREMPUAN DI ERA DIGITAL: SEBUAH ANALISIS WACANA FEMINIS MODEL SARA MILLS
Abstract: All women stereotypes in many ways contain injustices. It turns into a culture that develops in the community, making it difficult for women to get out from all the labels that are attached. Starting from this culture, then there emerged several schools of feminism to fight for women\u27s rights which were confined in that injustice. The purpose of this study is to know women\u27s image in the text and the position of the actor in the text. The method employed is qualitative descriptive with a critical discourse analysis to the text "The Role of Women as Mothers and Career Women in the Digital Age" published by INDONEWS.ID on December 18, 2018. The results of the analysis show that the text raises women as the subject of the news. The news author positions women as a person who plays a vital role in a family. This discourse brings readers to be carried away to realize the many negative impacts of digital advances. In addition, the news writer also made the readers aware that the important role of a woman that shouldn’t be forgotten by career women. Abstrak: Semua stereotipe perempuan dalam beberapa hal mengandung banyak ketidakadilan. Hal ini kemudian berubah menjadi kultur yang berkembang di masyarakat, sehingga sulit bagi perempuan keluar dari segala label yang melekat. Berawal dari kultur ini kemudian muncul beberapa aliran feminisme untuk memperjuangkan hak perempuan yang terkurung dalam ketidakadilan itu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perempuan digambarkan dalam teks dan posisi aktor dalam teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis pada berita berjudul “Peran Perempuan Sebagai Ibu dan Wanita Karier di Era Digital” yang diterbitkan oleh INDONEWS.ID pada 18 Desember 2018. Hasil analisis memperlihatkan bahwa teks memunculkan perempuan sebagai subjek pemberitaan. Penulis berita memposisikan perempuan sebagai orang yang berperan vital dalam keluarga. Wacana ini menghadirkan pembaca agar terbawa untuk menyadari banyak dampak negatif yang dihasilkan dari kemajuan digital yang sangat pesat. Selain itu, penulis berita menyadarkan pembaca akan peran penting seorang perempuan agar tidak dilupakan oleh para wanita karir.
KAJIAN EKOLOGI SASTRA BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM CERPEN “ORANG BUNIAN” KARYA GUS TF SAKAI
Abstract: This research discusses the short story "Orang Bunian" by Gus TF Sakai as a material object and ecological studies related to local wisdom and myths in literary works as formal objects. The theory that used is ecocriticism. The method used is descriptive qualitative research analysis. The short story "Orang Bunian" is one of the short stories of Gus TF Sakai in the short story anthology of Kaki Yang Terhormat that contains narratives about myths and people who believe in them and relating to nature and the environment. This is research is to identificating and analizing the short story based on the ecology approach and what its relation with local wisdom. The result of analysis showed that this myth is the part of local wisdom of that area. The society\u27s believe on orang bunian indirectly affected them in their behavior on maintain and conserving the natural source around them. Besides the presents of orang bunian also affected in the development of culture and knowledge, the believed in orang bunian give the people the understanding about a proper time for hunting in the forest. so it makes orang bunian as the believe and forbidden thing in the society of that short storyAbstrak: Penelitian ini menjadikan cerpen “Orang Bunian” karya Gus TF Sakai sebagai objek material dan kajian ekologis yang berhubungan dengan kearifan lokal terkait dengan mitos dalam karya sastra sebagai objek formal. Teori yang digunakan adalah ekokritik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis kualitatif deskriptif. Cerpen “Orang Bunian” merupakan salah satu cerpen Gus TF Sakai dalam kumpulan cerpen Kaki Yang Terhormat yang memuat narasi tentang mitos dan masyarakat yang memercayai berkaitan dengan alam dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis berdasarkan kajian ekologi sastra dalam cerpen tersebut dan hubungannya dengan kearifan lokal di daerah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mitos urang bunian merupakan bentuk dari kearifan lokal masyarakat setempat. Kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran urang bunian secara tidak langsung berdampak terhadap perliku masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam. Selain itu, keberadaan urang bunian juga berdampak terhadap pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, yaitu keberadaanya memberikan pemahaman akan waktu-waktu tertentu yang diperbolehkan untuk berburu di dalam hutan. Sehingga urang bunian dianggap sebagai petuah, kepercayaan dan pantangan bagi masyarakat dalam cerpen tersebut.
PELAFALAN DAN PENGENALAN KOSAKATA PADA PEMELAJAR BIPA DI DALAM TES KEMAHIRAN BERBICARA
Abstract: The speaking skills of BIPA 1 learners include the ability to pronounce Indonesian phonemes accurately. The accuracy of phoneme pronunciation is not only intended for fluency in speaking, but so that students are able to distinguish the meaning of words. By utilizing a qualitative descriptive approach, this study aims to describe the pronunciation of BIPA learners in Egypt in a speaking ability test. This pronunciation description indicates the ability of BIPA learners to recognize vocabulary, the meaning of words, as well as the difficulty of pronunciation in tests of speaking ability. The results of this study indicate that beginner BIPA learners in Egypt have difficulty at the phonological level, namely the phonetic articulation of consonant sounds / b /, / p /, / ŋ /, / ɲ /, / k /, / ʔ / and consistently having difficulty to map sound / b / to / p /. In addition, it tends to double the sound / ŋ / with / ɡ /, also avoiding the sound / ɲ /.Abstrak: Kemahiran berbicara pemelajar BIPA 1 mencakup kemampuan melafalkan fonem bahasa Indonesia dengan jitu. Ketepatan pelafalan fonem tidak semata ditujukan untuk kelancaran berbicara, namun agar pemelajar mampu membedakan makna kata. Dengan memanfaatkan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelafalan pemelajar BIPA di Mesir dalam tes kemampuan berbicara. Deskripsi pelafalan ini mengindikasikan kemampuan pemelajar BIPA dalam mengenali kosakata, makna kata-kata, serta kesulitan pelafalan dalam tes kemampuan berbicara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemelajar BIPA pemula di Mesir memiliki kesulitan pada level fonologis, yaitu pada artikulasi fonetik pada bunyi konsonan /b/, /p/, /ŋ/, /ɲ/, /k/, /ʔ/ dan secara konsisten kesulitan untuk memetakan bunyi /b/ ke /p/. Selain itu, cenderung menggandakan bunyi /ŋ/ dengan /ɡ/, juga menghindari bunyi /ɲ/
ANALISIS SEMIOTIKA SIMBOL HEWAN DALAM PERCAKAPAN POLITIK DI TWITER
Abstract: This research is in the form of descriptive qualitative. This study tries to analyze the language phenoma by using Pierce\u27s semiotic theory. Researchers used many data taken from Twitter social media as data taken from January 2018 to November 2019. Empirical data found on Twitter was processed and analyzed using the thick description method. The study conducted observations on social media and conducted data collection with an experimental system for this neutrality study. The results of this study are the discovery of the fact of the use of animal symbols, namely tadpoles, bat and desert lizards in the interaction of the social media world by netizens. Researchers found the meanings and symbols of the use of these animals only as a mocking tool but also became a symbol of guidance to criticize the animal symbol as not only a stigma but also a means of controlling social criticism.Abstrak: Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa fenoma bahasa dengan teori semiotic Pierce. Peneliti meggunakan beberapa data yang diambil dari media sosial twitter sebagai data empiris yang diambil dalam kurun waktu Januari 2018 hingga November 2019. Data empiris yang ditemukan dalam twitter tersebut diolah dan dianalisa dengan metode thick description. peneliti melakukan observasi di dalam media sosial dan melakukan pengambilan data dengan sistem acak guna menjaga netralitas penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah penemuan fakta empiris penggunaan simbol hewan yakni cebong, kampret dan kadal gurun dalam interkasi dunia sosial media yang dilakukan oleh netizen. Peneliti menemukan kesamaan makna dan tujuan penggunaan symbol ketiga hewan tersebut yakni bukan hanya sebagai alat mengejek tetapi juga menjadi symbol petunjuk untuk mengkritik sehingga symbol hewan tersebut bukan saja menjadi stigma namun juga menjadi alat kontrol kritik sosial.
PERSEPSI BUNYI HENTIAN BERSUARA BAHASA INDONESIA OLEH PEMELAJAR TAIWAN
Abstract: This study investigated the perception performance of the voiced stops of Indonesian language by Taiwanese learners. Previous studies suggest that the perception of foreign languages’ phonemic category absent in the L1 inventory is troublesome, and this is also the case for the Taiwanese learners’ of Indonesian. Seven of eight of our subjects were unable yet to perfectly distinguish between the voiced stops [b, d, g] and their voiceless counterpart [p, t, k] despite being able to speak Taiwanese (Southern Min) which has the voicing distinction for bilabial stops [b]-[p] and velar stops [g]-[k]. The result yielded from a small sized experimental study of forced option test and literature study provides us a preliminary understanding on why some Taiwanese learners sometimes made production errors, oral and written. This study serves as a preliminary study which we hope to lead to a bigger-scale and well-controlled psychoacoustics study in the future in order to have a more definitive result on the perceptional issue by Taiwanese learners of Indonesian. Abstrak: Studi ini meneliti kemampuan persepsi pemelajar Taiwan terhadap bunyi konsonan hentian bersuara bahasa Indonesia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemelajar bahasa asing memiliki kesulitan mempersepsi terhadap bunyi-bunyi bahasa asing yang tidak dimiliki oleh kategori fonem bahasa pertama dan kondisi yang sama juga dijumpai pada pemelajar bahasa Indonesia sebagai bahasa asing asal Taiwan. Tujuh dari delapan subjek penelitian masih belum mampu untuk secara sempurna membedakan konsonan hentian bersuara [b, d, g] dan pasangan takbersuaranya [p, t, k] meski semua subjek mampu berbahasa Taiwan (Min Selatan) yang memiliki pembedaan ciri suara pada konsonan hentian bilabial [b]-[p] dan bunyi konsonan hentian velar [g]-[k]. Hasil yang dihasilkan dari penelitian eksperimen dengan teknik force option test dan rujukan kepustakaan berskala kecil ini memberikan gambaran awal tentang kemungkinan penyebab pemelajar bahasa Indonesia asal Taiwan terkadang membuat kekeliruan produksi bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Penelitian ini berfungsi sebagai studi awal yang diharapkan bisa diteruskan untuk penelitian berskala besar dan menggunakan metode psikoakustik untuk mendapatkan hasil yang lebih definitif terhadap isu persepsi pemelajar bahasa Indonesia asal Taiwan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KESANTUNAN TINDAK TUTUR IMPERATIF BAHASA MELAYU PONTIANAK
Abstract: This study is the development of teaching materials based on language character education to improve the politeness of speech acts in students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program IKIP PGRI Pontianak. Development of integrated language teaching material in pragmatic subjects. In general, this study aims to develop teaching materials related to character education speaking in the Malay speech politeness in the Indonesian Language and Literature Education Study Program IKIP PGRI Pontianak students. The results obtained in this study that teaching materials used by researchers are feasible to use with a percentage of 78.94% and the results of the hypothesis there are differences between the results of students\u27 speech politeness before and after applying teaching materials based on character education. This can be seen the average value of students at the pretest of 63.43 and the pottest of 71.72. Then it can be concluded that teaching materials based on character education are very suitable and feasible to be used as students of Indonesian Language and Literature Education study programs.Abstrak: Penelitian ini merupakan pengembangan bahan ajar berbasis pendidikan karakter bahasa untuk meningkatkan kesopanan tindak tutur pada siswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak. Pengembangan materi pengajaran bahasa terintegrasi dalam mata kuliah pragmatik. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan karakter berbicara dalam kesantunan tindak tutur bahasa Melayu di lingkungan mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa bahan ajar yang digunakan oleh peneliti layak digunakan dengan presentase sebesar 78,94% dan hasil hipotesis terdapat perbedaan antara hasil kesantunan berbicara mahasiswa sebelum dan sesudah menerapkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter. Hal ini dapat dilihat nilai rata-rata mahasiswa pada pretest sbesar 63,43 dan pottest sebesar 71,72. Maka dapat disimpulkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter berbahasa ini sangat cocok dan layak untuk digunakan bagai mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
BENTUK DAN MAKNA PADA PENAMAAN SELAMETAN MASYARAKAT JAWA: KAJIAN LINGUISTIK ANTROPOLOGI
Abstract: Culture is one of the identities of a community in each region, one of which is selametan. Selametan is a culture that is closely related to the Javanese community. The purpose of this research is to describe the form and meaning in naming selametan Javanese society. The research data were obtained using competent observational techniques. The method of data analysis uses descriptive qualitative. Methods of data analysis through data transcripts and data classification. Data analysis uses morphological and semantic theories. The form of data analysis is descriptive. The results showed the naming of selametan in Javanese society consisting of 19 selametan consisting of pre-birth to death. Then the naming of the form is analyzed using morphological theory and its meaning is analyzed using semantic theory. The results showed that in terms of naming selametan, many Javanese people were formed from numbers during pre-birth and death, while in life they were formed from activities to be carried out. Whereas in meaning, the naming has lexical and referential meaning.Abstrak: Budaya menjadi salah satu identitas sebuah masyarakat pada setiap daerah, salah satunya selametan. Selametan merupakan salah satu budaya yang lekat dengan masyarakat jawa. Tujuan penelitian ada adalah mendeskripsikan bentuk dan makna pada penamaan selametan masyarakat jawa. Data penelitian diperoleh menggunakan tekhnik simak libat cakap. Metode analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Metode analisis data melalui transkipsi data dan klasifikasi data. Analisis data menggunakan teori morfologi dan semantik. Bentuk analisis data berupa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penamaan selametan pada masyarakat jawa yang terdiri dari 19 selametan yang terdiri dari masa prakelahiran sampai kematian. Kemudian penamaan selametan tersebut dianalisis bentuknya menggunakan teori morfologi dan dianalisis maknanya menggunakan teori semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bentuk, penamaan selametan masyarakat jawa banyak dibentuk dari bilangan pada masa prakelahiran dan kematian, sedangkan pada masa kehidupan dibentuk dari kegiatan yang akan dilakukan. Sedangkan secara makna, penamaan tersebut memiliki makna leksikal dan referensial.