Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    153 research outputs found

    STRATIFIKASI SOSIAL PADA NOVEL ANAK SEMUA BANGSA

    No full text
    Abstract: This research is motivated by the existence of social differentiation or social stratification in the novel Anak Semua Bangsa. The purpose of this research is to criticize and describe the social stratification gap between the natives and the Dutch. The method used in this research is descriptive qualitative. Literature study is a technique of collecting data sources and the nature of this research. The sociology of literature approach is used to describe the data obtained by the stratification theory or social class differentiation. The results of the research show that we can criticize the novel Anak Semua Bangsa, the part of social stratification, in which there are still social gaps or discrimination. This social stratification is contained and remains in effect. The lowest strata are indigenous peoples while the highest strata are still occupied by Dutch Europeans. The Dutch control everything that happens in the Indies.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pembeda sosial atau stratifikasi sosial dalam novel Anak Semua Bangsa. Tujuan penelitian ini adalah mengkritisi dan menggambarkan kesenjangan stratifikasi sosial antara pribumi dengan bangsa Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Studi pustaka menjadi teknik pengumpulan sumber data dan sifat dari penelitian ini. Pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk menjabarkan data-data yang didapatkan dengan teori stratifikasi atau kelas pembeda sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Anak Semua Bangsa dapat kita kritisi bagian stratifikasi sosial, yakni masih adanya kesenjangan atau diskriminasi sosial. Stratifikasi sosial ini termuat dan tetap berlaku. Strata terendah adalah bangsa pribumi sementara strata tertinggi tetap diduduki oleh Bangsa Eropa Belanda. Belanda menguasai segala hal yang terjadi di Hindia.

    KARAKTERISTIK PENGGUNAAN BAHASA DALAM MAJALAH ISLAM

    No full text
    Abstract: The purpose of this study is to describe the characteristics of language use in Islamic magazine. The characteristics are seen through the use of code switching and code mixing in the magazine. Islamic magazine was chosen because currently the development of religiosity in society tends to increase. This increase was also accompanied by an increase in reading options with Islamic content and nuances. The Islamic magazine chosen in this study is Hidayah Magazine. The theory used to dissect this research is the theory about the characteristics of the language presented by Jendra. The method used to retrieve data is the observation and note method. Based on the analysis that has been done, it can be concluded that in Hidayah magazines there are many events of code switching and code mixing. There is code switching in the form of clauses and sentences. In addition, code mixing is found in the form of words, compound words, and phrases. In terms of the type of code switching, it was found that metaphorical code switching was found. The events of code switching and code mixing in Hidayah magazines were found in various contexts, namely the ease of conveying information, feeling more “Islamic”, and adjusting to market segmentation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan karakteristik penggunaan bahasa dalam majalah Islam. Karakteristik dilihat melalui penggunaan alih kode dan campur kode dalam majalah tersebut. Majalah Islam dipilih karena saat ini perkembangan religiositas dalam masyarakat cenderung meningkat. Peningkatan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan pilihan bacaan dengan muatan dan nuansa Islam. Majalah Islam yang dipilih dalam penelitian ini adalah Majalah Hidayah. Teori yang digunakan untuk membedah penelitian ini adalah teori mengenai karakteristik bahasa yang disampaikan oleh Jendra. Metode yang digunakan untuk mengambil data adalah metode simak dan catat. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam majalah Hidayah banyak peristiwa alih kode dan campur kode. Terdapat alih kode dalam bentuk klausa dan kalimat. Selain itu, campur kode ditemukan dalam bentuk kata, kata majemuk, dan frasa. Dari sisi tipe alih kode ditemukan alih kode metaforis. Peristiwa alih kode dan campur kode dalam majalah Hidayah ditemukan dalam berbagai konteks, yakni kemudahan penyampaikan informasi, lebih merasakan “keislaman”, dan menyesuaikan dengan segmentasi pasar. 

    KESALAHAN BERBAHASA YANG DIANGGAP KELAZIMAN DALAM KARYA TULIS ILMIAH

    No full text
    Abstract: Writing scientific papers requires the practice of using correct language by KBBI rules. However, in the preparation of scientific documents such as papers, articles, and undergraduate thesis still found incorrect language practices. This of course has an impact on ignoring the correct grammar following KBBI. The purpose of writing this article is to examine various kinds of language mistakes that have been considered as truth by students. This is based on their nescience of the correct language in KBBI, so the words used often ignore the correct rules. This research belongs to the type of descriptive qualitative research by describing research findings using detailed text. Researchers used a content analysis approach to analyze student scientific papers. Then, the error is classified based on the type of error, such as nonstandard words, prepositions, and derivative forms that are often wrong in their writing practice. Based on the research conducted it was concluded that in scientific papers, students still found a lot of language errors which they considered to be a correct form of words. Abstrak: Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan praktik penggunaan bahasa yang benar sesuai dengan kaidah KBBI. Akan tetapi, di dalam praktik karya tulis ilmiah seperti: makalah, artikel, dan skripsi masih ditemukan praktik berbahasa yang tidak benar. Hal ini tentu saja berdampak pada pengabaian kaidah bahasa yang benar sesuai dengan KBBI. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji pelbagai macam kesalahan berbahasa yang sudah dianggap sebagai kebenaran oleh mahasiswa. Hal ini didasari pada ketidaktahuan mereka tentang bahasa yang benar di dalam KBBI, sehingga kata yang digunakan sering mengabaikan kaidah yang benar. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualiatif deskriptif dengan memaparkan hasil temuan penelitian menggunakan teks secara detail. Peneliti menggunakan pendekatan analisis isi untuk menganalisis karya tulis ilmiah mahasiswa. Kemudian, kesalahan tersebut diklasifikasi berdasarkan jenis kesalahan seperti: kata tidak baku, kata depan, dan bentuk turunan yang sering salah di dalam praktik penulisannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa dalam karya tulis ilmiah mahasiswa masih banyak ditemukan kesalahan berbahasa yang mereka anggap sebagai suatu bentuk kata yang benar.

    PANDANGAN PENDIDIKAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA DAN NOVEL MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI

    No full text
    Abstract: The study of education on the main character in novel Negeri 5 Menara by A. Fuadi and Mata dan Rahasia Pulau Gapi by Okky Madasari is to dissect and explain the differences in the intellectual development of both personalities to explain that their age and sex may be a factor in the difference in their attitude toward the issue they face, the education they face. In addition, the study has another factor, that the thinking of the main character influences one to act according to one’s age. The study employed the theory of literary psychology with a literary approach to comparison. Using a qualitative method to do a descriptive interpretation to see a comparison in both characters by a quotation in the novel. In this method use the library technique of reading and note for a descriptive interpretation. The data used is novel Negeri 5 Menara by A. Fuadi in 2009 and novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi by Okky Madasari appears in 2018. The ten-year-old novel of problems raised in the study over time. Studies of age and gender differences affect a person’s actions and thoughts on addressing a problem.Abstrak: Penelitian pandangan mengenai pendidikan pada tokoh utama dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi dan novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari adalah membedah dan menjabarkan perbedaan perkembangan intelektual dari kedua tokoh untuk menjelaskan bahwa umur dan jenis kelamin bisa menjadi faktor perbedaan sikap mereka dalam menyikapi permasalahan yang mereka hadapi, yaitu dalam memandang dunia pendidikan. Selain itu, penelitian ini mempunyai faktor lain, bahwa pemikiran tokoh utama berpengaruh untuk mengambil tindakan sesuai umurnya. Penelitian ini menggunakan teori psikologi sastra dengan pendekatan sastra bandingan. Menggunakan metode kualitaif untuk melakukan penafsiran secara deskriptif untuk melihat adanya perbandingan dalam kedua tokoh tersebut melalui kutipan dalam novel sesuai permasalahan. Pada metode ini menggunakan teknik pustaka yaitu baca dan catat untuk dapat melakukan penafsiran secara deskriptif. Data yang digunakan yaitu novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi terbit tahun 2009 dan novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari terbit tahun 2018. Perbedaan karya novel yang 10 tahun ini juga mempermudah untuk melihat perkembangan permasalahan yang diangkat pada penelitian ini dari jarak waktu. hasil penelitian adanya perbedaan umur dan jenis kelamin mempengaruhi seseorang bertindak dan berpikir untuk mengatasi suatu masalah.

    KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM MIMPI KECIL TITA KARYA DESI PUSPITASARI

    No full text
    Abstract: Many experts have observed the main character\u27s internal conflict, however their analysis has not explained the conflict form that has an impact on the mental state of the child.  This study aims to analyze: a) form of inner conflict experienced by the main character in the novel Mimpi Kecil Tita, b) find out what factors cause internal conflict in the novel Mimpi Kecil Tita?  Sigmund Freud’s Psychoanalytic theory is used to reveal internal conflict and several factors that cause it.  Descriptive qualitative analysis was used as a research method. Overall, these results indicate that fears, anxiety, absence, and hopes are identified as conflict settings referring to the concepts of approach-avoidance and avoidance-avoidance. Viewed from the concept of approaching-avoidance (approach-avoidance) and broad-away (avoidance-avoidance) refers to anxiety, failure, pain, cunning based on the impact of personality or id.  The facts of the story show the Ego is miserable. This misery causes an inner conflict is identified as the avoidance of desire (approach-avoidance) marked by the confused id.  The form of Superego conflict in Tita is feelings of suffering, anger at someone, and hurt.  Four factors that cause internal conflict, namely economic hardship, dishonesty, frustration, and hurt feelings.Abstrak: Penelitian yang mengkaji konflik internal tokoh utama telah banyak dilakukan para ahli, namun analisis mereka terhadap konflik internal tokoh utama belum menjelaskan bentuk konflik yang berdampak pada keadaan jiwa anak. Teori Psikoanalis dari Freud digunakan untuk mengungkap tikai batin dan aneka faktor penyebab konflik. Analisis kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian.  Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan ketakutan, kegalauan, ketiadaan, dan berharap diidentifikasi sebagai tatanan konflik merujuk kepada konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance), dan konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance). Ditinjau dari konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance) dan menjauh-menjauh (avoidance-avoidance) merujuk kepada kecemasan, kegagalan, kepedihan, kelicikan didasarkan adanya dampak personalitas atau id. Fakta cerita menunjukkan Ego sengsara. Kesengsaraan itu menimbulkan konflik batin yang diidentifikasi sebagai penghindaran diri dari keinginan (appproach-avoidance) ditandai oleh id yang merasa kebingungan. Wujud konflik superego dalam diri Tita adalah perasaan penderitaan, marah pada seseorang, dan sakit hati. Faktor-faktor yang menimbulkan konflik internal ada empat yaitu kesulitan ekonomi, ketidakjujuran, frustasi, dan sakit hati.

    UNSUR BUDAYA DALAM KUMPULAN CERPEN MARTABAT KEMATIAN KARYA MUNA MASYARI SEBAGAI MATERI AJAR BIPA

    No full text
    Abstract: This study aims to explain and describe the cultural elements contained in the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari as Indonesian language teaching material for Foreign Speakers (BIPA) at C1 and C2 levels. The subject of this study were 12 short stories contained in the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari. This study uses a qualitative descriptive approach to describe phenomena systematically, namely cultural elements as BIPA teaching material. Techniques for collecting data using read-notes, literature, and data cards. This study shows that the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari contains cultural elements in the form of language, knowledge systems, livelihood systems, religious systems and the arts. The whole element of culture can be used as both teaching material and as an introduction to culture, especially Madura’s culture as a support for BIPA learners\u27 language skills.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan unsur-unsur budaya yang terdapat dalam Kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari sebagai materi ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat C1 dan C2. Subjek penelitian ini adalah 12 cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan fenomena secara sistematis yaitu unsur kebudayaan sebagai materi ajar BIPA. Teknik pengumpulan data menggunakan baca-catat, kepustakaan, dan kartu data. Penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari mengandung unsur-unsur kebudayaan berupa bahasa, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian, sistem religi dan kesenian. Keseluruhan unsur kebudayaan dapat dijadikan baik sebagai materi ajar maupun sebagai pengenalan budaya terutama budaya Madura sebagai penunjang keterampilan berbahasa pemelajar BIPA.

    PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TECHNOLOGI ENTERTAINMENT DESIGN (TED) DAN CLOUD COMPUTING

    No full text
    Abstract: This study aims for (1) Providing new innovations for students about different media, namely using TED media. (2) So that students have skills in learning. (3) Students are able to understand how the process or way of learning with learning media based on Technology Entertainment Design and Cloud Computing. The method in the Indonesian Language Learning Research based on Tecnology Entertainment Design (TED) and Cloud Computing is using Research and Development Research using the Lee and Owens Model which consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, implementation ), and evaluation (evaluation). From these research methods so as to produce 2D learning by learning to bring leaders who are experts in certain fields in the application that can be accessed by students using their android mobile phones that are guided directly by the operator (teacher). TED is a digital portal that provides content, both animated and lectured by expert figures in their fields. Cloud Computing or Cloud Computing can be used as a storage media, network and software that can be accessed anywhere while connected to the internet.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memberikan inovasi baru terhadap peserta didik mengenai media yang berbeda yaitu dengan menggunakan media TED. (2) Agar peserta didik memiliki keterampilan di dalam pembelajaran. (3)Peserta didik mampu memahami bagaimana proses atau cara pembelajaran dengan media pembelajaran berbasis Technologi Entertainment Design and Cloud Computing. Metode pada penelitian Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Tecnology Entertainment Design (TED) dan Cloud Computing yaitu menggunakan Penelitian Research and Development menggunakan Model Lee dan Owens yang terdiri dari 5 tahap, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Dari metode penelitian tersebut menghasilkan pembelajaran 2D dengan pembelajaran menghadirkan para tokoh yang ahli dalam bidang tertentu di dalam aplikasi yang dapat diakses oleh siswa menggunakan telepon genggam android.  Mereka dipandu langsung oleh operator yaitu guru. TED merupakan portal digital yang menyediakan konten, baik animasi maupun ceramah tokoh-tokoh ahli di bidangnya. Sementara itu, Cloud Computing atau Komputasi Awan digunakan sebagai media penyimpanan, jaringan, dan software yang dapat diakses di mana saja selagi tersambung dengan internet

    IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013

    No full text
    Abstract: The purpose of this study is to describe the strengthening of character education based on the Indonesian language learning class curriculum 2013 class XI high school 1 Jambi City. This research uses a qualitative approach and type of case study research. The subject of the study was the Indonesian language teacher class XI. Data collection techniques in the form of interviews, observation sheets, and documentation. Data analysis techniques used in this study include the teacher\u27s lesson plan, implementation, and evaluation of class XI learning. Strengthening character education has 5 values, namely religion, independence, nationalism, mutual cooperation, and integrity. The results of research on strengthening classroom-based character education in planning can be seen from the lesson plan. The results of the study can be concluded that the implementation of strengthening class-based character education in Indonesian language learning curriculum 2013 class XI of SMA Negeri 1 Jambi City has been carried out in accordance with the Ministry of Education and Culture Regulation No. 22 of 2016 Regarding Secondary Education Process Standards. The implementation of strengthening classroom-based character education has been carried out overall and the evaluation used by the teacher is the attitude, knowledge, and skills assessment. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter berbasis kelas pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA Negeri 1 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia kelas XI. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi RPP guru, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran kelas XI. Penguatan pendidikan karakter memiliki 5 nilai yaitu religius, mandiri, nasionalis, gotong royong, dan integritas. Hasil penelitian penguatan pendidikan karakter berbasis kelas pada perencanaan dilihat dari RPP. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA Negeri 1 Kota Jambi sudah terlaksana sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Menengah. Pelaksanaan penguatan pendidikan karakter berbasis kelas sudah terlaksana secara keseluruhan dan evaluasi yang digunakan oleh guru penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan

    REDUPLIKASI ADVERBIA SEBAGAI PROSEDE MORFOLOGIS PALING DOMINAN DALAM BAHASA INDONESIA: PERSPEKTIF PRAGMATIK SISTEMIK

    No full text
    Abstract: Research on the reduplication of open and closed word classes in Indonesian language morphology in a systemic pragmatic perspective was carried out in order to respond to this reality. The research problem is formulated as follows, (1) What are the manifestations of open word class reduplication in Indonesian morphological procedures from a systemic pragmatic perspective; (b) What is the most dominant class of word reduplication in Indonesian morphological procedures? The data of this study were collected by listening and competent methods. The listening method used is applied by note taking and recording techniques. As for the proficient methods used, the proficiency techniques are proficient and the techniques of proficiency are not upfront. The proficient methods and techniques are supplemented by note taking and recording techniques. The data that has been presented well, has been classified and properly typified, then analyzed using the distribution analysis method and the method of matching analysis. The conclusions of this study are: (1) Reduplication of adverb word classes occurs with a very dominant use of informal Indonesian in electronic mass media such as those contained in television. (2) Reduplication both in the word classes of adverbs, verbs, adjectives, nouns, and numerals found in this study partly changes the word class and meaning, changes the word class but does not change the meaning. (3) The systemic pragmatic perspective can be used to interpret the reduplication more precisely because in this perspective the internal aspects of the language as well as the external aspects of the language are equally considered.Abstrak: Penelitian reduplikasi kelas kata terbuka dan tertutup dalam prosede morfologi bahasa Indonesia dalam perspektif pragmatik sistemik ini dilakukan dalam rangka merespons kenyataan ini. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut, (1) Apa sajakah manifestasi reduplikasi kelas kata terbuka dalam prosede morfologis bahasa Indonesia ditinjau dari perspektif pragmatik sistemik; (b) Reduplikasi kelas kata apakah yang paling dominan terjadi dalam prosede morfologis bahasa Indonesia? Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode simak dan metode cakap. Metode simak yang digunakan diterapkan dengan teknik catat dan teknik rekam. Adapun metode cakap yang digunakan adalah teknik cakap semuka dan teknik cakap yang tidak semuka. Metode dan teknik cakap itu dilengkapi dengan teknik catat dan teknik rekam. Data yang telah tersaji dengan baik, telah diklasifikasi dan ditipifikasi dengan baik, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis distribusional dan metode analisis padan. Simpulan penelitian ini adalah, (1) Reduplikasi kelas kata adverbia terjadi dengan sangat dominan dalam pemakaian bahasa Indonesia informal di media massa elektronik seperti yang terdapat dalam televisi. (2) Reduplikasi baik dalam kelas kata adverbia, verba, adjektiva, nomina, maupun numeralia yang ditemukan dalam penelitian ini sebagian mengubah kelas kata dan makna, mengubah kelas kata tetapi tidak mengubah makna. (3) Perspektif pragmatik sistemik dapat digunakan untuk memaknai reduplikasi tersebut secara lebih tepat karena dalam perspektif ini aspek internal kebahasaan maupun aspek eksternal kebahasaan sama-sama dipertimbangkan.

    EKSISTENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN GENERASI MUDA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN ERA GLOBALISASI

    No full text
    Abstract: Indonesian is a special language that has a very high position for the Indonesian people. Unfortunately, the existence of the Indonesian language is shaken by the effects of globalization and the current pandemic. The purpose of this research is to find out the existence of the Indonesian Language among the younger generation during the COVID-19 pandemic, to identify the factors that influence the existence of the use of language, and to find the right solution to address existing problems. This study uses a descriptive approach using a survey method. The results show that the pandemic during this globalization era has indeed influenced the existence of the use of the Indonesian language. The internal factor that influences it is the view that by using a foreign language the lifestyle is considered the most modern, while the external factor is the environment in which the young generation is located, such as to get a more decent job at a foreign company and to get an educational scholarship abroad. Therefore, it needs individual, government, and community support so that its existence as a national language is always maintained or sustainable.Abstrak: Bahasa Indonesia merupakan bahasa istimewa yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, eksistensi atau keberadaan bahasa Indonesia ini terguncang oleh pengaruh globalisasi dan pandemi saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi bahasa Indonesia di kalangan generasi muda selama pandemi Covid-19, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi eksistensi penggunaan bahasa Indonesia serta untuk menemukan solusi yang tepat untuk menangani permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi di tengah era globalisasi ini memang memengaruhi keberadaan penggunaan bahasa Indonesia. Faktor internal yang memengaruhinya adalah adanya pandangan bahwa dengan menggunakan bahasa asing maka gaya hidupnya dianggap paling modern, sedangkan dari faktor eksternal berupa lingkungan tempat generasi muda itu berada seperti dalam rangka mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di perusahaan asing dan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di luar negeri. Oleh karena itu, butuh dukungan pribadi, pemerintah, dan masyarakat agar eksistensinya sebagai bahasa nasional senantiasa terjaga ataupun lestari.

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇